Di Balik Karier Youtube Andovi da Lopez

Andovi da Lopez

Azevedo Andovireska Adikara da Lopez atau yang lebih dikenal sebagai Andovi da Lopez merupakan seorang content creator yang mengawali kariernya sebagai youtuber dengan channel YouTube SkinnyIndonesian24. Konten-kontennya yang menggelitik dan menghibur membuat namanya semakin berkibar di industri kreatif. 

Di sisi lain, Andovi mengaku bahwa keputusannya terjun ke dunia YouTube bukan merupakan keputusan yang final pada saat itu. Dia mengatakan bahwa ketika pertama terjun ke dunia YouTube, belum ada kepastian bahwa YouTube akan menjadi sesuatu yang menghasilkan. 

“Gue nge-YouTube when there was no industry, you did not know whether this is gonna be a valuable career, untuk kerja untuk apa pun,” ujar Andovi saat ditanya tentang keputusannya terjun ke dunia entertainment. 

Dari pernyataan Andovi di atas, dapat dikatakan bahwa Andovi mulai aktif sebagai youtuber jauh sebelum YouTube menjadi sebuah industri yang menjanjikan seperti sekarang ini.

Slow Process

Setelah 10 tahun membangun channel YouTube SkinnyIndonesian24, Andovi memutuskan untuk pamit dari dunia YouTube. 

Sepak terjang Andovi da Lopez di YouTube hingga memutuskan untuk pamit pada tahun 2021 lalu, diakuinya bukan sebuah proses yang berjalan secara instan. Ternyata, butuh waktu yang cukup panjang hingga dirinya bisa memulai. 

Salah satu proses dalam karier yang dialami oleh Andovi adalah ketika berperan dalam sitkom garapan Raditya Dika, yaitu Malam Minggu Miko. Ia mengatakan bahwa Malam Minggu Miko adalah pekerjaan pertamanya di YouTube yang mendapatkan bayaran. 

“Saat Malam Minggu Miko, I was also doing my own YouTube video. I realized kayak tunggu, wow I’m getting money, gitu kan. Tapi money-nya di Malam Minggu Miko ya okelah, tapi it wasn’t like, wow life changing,” ujar Andovi. 

Dalam perjalanan menuju ke karier yang akhirnya ia pilih tersebut, Andovi mulai mendapatkan beberapa tawaran yang menurutnya dapat menghasilkan. Namun ia mengatakan bahwa uang bukan  hal yang secara langsung mendorong keputusannya dari seorang mahasiswa fakultas hukum Universitas Indonesia ini untuk kemudian memilih YouTube sebagai pilihan kariernya. Ada momen yang diakui Andovi membuat ia menyadari bahwa industri kreatif ini adalah pilihannya untuk berkarier. 

This is My Career.”

Ternyata, pilihan karier Andovi da Lopez berangkat dari background pendidikan yang sangat bertolak belakang dengan pilihan kariernya sekarang, lho. Andovi mengakui bahwa kesadarannya untuk memutuskan  jadi orang yang berkecimpung dalam industri kreatif seperti YouTube merupakan sebuah proses yang tidak singkat. 

Ada momen yang semakin menguatkan keputusannya untuk memilih karier ini. Momen yang pertama adalah ketika Andovi mendapatkan kesempatan untuk mengambil sebuah pekerjaan yang mengharuskannya pergi ke Singapore. Ia menceritakan bahwa sang mama bertanya tujuannya pergi ke Singapore. Dari situ Andovi merasakan bahwa apa yang ia lakukan di dunia konten YouTube adalah sesuatu yang diakui. 

Momen kedua adalah ketika ia dan sang kakak, Jovial da Lopez yang ia panggil Kak Jo, diundang untuk hadir ke Istana Negara untuk bertemu dan membuat video bersama Bapak Presiden Jokowi pada 2016. Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez adalah youtuber pertama yang diundang untuk datang dan membuat video bersama Presiden Jokowi kala itu. 

