Genghis Khan

Genghis Khan, Panglima Perang Mongolia yang Menaklukan Dunia

Artikel ini membahas biografi Genghis Khan, panglima perang Mongolia yang menyatukan suku-suku nomaden di Mongolia dan menaklukan kerajaan di sekitarnya.

Genghis Khan! Sobat Zenius pernah dengar nama sangar ini ga? Genghis Khan, yang namanya memiliki arti “Khan (Raja) dari segala-galanya” adalah seorang panglima perang sekaligus penakluk dari Mongolia yang meninggalkan ratusan ribu korban jiwa dari kampanye militernya. Nama Genghis Khan ini ditakuti dan dibenci oleh musuh-musuhnya, tetapi ia dihormati oleh masyarakat Mongolia modern sebagai bapak bangsa sekaligus pahlawan nasional Mongolia.

Penaklukan Genghis Khan dan penerusnya sangaat berpengaruh dalam membentuk sejarah dunia, bayangin aja wilayah Mongolia yang dimulai dari Asia Timur sampai ke Eropa! Bahkan penaklukan ini juga turut membentuk sejarah Indonesia loh! Buktinya, cucu Genghis Khan yang menguasai Cina, Kubilai Khan secara ga langsung membantu berdirinya kerajaan Majapahit di Indonesia ketika ia mengirim pasukannya untuk menghukum Kertanegara dari Kerajaan Singasari. Menarik kan? Kalian bisa cek informasi lebih lengkapnya di video ini. Sekarang, kita bahas yuk perjalanan hidupnya! 

Awal Kehidupan

Genghis Khan diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1162 dengan nama Temujin di bagian utara Mongolia. Ayahnya adalah kepala suku Mongol dari klan Borjigin yang bernama Yesugei dan ibunya adalah Hoelun. Hoelun ini adalah istri kedua Yesugei yang diculik, praktik penculikan istri ini dulu umum terjadi di suku nomad seperti Mongol maupun suku nomad Asia Tengah lainnya.

Masa kecil Temujin, sama seperti anak suku nomad lainnya, penuh dengan kesulitan dan tantangan. Kondisi alam di stepa Mongolia yang keras berarti hanya anak-anak dengan fisik yang tangguh dapat bertahan hidup. Pada umur 9 tahun Temujin diantar oleh ayahnya untuk tinggal bersama tunangannya, Borte. Sepulangnya, Yesugei bertemu dengan suku Tatar yang merupakan suku saingannya. Yesugei meninggal karena menerima dan mengkonsumsi makanan yang diracuni oleh suku Tatar tersebut.

Tempat Genghis Khan
Sungai Onon, daerah Genghis Khan dilahirkan dan dibesarkan (Dok. Wikimedia Commons)

Mendengar berita tersebut, Temujin segera kembali ke klannya untuk mengklaim kepemimpinan. Ternyata, klan Temujin menolak klaimnya dan mengusir keluarganya. Temujin bersama ibu dan enam saudaranya terpaksa hidup dengan sengsara. Mereka terpaksa memakan akar dan ikan, sementara seorang nomad biasanya mengkonsumsi daging domba dan susu kuda. Bahkan, Temujin membunuh saudara tirinya yang bernama Begter karena berebut makanan.

Pada umur 16 tahun Temujin menikahi Borte dan membentuk aliansi keluarganya dengan klan Konkirat. Tetapi pernikahan ini tidak berlangsung bahagia, karena suku Merkit menyimpan dendam kepada ayah Temujin. Sebenarnya, ibu Temujin merupakan istri dari suku Merkit yang diculik ayahnya. Sebagai balas dendam, suku Merkit menculik istri Temujin.

Temujin pergi meminta bantuan dari Toghril, kepala suku Kereit yang bersahabat baik dengan ayahnya. Toghril setuju dan membujuk Jamuka, teman masa kecil Temujin, untuk membantu Temujin pergi melawan suku Merkit. Temujin dan sekutunya berhasil membebaskan Borte, yang ditemukan dalam keadaan hamil. Temujin tidak mempertanyakan kehamilan Borte dan setelah melahirkan, ia menamai anak tersebut sebagai Jochi dan memperlakukannya sebagai anaknya sendiri.

