Biografi Ernest Douwes Dekker oleh Zenius

Biografi Ernest Douwes Dekker: Tokoh Indo Anti-Kolonialisme (1879-1950)

Artikel ini membahas biografi Ernest Douwes Dekker, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia keturunan Indonesia Belanda yang juga dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi.

Hai sobat Zenius, kembali lagi bersama gue, Grace! Kalo kita ngebicarain soal tokoh atau pahlawan nasional yang ikut berupaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, rasanya nggak lengkap deh kalo kita nggak ngomongin Douwes Dekker, seorang pejuang blasteran Indo Belanda yang aktif berjuang melawan kolonialisme Belanda. Tapi jangan salah lho, ada dua Douwes Dekker yang terkenal di Indonesia yaitu Eduard Douwes Dekker dan Ernest Douwes Dekker. Lho hubungan Eduard dan Ernest itu apa ya? Kok namanya mirip-mirip?

Kalian lebih tahu Eduard atau Ernest Douwes Dekker?

View Results

Loading ... Loading ...

Eduard Douwes Dekker dan Ernest Douwes Dekker

Eduard Douwes Dekker dan Ernest Douwes Dekker
Eduard Douwes Dekker dan Ernest Douwes Dekker

Eduard dan Ernest Douwes Dekker memang punya hubungan darah, sobat Zenius. Ya, Eduard adalah kakak dari kakeknya Ernest Douwes Dekker. Gue perjelas ya. Eduard punya saudara namanya Jan Douwes Dekker. Lalu, Jan ini punya cucu namanya Ernest Douwes Dekker. Kebayang nggak silsilahnya? Jadi mereka ini memang satu keluarga dan sama-sama menentang kolonialisme Belanda di era yang berbeda. Eduard aktif pada masa tanam paksa, sedangkan Ernest aktif pada masa politik etis. Nah, kali ini kita bakal bahas Ernest Douwes Dekker karena kebetulan hari ini tanggal 8 Oktober itu hari kelahiran Ernest Douwes Dekker. Yuk langsung aja kita selami kisah Ernest bersama-sama.

Baca juga: Kupas Tuntas Sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel

 

Masa kecil Ernest François Eugène Douwes Dekker

Ernest Douwes Dekker lahir dengan nama lengkap Ernest François Eugène Douwes Dekker di Pasuruan pada 8 Oktober 1879 dari pasangan Auguste Henri Eduard Douwes Dekker dan Louisa Neumann. Ayah Douwes Dekker berdarah Belanda sedangkan Ibu Douwes Dekker merupakan keturunan Jerman-Jawa. Oleh karena itu, Ernest Douwes Dekker disebut sebagai orang Indo yang berarti campuran orang Indonesia dan Eropa. Orang Indo sering juga disebut kelompok tanggung dan status sosialnya berada di bawah orang Eropa murni pada kala itu. Oleh karena itu, Douwes Dekker merasakan diskriminasi dari kaum Belanda murni.

Hogere Burger School (HBS) Surabaya - Sekolah Ernest Douwes Dekker Masa Muda
Hogere Burger School (HBS) Surabaya | Dok: Roodebrug Soerabaia

Keluarga Ernest kemudian pindah ke Surabaya pada tahun 1892. Untuk pendidikan dasar, Ernest belajar di Hogere Burgerschool (HBS), Surabaya. Kemudian, ia pindah ke Gymnasium Koning Willem III School, sekolah elit setingkat HBS di Batavia (daerah Gambir, Jakarta Pusat). Pada umur 14 tahun, Ernest berhasil menulis ‘Gedenkboek van Lombok’, sebuah buku yang membahas ekspedisi militer Belanda untuk meredakan keributan di Lombok. Ibunya memuji bakat menulis Ernest. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Ernest cukup terdidik dan pandai menulis.

 

Bekerja di perkebunan

Setelah lulus sekolah, Douwes Dekker nggak langsung nerusin pendidikan lebih tinggi karena keterbatasan biaya. Ia kemudian bekerja sebagai pengawas perkebunan atau “opzichter” di perkebunan kopi “Soember Doeren” di Malang, Jawa Timur. Di sana ia menyaksikan perlakuan semena-mena dan eksploitasi yang dialami para pekerja kebun, dan sering kali membela mereka dengan membuat sistem kerja sendiri. Tindakannya itu membuat ia kurang disukai rekan-rekan kerja, namun disukai pegawai-pegawai bawahannya. Ia pun sering ditegur oleh atasannya, R. W. Jesse. Akibatnya, ia harus konflik dengan manajernya hingga dipindahkan ke perkebunan tebu “Padjarakan” di Kraksaan.

