Kim Jong Un, Penguasa Sekaligus ‘Dewa’ bagi Rakyat Korea Utara

kim jong un zenius

Apakah lo tahu bagaimana rakyat Korea Utara mendewakan Kim Jong Un sebagai pemimpin tertinggi? Yuk, simak bagaimana mereka memuja Kim Jong Un!

17 Desember 2011 jadi Hari Patah Hati Nasional di Korea Utara. Pada saat itu. Jutaan rakyat Korea Utara  menangis. Mereka kehilangan sosok pujaan hati, yang dicintai melebihi keluarga sendiri.

Gunung tempat sang pujaan dilahirkan, diselimuti cahaya merah. Sekelompok burung gagak pada nongkrong, nonton peristiwa yang bikin mereka ngumpul dalam satu pohon. Semesta seolah bersekongkol untuk berduka bersama.

Hari itu, Pemimpin Tersayang telah tiada; Kim Jong Il.

Sambil mengenakan mantel hitam panjang, sang anak kebanggaan berjalan dengan wajah muram. Ia mengiringi mobil yang membawa jenazah ayahnya.

Pada upacara pemakaman pun, sang anak kebanggaan menangis. Dia berusaha ngeringin mata, menunjukkan sisi tangguhnya sebagai calon pemimpin negara.

Begitulah Kim Jong Un, ketika berusia 27 tahun.

Ayahnya meninggal akibat serangan jantung. Kekosongan kekuasaan terjadi. Dan, here we go again…Saatnya dinasti politik kembali berjalan.

Dinasti Kim udah sangat familiar, dan bahkan mendarah daging hingga to the bone rakyat Korea Utara. Kepemimpinan bakal diterusin secara turun-menurun. Dimulai dari Kim Il Sung (Presiden Abadi), Kim Jong Il, dan sekarang…Kim Jong Un.

Kim Jong Un, Penguasa Sekaligus ‘Dewa’ bagi Rakyat Korea Utara 49
Silsilah dinasti Kim. (Foto: www.cfr.org/backgrounder/north-koreas-power-structure#chapter-title-0-2)

Pemilihan Kim Jong Un sebagai Pemimpin

“Yakin, Kim Jong Un nerusin Kim Jong Il? Kan umurnya baru 27 tahun. Enggak punya pengalaman politik sama sekali lagi.”

“Ya..meskipun lulusan sekolah di Swiss, tapi yakin nyerahin pemerintahan ke anak yang lebih addicted to basket daripada politik?”

Setidaknya, petinggi Partai Buruh Korea yang berkuasa dan para jenderal negara itu enggak percaya sama kemampuan Jong Un. Rakyat Korea Utara juga gitu, meskipun cuma berani ngebatin dalam hati.

Tapi, enggak ada pilihan lain. Pada 8 Januari 2009, sekitar dua tahun sebelum Kim Jong Il meninggal, dia udah ngasih pengumuman resmi ke rakyatnya: “Kim Jong Un bakal jadi penerus gue.” Rakyat Korea Utara pun langsung diajarin lagu berjudul “Footsteps”, yang isinya memuji Jong Un.

Meskipun Jong Un bukan anak tertua di keluarga Kim, dia terkenal lebih keras dan tangguh dibandingkan kakaknya, Kim Jong Chol. Kakaknya lebih lembut daripada dia. So, ayahnya takut kelembutan Kim Jong Chol bakal bikin dia gampang melempem jadi penguasa.

Ditambah, anak tertua Kim Jong Il, Kim Jong Nam, dianggap ‘bikin malu keluarga’. Dia pernah nge-trip ilegal ke Jepang. Enggak ada yang bisa lebih diharapin Kim Jong Il, selain Kim Jong Un.

Style Jong Un juga jadi nilai plus. Dia benar-benar mirip banget sama kakeknya; penampilannya, karismanya. Sampai-sampai, dia dijuluki sebagai ‘Kim Il Sung masa lalu’. Buat lo yang pengin tahu se-powerful apa Kim Il Sung bagi Korea Utara, lo bisa baca di sini deh.

Kim Jong Un, Penguasa Sekaligus ‘Dewa’ bagi Rakyat Korea Utara 50
Kim Jong Un pada tahun 2019 (kiri) dan Kim Il Sung pada tahun 1950 (kanan). (Foto: Kolase White House dan Hulton Archive)

Finally, 13 hari setelah kematian ayahnya, Jong Un jadi panglima tertinggi Rakyat Korea. Perlahan tapi pasti, Jong Un resmi jadi pemimpin Korea Utara seutuhnya, pada 12 April 2012.

