Karakteristik Wilayah Indonesia – Materi Geografi Kelas 11

Karakteristik Wilayah Indonesia.

Bagaimana ya karakteristik wilayah Indonesia? Mari kita bahas mengenai karakteristik wilayah daratan dan perairan Indonesia, serta berbagai potensinya.

Kalau membahas tentang karakteristik wilayah Indonesia, kita bisa mengulik dari dua sisi, yaitu dari aspek daratan dan perairan.

Kira-kira, bagaimana ya karakteristik wilayah daratan dan perairan indonesia? Kalau gue sih, langsung kepikiran sama laut Indonesia yang luas banget, yang bahkan lebih luas daripada luas daratannya.

Nih, coba deh elo lihat perbandingan luas daratan dan perairan indonesia melalui ilustrasi di bawah ini.

Peta luas daratan dan perairan indonesia.
Luas daratan dan perairan indonesia. (Arsip Zenius, Dok. World Atlas)

Bisa kebayang ya, pasti beragam banget hayati yang tinggal di dalam laut kita yang luas banget itu. 

Oh ya, selain laut biru yang luas, gue juga langsung kepikiran sama gunung berapi di Indonesia, yang konon jumlahnya lebih dari 400. Banyak banget!

Jumlah gunung berapi di Indonesia mencapai 400, dimana 100 merupakan gunung aktif.
Gunung berapi di Indonesia. (Arsip Zenius, Dok. Wikimedia Commons)

Di pelajaran Geografi kelas 11, elo pasti belajar soal karakteristik wilayah daratan dan perairan Indonesia ini, ketika mempelajari karakteristik keruangan Indonesia secara umum.

Nah, kali ini kita akan membedah berbagai karakteristik wilayah daratan dan perairan di Indonesia dengan lebih dalam lagi, nih. 

Yuk, langsung saja kita mulai dengan membahas karakteristik keruangan Indonesia bagian darat terlebih dahulu.

Karakteristik Wilayah Daratan Indonesia

Wilayah daratan di Indonesia itu sangat beragam, ada yang merupakan dataran tinggi dan dataran rendah dengan karakteristik yang bermacam-macam.

Karakteristik wilayah daratan Indonesia meliputi dataran tinggi, dataran rendah, serta bukit dan gunung.
Ilustrasi dataran tinggi, dataran rendah, serta bukit dan gunung. (Arsip Zenius)

Kira-kira bagaimanakah karakteristik wilayah daratan di indonesia dan potensinya? Buat cari tahu itu, kita bahas yuk berbagai contoh wilayah daratan Indonesia.

Dataran Tinggi

Apa yang dimaksud dataran tinggi? Berdasarkan definisi dari video materi Zenius, dataran tinggi itu merupakan dataran yang ketinggiannya melebihi 400m di atas permukaan laut. 

Terkadang, batasan ketinggian untuk dataran tinggi itu bisa berbeda-beda nih, Sobat Zenius. Ada yang bilang melebihi 400m, 500m, dan 700m dpl.

Kalau dilihat dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.33/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016 tentang Pedoman Penyusunan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim, dataran itu bagi menjadi dataran rendah (0-400 m dpl), sedang (400-700 m dpl), dan tinggi (di atas 700 m dpl).

Karakteristik dataran tinggi yang paling menonjol itu adalah udaranya yang sejuk. Biasanya, kita merasakan hawa yang lebih sejuk ketika mengunjungi perbukitan, kan?

Berhubung udaranya sejuk, dataran tinggi itu jadi cocok banget untuk perkebunan, seperti perkebunan teh, kopi, dan stroberi.

Selain untuk perkebunan, masyarakat juga suka mengunjungi dan beristirahat di daerah dataran tinggi untuk berlibur. Makanya, nggak kaget kalau aktivitas penduduk dataran tinggi biasanya berhubungan dengan perkebunan dan pariwisata.

Di Indonesia, ada beberapa daerah dataran tinggi yang cukup terkenal. Apa saja contoh dataran tinggi di Indonesia?

  • Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah
  • Dataran Tinggi Bone di Sulawesi Selatan
  • Dataran Tinggi Sudirman di Papua

Elo sudah pernah berkunjung ke daerah tersebut belum? Sekarang, kita bahas soal dataran rendah ya.

Dataran Rendah

Berbeda dengan dataran tinggi, dataran rendah yang berada di bawah 200 m di atas permukaan laut, biasanya nggak terlalu dingin, atau bahkan relatif panas.

Mungkin, sampai sini, elo bertanya-tanya, lho kok batasannya berbeda ya sama peraturan pemerintah tadi?

Memang, batasan dataran rendah maupun dataran tinggi itu bervariasi sekali. Oleh karena itu, sebaiknya elo memperhatikan batasan yang digunakan oleh sekolah elo, ya.

Berhubung udara di dataran rendah hangat dan topografinya juga lebih datar, kawasan ini cocok banget buat peternakan, industri, dan perdagangan.

Dataran rendah untuk perdagangan, peternakan, dan industri.
Ilustrasi karakteristik wilayah dataran rendah. (Arsip Zenius)

Contoh dataran rendah di Indonesia itu ada banyak, salah satunya adalah padang rumput di Sumba, NTT. Selain padang rumput di Sumba, ada contoh dataran rendah lain seperti Dataran Pantura di Pulau Jawa dan dataran rendah pantai Timur Sumatera.

Coba deh elo cari di internet soal padang rumput di Sumba, pasti elo bisa lihat foto-foto kuda yang lagi asyik merumput di sana. Daerah tersebut memang cocok banget buat ternak kuda dan sapi.

Jadi penasaran, mengapa wilayah indonesia sangat cocok untuk kegiatan peternakan ya?

Usut punya usut, itu karena wilayah Indonesia itu cenderung subur sehingga bisa menyediakan makanan bagi ternak, dan suhunya pun juga cocok untuk menopang kehidupan hewan ternak.

Sampai sini, kita sudah bahas soal dataran tinggi dan dataran rendah nih. Kalau ditanya soal apa perbedaan karakteristik dataran tinggi, dataran rendah, dan pantai, kira-kira elo bisa jawab nggak nih?

Untuk menjawabnya, elo tinggal memikirkan perbedaan karakteristik ketiga wilayah tersebut. Bayangkan, pantai itu memiliki kondisi dan potensi yang berbeda kan dengan dataran rendah dan tinggi ya sudah kita bahas tadi?

Pantai merupakan batas langsung antara laut dan darat, yang berciri khas dipenuhi oleh pasir. Selain itu, pantai cenderung lebih panas dibanding dataran lainnya, serta lebih banyak digunakan untuk pariwisata dan penyedia komoditas laut.

Next, kita bahas soal soal salah satu karakteristik wilayah daratan Indonesia yang ikonik banget, yaitu bukit dan gunung. Apa ya yang spesial dari wilayah ini bagi Indonesia? Check it out!

Bukit dan Gunung

Sobat Zenius, kapan terakhir elo dengar soal gunung erupsi atau meletus di Indonesia?

Pada tanggal 31 Mei 2022 lalu, Gunung Dempo di Sumatera Selatan sempat erupsi dan memuntahkan abu dengan radius lima kilometer, lho.

Wah, erupsi tersebut terjadi belum lama ini nih. Selain gunung tersebut, sebelum-sebelumnya pun beberapa kali ada berita soal erupsi gunung di berbagai daerah.

Itu menunjukkan bahwa, Indonesia ini memang banyak jumlah gunung aktifnya. Kok bisa ya?

Jadi, sebenarnya Indonesia itu berada di dalam cincin api dunia, yang disebut sebagai ring of fire, semacam daerah yang memang banyak gunung apinya dan sering mengalami gempa bumi.

Elo bisa lihat ilustrasi ring of fire di bawah ini.

