Memprediksi Peluang SBMPTN dengan Nilai UTBK yang Dimiliki

Halo para pejuang UTBK! Ga terasa 20 rangkaian sesi UTBK telah berakhir. Panitia LTMPT telah mengumumkan hasil ujian beberapa sesi UTBK. Gimana nih nilainya? Semoga memuaskan ya.

Mungkin ada yang sudah puas dengan nilai yang dimiliki. Namun, banyak yang masih belum puas dan diselimuti oleh berbagai keraguan dan pertanyaan:

Nilai segini termasuk bagus apa enggak sih?

Berapa standar nilai yang bisa dibilang aman? 

Dengan nilai segini, aku bakal diterima di jurusan dan PTN yang aku inginkan apa enggak ya?

Nah, di artikel ini aku akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus memberikan beberapa tips yang mungkin bakal berguna bagi kamu dalam menentukan peluang pilihan jurusan di SBMPTN nanti.

Sekilas tentang UTBK dan Sistem SBMPTN 2019

Buat kamu yang mungkin belum cukup familiar dengan sistem SBMPTN sekarang, aku jelasin sekilas ya. SBMPTN 2019 berbeda cukup signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun lalu. Kalau tahun-tahun sebelumnya, definisi SBMPTN adalah ujian yang diselenggarakan secara nasional untuk menyaring siswa-siswa masuk PTN. Nah, sekarang yang namanya SBMPTN adalah proses seleksinya saja, tanpa ujian lagi, namun tinggal menggunakan nilai UTBK.

UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer) adalah sebuah ujian berbasis komputer yang dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. Nilai UTBK bisa digunakan untuk SBMPTN, seleksi mandiri beberapa PTN dan mungkin termasuk juga PTS.

Tiap-tiap anak bisa mengikuti maksimal UTBK 2 kali. Jika mengikuti 2 kali ujian, maka kamu bisa memilih salah satu nilai tertinggi untuk digunakan daftar di SBMPTN.

Nilai UTBK masing-masing peserta bisa dilihat di website LTMPT 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

Berikut ini contoh sertifikat hasil / nilai UTBK yang dikeluarkan LTMPT:

Nilai tersebut yang nanti digunakan dalam seleksi SBMPTN. Nilai UTBKmu akan diranking bersama dengan anak-anak yang memilih jurusan dan PTN yang sama. Calon mahasiswa yang diterima ditentukan berdasarkan jumlah kuota (daya tampung) yang tersedia. Misalnya suatu jurusan kuotanya 30 anak, maka, sederhananya, akan dipilih 30 anak dengan ranking terbaik.

Misalnya, dalam contoh di atas, karena jumlah kuotanya 30 kursi, maka setelah diranking, akan diambil 30 anak dengan nilai terbaik.

Pada praktiknya, mungkin bakal jauh lebih kompleks. Tiap-tiap jurusan mungkin punya subtes yang menjadi prioritas dan nonprioritas. Contoh di atas hanya ilustrasi dengan penyederhanaan aja. Intinya adalah, kuota jurusan di suatu PTN itu terbatas dan, oleh karena itu, akan diambil nilai terbaik yang akan lolos.

Emangnya, kenapa sih PTN ga menentukan standar minimal (passing grade) dari awal aja? Katakanlah, untuk lolos di jurusan X, standar minimalnya harus 600.

Balik lagi, dengan keterbatasan kuota, tentu bakal sulit bagi kampus menetapkan standar nilai masuk terlebih dahulu. Kalau PTN netapin standar atau passing grade terlalu tinggi, maka bisa aja tidak ada peserta yang lolos atau kuota yang tersedia banyak yang kosong. Kalau PTN netapin standar terlalu rendah, maka bisa aja peserta yang lolos malah melebihi daya tampung yang disediakan.

 

Gimana Caranya Memprediksi Peluangmu di SBMPTN?