Lagi-lagi, di perusahaan yang baru ini Ernest terlibat konflik dengan manajemen karena urusan pembagian irigasi untuk tebu perkebunan dan padi petani. Irigasi yang harusnya dialirkan ke sawah rakyat pribumi malah dialihkan ke perkebunan tebu sehingga sawah menjadi kering. Nah, ada sumber yang mengatakan bahwa ia kemudian mengundurkan diri dan ada juga sumber lainnya yang mengatakan ia dipecat. Yang pasti, Ernest menjadi pengangguran karena nggak punya pekerjaan.

 

Ikut Perang Boer sebagai sukarelawan

Ernest Douwes Dekker ikut Perang Boer
Boers at Spion Kop, 1900 – Project Gutenberg eText 16462 | Public Domain

Pasca kematian Ibunya, Douwes Dekker yang saat itu sedang menganggur memutuskan untuk menjadi relawan di Perang Boer II pada tahun 1899-1902 bersama dua saudaranya, Guido dan Julius. Perang Boer II ini sebenarnya adalah perang antara penduduk  Kekaisaran Britania melawan penduduk Boer yang berbahasa Belanda di dua negara merdeka yaitu Republik Transvaal dan Negara Bebas Oranje. Perang ini dipicu dengan penemuan berlian dan emas di daerah Boer, Afrika Selatan.

Ernest dan saudara-saudaranya kemudian menjadi tentara dan dianugerahi kewarganegaraan Republik Transvaal namun kehilangan kewarganegaraan Belanda mereka. Para pejuang Boer ini sebenarnya kurang berpengalaman dalam perang. Mereka seperti tentara yang cuma dibekali seragam dan senjata aja sehingga banyak relawan yang kabur. Walau begitu, Ernest tetap pantang menyerah. Bahkan, pimpinan perang Jenderal De la Rey menganugerahi penghormatan dan bintang jasa buat Ernest. Ernest diberi gelar The Boer Fighting Man dan Brave Kerel. Mungkin lo nggak nyangka kan kalo ternyata Ernest Douwes Dekker ini pernah ikut perang dan jadi perwira? Kabarnya Ernest pernah menerima lima tembakan di tubuhnya lho.

Perjuangan Ernest di perang ini harus berhenti ketika ia ditangkap dan dipenjara di Kamp Ceylon, Sri Lanka. Karena wabah penyakit, Ernest dan tawanan lainnya dipindahkan ke Ragama. Selama ditahan, Ernest banyak membaca buku dan menulis tentang pengalamannya ketika berperang di Afrika Selatan. Ia juga pernah membuat puisi dan ilustrasi pengalamannya, lalu mengirimkannya ke Ratu Belanda, Wilhelmina, sebagai hadiah ulang tahun. Selama masa tahanannya, Ernest sempat menderita radang paru-paru sehingga ia dirawat Rumah Sakit Jaffna. Kemudian Ernest dipulangkan ke Hindia Belanda pada tahun 1902 setelah sembuh dari penyakitnya.

Aktif sebagai Wartawan

Kantor KPM di Batavia Tempat Ernest Douwes Dekker Bekerja
Kantor KPM di Batavia (1915-1925)|CC BY-SA 3.0

Pengalaman Ernest di Afrika Selatan memberikan ilham untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui politik. Ya, mungkin Ernest terinspirasi melihat penduduk Transvaal yang merupakan petani berjuang untuk mencapai kemerdekaan. Sesampainya di Hindia Belanda, Ernest bekerja sebagai agen pengiriman untuk Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM), sebuah perusahaan pelayaran yang bergerak di bidang logistik. Pada 1903, Ernest memberanikan diri untuk mempersunting Clara Charlotte Deije, putri seorang dokter asal Jerman yang tinggal di Hindia Belanda. Dari pernikahan ini, Ernest dan Clara dikaruniai tiga anak. Namun, pernikahan ini hanya bertahan hingga 1920.

De Locomotief Artikel Contoh
1898 advertisement for De Locomotief | Public Domain

Ernest kemudian memulai karirnya sebagai wartawan dengan ikut bergabung redaksi De Locomotief, dibawah  Pieter Brooshooft.  Ia ditawari menjadi wartawan karena kemampuan menulisnya ketika menulis laporan pengalaman perangnya di surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad. Sebagai wartawan, Ernest dikenal kritis dan seringkali menyentil pemerintah kolonialisme Belanda. Ia juga mengkritik politik etis, dan menyebutkan bahwa Hindia Belanda atau Indonesia perlu punya pemerintah sendiri. Karena hal ini, Ernest Douwes Dekker disebut-sebut sebagai penggagas pertama gagasan nasionalisme. Kemudian Ernest pindah ke Soerabaiasch Handelsblad sebagai seorang redaktur. Karir Ernest di sana nggak lama karena berselisih dengan M. van Geuns, pemilik koran tersebut. Ernest menganggap pemilik redaksi koran Soerabaiasch Handelsblad dapat dibeli dan diatur oleh pihak penjajah yaitu Belanda. Ernest kemudian pindah bekerja sebagai staf redaksi Bataviaasch Nieuwsblad pada tahun 1907 dimana tulisan-tulisannya menjadi semakin pro kaum Indo dan pribumi. Apalagi pemilik koran tersebut, Zaalberg, memberi kebebasan kepada Ernest untuk menulis bahkan untuk mengkritik pemerintahan Belanda sekalipun.

Beberapa contoh karya tulisan Ernest Douwes Dekker adalah “Het bankroet der ethische principes in Nederlandsch Oost-Indie” (“Kebangkrutan prinsip etis di Hindia Belanda”) dan “Hoe kan Holland het spoedigst zijn koloniën verliezen?” (“Bagaimana caranya Belanda dapat segera kehilangan koloni-koloninya?”. Tulisan-tulisan ini mulai mendapatkan perhatian dari intelijen penguasa. Dengan pengalaman bekerja di Bataviaasch Niuwsblad, Ernest kemudian mendirikan penerbitan Majalah Tijdschrift yang nanti berganti nama menjadi majalah De Expres. Majalah ini menjadi alat kampanye melawan penjajahan Belanda dan membangkitkan nasionalisme Indonesia.

 

Indische Partij dan Tiga Serangkai

Tiga Serangkai Indische Partij
Tiga Serangkai | Sumber: Tribun Wiki

Bersama dengan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dan Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara), Douwes Dekker kemudian membentuk partai politik pertama di Indonesia, Indische Partij atau Partai Hindia pada 25 Desember 1912. Indische Partij merupakan sebuah organisasi yang mengedepankan kerja sama orang Indo dan Bumiputera. Tentu saja Belanda nggak suka keberadaan organisasi yang membangkitkan rasa nasionalisme ini. Pemerintah Hindia Belanda menganggap organisasi ini radikal dan mengganggu keamanan, lalu membubarkan partai ini pada 4 Maret 1913. Maklum, Indische Partij memang bersifat non-kooperatif dengan pemerintah kolonial Belanda dan tidak segan-segan menyampaikan kritik pedas terhadap perlakuan Belanda terhadap rakyat Hindia Belanda.

Baca juga: Sejarah Indische Partij: Latar Belakang, Tokoh, dan Tujuan (1912-1913)

 

Pengasingan ke Eropa

Als Ik Eens Nederlander Was
Als Ik Eens Nederlander Was | Dok: Republika

Tiga serangkai ini selanjutnya diasingkan ke Eropa karena Suwardi membuat tulisan yang berjudul “Als Ik Een Nederlander Was” (Seandainya Aku Seorang Belanda) di Koran  De Expres yang menyentil pemerintah Belanda.  Isi tulisannya kira-kira tentang jika ia adalah orang Belanda, ia akan malu berpesta dan memungut pajak dari bangsa yang dijajah untuk merayakan kemerdekaannya. Ernest dan dr. Tjipto ikut diasingkan karena mereka jelas-jelas mendukung Suwardi. Dengan pengasingan tersebut, Ernest justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar di Universitas Zurich, Swiss. Ia berhasil menyelesaikan program doktor di bidang Ekonomi. Selanjutnya ia sempat ikut sebuah kelompok revolusioner India sehingga ia ditahan di Singapura pada 1918. Ia kemudian pulang ke Hindia Belanda pada tahun 1920 setelah dipenjara selama dua tahun.

Universitas Zurich, tempat Ernest Douwes Dekker menempuh pendidikan tingginya
Universitas Zurich, tempat Ernest Douwes Dekker menempuh pendidikan tingginya/ CC BY-SA 3.0

Kembali ke Batavia dan Peristiwa Polanharjo

Ernest Douwes Dekker kembali aktif dalam dunia jurnalistik dan organisasi untuk melawan pemerintahan Belanda. Pada tahun 1919, terjadi suatu peristiwa di perkebunan tembakau Polanharjo, Klaten.

Tandon air peninggalan masa kolonial Belanda di Desa Kecamatan Polanharjo sudah dikelilingi semak
Tandon air peninggalan masa kolonial Belanda di Desa/ Kecamatan Polanharjo sudah dikelilingi semak | dok: suaramerdekasolo.com/Achmad Hussain

Para buruh tani perkebunan tembakau Polanharjo melangsungkan protes dan kerusuhan. Ernest dianggap terlibat dan terkena kasus karena ia dianggap mengompori para buruh tani melalui pertemuan mereka dengan orang-orang Insulinde cabang Surakarta, yang ia hadiri pula. Ernest diadili pada tahun 1920 di semarang dan diputuskan bebas. Masalah yang harus dihadapi Ernest tidak berakhir di situ, ia dan surat kabar yang ia pimpin seringkali harus menghadapi rentetan pengadilan dan penahanan.

Pendirian Ksatrian Instituut

Setelah melalui berbagai pengadilan dan penahanan, Ernest Douwes Dekker mulai beralih dari kegiatan jurnalistik ke penulisan karya semi-ilmiah. Selain itu, ia juga mulai aktif di bidang pendidikan dan menjadi kepala sekolah Meer Uitegebreid Lager Onderwijs (MULO) yang kalau dibandingkan dengan sekarang itu setingkat SMP. 

Ksatrian Institut Bandung - Ernes Douwes Dekker (1)
Ksatrian Institut, Bandung | Dok: mooibandoeng

Pada tahun 1924, Ernest mengganti nama sekolah tersebut menjadi Ksatrian Instituut. Sekolah berperan besar dalam memberikan kesempatan pendidikan untuk pribumi, keturunan Tionghoa, dan Indo-Eropa (pengelompokan ini berdasarkan pengelompokan pemerintah Belanda). Materi yang diajarkan tidak hanya terbatas pada pelajaran baca, tulis, dan hitung, namun juga mengajarkan ekonomi dan doktrin untuk melawan penjajah. Pada tahun 1926, Ernest menikahi  Johanna Mussel yang merupakan salah satu guru di sekolah tersebut. Ada fakta menarik bahwa Soekarno juga pernah menjadi guru di salah satu Ksatrian Instituut lho. Karena materi pendidikan di sekolah tersebut bisa dibilang anti-Belanda, Ernest dianggap kembali melawan Belanda dan diasingkan ke Suriname.

Pengasingan ke Suriname (1941)

Ernest diasingkan ke Suriname pada tahun 1941, dimana ia ditempatkan di sebuah kamp jauh di pedalaman Sungai Jodensavanne. Pada abad ke-17 hingga ke-19, daerah ini ditinggali oleh kaum Yahudi. Namun, mereka kemudian meninggalkan tempat ini karena banyak pendatang baru yang membuat masalah.

Jodensavanne sekitar tahun 1830 Pengasingan Douwes Dekker di Suriname
Jodensavanne sekitar tahun 1830 | Sumber: wikiwand (edited)

Kondisi kehidupan di kamp sangat memprihatinkan sehingga Ernest yang saat itu sudah menginjak umur 60-an merasa tertekan. Pada pertengahan 1946, sejumlah orang buangan termasuk Ernest dikirim ke Belanda. Di sana Ernest bertemu dengan seorang perawat bernama Nelly Albertina Gertzema nee Kruymel. Nelly ikut menemani Ernest kembali ke Indonesia. Kepulangan ke Indonesia juga tidak mudah dan menegangkan karena Ernest harus menghindari petugas intelijen di Pelabuhan Tanjung Priok. Akhirnya pada tanggal 2 Januari 1947, mereka berhasil tiba di Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia pada waktu itu. Pada tahun yang sama, Ernest mengganti namanya menjadi Danudirja Setiabudi. Di tahun yang sama pula ia menikahi Nelly yang telah berganti nama menjadi  Harumi Wanasita setelah menceraikan istri sebelumnya,  Johanna Mussel.

 

Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Setelah berhasil kembali ke Indonesia, Ernest Douwes Dekker banyak terlibat dalam jabatan penting di pihak Republik Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai menteri negara tanpa portofolio dalam Kabinet Sjahrir III selama hampir 9 bulan. Selanjutnya berturut-turut ia menjadi anggota delegasi negosiasi dengan Belanda, konsultan dalam komite bidang keuangan dan ekonomi di delegasi itu, anggota DPA, pengajar di Akademi Ilmu Politik, dan terakhir sebagai kepala seksi penulisan sejarah (historiografi) di bawah Kementerian Penerangan.