Ilustrasi cincin api atau ring of fire.
Ilustrasi cincin api atau ring of fire. (Arsip Zenius, Dok. Wikimedia Commons)

Menariknya, di situ kita bisa lihat bahwa Indonesia itu merupakan pertemuan dua sirkum gunung api, yaitu sirkum mediterania dan pasifik.

Makanya, nggak kaget kalau di Indonesia itu banyak pegunungan. Apa yang dimaksud dengan pegunungan?

Pegunungan merupakan sekumpulan gunung, yang biasanya berderet. Ukuran gunungnya dapat bermacam-macam. 

Salah satu contoh pegunungan yang terkenal di Indonesia adalah Pegunungan Tengger, yang terdiri dari beberapa gunung api aktif dan nonaktif. Di kompleks pegunungan tersebut, ada beberapa pegunungan seperti Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru, Gunung Watangan, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri daerah pegunungan itu sangat khas, pastinya pegunungan terdiri dari beberapa gunung yang berada di satu kawasan. Selain itu, udara di pegunungan itu sejuk sekali dan pemandangannya sangat indah, sangat cocok untuk berwisata.

Apa saja pekerjaan yang banyak dilakukan penduduk di daerah pegunungan? Melihat kondisi pegunungan yang biasanya didatangi wisatawan, penduduk di daerah pegunungan bisa menjadi pemandu wisata, pengusaha penginapan, dan petani untuk tumbuhan-tumbuhan yang memerlukan udara sejuk.

Oke Sobat Zenius, kita sudah membahas karakteristik wilayah Indonesia bagian daratan nih. Sampai sini, apakah elo ada pertanyaan?

Apabila elo punya pertanyaan, boleh banget ya tanya di kolom komentar. Selanjutnya, kita akan membahas karakteristik wilayah perairan di Indonesia.

Baca Juga: Gunung Meletus: Penyebab, Proses, hingga Dampaknya ke Lingkungan

Karakteristik Wilayah Perairan Indonesia

Membahas tentang perairan di Indonesia itu seru banget. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan, alias negara maritim.

Tentunya dengan perairan yang luas, banyak sekali sumber daya alam dan potensi yang terkandung di dalam laut Indonesia, seperti ikan laut, pertambangan, wisata, dan lain sebagainya.

Ada beberapa contoh wilayah perairan Indonesia yang bisa kita bahas, termasuk laut, selat, teluk, dan danau. Mari kita bahas satu per satu.

Laut

Karakteristik lautan Indonesia itu bisa terbagi menjadi empat wilayah perairan atau batas laut. Apa saja?

Batas LautKeterangan
Laut TeritorialWilayah laut ini berada 12 mil dari garis pantai.
Landasan KontinenWilayah ini merujuk pada dasar laut di luar wilayah perairan Indonesia, yang kedalamannya mencapai 200 m
Zona Ekonomi EksklusifWilayah yang sering disebut sebagai ZEE ini berada  200 mil dari garis pantai, dimana Indonesia memiliki hak eksklusif ekonomi untuk memanfaatkan sumber daya di dalamnya dan berkegiatan ekonomi.
Laut Bebas/LepasBerada di luar 200 mil dari garis pantai, dimana kegiatan eksploitasi SDA diatur oleh Badan Otoritas Internasional.

Sebagai catatan, pembagian wilayah perairan tersebut diatur di dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), sebuah kesepakatan yang dihasilkan dari konferensi PBB.

Empat wilayah perairan Indonesia dan batasnya.
Ilustrasi karakteristik wilayah perairan Indonesia. (Arsip Zenius)

Selain dilihat dari batas wilayah tadi, karakteristik keruangan Indonesia juga bisa dilihat dari aspek fisiografis, dimana sebagian wilayah Indonesia itu ada hubungannya dengan negara lain, lho!

Coba elo lihat gambar di bawah ini.

Wilayah paparan sunda, paparan sahul, dan laut dalam Indonesia.
Wilayah paparan Indonesia. (Arsip Zenius)

Yang dimaksud paparan di sini itu adalah semacam daratan landas kontinen yang menghubungkan beberapa wilayah Indonesia dengan negara lainnya.

