Biografi Napoleon Bonaparte – Pemimpin Pertempuran dan Modernisasi Bangsa

Monumen Napoleon Bonaparte (Foto: www.Pixabay.com by Tama66)

2 Desember merupakan peringatan diangkatnya Napoleon Bonaparte menjadi Kaisar Prancis. Yuk, simak artikel ini untuk mengenal perannya dalam memimpin pertempuran dan modernisasi bangsa-bangsa Eropa!

Hai Sobat Zenius! Lo mungkin sudah pernah mendengar nama Napoleon Bonaparte yang merupakan kaisar pertama Prancis. Napoleon atau yang sering dipanggil Kaisar Napoleon merupakan salah satu tokoh yang paling dikenang di dalam sejarah lho Sobat. Ia juga menjadi inspirasi negara-negara di Eropa dan Amerika Latin dalam mewujudkan modernisasi bangsa. Supaya Sobat Zenius bisa lebih mengenal tokoh besar ini, gue akan ceritakan ke lo tentang perjalanan hidup dan pencapaian-pencapaiannya di artikel ini. Ya udah, dari pada makin penasaran yuk langsung saja kita mengenal siapa itu Kaisar Napoleon dimulai dari kisah masa mudanya.

Potret Kaisar Napoleon Bonaparte (Foto: www.Pixabay.com by wikimediaImages)
Potret Kaisar Napoleon Bonaparte (Foto: www.Pixabay.com by wikimediaImages)

Masa Muda dan Pendidikan Napoleon Bonaparte

Napoleon lahir pada 15 Agustus 1769  di Ajaccio, Korsika dengan nama Napoleone di Buonaparte yang kemudian disesuaikan dengan ejaan Prancis menjadi Napoleon Bonaparte. Ia merupakan anak kedua dari seorang pengacara bernama Carlo Buonaparte dan Letizia Ramolino Buonaparte yang merupakan bangsawan Korsika. Carlo Buonaparte sendiri berasal dari keluarga bangsawan Tuscan kuno yang terletak di Italia yang bermigrasi ke Korsika pada abad ke-16. Budaya Italia pun mengakar kuat di Korsika.

Pesisir Pulau Korsika (Foto: www.Pixabay.com by KaiPilger)
Pesisir Pulau Korsika (Foto: www.Pixabay.com by KaiPilger)

Setahun setelah Napoleon lahir, Prancis menguasai Korsika, negara bagian Genoa, Italia itu dan membuat pasukan Paoli, pembela pulau itu dengan terpaksa harus melarikan diri. Namun Carlo Buonaparte yang saat itu juga tergabung dalam pasukan Paoli memilih untuk berdamai dan bekerjasama dengan Prancis sehinga ia dan keluarganya menetap di pulau itu dan ia pun memperoleh kedudukan di pemerintahan.

Semenjak usia anak-anak, Napoleon sudah menunjukan ketertarikannya dalam dunia militer nih Sobat. Ia senang menggambar gambaran tentara yang berbaris dengan urutan resimen di dinding kamar bayi di rumahnya. Pada usianya yang ke sembilan, ia sudah akan memulai pendidikannya di dunia seni perang di salah satu sekolah militer Prancis yang gratis untuk putra bangsawan yang tidak mampu. Namun karena saat itu Napoleon tidak bisa berbahasa Prancis karena orang Korsika berbicara dalam bahasa Italia maka ia pun terlebih dahulu bergabung dengan kakaknya, Joseph di Perguruan Tinggi Autun untuk belajar Bahasa Prancis. 

Setelah sekitar 4 bulan, Napoleon diterima di Brienne Military Academy dan segera meninggalkan Perguruan Tinggi Autun untuk melanjutkan studinya di sekolah militer itu. Brienne Military Academy merupakan perguruan tinggi yang ketat, Sobat. Siswa-siswanya pun tidak diperbolehkan meninggalkan tempat itu selama enam tahun hingga masa studi mereka selesai. Bahkan hari libur pun mereka tidak terbebas dari tugas-tugas sekolah lho.

