Perkembangan Sejarah Logika dari Zaman ke Zaman

Sejarah logika (Dok.Canva)

Hai Sobat Zenius, tanpa kita sadari segala sesuatu yang kita lakukan selalu menggunakan logika. Nggak cuma belajar aja, peranan logika ada di setiap elo ambil keputusan. Sebenarnya apa itu logika? Asal mulanya dari mana? Cari tahu lebih banyak tentang sejarah logika bareng gue ya.

Jujur deh, selama belajar buat ujian elo cuma ngapalin materi yang keluar buat ujian. Padahal cara itu belum tentu efektif lho. Coba deh elo mulai belajar dengan cara pakai logika buat ngerti materi.

Kayak yang tadi gue bilang, banyak yang gak sadar seberapa berpengaruhnya logika dalam hidup. Emang apa pentingnya logika? Wah, padahal peran logika tuh banyak banget, lho. Yuk, kenalan lebih dalam tentang apa yang dimaksud dengan logika dan perkembangannya.

Pengertian Logika

Logika berasal dari bahasa Yunani, logos yang artinya akal pikiran yang diutarakan. Pengertian lain menurut KBBI, logika adalah pengetahuan tentang kaidah berpikir. 

Dari pengertian logika di atas kelihatan ya, semuanya berhubungan dengan berpikir. Makanya logika juga yang bisa membuat elo nggak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan karena elo harus berpikir secara masuk akal terlebih dahulu.

Sering denger dong “Ahh pendapat elo nggak logis”. Sekarang udah ngerti kan maksudnya? Berarti apa yang elo pikirkan dan ungkapkan itu nggak masuk di akal.

Elo juga perlu tahu nih tentang sejarah logika. Sejarah perkembangan logika sendiri terus bergulir seiring zaman. Namun yang jelas terlihat ada di dua era yaitu Logika Tradisional dan Logika Modern.

Logika Tradisional

Sobat Zenius, mungkin banyak dari kalian udah nggak asing denger tentang tokoh Aristoteles. Filsuf Yunani yang satu ini namanya sering dikait-kaitkan dengan ilmu logika. 

Meskipun Aristoteles dikenal sebagai bapak logika, namun filsuf-filsuf Yunani sebelumnya sudah menggunakan penalaran logika. Jadi sejarah logika memang sudah dimulai sejak lama ya.

Pada sekitar abad ke-4 SM, yang membuat Aristoteles terkenal dibanding filsuf Yunani lain karena dia menetapkan peraturan untuk konsep berpikir logikanya. Pengembangan logika ini lebih dikenal dengan silogisme.

Jadi, intinya dari satu pernyataan seseorang bisa menarik beberapa kesimpulan. Bingung? Cek pernyataan di bawah ini ya!

“Semua manusia akan mati.

Aristoteles adalah manusia.

Aristoteles akan mati”.

Teori logika oleh Aristoteles tercatat dalam sejarah logika karena kumpulan idenya disalin dalam buku dengan nama Organon.

Oh iya, pada masa Aristoteles ilmu ini belum dikenal sebagai logika, lho. Pada waktu itu sebutannya adalah Analitika dan Dialektika.

Setelah Silogisme, adapula Logika Stoa. Disinilah baru istilah logika mulai digunakan. Pencetusnya adalah Zeno, pelopor dari kaum Stoa.

Pengertian logika di era ini berkembang menjadi bentuk penalaran yang lebih sistematis lagi. Karena hanya pengembangan, dasarnya tetap berasal dari teori oleh Aristoteles tadi. Ilmu logika ini pun kembali berkembang ke berbagai belahan dunia.

Pada abad pertengahan tak banyak perkembangan yang terjadi pada logika itu sendiri. Soalnya adanya pelarangan oleh pihak gereja terkait pengembangan ilmu pengetahuan. Tapi elo salah kalau mikir sejarah logika bakal berhenti di era ini. 

Logika Modern

Meski sempat terhenti, sejarah perkembangan logika masih berlanjut. Pada abad ke-16 lahirlah logika modern atas dasar pemikiran tokoh-tokoh seperti George Boole, Charles Sanders Peirce, dan lainnya.

Sejarah logika modern memang melibatkan banyak tokoh. Namun, pelopor logika modern ini ialah Francis Bacon. Beliau merupakan filsuf dari era Renaissance. 

Elo perlu tahu nih, di era Renaissance banyak berkembang ilmu pengetahuan yang punya pengaruh besar hingga masa modern kini.

Logika oleh Francis Bacon menciptakan logika induktif di mana hal yang spesifik bisa menjadi lebih luas atau universal. Kalau elo perhatikan silogisme milik Aristoteles mendeskripsikan logika di mana pernyataan umum menjadi fakta-fakta yang lebih rinci.

Jika dalam sejarah logika di era Aristoteles menghasilkan logika deduktif. Perbedaan logika induktif dan deduktif ada di cara pengambilan kesimpulannya. Untuk deduktif ialah umum ke khusus, sedangkan induktif dari khusus ke umum.

Berkebalikan dengan logika tradisional, konsep pengertian logika oleh Bacon dimulai dari fakta-fakta yang rinci kemudian disimpulkan menjadi satu yang umum.