Misalnya, di situ elo bisa melihat Paparan Sunda, yang terdiri dari beberapa negara Asia Tenggara (Malaysia, Filipina, Singapura, dan sebagian Indonesia seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan).

Selain itu, ada juga Paparan Sahul dimana di dalamnya ada tiga negara yaitu Australia, Papua New Guinea, dan sebagian Indonesia (Papua).

Lalu ada juga laut dalam yang terletak di antara kedua paparan tadi. Wilayah ini lebih dalam dibanding paparan.

Baca Juga: Luas dan Batas Wilayah Laut Indonesia – Materi Geografi Kelas 10

Selat

Selat sebenarnya masih merupakan bagian laut. Kalau elo pernah melihat ada wilayah laut sempit yang di antara pulau, area tersebut akan disebut sebagai selat.

Beberapa contoh selat yang cukup terkenal adalah Selat Sunda (antara Sumatra Selatan dan Jawa Barat), Selat Malaka (antara Malaysia dan Sumatra), dan Selat  Makassar (antara Kalimantan dan Sulawesi).

Teluk

Biasanya, kapal-kapal laut itu berlabuh di area teluk. Memangnya, teluk itu apa sih? Di bagian tepi pulau, ada wilayah perairan yang menjorok ke dalam, kan?

Nah, wilayah tersebut kita sebut sebagai teluk. Wilayah ini seringkali digunakan untuk lokasi wisata dan tempat kapal berlabuh.

Tanjung

Kalau tadi teluk itu adalah laut yang menjorok ke daratan, tanjung bisa dibilang kebalikannya. Tanjung merupakan daratan yang menjorok ke laut.

Oleh karena itu, kalau tanjung dibatasi oleh tiga sisi laut, teluk itu dibatasi oleh tiga sisi daratan. Supaya lebih mudah membayangkannya, coba lihat ilustrasi di bawah ini deh.

Perbedaan teluk dan tanjung.
Perbedaan teluk dan tanjung. (Arsip Zenius)

Kita sudah membahas karakteristik wilayah Indonesia, baik daratan maupun perairannya. Ternyata Indonesia memiliki wilayah dan potensi yang sangat bervariasi ya.

Suatu saat nanti, jika elo diminta jelaskan karakteristik wilayah Indonesia dan potensinya, elo bisa kembali menyinggung karakteristik yang telah kita bahas tadi, serta berbagai sumber daya dan aktivitas manusia di dalamnya.

Sekarang, kita coba lihat contoh soal materi ini yuk.

Contoh Soal Karakteristik Wilayah Indonesia

Di bagian ini, kita akan membahas jawaban dari beberapa contoh soal mengenai karakteristik wilayah Indonesia. Mari kita lihat.

Contoh Soal 1

Penduduk Indonesia memanfaatkan dataran rendah untuk lahan pertanian. Pernyataan yang mendukung pernyataan tersebut adalah….

A. Angin ribut jarang terjadi di dataran rendah.

B. Suhu udara dataran rendah sangat panas.

C. Penduduk bebas memanfaatkan lahan.

D. Tingginya curah hujan di dataran rendah.

E. Tanah di dataran rendah relatif subur.

Pembahasan

Soal ini berhubungan dengan pemanfaatan lahan untuk pertanian, dimana pertanian membutuhkan tanah yang subur dan cocok untuk keberlangsungan tumbuhan.

Kalau kita lihat dari pilihan A hingga D, hal-hal tersebut dapat merusak atau nggak menjamin perkembangan tumbuhan pertanian.

Maka, pilihan yang tepat adalah, tanah di dataran rendah relatif subur, sehingga cocok untuk pertanian. Jadi, jawabannya adalah E.

Contoh Soal 2

Apa manfaat dataran tinggi untuk aktivitas manusia?

