Manfaat dan Fungsi Pythagoras dalam Hidup Sehari-hari – Mengenal Pythagoras

pythagoras

Hi, Sobat Zenius!

Teorema Pythagoras mungkin adalah  hal yang paling kita inget kalau udah ngomongin tentang Pythagoras.

Nah, di pembahasan kali ini, kita bakalan mencoba melihat pemikiran Pythagoras, bukan hanya tentang rumus Pythagoras. Namun, gimana manfaat atau penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ilustrasi Manfaat Pythagoras
Ilustrasi Manfaat Pythagoras (Arsip Zenius)

Selain itu, pemikiran Pythagoras nggak hanya dalam bidang Matematika, tapi juga musik.

Oleh karena itu, ayo kita lihat penerapan teorema Pythagoras dalam kehidupan sehari-hari dan gimana Pythagoras melihat hubungan antara Matematika dan musik.

Baca Juga: Sejarah dan Cerita di Balik Teorema Pythagoras

Apa Aja Kegunaan Teorema Pythagoras di Kehidupan Nyata?

Oke, sebelumnya di artikel tentang teorema dan rumus Pythagoras, gue pernah bahas teorema Pythagoras itu menyatakan kalau kuadrat sisi miring suatu segitiga siku-siku bakalan sama dengan jumlah kuadrat kedua kaki segitiga lainnya.

Nah, teorema ini menjadi fondasi dari trigonometri, yaitu salah satu cabang Matematika yang mempelajari hubungan panjang dan sudut segitiga.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang berkaitan dengan hubungan dari panjang dan sudut segitiga. Pokoknya, selama di keseharian elo melihat adanya peran dari segitiga sama sisi, terdapat peran dari pemikiran Pythagoras di sana.

Jadi, apa aja kegunaannya dalam hidup kita?

Bidang Arsitektur dan Konstruksi

Pada bidang arsitektur dan konstruksi, salah satu contohnya adalah bangunan atau bidang yang berbentuk segitiga, misalnya atap bangunan. Teorema ini akan sangat berguna pada perhitungan bidang yang memiliki desain segitiga siku-siku.

Teorema Pythagoras akan sangat membantu dalam kegiatan menghitung atau memperkirakan bidang miring suatu bangunan yang memiliki sisi-sisi yang saling tegak lurus, atau memiliki sudut 90 derajat.

Sistem Navigasi

Dalam sistem navigasi, terdapat metode triangulasi yang digunakan untuk menentukan suatu lokasi atau koordinat berdasarkan sudut antara titik koordinat. Nah, teorema Pythagoras berguna ketika triangulasi menggunakan sudut 90 derajat.

For your information, NASA juga menggunakan triangulasi untuk menentukan posisi pesawat luar angkasa. Kalau di kehidupan sehari-hari, ini juga berguna dalam sistem navigasi mobil dan pelacakan ponsel.

Melacak Lokasi Gempa

Lokasi gempa bumi juga dapat dilacak menggunakan teorema Pythagoras. Cara kerjanya adalah dengan triangulasi pada jenis gelombang saat terjadinya gempa. 

Sebagai gambaran, triangulasi dilakukan dengan melihat jarak yang ditempuh oleh gelombang yang lebih cepat dengan jarak tempuh dari gelombang yang lebih lambat. Dengan cara ini, pusat gempa dapat ditentukan.

Nah, sebenernya masih ada banyak lagi manfaat dari penggunaan teorema Pythagoras. Selama sesuatu tersebut berada pada skenario jarak pada sisi miring dan sisi-sisi yang saling tegak lurus, penggunaan teorema ini akan sangat berperan.

Oke, setelah kita bahas sebenernya apa manfaat dari pemikiran Pythagoras ini, sekarang ayo kita lanjutkan pembahasan tentang gimana Pythagoras menghubungkan antara Matematika dan musik.

Gimana Pythagoras Mengaitkan Matematika dan Musik?

Oke, kalau dilihat berdasarkan sejarahnya, kita tahu kalau Pythagoras sebegitu menyukai angka-angka dan rasio. Nah, Pythagoras juga memandang kalau musik juga bisa ditelaah menggunakan matematika.

Ada satu cerita legenda yang menggambarkan gimana Pythagoras melihat adanya rasio dalam musik.

Jadi, dia pernah melihat gimana seorang pandai besi bekerja. Terus, dia ngeh saat besi-besi tersebut sedang dipukul, suara yang terdengar kadang lebih tinggi dibanding suara yang lainnya.

Dia yakin kalau nada yang berbeda-beda ini ada penjelasannya secara matematis. Oleh karena itu, dia makin kepo dan setelah dilihat-lihat, ternyata terdapat palu dengan jenis ukuran yang berbeda-beda.

Pythagoras mengambil kesimpulan kalau jenis-jenis palu yang memiliki perbandingan ukuran yang berbeda atau rasio satu sama lain inilah yang menghasilkan interval musik. Salah satu contoh rasio yang dimaksud adalah terdapat palu yang memiliki ukuran dua kali lebih besar dibanding palu yang lain.

Ilustrasi Rasio Palu
Ilustrasi Rasio Palu (Arsip Zenius)

Nah, konsep rasio yang dilihat Pythagoras, berdasarkan ukuran palu yang berbeda-beda sehingga menghasilkan interval musik ini, sebenernya bakal lebih masuk akal kalau diganti dengan ukuran senar yang berbeda-beda. Contohnya, pada alat musik harpa.

Ilustrasi Harpa
Ilustrasi Harpa (Arsip Zenius)

Dengan begini, Pythagoras kerap dikaitkan dengan penemuan kalau suatu senar lebih panjang setengah dari senar lainnya, bakal menghasilkan nada yang persis satu oktaf lebih tinggi ketika dimainkan.

Rasio-rasio ini bisa terus dikembangkan sehingga menjadi rangkaian nada yang berbeda-beda. Nah, konsep inilah yang pada akhirnya dikenal dengan deret harmonik, suatu ciri Fisika yang berkaitan dengan gelombang dan frekuensi.

Wah, yang awalnya kepo sama pandai besi dan yakin kalau Matematika bisa menganalisis musik, malah bikin temuannya melebar sampe ada kaitannya sama Fisika!

***

Oke, kita udah bahas berbagai pemikiran Pythagoras di artikel ini, terutama kaitan Matematika dan musik. Selain itu, kita juga udah tahu kalau teorema Pythagoras itu sebegitu bergunanya di kehidupan nyata kita.

Nah, di pembahasan selanjutnya, gue bakalan ngomongin sesuatu yang berbeda lagi tentang Pythagoras. Buat elo yang baru baca artikel tentang Pythagoras di episode ini, gue udah buat playlist di bawah, biar elo bisa ngikutin ceritanya dari awal sampai akhir.

Series Mengenal Pythagoras

Bagian 1: Kisah Hidup Pythagoras

Bagian 2: Teorema dan Rumus Pythagoras

Bagian 3: Manfaat dan Fungsi Pythagoras dalam Hidup Sehari-hari

Bagian 4: Filosofi Pythagoras

Sip, sampai jumpa di episode berikutnya, cheers!

Referensi:

Real Life Uses of the Pythagorean Theorem – ehow

Timeline 002: Pythagoras And The Connection Between Music And Math – VPR (2015)

Bagikan Artikel Ini!