Nah, dalam sejarah logika modern muncul juga konsep logika simbolik yang dikembangkan oleh beberapa tokoh seperti G.W Leibniz, George Boole, dan Bertrand Russell. Logika Simbolik menyimpulkan melalui metode matematika berupa simbol.

Logika modern ini yang masih elo pakai sampai sekarang, terutama di ilmu-ilmu pasti seperti matematika dan IPA. Logika modern memang penuh dengan teori matematis dengan tujuan menyuguhkan kebenaran berdasarkan bukti.

Bisa dibilang logika modern ini berhubungan erat dengan fondasi matematika. Jadi, kalau elo lagi ngerjain soal-soal matematika tuh elo lagi menggunakan logika untuk berpikir.

Kalau mau coba asah logika elo bisa asah lewat Zenius, lho. Pake fitur Zencore elo bisa belajar matematika, verbal dan logika, serta bahasa. Kayak main game gitu cara pakainya. Cobain deh.

Ilustrasi sejarah logika Zencore (Dok.canva)
Belajar logika lewat Zencore

Peranan Logika dalam Perkembangan Dunia

Sejak adanya logika, ilmu pengetahuan jadi lebih mudah berkembang. Ilmu pengetahuan yang telah ditemukan dapat dinyatakan benar jika dapat dilogika atau dibuktikan kebenarannya. Karena bukan lagi hanya asumsi, penyebaran ilmu pengetahuan pun dapat dengan mudah terjadi.

Kita beruntung lho, Sobat Zenius. Di masa kini, ilmu pengetahuan dan kepercayaan dapat berjalan beriringan. Pada abad-abad permulaan di Yunani masih banyak Mitologi yang berkembang pesat. Mitologi pun menjelaskan hal terkait alam semesta, hanya saja hubungannya dengan moral dan norma tanpa menggunakan pendekatan rasional.

Hampir bisa dikatakan kepercayaan dan pengetahuan punya pandangan yang bertolak belakang. Karena itu sejarah logika kembali berperan, untuk dapat merasionalkan hal berupa kepercayaan dan ilmu pengetahuan.

Ilustrasi mitologi dan sejarah logika (Dok. Freepik)
Dewa-Dewa Mitologi Yunani (Dok. Freepik.com)

Lewat logika, seseorang dapat berargumen dengan benar. Berdasarkan hasil pemikiran  dan pembuktian yang nyata, argumen seseorang dapat dipercaya oleh orang lain yang mendengarnya.

Masih ingat nggak dalam sejarah logika tradisional, ilmu pengetahuan sempat terhenti karena dominasi gereja? Ini terjadi di masa Renaissance, lho. Nah lho, bingung nggak tuh? Katanya tadi di masa Renaissance ilmu pengetahuan sedang berkembang dengan pesat.

Iya, itu semua benar kok. Agama Kristiani sempat menjadi agama yang dominan di mana pemerintahan dan masyarakat ada di bawah kendali gereja. Hasil pemikiran para ilmuwan banyak yang dilarang dibagikan karena tidak sesuai dengan paham gereja.

Peran logika kembali punya andil di sini. 

Berkat argumen yang rasional dan logis, para ilmuwan dan seniman berhasil membuat gerakan baru. Gerakan ini kemudian mengurangi dominasi gereja akan ilmu pengetahuan. Masyarakat juga jadi percaya akan manfaat ilmu pengetahuan tak hanya agama saja.

Itu tadi peran logika di masa lalu ya. Bagaimana dengan sejarah logika di masa kini? Tentu masih sangat berguna lho. Nggak cuma di ilmu pengetahuan saja, tapi juga pola pikir.

Ilmu pengetahuan yang sudah mudah diakses malah bikin kita jadi sering kena berita bohong ya. Kalau itu terjadi, bisa jadi elo lagi kena logical fallacy atau sesat pikir. Gampangnya elo lagi ditipu tapi elo berasa apa yang didenger itu masuk akal.

Tapi sesat logika bisa dihindari kok. Sebenarnya cara paling efektif ya memikirkan segala sesuatunya dengan rasional sebelum mengambil keputusan. Kalau elo mau lebih peka lagi, bisa banget lho belajar cara melatih logika berpikir.

Kalau logical fallacy terjadi mungkin elo nggak sadar, tapi kalau elo coba mikir pake logika yang rasional berita bohong tadi cuma fafifu belaka. Makanya penting banget nih pakai logika sebelum mencerna informasi apapun.

Logika bikin elo berpikir kritis dan terhindar dari sesat pikir. Logika bikin elo bertanya-tanya karena berarti itu elo lagi mikir dan cari informasi sebanyak mungkin. Itu bagus lho, Sobat Zenius.

Nah, itu tadi apa yang dimaksud dengan logika beserta sejarahnya. Sekarang elo ngerti kan penting paham sesuatu daripada menghafal saja. Karena kalau elo paham berarti elo menggunakan logika.

Peradaban udah modern masa sih manusianya nggak mikir pakai logika. Makanya asah terus logika elo untuk bikin peradaban dengan manusia modern dan cerdas. Sudah tahu kan sejarah logika dari masa ke masa, jangan disia-siakan ya ilmu logika itu.

Nggak usah ragu belajar logika ya, karena nggak peduli umur elo berapa, nggak ada kata terlambat untuk belajar kok. Yuk, mulai dari sekarang!

cek fundamental skill-mu di zencore
Bagikan Artikel Ini!