Tiga hari kemudian, Jong Un ngasih pidato pertamanya dalam peringatan ulang tahun ke-100 kakek tercinta, Kim Il Sung. Dengan karisma ala kakeknya banget, Jong Un berhasil ngambil hati rakyatnya.

Sejak pidato itu, Jong Un dapat julukan kehormatan seperti “Dear” atau “Great” dari seisi Korea Utara.

“Hmmm…aku mencium bau-bau akan diagungkan nih, kayak kakek sama bokap dulu…” batin Jong Un dalam hati.

Baca juga: Kenapa Korea Terpisah Menjadi Korea Selatan dan Korea Utara pada 1945? – Perang Korea

Pengkultusan Kim Jong Un

“Kok ngeri ya, ada orang yang dikultuskan? Udah kayak sekte aja.”

Yap, tapi begitulah realitanya. Di Korea Utara, ada budaya cult of personality. Pengkultusan kepribadian ini khusus ditujukan buat dinasti Kim.

Awalnya, Kim Il Sung yang paling dikultusin. Dia udah kayak dewa di Korea Utara. Bahkan, Kim Il Sung sampai dapat julukan “Jenderal Maha Tahu”.

Pengkultusan ini dianggap sebagai bentuk pengabdian rakyat kepada pemimpin. Wujud nasionalisme lah, istilahnya. Pokoknya, apapun yang dilakuin pemimpinnya itu fix no debate.

Kim Jong Un, Penguasa Sekaligus ‘Dewa’ bagi Rakyat Korea Utara 51
Kim Jong Un tepuk tangan. (Gif by giphy.com)

Pengkultusan terhadap Kim Il Sung kemudian menurun ke anak-cucunya. Pokoknya, siapa pun keturunan Kim Il Sung yang jadi pemimpin Korea Utara, bakal diagungkan seluruh rakyat, termasuk Jong Un.

Jadilah Kim Jong Un sang Pujaan Rakyat Korea Utara. Mau tahu, sefanatik apa rakyat Korea Utara ke Jong Un?

Baca juga: Kenapa Negara Korea Selatan Maju?

1. Ada kelas khusus sejarah Kim Jong Un

Kim Jong Un, Penguasa Sekaligus ‘Dewa’ bagi Rakyat Korea Utara 52
(Foto by Freepik)

Mulai tahun 2014, sekolah menengah Korea Utara diwajibkan buat masukin sejarah Jong Un sebagai mata pelajaran khusus. Kelas Kim Jong Un ini diadain selama tiga tahun, dengan total 81 jam.

Sejarah yang dibahas yaitu tentang detik-detik kelahirannya, masa kecil, sampai pencapaian yang pernah didapat. Biar rakyatnya makin ngerasa kalau pemimpinnya the best leader ever.

2. Kau, anak ajaib, selalu jadi idola…

Pengkultusan Jong Un juga dilakukan melalui propaganda media.

Korean Central Television nyiarin film dokumenter yang khusus nampilin masa-masa imut Jong Un. Dia tampil pakai seragam ala tentara cilik Korea Utara. Ada juga foto Jong Un yang lagi pakai seragam pilot, duduk di kokpit jet tempur.

Film dokumenter itu nekanin betapa hebatnya Jong Un sejak kecil. Dia digambarkan udah bisa nembak pakai pistol beneran, saat usianya baru 3 tahun.

Bahkan, kurikulum sejarah Jong Un nyebut kalau dia pertama kali bisa mengemudikan mobil sendiri pada usia 3 tahun. Jong Un remaja juga dikenalkan sebagai anak yang bisa menguasai 7 bahasa!

Pokoknya, pesan yang disampaikan film dokumenter itu udah jelas: Kim Jong Un udah kayak Joshua, ‘anak ajaib’ yang dikasih anugerah kecerdasan dan bibit-bibit pejuang tempur sejak dini.

3. Every night in my dreams, I see you, I feel you…

Wajah Kim Jong Un benar-benar mengisi hari-hari rakyat Korea Utara. Fotonya wajib dipajang di mana-mana; di kantor, pabrik, kendaraan umum, pinggir jalan.

Kim Jong Un, Penguasa Sekaligus ‘Dewa’ bagi Rakyat Korea Utara 53
Kim Jong Un meninjau military honor guard Korea Selatan. (Foto: Cheongwadae / Blue House)

Setiap rumah juga harus punya satu foto portrait Kim Jong Un. Foto itu wajib digantung di dinding yang enggak boleh ada pajangan lain. Benar-benar dinding spesial lah, buat Kim Jong Un.

Saking ‘suci’nya foto Kim Jong Un bagi rakyatnya, maling sampai enggak berani nyuri lukisan atau fotonya. Kalau ada orang yang kedapatan ngerusak foto Kim Jong un, auto dieksekusi deh. Bahkan, kalau ada bencana alam, orang-orang lebih duluan nyelamatin foto Kim Jong Un daripada anak sendiri.