Menyatukan Mongolia

Setelah menyelamatkan istrinya, Temujin mengikuti pasukan Jamuka selama beberapa tahun. Jamuka memperlakukan Temujin tidak seperti saudara, sebaliknya Jamuka menegaskan kekuasaannya. Akhirnya, Temujin meninggalkan Jamuka bersama banyak dari pengikut Jamuka. Pengikut Jamuka memilih mengikuti Temujin karena ia memberikan jabatan penting sesuai kemampuan individu, tidak seperti bangsawan Mongol lainnya yang mementingkan keturunan maupun etnis.

Pasukan Genghis Khan
Pemeragaan pertempuran Mongol (Dok. Wikimedia Commons)

Perpecahan Jamuka dan Temujin menciptakan permusuhan yang berlangsung selama kurang lebih dua dekade. Pada periode ini, suku-suku Mongol lainnya memilih pihak Temujin maupun Jamuka. Pasukan koalisi Jamuka satu per satu dikalahkan oleh Temujin. Ketika Temujin memilih cukup kekuatan, mengalahkan klan Tatar dalam pertempuran dan kemudian membantai semua orang yang lebih tinggi dari roda gerobak.

Pasukan Genghis Khan
Lukisan pertempuran pasukan Mongol (Dok. Wikimedia Commons)

Pada akhirnya Temujin berhasil mengalahkan Jamuka. Toghril yang mendengarkan saran anaknya untuk melawan Temujin juga dikalahkan. Tanpa ada saingan lainnya, setelah menyatukan suku-suku di Mongolia, Temujin mengklaim julukan sekaligus nama baru sebagai “Genghis Khan” yang seperti gua udah sebutin di awal, berarti Khan dari segala-galanya.

Menaklukan Dunia

Saya adalah hukuman dari Tuhan… Jika Anda tidak melakukan dosa besar, Tuhan tidak akan mengirimkan hukuman seperti saya kepada Anda.

Genghis Khan

Dengan kesatuan suku-suku nomaden di Mongolia pada tahun 1206, pasukan Genghis Khan pergi untuk menaklukan bangsa-bangsa di sekitarnya. Kesuksesan penaklukan ini dipengaruhi oleh kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Awalnya pasukan Mongol hanya terdiri dari kavaleri, menunggangi kuda Mongol yang kuat. Melawan pasukan di lapangan, pasukan Mongol tidak terkalahkan. 

Pasukan Genghis Khan
Pasukan Mongol menagih upeti di kota Vladimir, Rusia (Dok. Wikimedia Commons)

Pasukan Mongol bepergian tanpa kereta pasokan selain cadangan kuda yang besar, ini berarti pasukan Mongol memiliki mobilitas yang tinggi. Tentara Mongol hampir seluruhnya terdiri dari pasukan kavaleri, mereka bisa mengendalikan arah gerak kuda hanya dengan kaki, sehingga dapat menggunakan kedua tangan untuk menggunakan busur dan anak panah. Tetapi untuk menaklukan sebuah kota pasukan kuda saja tidak cukup. 

Genghis Khan mengimplementasikan taktik-taktik seperti menggunakan insinyur yang berhasil ia tangkap untuk menciptakan peralatan pengepungan kota seperti mangonel, ketapel, tangga, minyak bakar, dan sebagainya. Selain itu, penduduk dari kota yang melawan pasukan Mongol ditempatkan di paling depan pertempuran, digunakan sebagai ‘perisai manusia’.

Pasukan Genghis Khan
Lukisan mural pengepungan kota oleh pasukan Mongol (Dok. Wikimedia Commons)

Walau penaklukan Mongol ini mencapai Eropa, Genghis Khan sendiri tidak mengikuti semua kampanye militer yang dikerahkannya. Genghis Khan memiliki jenderal perang yang terpercaya seperti Subutai dan Jebe yang berhasil mengalahkan pasukan Kievan Rus (cikal bakal Rusia dan Ukraina) pada Pertempuran Sungai Kalka. Berikut adalah beberapa dari penaklukan besar yang dipimpin oleh Genghis Khan sendiri.