“Kita adalah youtuber pertama yang bikin video dengan presiden kita. Bahkan sebelum Jokowi bikin video sama Kaesang, (kami) itu udah bikin video duluan sama SkinnyIndonesian24 dan itu masih ada videonya sampai sekarang,” kenang Andovi menceritakan pengalamannya tersebut. 

Momen tersebut membuatnya  sadar bahwa sang mama sangat bangga dengan pencapaian yang diperoleh oleh anaknya. Apalagi bagi Andovi, opini sang mama masih menjadi salah satu hal penting yang ia pertimbangkan dalam kehidupannya 

Mengetahui bahwa sang mama sangat menerima dirinya apa adanya, termasuk menerima bahwa dirinya terjun ke industri kreatif ini, Andovi semakin yakin untuk memantapkan pilihannya untuk berkarier di dunia tersebut. 

“Ketika gue tahu nyokap gue ini tanda kutip menerima gue apa adanya, that was the moment I knew, ok this is my job, gitu. This is my career,” ungkap pemeran Mas Herdi di film Dilan 1991 ini. 

Diakui Andovi, bekerja di industri kreatif dengan membuat video online di YouTube memang bukan merupakan pekerjaan yang diakui oleh masyarakat, bahkan hingga sekarang. Dapat dikatakan bahwa masyarakat masih menganggap pekerjaan sebagai konten kreator bukanlah sebuah pekerjaan. 

Namun baginya ketika ia memproduksi sebuah video, ia ingin menghasilkan karya yang mempunyai value, mempunyai arti dan inti yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Selain itu, menghibur dan tetap memiliki pesan di dalamnya, sehingga baginya ini merupakan sebuah pekerjaan yang ia kerjakan dengan tanggungjawab kepada penontonnya nanti. 

Tidak diragukan lagi, dalam channelnya SkinnyIndonesian24, Andovi dan sang kakak berhasil membuktikan bahwa karya-karya mereka adalah karya yang memang dikerjakan secara matang dan memiliki pesan di setiap videonya. Salah satu karya mereka yang viral adalah video berjudul Jokowi VS Prabowo, tercatat sudah lebih dari 53 juta kali tayang per 2 Februari 2021 di YouTube. 

Pada tahun 2020 sebagai tahun terakhir mereka aktif di YouTube sebelum pensiun, Andovi da Lopez dan sang kakak sebagai youtuber membuktikan komitmennya untuk menghasilkan beberapa karya lain yang berhasil menggelitik penonton ketika melihat video-video mereka, salah satunya adalah video DPR Musikal

Di Balik Karier Youtube Andovi da Lopez
Infografis Andovi da Lopez (Arsip Zenius)

Uang Bukan Tujuan Nomor Satu

Andovi mengatakan sejak awal bahwa uang bukan merupakan tujuan nomor satu untuknya ketika memilih karier di industri ini. Walaupun diakui olehnya, apa yang ia dapatkan sebagai konten kreator adalah sesuatu yang sangat disyukuri karena ia bisa mendapatkan dan memenuhi kehidupannya dari pekerjaannya tersebut. 

“Gue nggak pernah ngerasa capek walaupun gue nggak tahu apakah ini akan jadi suatu entertainment atau nggak. I did it when, ketika there was not a pressure of money, justru gue bikinnya jauh lebih enak. It was the most liberating time,“ ujar Andovi.

Dari awal terjun untuk membuat konten di YouTube, ia menjalaninya dengan enjoy dan merasa tidak pernah lelah untuk berkarya. Namun menariknya, ketika namanya sudah semakin besar dan penghasilannya pun jauh lebih banyak Andovi justru merasakan rasa lelah. 

Don’t get me wrong, I’m happy with the amount of the money that I made. Tapi, nggak pernah tujuan nomor satu gue.

Andovi da Lopez

Basketball is My Passion.”

Ketika ditanya apa mimpinya yang lain, Andovi menjelaskan bahwa ia sangat tertarik dengan basket. Ia mengungkapkan kecintaannya pada dunia basket. 

