Konsep Senyawa Organik Beserta Tata Nama

Konsep Senyawa Organik Beserta Tata Nama dan Contohnya

Sobat Zenius, kalau elo lagi di tempat umum, pernah merhatiin nggak, sih? Biasanya tempat sampah di tempat umum suka dibagi menjadi 2 atau 3 tong sampah.

Kaya gambar di bawah ini, nih. Biasanya yang punya 2 tong sampah, hanya dibedakan menjadi sampah organik dan anorganik. Kalau sampah yang punya 3 tong sampah, jenisnya dibedakan menjadi sampah organik, anorganik, dan daur ulang.

Jenis sampah organik dan anorganik.
Sampah Organik dan Anorganik (Dok. Vecteezy)

Nah, misalnya elo lagi di posisi mau buang sampah di tempat sampah tersebut. Bagaimana cara elo membedakan jenis sampah tersebut?

Umumnya orang akan menganggap sampah organik adalah sampah yang berasal dari makanan atau tumbuhan. Sementara sampah anorganik adalah sampah seperti kemasan plastik atau bisa juga sampah daur ulang.

Namun, ternyata dalam lingkup pengetahuan kimia, senyawa organik dan anorganik memiliki konsep yang lebih kompleks. Jadi nggak semudah itu untuk membedakan antara organik dan anorganik.

Untuk lebih lengkapnya, elo bisa simak terus artikel ini! Karena gue akan bahas perbedaan senyawa organik dan anorganik serta akan mengulik lebih dalam tentang tata nama senyawa organik. Materi ini termasuk mata pelajaran Kimia kelas 11. Simak baik-baik, ya!

Apa Itu Senyawa Organik?

Oke, sebelum lanjut lebih jauh, kita harus tahu dulu, nih. Apa sih pengertian senyawa organik?

Nah, melansir dari Encyclopedia Britannica, organic compound atau senyawa organik adalah salah satu kelas besar dari senyawa kimia yang terdiri dari satu atau lebih atom karbon dan dapat terikat dengan atom lainnya secara kovalen.

Jadi, bisa kita simpulkan, ya. Komponen utama dari senyawa organik adalah atom karbon. Namun, ternyata keunikan atom karbon inilah yang dapat membuatnya menjadi senyawa organik. Soalnya atom karbon ini punya kemampuan untuk mengikat atom karbon lain sampai jadi rantai yang panjang dan beragam.

Atom unsur lain yang paling sering ditemukan sebagai senyawa organik karena memiliki ikatan dengan atom karbon antara lain, hidrogen, oksigen, atau nitrogen.

Mungkin tanpa sadar elo sering melihat atau bertemu dengan contoh senyawa organik dalam kehidupan sehari-hari. Kayak bensin dan gula, kedua senyawa tersebut merupakan senyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang terdiri dari hidrogen dan karbon.

Selain itu, alkohol juga salah satu contoh senyawa organik. Itu, lho, alkohol yang suka dipakai untuk antiseptik, biasanya dipakai untuk membersihkan luka.

Sebenarnya masih banyak contoh senyawa organik yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring berjalannya pembahasan ini, elo juga akan menemukan contoh-contoh lainnya, kok. Jadi, pastiin elo baca materi ini sampai selesai, ya!

Baca Juga: Ikatan Kimia dan Jenisnya – Materi Kimia Kelas 10

Struktur Senyawa Organik

Nah, sebelum kita lanjut ke tata nama senyawa organik, kita juga perlu bahas sedikit tentang struktur senyawa organik.

Kenapa nggak langsung aja? Eits, sabar dulu, guys. Mengapa elo harus paham tentang strukturnya sebelum masuk ke tata namanya, karena tata nama pada senyawa organik itu lebih kompleks dari senyawa anorganik.

Penamaan senyawa organik harus memperhatikan strukturnya, soalnya ada beberapa senyawa organik yang punya rumus kimia sama, tetapi struktur atomnya berbeda. Maka dari itu, nggak salah kan, kalau kita paham sedikit tentang strukturnya.