Penaklukan Cina

Saat Genghis Khan menyerang Cina, keadaan Cina sedang terpecah belah menjadi beberapa dinasti atau kerajaan kecil. Pertama-tama, pada 1207 Genghis Khan menyerang kerajaan Xi Xia (disebut juga Xia Barat) yang terletak pada bagian barat laut Cina. Walau awalnya kesulitan, pada 1209 kerajaan Xi Xia tunduk dan setuju untuk membayar upeti terhadap pasukan Mongol. 

Genghis Khan di Beijing
Lukisan pasukan Genghis Khan memasuki kota Beijing (Dok. Wikimedia Commons)

Usai menaklukan Xi Xia, pandangan pasukan Mongol berpaling ke arah timur, tertuju pada Dinasti Jin. Pada 1211, Genghis Khan menyerang Dinasti Jin yang kaya dan memiliki sawah yang tampak tidak berujung. Pada 1215, kota Zhongdu (kini Beijing) berhasil ditaklukan oleh pasukan Genghis Khan. Kampanye militer melawan Dinasti Jin ini berlangsung selama hampir 20 tahun, Genghis Khan memberi menyerahkan kepercayaan kepada seorang Jenderal bernama Muqali, sementara Genghis memfokuskan perhatiannya ke arah barat karena suatu insiden.

Penaklukan Khwarezmia

Khwarezmia adalah sebuah kerajaan yang berada di daerah Turkistan, Persia, dan Afganistan. Awalnya, Genghis Khan mengirim karavan pedagang Muslim ke Khwarezmia untuk menciptakan hubungan perdagangan. Namun, gubernur kota Otrar mencurigai karavan tersebut sebagai mata-mata Mongol dan membantai dan merampok karavan tersebut.

Lukisan Dinasti Khwarezmia, musuh Genghis Khan
Lukisan Dinasti Khwarezmia (Dok. WIkimedia Commons)

Mendengar berita ini, Genghis Khan mengirimkan utusan yang terdiri dari dua orang Mongol dan seorang Muslim untuk menuntut pemimpin Khawarezmia, Shah Muhammad, untuk menyerahkan gubernur Otrar agar bisa diadili oleh bangsa Mongol. Shah Muhammad tidak menyetujui permintaan ini, bahkan memenggal utusan Muslim dan mencukur kedua utusan Mongol sebagai bentuk hinaan. 

Murka, Genghis Khan berpaling dari invasi Cina dan memimpin pasukan sebesar sekitar 200.000 orang pada tahun 1219 untuk menyerang Khawarezmia. Reputasi akan kekejaman Mongol diperoleh dari penaklukan Khwarezmia ini. Kota demi kota dibumihanguskan, penduduknya dibantai atau dipaksa untuk berperang melawan rakyatnya sendiri. Sawah dan kebun dihamburkan dan irigasi dihancurkan. Balas dendam Genghis Khan menghapuskan Khwarezmia dari peta bumi.

Musuh Genghis Khan melarikan diri
Lukisan Shah Muhammad yang melarikan diri dari pasukan Mongol (Dok. Wikimedia Commons)

Tidak ada makhluk hidup yang selamat dari dendam Genghis Khan, termasuk hewan peliharaan dan ternak. Tengkorak pria, wanita, dan anak-anak ditumpuk dan membentuk sebuah piramida tengkorak besar. Gubernur Otrar dihukum mati oleh pasukan Mongol, sementara keluarga kerajaan Khwarezmia kabur menghindari murka Genghis Khan. Pada akhirnya, Shah Muhammad meninggal di sebuah pulau kecil di Laut Kaspia dalam pengasingan. 

Pasukan Mongol akhirnya mundur pada tahun 1223 dan Genghis Khan tidak memimpin pasukannya ke dalam perang lagi sampai kampanye terakhirnya melawan pemberontakan Xi Xia pada tahun 1226 hingga 1227. 