Karena diambil berdasarkan kuota seperti yang aku jelasin di atas, maka setiap tahun nilai terendah yang lolos akan terus berubah-ubah. Misalnya di contoh di atas, nilai terendah dari 30 anak yang lolos adalah nilai si F yaitu 630. Tahun depan? Belum tentu 630 lagi. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung seberapa nilai para pendaftar yang memilih jurusan tersebut tahun yang bersangkutan. Jadinya, setiap tahun, batas nilai minimal hampir pasti berbeda-beda. Kamu ga bakal tau pasti nilai minimal untuk masuk suatu jurusan di suatu kampus ketika kamu daftar.

Jadi kalau ditanya, “Dengan nilai segini, aku bakal diterima di jurusan dan PTN yang aku inginkan apa enggak ya?”

Jawaban singkatnya adalah GA ADA YANG TAU PASTI.

Karena nilai terendah yang lolos baru bisa diketahui setelah proses seleksi selesai, kamu masih harus meraba-raba peluangmu diterima SBMPTN dengan nilai UTBK yang kamu miliki. Istilah yang sering digunakan sekarang rasionalisasi atau ada juga yang menggunakan istilah logisasi. Namun, aku di sini ga bakal menggunakan kedua istilah tersebut.

Trus gimana caranya mengukur peluang penerimaan tersebut?

Patokan paling bagus sebagai perkiraan peluang menurutku adalah dengan melihat nilai terendah yang diterima tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya, misalnya, yang lolos paling rendah nilainya 630, trus nilaimu berada di kisaran 700, maka peluang lolos cukup terbuka, dengan asumsi jumlah persaingan ga berbeda jauh. Dengan asumsi yang sama, kalau tahun sebelumnya yang lolos paling rendah nilainya 630, trus nilaimu berada di kisaran 500, maka peluang lolos cukup berat.

NAMUN, karena ini tahun pertama, belum ada data historis berapa nilai terendah yang diterima. Tahun 2020 nanti mungkin bakal lebih ada gambaran, bakal ada patokan dari nilai anak-anak yang terbukti telah diterima.

Karena nilai terendah yang diterima tahun sebelumnya belum ada datanya, jadi untuk meraba-raba peluang tahun ini kita bisa menggunakan beberapa indikator seadanya yang tersedia, misalnya rekapitulasi nilai peserta, kouta dan daya tampung, survei dll.

Nah, di sini aku akan mencoba membahas satu per satu beberapa indikator tersebut. Meskipun begitu, ga ada metode yang baku dalam memprediksi dan menentukan pilihan SBMPTN.

Oke mari kita bahas!

A. Analisis Data Rekapitulasi Nilai dari Panitia LTMPT

Ketika pengumuman nilai mingguan, selain mengumumkan buat nilai perseorangan, panitia LTMPT mengeluarkan Rekapitulasi Hasil atau Nilai UTBK Menurut Kelompok Ujian dan Rekapitulasi Penyebaran Jumlah Peserta menurut Range Nilai UTBK. Rekapitulasi tersebut adalah nilai keseluruhan peserta yang mengikuti UTBK hingga tanggal tertera. Dari data tersebut, kamu bisa menganalisis di mana posisi nilaimu relatif terhadap semua peserta.

Rekapitulasi Hasil atau Nilai UTBK Menurut Kelompok Ujian sampai 5 Mei 2019

Setelah data nilai semua peserta diurutkan dari nilai paling rendah (minimum) ke nilai paling tinggi maksimum, data dibagi 3 menjadi 4 kelompok data.

Jika nilaimu berada di bawah kuartil 1, maka nilai tersebut termasuk 25% terendah dari semua peserta UTBK. Jika nilaimu lebih tinggi dari kuartil 3, maka nilai tersebut termasuk 25% tertinggi dari semua peserta UTBK.

Sekarang, coba petakan nilaimu, apakah berada <Q1, diantara Q1 dan Q2, diantara Q2 dan Q3 atau lebih dari Q3!

Rekapitulasi Penyebaran Jumlah Peserta menurut Range Nilai UTBK sampai 5 Mei 2019

Di sini kamu bisa melihat sebaran jumlah peserta menurut range nilai.