Pada masa ini Ernest pernah menempati salah satu rumah di Kaliurang. Pada tanggal 21 Desember 1948 ia ditangkap tentara Belanda di kediamannya dengan alasan “Aksi Polisionil”. Ia diinterogasi lalu dikirim ke Jakarta untuk diinterogasi kembali. Setelah berjanji nggak akan melibatkan diri dalam politik lagi, Ernest dibebaskan karena kondisi fisiknya yang sudah lemah. Atas permintaannya, Ernest dibawa ke Bandung. Harumi pun menyusulnya ke Bandung. Setelah renovasi, mereka lalu menempati rumah lama yang dijuluki “Djiwa Djuwita” di Lembangweg.

Ernest Douwes Dekker Ganti Nama Jadi Danudirja Setiabudi
Ernest Douwes Dekker | Sumber: mooibandoeng

Akhir Hayat Ernest Douwes Dekker

Sejak tahun 1948, kesehatan Ernest mulai memburuk. Di tengah kondisi itu, Ernest tetap sibuk dengan penulisan autobiografinya “Jaar Konsekwent”  hingga akhirnya meninggal pada 28 Agustus 1950 karena dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra di Bandung. Pada 9 November 1961, ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Soekarno. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa Ernest Douwes Dekker yang juga memiliki nama Danudirja Setiabudi, nama ‘Setiabudi’ dipakai untuk menamai jalan, stasiun, dan kecamatan. Hayo tebak, di mana jalan, stasiun, dan kecamatan itu? Jawab di kolom komentar ya.

Danudirja Setiabudi (Ernest Douwes Dekker) dan Istrinya
Danudirja Setiabudi (Ernest Douwes Dekker) dan Istrinya | Sumber: Historia

Diskusi

Oke sobat Zenius, begitulah kira-kira kisah hidup Ernest Douwes Dekker  secara singkat. Kalo lo baca tulisan-tulisan tentang kehidupan Ernest, rasanya penuh dengan petualangan dan gejolak ya. Bisa dibilang hidup Ernest itu benar-benar definisi “Life is never flat” deh. Biografi di atas bisa dibilang tergolong singkat banget, mengingat sebenarnya banyak sekali detail, karya tulisan, kejadian, pengasingan, tokoh berpengaruh, dan organisasi Ernest semasa hidupnya yang nggak bisa disebutkan satu-satu di sini. Yang jelas beliau sangat berjasa dan berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kalo lo penasaran dan ingin ngebahas lebih lanjut soal peristiwa atau organisasi lainnya yang berhubungan sama Douwes Dekker boleh banget kok, langsung aja komen di bawah.

Penutup

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalau lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

C.W., Clemens Dimas. (2018). USAHA ERNEST FRANCOIS DOUWES DEKKER DALAM MENGEMBANGKAN NASIONALISME DI HINDIA BELANDA. Diambil dari www.library.usd.ac.id/Data%20PDF/F.%20Keguruan%20dan%20Ilmu%20Pendidikan/Pendidikan%20Sejarah/131314018_full.pdf

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lebak. (2019). PERBEDAAN ANTARA DOUWES DEKKER MULTATULI DENGAN DOUWES DEKKER TIGA SERANGKAI. Diambil dari 

https://diskerpus.lebakkab.go.id/2019/12/02/perbedaan-antara-douwes-dekker-multatuli-dengan-douwes-dekker-tiga-serangkai/

Historia. (2010). Ernest Douwes Dekker, Indo yang Jadi Menteri. Diakses dari https://historia.id/politik/articles/ernest-douwes-dekker-indo-yang-jadi-menteri-Dr8xP/page/1

Kompas. (2003). Danudirdja Setiabuddhi, 1879-1950. Diakses dari https://web.archive.org/web/20051117053237/http://www.kompas.com/kompas-cetak/0309/20/pustaka/572972.htm

Wikipedia. 2021(updated). Koninklijke Paketvaart Maatschappij. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Koninklijke_Paketvaart_Maatschappij

Wikipedia. (n.d.). Ernest Douwes Dekker. Diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Ernest_Douwes_Dekker

Wikipedia. 2021(updated). Perang Boer Kedua. Diambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Boer_Kedua

Wulandari, S. (n.d.) PERJUANGAN DANUDIRJA SETIABUDI DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI HINDAI-BELANDA 1912-1914 DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI SMA. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/241182-perjuangan-danudirja-setiabudi-dalam-bid-25e88654.pdf