Kematian dan Kelanjutan Kekaisaran Mongolia

Genghis Khan meninggal pada 18 Agustus 1227, penyebab kematiannya tidak diketahui, diperkirakan ia terjatuh dari kuda ketika berburu dan meninggal karena cedera. Makam Genghis Khan dirahasiakan dan hingga kini belum ditemukan. Menurut legenda, pengawal pemakaman membunuh siapa pun yang mereka temui untuk menyembunyikan lokasi makam.

Wilayah yang ditaklukan Genghis Khan
Wilayah Kekaisaran Mongolia pada saat Genghis Khan meninggal (Dok. Wikimedia Commons)

Sebagai seorang panglima perang, pencapaian Genghis Khan sangatlah besar. Ia berhasil menaklukan kerajaan-kerajaan yang jauh lebih besar, memiliki tentara lebih banyak dan teknologi lebih maju. Anaknya yang ia pilih sebagai penerusnya, Ogodei melanjutkan penaklukannya. Bahkan cucunya juga akan memperluas kekuasaan Mongol atas seluruh Cina, Persia, dan sebagian besar Rusia.

Patung Genghis Khan
Monumen Genghis Khan di Ulaanbaatar, Mongolia. (Dok. Wikimedia Commons)

Sebagai pemimpin, Genghis Khan menciptakan kode hukum yang dikenal sebagai Yassa. Kode tersebut didasarkan pada hukum umum Mongol tetapi berisi dekrit yang melarang pertumpahan darah, perzinahan, pencurian, penculikan istri, dan memberikan kesaksian palsu. Di bidang agama, Kekaisaran Mongolia memperkenalkan toleransi agama, semua agama dianggap sebagai keyakinan pribadi yang tidak tunduk pada hukum atau campur tangan penguasa.

****

Ngeri juga ya kalau ribut dengan Genghis Khan, bener-bener ga kenal ampun sama musuhnya! Sebenarnya bangsa nomaden dengan pasukan penunggang kuda menyerang kerajaan-kerajaan yang jauh lebih besar itu ada banyak di catatan sejarah, tapi Mongol ini dikenal karena kesuksesan penyerangan-penyerangannya. Kalau menurut sobat Zen, gimana pendapat kalian tentang Genghis Khan? Seorang panglima perang yang kompeten, atau algojo yang kejam bahkan pada zamannya? Soalnya, kekejaman Mongol ini disengaja biar kota-kota lain langsung nyerah tanpa perlawanan. Kasih tau pendapat atau pertanyaan kalian di kolom komentar ya!

Referensi

History. (2021). Genghis Khan. Diakses pada 8 November 2021 melalui https://www.history.com/topics/china/genghis-khan

Jarus, Owen. (2014). Genghis Khan, Founder of Mongol Empire: Facts & Biography. Diakses pada 8 November 2021 melalui https://www.livescience.com/43260-genghis-khan.html

Szczepanski, Kallie. (2019). Biography of Genghis Khan, Founder of the Mongol Empire. Diakses pada 8 November 2021 melalui https://www.thoughtco.com/genghis-khan-195669

Biography. (2019). Genghis Khan Biography. Diakses pada 8 November 2021 melalui https://www.biography.com/dictator/genghis-khan

Britannica. (2021). Genghis Khan. Diakses pada 8 November 2021 melalui  https://www.britannica.com/biography/Genghis-Khan 

Putri, Risa Herdahita. (2020). Serangan Pertama Mongol ke Kerajaan Islam. Diakses pada 8 November 2021 melalui  https://historia.id/kuno/articles/serangan-pertama-mongol-ke-kerajaan-islam-vJj3b/page/4 

Baca Juga Artikel Lainnya

Nelson Mandela, Presiden Pertama Afrika Selatan yang Mengakhiri Apartheid

Muhammad Al Fatih, Sultan Penakluk Konstantinopel dan Musuh dari Drakula

Galileo Galilei, Bapak Ilmu Pengetahuan Modern yang Ditahan Gereja Katolik Roma

Bagikan artikel ini