A. Untuk peternakan.

B. Untuk perdagangan.

C. Untuk perkebunan.

D. Untuk wisata pantai.

E. Untuk kawasan industri.

Pembahasan

Apakah elo masih ingat mengenai potensi dataran tinggi? Dataran tinggi yang sejuk dan cenderung memiliki topografi yang nggak rata cocok banget untuk wisata dan perkebunan tumbuhan yang membutuhkan udara sejuk.

Bila dilihat dari pilihan di atas, peternakan, perdagangan, wisata pantai, dan kawasan industri merupakan contoh potensi dataran rendah yang cenderung landai.

Oleh karena itu, pilihan yang tepat adalah C.

Contoh Soal 3

Lihatlah karakteristik wilayah Indonesia di bawah ini.

Gambar karakteristik wilayah Indonesia.
Ilustrasi karakteristik wilayah Indonesia. (Arsip Zenius)

Dari karakteristik tersebut tentukan wilayah alami dan buatan.

A. Sungai adalah wilayah alami dan gunung adalah wilayah buatan.

B. Pabrik adalah wilayah alami dan sungai adalah wilayah buatan.

C. Rumah adalah wilayah alami dan pabrik adalah wilayah buatan.

D. Gunung adalah wilayah alami dan pabrik adalah wilayah buatan.

E. Ladang adalah wilayah alami dan sungai adalah wilayah buatan.

Pembahasan

Simpelnya, wilayah buatan itu mendapatkan banyak campur tangan manusia dalam pembentukannya, seperti bangunan pabrik dan rumah. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah gunung sebagai wilayah alami, dan pabrik sebagai wilayah buatan.

Maka, pilihan jawaban yang tepat adalah D.

Contoh Soal 4

Bagaimana karakteristik wilayah indonesia dan potensinya berdasarkan peta yang bisa elo amati?

A. Indonesia memiliki laut luas yang kaya akan sumber daya alam.

B. Dataran tinggi di Indonesia cocok untuk kawasan industri.

C. Pegunungan di Indonesia sangat banyak dan tidak aktif semua.

D. Dataran rendah di Indonesia memiliki udara yang sejuk dan cocok untuk berkebun.

E. Pantai di Indonesia memiliki potensi wisata dan kebun teh yang baik.

Pembahasan

Contoh soal karakteristik wilayah Indonesia.
Ilustrasi karakteristik wilayah Indonesia. (Arsip Zenius)

Kira-kira, pilihan jawaban mana nih yang tepat? Kita mulai dari jawaban A, betul sekali bahwa laut Indonesia memang luas, dan mengandung berbagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

Lalu gimana dengan pilihan B, C, D, dan E? Kalau Sobat Zenius perhatikan, potensi yang dipasangkan pada tiap jawaban tersebut nggak tepat ya.

Contohnya, kawasan industri harusnya cocok di dataran rendah, gunung di pegunungan Indonesia ada yang aktif, wilayah sejuk yang cocok untuk berkebun merupakan dataran tinggi, dan kebun teh juga cocoknya di dataran tinggi.

Maka, bisa disimpulkan, bahwa pilihan jawaban yang tepat adalah A.

Baca Juga: Letak Geografis, Astronomis, dan Strategis Wilayah Indonesia – Materi Geografi Kelas 11

*********

Oke Sobat Zenius, itulah pembahasan singkat mengenai karakteristik wilayah Indonesia. Kalau elo ingin mempelajari materi Geografi lainnya dengan lebih dalam dan asyik, coba deh nonton video materi Zenius dan akses soal-soalnya.

Karakteristik Wilayah Indonesia - Materi Geografi Kelas 11 9

Pastikan elo log in akun Zenius elo ya supaya bisa akses video dan soalnya. Sampai di sini dulu artikel kali ini, dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Referensi

4 Contoh Dataran Rendah di Indonesia, Dari Pulau Sumatera Hingga Kalimantan – Geologinesia (2019)

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.33/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN AKSI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM – MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA (2016)

Ring Of Fire – National Geographic Society (2022)

Bagikan Artikel Ini!