4. Kertas bukan sembarang kertas

Kertas yang dipakai buat nyetak fotonya Kim Jong Un juga khusus yang enggak bisa didaur ulang. Tujuannya, biar enggak bisa diremas atau dibuang.

Di Korea Utara, lebih baik barang dibakar daripada dibuang. Soalnya, ada keyakinan setempat yang mempercayai kalau masukin benda suci ke dalam api itu fine-fine aja, ketimbang membuangnya jadi sampah.

5. Nobody but me!”

Seperti kakek dan ayahnya, nama Kim Jong Un dianggap suci oleh rakyatnya. Pada tahun 2011, ada larangan resmi pemerintah yang enggak ngebolehin rakyatnya pakai nama Kim Jong Un.

Pokoknya, enggak boleh ada nama Kim Jong Un selain supreme leader itu sendiri, titik! So, saat perintah itu disahin, sekitar 600 orang di Korea Utara yang udah terlanjur pakai nama Kim Jong Un kepaksa ganti nama deh.

6. “Jangan macem-macem sama nama gue ye!”

Pengagungan terhadap Kim Jong Un juga diterapkan dalam cetakan atau tulisan. Here are the rules: 1) Nama Kim Jong Un harus ditulis pakai huruf tebal dan font size-nya lebih besar dari kata lainnya; 2) Kalau ada kalimat yang mengandung nama Kim Jong Un dan kalimat itu ada yang typo, nama Kim Jong Un enggak boleh dicoret; 3) Tetap enggak boleh dicoret, tapi harus dikotakin dan dikasih penjelasan, “Sorry, enggak sengaja nulis nama.”; 4) Enggak peduli tata bahasanya acakadut, yang penting nama Kim Jong Un harus dominan dalam kalimat.

Kim Jong Un, Penguasa Sekaligus ‘Dewa’ bagi Rakyat Korea Utara 54
Nama Kim Jong Un harus dikotakin kalau ada kata yang typo dalam kalimat, dan harus dikasih keterangan “enggak sengaja nulis nama”. (Foto: www.nknews.org)

7. Sampai merambah dunia karaoke

Lagu-lagu Korea Utara sebagian besar didedikasikan buat memuji keluarga Kim. Nah, kalau lo karaoke kan ada subtitle tuh. Biasanya, subtitle bakal berubah warna mengikuti sampai mana lirik itu dinyanyiin.

Perubahan warna ini enggak berlaku buat nama-nama yang dianggap suci, seperti Kim Jong Un. Namanya di subtitle selalu berwarna merah, enggak akan pernah berubah.

8. Ada permen, anak manis…

Setiap 8 Januari, ada tradisi perayaan ulang tahun Kim Jong Un (meskipun belum jelas secara resmi, apakah 8 Januari benar-benar tanggal kelahirannya). So, Kim Jong Un bakal bagi-bagi permen ke anak-anak yang emang udah ngefans berat sama dia.

Sistemnya, pemerintah Korea Utara nyuruh setiap provinsi buat membagikan permen ke anak-anak. Tapi, behind the scene-nya, rakyat lagi kelaparan, lebih butuh makanan daripada permen. Biaya iuran dari rakyat dipakai buat produksi kue dan permen, demi sharing happiness kepada anak-anak.

Ya…mau gimana lagi ya, kalau supreme leader udah bertitah mah, mending ngikut aja, daripada di-dor.

Setelah lo baca betapa rakyat Korea Utara ‘ngefans berat’ sama Kim Jong Un, apakah lo jadi ngerasa insecure sama fangirling lo ke BTS atau idol lo lainnya? Kasih tahu gue di kolom komentar, ya!

Baca Juga Artikel Lainnya

Yi Sun Shin, Laksamana Korea yang Berhasil Melawan Ratusan Kapal Jepang dengan 13 Kapal

8 Drama Korea Tentang Sekolah, Dijamin Bikin Semangat Belajar Meningkat

10 Makanan Korea Paling Populer, Wajib Dicoba Pecinta Kuliner

Referensi

http://english.chosun.com/site/data/html_dir/2014/04/23/2014042301202.html

https://historia.id/politik/articles/tiga-generasi-dinasti-kim-PRV4Q/page/5

https://www.bbc.com/news/world-asia-16336991

https://www.foxnews.com/world/kim-jong-un-north-korea-cult-of-personality-explained

How the Kim cult of personality came to dominate North Korean life

https://www.theguardian.com/world/2015/feb/16/north-korea-kim-jong-il-birthday

Bagikan Artikel Ini!