Oke, jadi struktur senyawa organik bisa digambarkan berdasarkan tiga bentuk rumus struktur. Ada rumus titik, yang disebut juga sebagai struktur Lewis. Ada juga rumus garis, dikenal juga dengan struktur Kekule. Kemudian yang terakhir rumus termampatkan atau rumus ringkas.

Penggambaran struktur senyawa organik dapat digambar dengan tiga cara.
Rumus Struktur Senyawa Organik (Arsip Zenius)

Untuk menuliskan struktur senyawa organik, elo bisa pakai salah satu dari tiga rumus seperti gambar di atas. Bahkan, biasanya rumus ringkas ini dipakai untuk penyederhanaan rumus titik atau garis.

Oke, sekarang elo sudah tau, ya, bahwa struktur senyawa organik bisa digambarkan dengan rumus yang berbeda-beda. Kalau gitu, yuk, kita lanjut ke pembahasan selanjutnya.

Baca Juga: Struktur Atom – Materi Kimia Kelas 10

Tata Nama Senyawa Organik

Nah, dari awal gue udah sering mention tentang tata nama senyawa organik. Jadi, sebenarnya kenapa sih kita perlu tahu tentang tata nama ini?

Coba bayangin deh, senyawa organik itu jumlahnya bisa sampai jutaan. Kemudian ada yang atom penyusunnya mirip-mirip. Lalu, jika kita nggak buat penamaan yang sistematis, bisa-bisa terjadi yang namanya ambiguitas. Terlebih, senyawa organik ini punya turunan yang cukup beragam.

Maka dari itu, The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) membuat penamaan senyawa organik untuk standar internasional.

Umumnya, penamaan senyawa organik ini dinamai berdasarkan sumber saat ditemukan atau dari kegunaannya. Kayak contohnya senyawa yang ditemukan berada pada jeruk limau. Nah, senyawa tersebut dinamakan limonena.

Selanjutnya, elo bisa lihat berbagai contoh tata nama senyawa organik seperti berikut ini.

Contoh tata nama senyawa organik berdasarkan kelompok gugus fungsi.
Contoh Tata Nama Senyawa Organik-1 (Dok. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono M.Si.)
Contoh tata nama senyawa organik berdasarkan kelompok gugus fungsi.
Contoh Tata Nama Senyawa Organik-2 (Dok. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono M.Si.)

Nah, contoh di atas baru beberapa saja. Masih banyak lagi turunan-turunan dari senyawa organik yang sudah disebutkan di atas. Nama-nama turunannya pun sudah diatur sesistematis mungkin.

Baca Juga: Kegunaan dan Tata Nama Senyawa Turunan Alkana Menurut IUPAC – Materi Kimia Kelas 12

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Tadi gue sempat mention mengenai perbedaan organik dan anorganik. Ternyata konsep perbedaan tersebut bisa dibilang konsep jadul. Di mana senyawa organik dan anorganik dibedakan berdasarkan asalnya.

Sebelum konsep baru dikembangkan oleh ahli kimia asal Jerman, Friedrich Wöhler. Dahulu senyawa organik masih dianggap sebagai senyawa yang asalnya dari makhluk hidup. Sementara senyawa anorganik berasal dari bukan makhluk hidup, kayak contohnya batu.

Nah, konsep itu dipatahkan setelah Wöhler, melakukan sintesis urea pada tahun 1828. Jadi, sebenarnya senyawa urea ini bisa ditemukan pada urin, yang mana merupakan senyawa organik. Namun, Wöhler mensintesis urea dari senyawa anorganik, yaitu ammonium sianat.

Sejak saat itu, membedakan senyawa organik dan anorganik tidak semudah melihat dari mana senyawa tersebut berasal, tapi kita bisa lihat dari sifat-sifatnya.

Jadi, apa perbedaan senyawa organik dan anorganik jika dilihat dari sifat-sifatnya? Yuk, lihat tabel di bawah ini!

Konsep Senyawa Organik Beserta Tata Nama dan Contohnya 17
Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik (Arsip Zenius)

Semoga elo nggak salah lagi, ya, dalam membedakan senyawa organik dan anorganik. Ingat, bukan dibedakan dari asalnya, tapi dari sifat-sifat yang disebutkan diatas.