Misalnya, di sub tes Kemampuan Penalaran Umum TPS Saintek, dari 332.427 peserta UTBK:

  • Ada 4.187 orang yang mempunyai nilai di bawah 300,
  • Ada 40.839 orang yang mempunyai nilai di antara 301-400
  • Ada 107.933 orang yang mempunyai nilai di antara 401-500
  • Ada 110.760 orang yang mempunyai nilai di antara 501-600
  • Ada 55.839 orang yang mempunyai nilai di antara 601-700
  • Ada 12.312 orang yang mempunyai nilai di antara 701-800
  • Ada 557 orang yang mempunyai nilai antara 801-900,
  • Tidak ada orang yang mempunyai nilai di atas 900

Agar lebih ada gambaran aku coba mengonversi data rekapitulasi penyebaran jumlah peserta menurut range dari angka ke dalam persen seperti ini:

Agar lebih ada bayangan lagi, akan aku modifikasi lagi tabelnya menjadi seperti ini:

Dari ini bisa kamu lihat bahwa, misalnya, bila nilai Kemampuan Penalaran Umum Saintekmu di atas 700, maka itu sudah 3,87% nilai terbaik. Di Soshum, apabila Kemampuan Penalaran Umummu di atas 700, maka itu sudah termasuk 1,41% nilai terbaik.

Dari ini bisa kamu juga bisa lihat bahwa, misalnya, apabila kamu mengikuti Saintek dan nilai semua sub tesmu di atas 600, maka kamu sudah termasuk 18% nilai terbaik nasional. Apabila kamu mengikuti Saintek dan nilai semua sub tesmu di atas 600, maka kamu sudah termasuk 15% nilai terbaik nasional.

Termasuk berapa persen terbaik nilai masing-masing subtes yang kamu miliki? Coba cek menggunakan data di atas!

Tapi ini kan datanya belum semua peserta? Ntar kalau sudah semua peserta, berubah lagi donk?

Sebenernya prinsipnya mirip dengan quick count. Kamu ga harus menunggu sampai semua peserta dapet nilainya untuk mengetahui persebaran datanya. Jadi kalau nilaimu udah masuk 3% terbaik, maka kemungkinan besar sampai akhir ya berada di kisaran itu. Aku sendiri sudah menguji membandingkan persebaran persentase pada pengumuman minggu pertama dan ketiga. Hasilnya, meskipun ada perubahan, itu sangat kecil. Perubahan yang cukup gede hanya di kelompok nilai yang persentasenya gede (401-500 dan 501-600) itu pun selisihnya di bawah 3%.

B. Cek tingkat ketetatan jurusan dan PTN yang kamu inginkan di SBMPTN tahun sebelumnya

SBMPTN tahun 2018 lalu diikuti oleh 860 ribu jumlah total peserta. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan lolos ada sebanyak 165 ribu peserta (19,3%). Tahun ini, meskipun sistem ujiannya berganti, jumlah siswa yang lolos dibanding jumlah peserta yang ikut bakal ga jauh di kisaran angka tersebut.

Angka 19,3% merupakan angka komulatif. Kalau dirinci per jurusan dan PTN, angkanya bisa sangat bervariasi.

Panitia SBMPTN menyediakan data penerimaan SBMPTN per jurusan dan PTN tahun-tahun sebelumnya. Data ini bisa kamu gunakan sebagai gambaran awal untuk membandingkan persentase penerimaan suatu jurusan dan PTN.

Kamu bisa lihat data-data tersebut di sini: Daftar prodi di semua PTN. Tinggal klik link lihat prodi di PTN yang kamu inginkan lalu pilih detail.

Misalnya, apabila kamu ingin masuk di Akuntansi Undip, berapa sih persentase penerimaan tahun-tahun sebelumnya?

Dari data tersebut, bisa kamu lihat bahwa persentase penerimaan Akuntansi Undip berada dikisaran 2-4%. Artinya, tahun 2018, hanya diterima 106 nilai tertinggi dari 3129 pendaftar yang diterima atau 3,39% nilai tertinggi dari 100% pendaftar.

Kamu bisa cek juga jurusan di PTN lain untuk menjadi alternatif. Misalnya kamu bandingkan dengan jurusan Akuntansi Unnes. Ternyata persentase penerimaan lebih tinggi.

