Latar Belakang dan Tokoh Pertempuran Palagan Ambarawa

Latar Belakang dan Tokoh Pertempuran Palagan Ambarawa – Materi Sejarah Kelas 11

Hai, Sobat Zenius! Elo pernah dengar belum, tentang Monumen Palagan Ambarawa? Itu lho, monumen yang berada di Ambarawa, Kabupaten Semarang. 

Mungkin untuk Sobat Zenius yang tinggal di Ambarawa udah nggak asing lagi nih, dengan monumen satu ini. Namun, kalau ditanya sejarah monumen Palagan Ambarawa, kira-kira elo bisa jawab nggak? 

Sebenarnya dari namanya saja elo pasti bisa menebak nih kalau monumen ini akan berkaitan dengan peristiwa Pertempuran Ambarawa. Maka dari itu, gue akan mengajak elo untuk membahas latar belakang Pertempuran Ambarawa. Simak, yuk!

sejarah monumen palagan ambarawa
Monumen Palagan Ambarawa. (Dok. Wikimedia Commons)

Apa Penyebab Terjadinya Palagan Ambarawa?

Palagan Ambarawa merupakan peristiwa perlawanan rakyat Indonesia melawan sekutu yang terjadi antara 20 Oktober sampai 15 Desember 1945 di Ambarawa. Palagan Ambarawa atau Pertempuran Ambarawa bermula dari kekalahan Jepang pada Perang Dunia ke-2 sehingga membuat sekutu tertarik untuk menguasai Indonesia kembali. 

Sekutu pun kembali datang ke Indonesia pada tanggal 20 Oktober 1945 dengan alasan ingin mengurus tawanan perang. Padahal, alasan sebenarnya sekutu datang ke Indonesia adalah untuk merebut kembali wilayah Indonesia. 

Saat itu, kedatangan sekutu ke Ambarawa dan Magelang dipimpin oleh Brigadir Bethell. Gubernur Jawa Tengah Wongsonegoro pun menerima kedatangan sekutu dengan baik. 

Kenapa diterima dengan baik? Soalnya, saat itu Indonesia masih berpikiran positif nih, terhadap sekutu sehingga tidak berpikir kalau sekutu ingin menguasai Indonesia. 

Namun, enam hari setelahnya tepat pada tanggal 26 Oktober 1945, sekutu dan NICA diketahui secara diam-diam mempersenjatai tawanan perang atau tentara Belanda nih, guys. Hal ini pun membuat Indonesia marah sehingga memicu pertempuran antara sekutu dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

tokoh palagan ambarawa
Sekutu di Indonesia. (Dok. Wikimedia Commons)

Kemudian, pada tanggal 2 November 1945 diadakanlah perundingan antara Soekarno dan Brigadir Bethell. Tujuan diadakannya pertemuan ini yakni untuk menenangkan suasana dan gencatan senjata. Adapun isi kesepakatannya yakni sebagai berikut:

  1. Sekutu diperbolehkan ke Magelang.
  2. Jalan raya Semarang-Ambarawa dibuka untuk umum.
  3. Sekutu tidak akan mengakui aktivitas NICA.

Nah, meskipun sudah ada perjanjian, ternyata sekutu malah memanfaatkan perjanjian tersebut untuk ke Magelang nih, guys. Sekutu pergi ke Magelang untuk menambah pasukan dan persenjataan. Hal ini pun menyebabkan tentara sekutu semakin banyak dan lengkap persenjataannya.

Kondisi ini tentu saja membahayakan Indonesia. Sehingga, Indonesia pun segera memanggil bantuan dari Yogyakarta. Pada tanggal 21 November 1945 TKR pun datang membantu melawan sekutu. 

Sayangnya akibat pertempuran ini, pada tanggal 26 November Letkol Isdiman pun gugur dan digantikan oleh Kolonel Soedirman. Kemudian, Palagan Ambarawa dipimpin oleh Kolonel Soedirman yang menerapkan strategi Gelar Supit Urang. Strategi ini merupakan taktik pengepungan sehingga musuh benar-benar terkurung dan menyerah. Nama Gelar Supit Urang sendiri berasal dari bahasa pewayangan yang berarti kepungan. Benar-benar sesuai kan, dengan yang dilakukan oleh Kolonel Soedirman waktu itu?

Setelah melalui pertempuran panjang, akhirnya pada 15 Desember 1945, sekutu pun menyerah. Peristiwa ini pun diperingati sebagai Hari Juang Kartika setiap tahunnya. Tapi elo tahu nggak sih kalau Hari Juang Kartika ini dahulu sempat bernama Hari Infanteri? Namun, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 163/1999, Hari Infanteri diganti namanya menjadi Hari Juang Kartika.  

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimalin persiapanmu sekarang juga!

download aplikasi zenius play store
download aplikasi zenius app store
download aplikasi zenius app gallery

Baca Juga: Latar Belakang dan Hasil Perundingan Linggarjati

Tokoh Palagan Ambarawa

Adapun tokoh Palagan Ambarawa yang perlu elo ketahui, yaitu:

  • Brigadier Bethell, merupakan pemimpin tentara sekutu pada Perang Palagan Ambarawa. Ia datang ke Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. 
  • Letnan Kolonel Isdiman, merupakan pemimpin para pejuang dalam Pertempuran Palagan Ambarawa. Namun, gugur di tengah Pertempuran Palagan Ambarawa. 
  • Kolonel Soedirman, merupakan pemimpin Pertempuran Palagan Ambarawa yang menggantikan Letnan Kolonel Isdiman. Pada saat pertempuran, ia menerapkan strategi Gelar Supit Urang.

Baca Juga: Latar Belakang dan Kronologi Pertempuran Medan Area

Contoh Soal Pertempuran Palagan Ambarawa

latar belakang palagan ambarawa
Ilustrasi Pertempuran Palagan Ambarawa. (Dok. Pixabay)

Setelah menyimak latar belakang dan penyebab Pertempuran Palagan Ambarawa, gue yakin nih elo bisa jawab soal di bawah ini dan bakal bisa lebih percaya diri kalau ditanya soal sejarah Monumen Palagan Ambarawa.

  1. Wafatnya Kolonel Isdiman kemudian digantikan oleh ….

A. Kolonel Sudirman

B. Kolonel Abdul Haris Nasution

C. Letkol Soeharto

D. Sam Ratulangi

E. Abdul Latief

Jawaban dan Pembahasan:

Setelah Kolonel Isdiman gugur dalam pertempuran, Soedirman lalu melanjutkan perjuangannya melawan penjajah pada saat itu. Sehingga jawaban yang tepat adalah A. 

Baca Juga: Penyebab dan Dampak Agresi Militer Belanda 2

Nah, sekarang elo udah tahu kan, latar belakang Pertempuran Palagan Ambarawa. Kalau elo mau tahu kelanjutan kisahnya atau mau tahu kisah pertempuran lainnya, elo bisa tonton videonya di aplikasi Zenius. Caranya tinggal klik aja banner di bawah ini!

Belajar sejarah di video materi Zenius
Bagikan Artikel Ini!