Homophone - Bahasa Inggris - Zenius

Homophone: Sama Bunyi, Beda Makna

Homophone adalah materi yang menarik dalam bahasa Inggris. Bagaimana tidak, homophone membikin kita harus lebih dalam lagi dalam memahami kosakata dan penggunaannya dalam percakapan. Ada yang masih asing dengan istilah ini?

Salah paham itu tidak menyenangkan. Terlebih lagi jika terjadi pada waktu-waktu krusial seperti saat sedang meeting atau sedang mengejar orang yang disayang. Maksud hati ingin menyampaikan suatu gagasan cemerlang, apa daya yang ditangkap malah sesuatu yang kurang sopan.

Perkenalkan, homophone. Sebuah istilah untuk kata-kata yang sama saja dari segi bunyi tetapi berbeda secara makna dalam bahasa Inggris. Kali ini aku mau bahas apa itu homophone beserta jenis dan contoh-contohnya yang bisa kita temui dalam percakapan sehari-hari.

Karena bunyinya yang mirip, homophone kerap kali membikin bingung orang yang mendengarkan. Misalkan kemiripan ‘bye’ dan ‘buy’ secara bunyi padahal maknanya beda banget. Ada lagi ‘die’ (mati) dan ‘dye’ (mencelup) atau ‘idle’ (diam) dengan ‘idol’ (idola). Ada banyak sekali kata-kata dalam bahasa Inggris yang serupa dalam pengucapan. Secara umum, homophone dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis sebagai berikut.

Homophone - Bahasa Inggris - Zenius
Ilustrasi homophone. (Dok. Monstera via Pexels – gambar telah dimodifikasi)

Jenis-jenis dan contoh Homophone

  • Homograph

Homograph memiliki kesamaan dalam pengejaan (spelling) tetapi berbeda dalam makna. Contohnya adalah kata ‘hail’. Hail dapat memiliki arti hujan es. Di sisi lain, hail juga bisa berarti sapaan. Nah kalau sudah begitu, kita kembalikan kepada konteks pembicaraan saja. Jika memang sedang membahas cuaca, pastinya hail yang dimaksud oleh lawan bicara kita adalah mengenai hujan es. Selain itu ada juga kata right yang bisa berarti hak dan bisa juga berarti kanan. 

  • Homonym

Homonym mungkin adalah homophone yang cukup sering kita temui. Homonym adalah homophone yang sama dalam pelafalan dan pengejaan tetapi berbeda dalam makna. Jadi memang kalau ditulis tuh spelling-nya mirip gitu, guys. Misalkan ada kata ‘cite’ dan ‘site’. Kalau sebatas didengar memang keduanya akan terdengar mirip. Padahal dari segi arti, keduanya sangatlah berbeda. Cite berarti mengutip dan site bisa memiliki arti tempat kejadian. 

  • Heterograph

Heterograph ada jenis kata yang berbeda secara ejaan, tetapi terdengar mirip saat diucapkan. Contoh dari heterograph bisa kita dapatkan dari kata ‘write’ dan ‘right’. Kalau dibaca, kedua kata akan terdengar mirip. Namun secara makna keduanya beda banget. Write berarti menulis sedangkan right berarti hak.

  • Oronym 

Nah kalau oronym sudah bukan hanya satu kata saja. Oronym adalah kalimat yang kedengarannya sama padahal artinya berbeda. Misalkan kalau ada temanmu yang mengatakan “ice cream” tetapi kamu mendengarnya sebagai “I scream”. Jauh banget kan ya? 

  • Pseudo-homophone

Pseudo-homophone adalah homophone yang rumit. Sebenarnya kata yang terucap bukanlah kata yang benar (tidak sesuai dengan kamus dan kaidah) atau semacam salah ucap gitu. Contohnya adalah penggunaan kata ‘werk’ yang diartikan sama dengan kata ‘work’. Mungkin inilah mengapa ada kata pseudo dalam istilahnya. Pseudo sendiri bisa diartikan palsu. Jadi ya memang bisa disebut homophone palsu juga sih. 

Okay, jadi sekarang kita sudah ngerti jenis-jenis homophone itu ada apa saja dan contoh-contohnya. Bagaimanapun juga, hal yang tidak boleh dilupakan salah satunya adalah bagaimana supaya kita bisa terhindar dari salah paham gara-gara homophone. Berikut aku ada beberapa tips supaya kita bisa terhindar dari kesalahpahaman. 

Btw, ada video menarik yang bahas homophone nih.

Tips Menghadapi Homophone

  • Perkaya kosakata

Semakin banyak kosakata yang kamu kuasai, semakin kamu bisa terhindar dari kesalahpahaman. Lagian, kalau mau menguasai bahasa asing tanpa mau menguasai banyak kosakata bakal sulit sih. Dan berhubung banyaknya kata-kata dalam bahasa Inggris yang memiliki bunyi serupa, kamu jadi harus benar-benar menguasainya. Ingat, ya. Bukan sebatas menghafal saja tetapi juga tahu cara menuliskannya. Selain itu, terkadang satu kata dalam bahasa Inggris bisa memiliki banyak arti. Contohnya kata ‘date’. Date bisa berarti tanggal, janji, bahkan kurma. 

  • Perhatikan konteks

Satu kata dalam bahasa Inggris bisa memiliki banyak arti. Seperti kata date yang aku bahas di poin sebelumnya. Biar enggak keblinger, pastikan diri kamu selalu fokus dalam pembicaraan. Perhatikan konteks pembicaraan yang sedang berlangsung antara kamu dengan lawan bicaramu. 

  • Perhatikan ejaan

Kalau kamu sedang ada dalam sebuah pembicaraan nih. Kamu sedang dalam kondisi fokus tetapi kok rasanya lawan bicaramu mengatakan sesuatu yang aneh. Di sinilah manfaat kalau kamu tidak hanya hafal kata saja melainkan juga cara mengeja. Coba kamu pikirkan sejenak. Kamu eja di dalam kepala dan kalau masih merasa aneh terhadap perkataan lawan bicara, bisa jadi memang lawan bicaramu sedang mengatakan sesuatu yang aneh. 

  • Praktik terus

Pada akhirnya praktiklah yang akan jadi kunci. Kamu telah belajar beragam teori tentang bahasa. Akan tetapi semua itu tidak akan banyak berguna jika kamu tidak pernah mempraktikannya. Cobalah untuk lebih sering berinteraksi dalam bahasa Inggris. Kalau bisa, cobalah berbicara dengan orang asing. Mereka memiliki logat yang berbeda-beda dan bisa membantumu makin menguasai bahasa Inggris. Menarik, bukan?