Semasa menjadi mahasiswa, Napoleon digambarkan sebagai remaja yang murung. Hal ini mungkin karena hubungannya yang kurang baik dengan teman-temannya lantaran keterbatasan bahasa dan juga banyaknya ejekan yang ia dapat tentang keadaan ekonomi keluarganya dan juga kejatuhan patriot Paoli dari Korsika. Namun ia bersahabat dengan Bourrienne, murid Brienne yang juga seumuran dengannya. 

Napoleon merupakan pekerja keras dan ia lebih senang belajar di perpustakaan dibandingkan menghabiskan waktu untuk bermain. Ia senang mempelajari sejarah, geografi dan matematika karena menurutnya bidang-bidang itu akan berguna baginya dalam dunia perang.

Sahabatnya Bourrienne pun mengakui keahliannya dalam bidang matematika dengan kemampuannya berhitung yang sangat cepat. Selain itu, tentunya Napoleon juga cakap dalam seni perang. Hal ini ditunjukkan dalam keberhasilannya menjadi komandan kompi kadet yang menuntun kemenangan pasukannya dalam simulasi-simulasi perang yang diadakan di sekolah itu. Pengawas sekolah itupun menilainya sebagai sarjana sekolah Brienne yang memiliki karakter istimewa dan memiliki kemampuan penerapan matematika dan pemahaman atas geografi dan sejarah yang layak untuk meneruskan studi ke sekolah di Paris. Napoleon pun akhirnya melanjutkan studinya di École Militaire, sekolah militer Prancis selama satu tahun pada umurnya yang ke lima belas dan lulus pada tahun 1785.

Menjadi Kaisar Prancis dan Pencapaiannya

Setelah lulus dari pendidikan militernya, Napoleon pun memulai karirnya dengan menjadi letnan dua di resimen artileri tentara Prancis. Kalau di Indonesia pangkat tersebut merupakan pangkat perwira terendah dalam kemiliteran Indonesia. Lalu, semenjak Revolusi Prancis pada tahun 1789, karir Napoleon semakin gemilang hingga akhirnya menjadi kaisar Prancis. Napoleon membantu menekan pemberontak yang melawan pemerintahan revolusioner dan memimpin pasukan dalam pertempuran-pertempuran Prancis melawan berbagai negara di Eropa yang menjadikannya kunci utama dari revolusi Prancis.

(Foto: www.Pixabay.com by Morenoboeron)
(Foto: www.Pixabay.com by Morenoboeron)

Pertempuran-pertempuran yang dimenangkan pasukan Prancis di bawah komando Napoleon diantaranya adalah pertempuran dengan pasukan besar Austria pada tahun 1798 yang menghasilkan keuntungan teritorial atas ditandatanganinya Perjanjian Campo Formio. Pertempuran Piramida pada tahun 1798 melawan Mamluks, penguasa militer Mesir.

Pada 1799, moment besar terjadi dalam sebuah kudeta bernama The Coup of 18 Bruire, Napoleon berhasil meruntuhkan French Directory. French Directory merupakan nama pemerintahan yang memimpin Prancis pada tahap akhir revolusi negara tersebut yang kemudian digantikan dengan Konsulat. Konsulat beranggotakan tiga konsul yang bertugas sebagai wakil pemerintah suatu negara dan Napoleon menjadi konsul yang pertama dan saat itu memegang kekuasaan pemerintahan utama (1799-1804). Peristiwa ini menjadikan Napoleon sebagai tokoh politik yang terkemuka di Prancis.

Pertempuran lain yang dimenangkan seperti Pertempuran Marengo (1800) kembali melawan musuh bebuyutan Prancis, yaitu Austria dan mengusir mereka dari Italia. Keberhasilan-keberhasilannya pun memberikan kekuatan politik yang luar biasa kepada dirinya, hingga pada 2 Desember 1804 Napoleon dinobatkan oleh rakyat Prancis sebagai kaisar Prancis pertama atau the emperor of French dalam sebuah upacara mewah di Katedral Notre Dame di Paris.

Katedral Notre Dame di Paris (Foto: www.unsplash.com Annie Spratt)
Katedral Notre Dame di Paris (Foto: www.unsplash.com Annie Spratt)

Beberapa bulan sebelum ia dinobatkan menjadi kaisar, Napoleon juga memberlakukan Undang-Undang yang diatur dalam Napoleonic Code. Napoleon berperan besar dalam membangun stabilitas dengan merapikan sistem hukum melalui pembuatan Napoleonic Code yang tidak hanya menjadi dasar hukum sipil Prancis namun juga negara-negara di Eropa dan Amerika Latin hingga hari ini. Hal ini pulalah yang menjadikannya tokoh terkemuka di sejarah Barat. Ia juga merevolusi organisasi militer, menata ulang sistem pendidikan dan perbankan, dan menjalin hubungan baik kembali dengan paus.

Baca Juga

Penyerbuan Bastille: Awal Revolusi Prancis

Biodata Charles de Gaulle, Kisah Presiden Prancis dalam Perang Dunia ke-2

Perannya dalam Modernisasi Bangsa-Bangsa Eropa

Terlepas dari kehebatan Napoleon dalam memimpin lebih dari enam puluh pertempuran, baik yang termasuk dan tidak termasuk dalam Napoleonic Wars (1800-1815), pencapaian lainnya yang membuat dirinya menjadi tokoh penting dunia Barat adalah pembuatan Code Napoléon, Napoleonic Code, atau Undang-Undang Napoleon. Dengan terciptanya undang-undang tersebut, Prancis pun jadi memiliki dasar hukum yang jelas yang tertulis dan mudah untuk diakses. Dalam undang-undang tersebut, Napoleon menekankan pentingnya prinsip kebebasan dan kesetaraan dalam masyarakat. Kebijakan-kebijakannya pun berperan dalam mengakhiri perbudakan dan memberikan kesempatan setara untuk berkembang masyarakat walaupun kesetaraan baru terwujud bagi kaum laki-laki pada masa itu. Perempuan saat itu memang kurang mendapatkan haknya dengan adanya kebijakan yang melarang perempuan memiliki kekayaan pribadi setelah menikah dan harus tunduk pada pasangannya. 

Dengan penulisan yang sangat jelas, Napoleonic Code ini pun menyebar dengan sangat cepat ke berbagai negara di Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah seperti Belgium, Luxemburg, Monaco, dan Chile pada abad ke-19. Banyak negara pun mengadopsi poin-poin yang ada dalam Napoleonic Code untuk mengembangkan hukum mereka guna menuju modernisasi. Hebat bukan, Sobat?

Dalam rangka menuju modernisasi, Napoleon ternyata menyadari pentingnya kesediaan pendidikan bagi masyarakat sebagai kunci utamanya lho Sobat. Ia pun memberikan bantuan dana untuk pendirian perguruan tinggi dan sekolah-sekolah. Alhasil, selain didapati bahwa di bawah kepemimpinannya terdapat perkembangan studi ilmiah dan teknologi di Prancis, muncul juga inovator-inovator baru yang mendukung kemajuan negara tersebut. Sistem pendidikan negara ini pun menjadi panutan negara-negara yang saat itu juga ingin mewujudkan modernisasi. Nah, ternyata memang pendidikan itu penting ya Sobat. Kalau gitu kita harus semangat ya dalam menempuh pendidikan agar mampu turut memajukan bangsa kia.

Monumen Napoleon Bonaparte (Foto: www.Pixabay.com by Tama66)
Monumen Napoleon Bonaparte (Foto: www.Pixabay.com by Tama66)

Akhir Kisah Kaisar Napoleon Bonaparte

Walaupun Kaisar Napoleon sudah memenangkan banyak sekali pertempuran, namun ternyata ia juga mengalami beberapa kegagalan lho Sobat. Sayangnya, salah satu kegagalannya membawanya ke akhir perjalanannya sebagai kaisar Prancis. Berakhirnya masa kejayaan Napoleon dimulai dari invasinya ke Rusia pada 1812 yang berakhir gagal. Dengan membawa 600.000 pasukan memasuki Rusia, hanya 10.000 yang masih memiliki tenaga untuk bertarung akibat perjalanan jauh dan terkena perangkap Rusia yang membakar kotanya agar yang tentara Prancis tidak mendapatkan suplai makanan. Kegagalan Napoleon dan pasukannya berlanjut hingga dikalahkan oleh koalisi negara Austria, Prussia, Rusia dan Swedia yang membuatnya harus menyerah dan turun tahta di usianya yang sekitar 40 tahunan pada tahun 1814.

Napoleon pun diasingkan ke Elba di pulau Mediterania, Italia, sementara istri, Marie Louise (1791-1847) dan putranya, Napoleon François Joseph Charles Bonaparte (1811-1832) pergi ke Austria. Karena ambisi dan semangatnya dalam membela bangsanya yang kuat, dalam waktu kurang dari satu tahun, Napoleon berhasil kabur dari pulau itu dibantu 1.000 pendukungnya dan pada 16 Juni 1815 sempat mengalahkan pasukan Prusia di Pertempuran Ligny. Namun dua hari setelahnya Prancis dihancurkan oleh Inggris dan Prusia di Pertempuran Waterloo. Napoleon pun kembali menyerah dan diasingkan ke Pulau Saint Helena, di Laut Atlantik Selatan. Napoleon pun menutup usia pada umurnya yang ke-51 pada 5 Mei 1821 yang diduga karena kanker perut.

Walaupun ia sudah tiada, namun pencapaiannya tetap diakui dunia dalam kepiawaian memimpin perang, pencapaiannya dalam standarisasi hukum, modernisasi perekonomian, dan komitmennya dalam kemajuan pendidikan dan perkembangan ilmu sains yang menjadi inspirasi banyak negara untuk mencapai modernisasi.

Penutup

Nah, pasti sekarang lo sudah mengenal siapa itu Kaisar Napoleon Bonaparte, kan? Dari kisah masa muda Napoleon, perjalanannya sampai menjadi kaisar Prancis, perannya dalam sejarah kemajuan negara-negara dunia, hingga akhir masa hidupnya sudah lo baca di artikel ini. Semoga kisahnya dapat menginspirasi lo dalam semangat belajar dan semangat membela negara ya Sobat. Kalau lo punya pertanyaan, lo juga bisa menyampaikannya di kolom komentar ya.

Sekian dari gue, see you in the next article!

Referensi

Biography.com Editors. (2021, March 31). Napoleon. Biography.com. Diakses pada 29 November 2021, dari https://www.biography.com/dictator/napoleon.

The Editors of Encyclopaedia Britannica . (2018). Napoleonic code. Encyclopædia Britannica. Diakses pada 29 November 2021, dari https://www.britannica.com/topic/Napoleonic-Code.

Godechot, J. (2021, August 11). Napoleon I. Encyclopædia Britannica. Diakses pada 29 November 2021, dari https://www.britannica.com/biography/Napoleon-I.

History.com Editors. (2009, November 9). Napoleon Bonaparte. History.com. Diakses pada 30 November 2021, dari https://www.history.com/topics/france/napoleon#section_2.

Technological Solutions, Inc. (2021). French Revolution. Ducksters. Diakses pada 29 November 2021, dari  https://www.ducksters.com/history/french_revolution/directory.php.

Wheeler, H. F. B. (2016, January 13). The story of Napoleon. The Project Gutenberg eBook of The Story of Napoleon, by Harold F. B. Wheeler. Diakses pada 30 November 2021, dari https://www.gutenberg.org/files/50910/50910-h/50910-h.htm#CHAPTER_I.

Bagikan Artikel Ini!