Nah, sebelumnya gue juga sudah sering banget nyebut contoh senyawa organik. Bagaimana dengan yang anorganik? Elo sudah tahu belum?

Pasti elo sering lihat deh beberapa senyawa anorganik di sekitar elo. Contohnya kaya garam dapur atau natrium klorida (NaCl). Garam itu salah satu senyawa anorganik, lho. Nggak mungkin, kan, elo nggak tahu garam.

Terus ada lagi. Kalo nggak ada senyawa ini, kita nggak bisa hidup. Senyawa tersebut adalah air. Kandungan air di dalam tubuh manusia itu mencapai 60%-70%, lho.

Nah, selain garam dapur dan air, masih banyak lagi contoh lainnya. Ada kaca, karbon dioksida, karbon monoksida, dan lain-lain. Tapi untuk sekarang, elo sudah tau ya beberapa contoh senyawa organik dan anorganik.

Sekarang gimana kalau kita latihan soal dulu. Yuk!

Baca Juga: Biomolekul – Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Jenisnya

Contoh Soal Senyawa Organik dan Pembahasannya

Contoh Soal 1

Senyawa karbon organik umumnya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut, kecuali…

A. Reaksi berjalan lambat.

B. Lebih stabil dengan pemanasan.

C. Titik didih dan titik leleh rendah.

D. Molekulnya dapat membentuk isomer.

E. Mudah terurai dengan pemanasan.

Jawaban: B. Lebih stabil dengan pemanasan.

Pembahasan:

Nah, jangan sampai terkecoh, ya. Elo bisa lihat lagi tabel yang gue tunjukkan di materi sebelumnya. Jadi, sifat senyawa yang lebih stabil dengan pemanasan adalah sifat dari senyawa anorganik. Sementara senyawa organik mudah terurai dengan pemanasan.

Contoh Soal 2

Macam-macam senyawa organik yang menyusun protoplasma adalah…

A. Lemak, Air, Protein, dan Karbohidrat.

B. Garam, Lemak, Protein, dan Karbohidrat.

C. Air, Garam, Protein, dan Karbohidrat.

D. Lemak, Protein, Karbohidrat, dan Asam Nukleat.

E. Asam Nukleat, Air, Garam, dan Lemak

Jawaban: D. Lemak, Protein, Karbohidrat, dan Asam Nukleat

Pembahasan:

Nah, jadi protoplasma itu tersusun dari senyawa organik dan senyawa anorganik. Untuk senyawa anorganik yang menyusun protoplasma antara lain, air, garam mineral, dan gas. Sementara senyawa organik yang menyusun protoplasma adalah lemak, protein, karbohidrat, dan asam nukleat. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah D.

Contoh Soal 3

Senyawa berikut ini yang merupakan senyawa organik adalah…

A. Karbon dioksida.

B. Karbon monoksida.

C. Natrium klorida.

D. Alumunium oksida.

E. Alkohol.

Jawaban: E. Alkohol

Pembahasan:

Eits, jangan sampai terkecoh, ya. Karena pada pilihan A dan B terdapat kata karbon, belum tentu, lho, senyawa tersebut masuk ke dalam senyawa organik atau senyawa karbon. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah alkohol, ya. Elo bisa balik lagi ke atas dan lihat ke tabel tata nama.

Nah, untuk materi kali ini, cukup sampai sini, guys. Cukup banyak juga pembahasan kita hari ini. Elo juga keren banget karena berhasil nyimak materi ini sampai akhir.

Eh, tapi tentunya nggak cuma sampai sini. Materi yang lebih lengkap dengan penjelasan yang lebih asik tentunya ada. Elo bisa langsung klik banner di bawah ini dan nikmatin keseruan penjelasannya!

Konsep Senyawa Organik Beserta Tata Nama dan Contohnya 18

References:

Konsep-konsep Dasar Kimia Organik – Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si.

Senyawa Organik dan Anorganik – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Kimia Organik – Kementerian Kesehatan (2016)

Organic Compound – Encyclopedia Britannica

Bagikan Artikel Ini!