Seperti yang diketahui, Andovi memang memiliki hobi bermain basket, ia mengatakan bahwa basket merupakan passionnya. 

I would be a basketball player. Itu jujur. Kalau gue ada skill, ada talentanya, and I work enough, I would become a basketball player. Basketball is my passion,” ungkap Andovi.

Passion Andovi terhadap basket ditunjukkan Andovi dalam beberapa unggahannya di sosial media, contohnya di Instagram miliknya. Beberapa kali Andovi mengunggah potret dirinya sedang bermain basket dan beberapa unggahan yang berkaitan dengan basket. 

Pesan untuk Sobat Zenius

Sebagai orang yang sudah berkecimpung di industri kreatif ini, Andovi da Lopez memiliki pesan untuk Sobat Zenius yang tertarik untuk masuk ke dalam industri ini. Andovi mengungkapkan bahwa pada profesional level, industri ini merupakan industri yang sangat menuntut banyak hal. 

Andovi mengakui bahwa memang semua pekerjaan akan menuntut kita untuk menuntut banyak hal termasuk mengorbankan waktu. Namun menurutnya, dunia kreatif memiliki tuntutan yang berbeda jika dibandingkan dengan pekerjaan lain. 

Andovi mengatakan, “Sometimes kita meeting. People don’t understand bahwa part of kerja di media industry itu ngumpul, ngobrolin ide. Dan itu mungkin orang bilang, Apaan sih ini, kerja apa sih ini, outputnya apa, hasilnya apa? Tapi itu kerja lho.” 

Secara personal, Andovi juga kasih tips untuk Sobat Zenius yang ingin terjun ke industri ini. “Don’t let it get into your head. No matter how famous, how much money you get, you are still nothing. Maksud gue you are nothing tuh, many people saying their shit just because they have a million thousand dollars. That means nothing if you don’t do real life impact on real people.”

Dari ucapan tersebut, Andovi menjelaskan bahwa apa yang didapat di industri ini tidak akan membuat kita menjadi siapa-siapa jika karya yang kita buat tidak ada dampaknya bagi masyarakat. Sehingga, sebaiknya kita jangan terlalu fokus pada ketenaran, uang, atau jumlah subscriber, namun buatlah karya yang impactful untuk masyarakat. 

Menurut pengakuan Andovi, banyak video miliknya yang memang viewersnya tidak begitu besar tapi sebenarnya mempunyai dampak yang besar atau memiliki pesan yang besar di dalamnya. Misalnya dalam video yang berjudul DPR Musikal Andovi beserta timnya menyampaikan kritikan terhadap pemerintah namun dibalut dalam bentuk hiburan yang tentu saja menggelitik kita sebagai penonton.  Sehingga sekali lagi Andovi menegaskan buat Sobat Zenius yang tertarik untuk masuk ke industri ini, “What I wanna say is, don’t let it get into your head.” 

Lesson Learned

Dari cerita Andovi da Lopez di atas kita dapat belajar, bahwa kepuasan yang kita dapatkan tidak selamanya hanya berbentuk uang, namun ketika kita bisa membuat karya yang memiliki arti dan pesan tersendiri untuk orang banyak kita akan menikmati pekerjaan kita tersebut. 

Jadi Sobat Zenius, apakah tertarik untuk jadi konten kreator? 

Nah, buat Sobat Zenius yang nggak mau ketinggalan insight-insight lainnya langsung aja cek aplikasi Zenius atau website Zenius yang pastinya bakal bikin elo makin tercerahkan!

Kira-kira siapa lagi nih sosok inspiratif yang Sobat Zenius pengen kita bahas? Kalo elo punya ide, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! See you!

Baca Juga:

Seni Pengambilan Keputusan – Bagaimana Cara Mengambil Keputusan dengan Tepat? Fenomena AU di Twitter dalam Budaya Fangirling K-Pop

Bagikan Artikel Ini!