Persentase penerimaan di sini baru melihat angkanya aja. Ada beberapa faktor lain yang mesti kita perhatikan ketika menghitung tingkat keketatan “real”nya:

a. Ketetatan Relatif PTN: Persentase penerimaan 2% di PTN favorit, seperti UI, UGM, dan ITB, berbeda dengan persentase penerimaan 2% di PTN nonfavorit, karena secara historis, UI, UGM dan ITB biasanya rata-rata nilai SBMPTNnya paling tinggi

b. Ketetatan Relatif Jurusan: Persentase penerimaan 2% di jurusan-jurusan seperti favorit, seperti Kedokteran, berbeda dengan persentase penerimaan 2% di jurusan nonfavorit.

 

Tingkat Ketetatan = f (Persentase Persaingan, Ketetatan Relatif PTN, Ketetatan Relatif Jurusan)

 

Dengan mengetahui posisi nilaimu dengan para peserta lain serta tingkat keketatan “real” di PTN yang kamu inginkan, maka kamu bisa mengira-ngira peluang diterimamu. Kalau dirasa peluangnya kecil, kamu bisa menyesuaikan dengan mengganti pilihanmu ke pilihan yang lebih realistis.

Jadi kalau ditanya,

Dengan nilai segini, aku bakal diterima di jurusan dan PTN yang aku inginkan apa enggak ya?

Ya, balik lagi ke PTN dan jurusan yang dipilih. Jika range nilaimu termasuk peringkat tinggi, mungkin kamu bisa menargetkan jurusan yang persentase persaingannya tinggi dan dari PTN favorit. Namun jika range nilaimu rendah, maka mungkin kamu bisa menargetkan jurusan yang persentase persaingannya ga tinggi dan dari PTN non favorit.

 

C. Ikuti survei atau simulasi nilai UTBK

Selain melihat rekapitulasi dan data penerimaan tahun sebelumnya, ada baiknya kamu uji pilihan SBMPTNmu dengan mengikuti survei nilai UTBK yang diadakan oleh berbagai lembaga. Dengan simulasi ini, kamu bisa menguji dan membandingkan secara real dengan data nilai yang sebenarnya.

Dalam mengikuti survei atau simulasi UTBK, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan:

  • Jumlah responden. Untuk mendapatkan insights yang bagus, ada baiknya jumlah respondennya banyak dan mencerminkan populasi.
  • Keamanan data. Hati-hati agar tidak asal memberitahukan data-data sensitif apabila lembaga yang menyelenggarakan survei kamu rasa kurang kredibel.

Zenius sendiri mengadakan survei untuk simulasi SBMPTN dengan nilai UTBK. Survei ini rencananya akan dipublish di website zeniusnet pada awal bulan Juni nanti.

 

Simulasi Nilai UTBK oleh Zenius

Survei nilai UTBK zenius akan dilakukan setelah setiap minggu ketika nilai UTBK diumumkan. Hasilnya akan diolah dan diumumkan berupa hasil simulasi final yang akan dipublish di website zenius.net pada awal Juni yang berisi kompilasi semua responden yang mengisi survei. Tampilan dan fitur simulasinya nanti kurang lebih seperti ini:

Jika kamu berminat kamu bisa mengikuti surveinya di sini >> Survei Nilai UTBK Zenius

Ketika sistemnya sudah tersedia di website, kamu tinggal sign up/sign in di website zeniusnet (gratis) dan memasukkan nomor peserta UTBKmu.

***

Oke, demikian pembahasan tentang tips memprediksi peluang di SBMPTN dengan nilai UTBK yang kita miliki. Karena ini baru tahun pertama, jadi memang belum ada gambaran yang jelas tentang distribusi nilai yang diterima di masing-masing jurusan dan PTN. Namun semoga upaya yang kamu lakukan dalam menganalisis tingkat persaingan maupun jurusan yang kamu inginkan bisa memberikan sedikit gambaran tentang peluangmu nanti sehingga ga asal-asalan atau membabi buta ketika memilih pilihan di SBMPTN. Semoga bermanfaat.


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini