6 Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Daftar PPDB SMA

Berikut adalah informasi lengkap seputar PPDB online SMA dan tips yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan peluang diterima di SMA pilihan.

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dalam beberapa tahun terakhir dilaksanakan secara online. Beberapa provinsi sudah menyiapkan sebuah sistem atau situs resmi yang dirancang untuk melakukan otomasi seleksi penerimaan siswa baru, mulai dari proses pendaftaran, proses seleksi, hingga pengumuman hasil seleksi. Semua berjalan secara online dan real-time (proses dan hasil seleksi bisa diketahui saat itu juga).

Berikut link ke beberapa website untuk PPDB tahun ajaran 2018-2019 di berbagai provinsi:

Oke itu baru link ke beberapa provinsi saja. Kalo provinsi kamu belum disebutkan di atas, silakan tanyakan ke sekolah masing-masing ya untuk website PPDB di provinsi kamu.

Nah, sebenarnya semua informasi terkait jadwal, persyaratan, proses pendafatran, dan seleksi PPDB SMA sudah sangat lengkap tersaji di setiap website resmi. Tapi artikel ini akan membahas beberapa poin penting yang perlu kalian perhatikan dan kadang tidak kepikiran ketika daftar SMA, khususnya untuk memaksimalkan peluang lolos di SMA yang menjadi incaran.

Selain itu, tiap provinsi memiliki kebijakan tersendiri tentang jadwal, mekanisme pendaftaran, dan seleksi PPDB SMA. Jujur, cukup mustahil untuk merangkum sistem seleksi tiap provinsi dan kota/kabupaten dalam satu artikel ini. Oleh karena itu, artikel ini akan fokus membahas detil dan contoh untuk konteks PPDB online SMA di provinsi DKI Jakarta, karena memang provinsi DKI Jakarta yang sudah sangat konsisten melaksakan PPDB online selama beberapa tahun terakhir. Walaupun begitu, pembahasan di bawah bisa menjadi ilustrasi tips penting dalam mendaftar SMA di provinsi lain selain Jakarta.

1. Tahapan/Gelombang Penerimaan Peserta Didik Baru

Untuk pelaksanaan PPDB di DKI Jakarta dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

PPDB Gelombang Pertama – Jalur Zonasi

Sesuai dengan namanya, pada tahapan ini lulusan SMP bisa mendaftar ke SMA-SMA sesuai dengan Zonasi yang sudah ditetapkan pemerintah, sesuai dengan kecamatan dan kelurahan tempat kamu tinggal. Untuk tahu kamu bisa mendaftar ke SMA mana aja atau SMA mana aja yang masuk ke Zonasi tempat tinggal, kamu bisa lihat di link berikut (halaman 101-132) :

https://drive.google.com/file/d/1Y24UlIj3zAmzr6nqB85lNBSgh0AYDupe/view

Lulusan SMP yang berasal dari Keluarga Tidak Mampu dapat mendaftar pada Jalur Zonasi ini.

Pada tahap ini, lulusan SMP bisa mendaftar paling banyak 3 (tiga) peminatan/jurusan pada 1 (satu) SMA atau 3 (tiga) peminatan/jurusan pada sekolah yang berbeda. Peminatan di sini maksudnya jurusan yang ada di SMA tersebut. Kebanyakan SMA punya 2 jurusan, yaitu IPA dan IPS.  Tapi kadang ada saja SMA yang punya jurusan Bahasa.

Contoh, Fanny adalah seorang lulusan SMP yang berdomisili di Kelurahan Tebet Barat. Jadi gini, pada jalur Zonasi ini, misalnya Fanny bisa mendaftar ke :

  1. Jurusan IPA di SMAN 8 JAKARTA
  2. Jurusan IPA di SMAN 26 JAKARTA
  3. Jurusan IPA di SMAN 3 JAKARTA

Contoh lain, Ana adalah seorang lulusan SMP yang berdomisili di Kelurahan Slipi. Di jalur Zonasi ini, berarti Ana bisa saja mendaftar seperti ini :

  1. Jurusan IPA di SMAN 78 JAKARTA
  2. Jurusan IPS di SMAN 78 JAKARTA
  3. Jurusan Bahasa di SMAN 78 JAKARTA

Berikut jadwal pendaftaran untuk Jalur Zonasi Jalur Umum :

NoKegiatanTanggalWaktuKeterangan
1Verifikasi Berkas Persyaratan24-25 Juni 2019
26 Juni 2019
08.00-16.00 WIB
08.00-14.00 WIB
di sekolah penyelenggara
2Pendaftaran/ Pemilihan Sekolah24-25 Juni 2019
26 Juni 2019
08.00-16.00 WIB
08.00-15.00 WIB
di sekolah penyelenggara / secara daring
3Proses Seleksi24-26 Juni 2019secara daring
4Pengumuman26 Juni 201917.00 WIBdi sekolah tujuan/ secara daring
5Lapor Diri27 Juni 2019
28 Juni 2019
08.00-16.00 WIB
08.00-14.00 WIB
di sekolah tujuan
6Pengumuman bangku kosong28 Juni 201917.00 WIBweb dan sekolah penyelenggara

PPDB Kedua – Jalur Non-Zonasi Tahap Pertama

Pada jalur inni, lulusan SMP bebas dan bisa memilih/mendaftar ke tiga (3) SMA Negeri se- Jakarta atau 3 jurusan pada 1 SMA dan tidak melihat domisili atau zonasi tempat tinggal, ASALKAN ia belum pernah mendaftar atau tidak diterima pada PPDB Jalur Zonasi.

Lulusan SMP yang berasal dari Keluarga Tidak Mampu atau lulusan SMP yang berdomisili di luar provinsi DKI Jakarta dapat mendaftar pada Jalur Non Zonasi Tahap Pertama ini.

Kita pake lagi contoh Fanny sebelumnya ya. Pada PPDB SMA Jakarta Jalur ini, Fanny tidak hanya bisa mendaftar ke SMA yang terletak di Tebet Barat, Jakarta Selatan saja, tapi ia juga bisa mendaftar ke SMA yang terletak di Jakarta Pusat, Barat, ataupun Jakarta Timur.

Berikut jadwal pendaftaran untuk Jalur Non Zonasi Tahap Pertama Jalur Umum :

NoKegiatanTanggalWaktuKeterangan
1Verifikasi Berkas Persyaratan2-3 Juli 2019
4 Juli 2019
08.00-16.00 WIB
08.00-14.00 WIB
di sekolah penyelenggara
2Pendaftaran/ Pemilihan Sekolah2-3 Juli 2019
4 Juli 2019
08.00-16.00 WIB
08.00-15.00 WIB
di sekolah penyelenggara / secara daring
3Proses Seleksi2-4 Juli 2019secara daring
4Pengumuman4 Juli 201917.00 WIBdi sekolah tujuan/ secara daring
5Lapor Diri5 Juli 201908.00-16.00 WIB
08.00-14.00 WIB
di sekolah tujuan
6Pengumuman bangku kosong6 Juli 201917.00 WIBweb dan sekolah penyelenggara

PPDB Ketiga – Jalur Non Zonasi Tahap Kedua

Pelaksanaan PPDB Jalur Non Zonasi Tahap Kedua, dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Terdapat sisa kuota setelah PPDB Jalur Non Zonasi Tahap Pertama

b. Untuk Lulusan SMP yang tidak diterima atau belum mendaftar pada PPDB Jalur Zonasi maupun PPDB Jalur Non Zonasi Tahap Pertama dan untuk lulusan SMP yang diterima tetapi tidak lapor diri.

Berikut jadwal pendaftaran untuk Jalur Non Zonasi Tahap Kedua Jalur Umum :

NoKegiatanTanggalWaktuKeterangan
1Verifikasi Berkas Persyaratan10 Juli 2019
11 Juli 2019
08.00-16.00 WIB
08.00-14.00 WIB
di sekolah penyelenggara
2Pendaftaran/ Pemilihan Sekolah10 Juli 2019
11 Juli 2019
08.00-16.00 WIB
08.00-15.00 WIB
di sekolah penyelenggara / secara daring
3Proses Seleksi10-11 Juli 2019secara daring
4Pengumuman11 Juli 201917.00 WIBdi sekolah tujuan/ secara daring
5Lapor Diri12 Juli 201908.00-16.00 WIB
08.00-14.00 WIB
di sekolah tujuan

2. Kuota Penerimaan Setiap Jalur

Berikut kuota penerimaan untuk masing-masing jalur :

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tabel penerimaan kuota di atas.

Jalur Zonasi adalah jalur dengan kuota penerimaan terbesar, yaitu 60%. Di sisi lain, jalur Non-Zonasi Tahap Pertama cuma punya kuota 30%. Ini artinya Apa? Artinya, jalur Non-Zonasi Tahap Pertama akan jadi jalur yang super ketat. Kenapa?

  • PPDB Jalur Non-Zonasi Tahap Pertama akan menajdi ajang bagi para lulusan SMP mendaftar ke SMA unggulan/favorit di provinsi tersebut, yang mungkin tidak berada di dekat daerah tinggalnya.
  • Pada PPDB SMA DKI Jakarta 2019, lulusan SMP yang udah daftar di Jalur Zonasi dan keterima di SMA Jalur Zonasi ga boleh lagi ikut jalur Non-Zonasi. Ini berarti lulusan SMP dari awal udah harus milih, mau masuk SMA dekat rumah (terlepas SMA dekat rumah itu favorit atau biasa aja) atau mau masuk SMA favorit walaupun jauh dari rumah.
  • Kuota 30% yang jauh lebih kecil dari kuota Zonasi diperebutkan oleh seluruh lulusan SMP di provinsi DKI Jakarta ga peduli domisilinya dan lulusan SMP dari luar provinsi DKI Jakarta.

Kebayang dong gimana ketatnya jalur Non-Zonasi Tahap Pertama ini?

Melihat bakal ketatnya persaingan di jalur Non-Zonasi Tahap Pertama, saran dari Zenius sih, baiknya kamu mendaftar ke jalur ini kalau kamu pede dengan nilai rata-rata UN kamu. Tapi kalau kamu ngerasa nilai UN kamu biasa-biasa aja atau masih kurang, Zenius sarankan baiknya kamu mengandalkan jalur Zonasi saja. Untuk mengetahui persaingan nilai UN yang keterima di suatu SMA pada tahu lalu, kamu bisa lihat Arsip PPDB DKI Jakarta di sini.

Terus gimana dengan jalur Non-Zonasi Tahap Kedua?

Tahap ini bisa dibilang bonus doang. Tahap ini hanya dibuka jika masih tersisa kursi di suatu SMA, entah itu karena ada pendaftar yang keterima tapi mengundurkan diri atau alasan lainnya. Kuota yang tersisa jauuh lebih sedikit dari jalur Zonasi dan Non-Zonasi Tahap Pertama. Jumlah kursi yang tersisa tentu ga bisa diprediksi dari awal karena bergantung banget sama proses pendaftaran di jalur sebelumnya. Oleh karena itu, kurang realistis untuk mengharapkan jalur ini.

3. Jurusan SMA yang akan diambil

Hampir seluruh SMA di kota besar di Indonesia sudah menggunakan Kurikulum 2013. Untuk SMA yang sudah menerapkan Kurikulum 2013, penjurusan sudah dimulai dari kelas 10 SMA, bahkan saat pendaftaran PPDB. Jadi, para lulusan SMP nantinya tidak hanya menentukan pilihan SMA saja, tetapi juga sudah menentukan jurusan yang akan diambil selama belajar di bangku SMA.

Oleh karena itu, kamu udah harus memantapkan pilihan jurusan yang akan diambil. Usahakan untuk pilih jurusan bukan karena ikut-ikutan, bukan karena termakan mitos, atau hanya karena gengsi belaka.

Nah, dua jurusan SMA yang paling umum adalah MIPA dan IPS. Untuk membantu kamu memutuskan jurusan mana yang bakal diambil, coba deh baca artikel berikut yang membahasa mitos-mitos seputar jurusan di SMA:

Selain 2 jurusan tersebut, ada juga jurusan Bahasa. Ga banyak SMA yang menawarkan jurusan Bahasa. Ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih SMA nantinya.

 

4. SMA mana saja yang menjadi target pilihan

Ada satu kesalahan umum nih di kalangan anak SMP yang mau daftar SMA. Biasanya para lulusan SMP itu udah kepikiran mau lanjut ke satu SMA yang sudah menjadi impian sejak lama. Sayangnya, karena dia terlalu fokus ke satu SMA itu, dia jadi ga strategis dalam mendaftar dan ga punya back up plan. 

“Pokoknya aku mau masuk ke satu SMA itu aja!”

Alangkah baiknya mempersiapkan pilihan lain untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Dengan mempersiapkan pilihan lain secara matang, kamu juga bisa lebih tangkas mengambil keputusan selama proses PPDB berlangsung. Coba bayangin kalo kamu cuma pilih 1 SMA aja, trus ga keterima, pasti kalang kabut kan. Trus gimana dong supaya ga kayak gitu?

a. Tentukan mau daftar ke jalur apa

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pada PPDB SMA DKI Jakarta 2019, lulusan SMP yang udah daftar di Jalur Zonasi dan keterima di SMA Jalur Zonasi ga boleh lagi ikut jalur Non-Zonasi. Ini berarti lulusan SMP dari awal udah harus milih, mau masuk SMA dekat rumah (terlepas SMA dekat rumah itu favorit atau biasa aja) atau mau masuk SMA favorit walaupun jauh dari rumah.

Kalau kamu pede dengan nilai UN kamu bisa lolos ke SMA favorit, silahkan tunggu PPDB Gelombang Kedua, yaitu daftar ke jalur Non-Zonasi Tahap Pertama. Kalau kamu merasa nilai UN kamu pas-pasan atau biasa aja, sepertinya kamu harus berpuas diri untuk mengandalkan PPDB Gelombang Pertama, yaitu daftar ke jalur Zonasi untuk bersekolah di SMA sekitar rumahmu.

b. Tentukan SMA mana saja yang bisa dipilih

Setelah menentukan mau daftar ke jalur apa, baru deh kamu tentukan SMA mana yang bakal jadi target kamu. Pada tiap jalur pendaftaran,kamu bisa memilih MAKSIMAL 3 SMA.

Kalau kamu ikut jalur Zonasi, kamub bisa tahu SMA mana aja yang masuk ke Zonasi tempat kamu tinggal di link berikut (halaman 101-132) :

(https://drive.google.com/file/d/1Y24UlIj3zAmzr6nqB85lNBSgh0AYDupe/view)

Kalau kamu mau daftar ke SMA favorit, situs resmi PPDB tiap provinsi biasanya menyediakan daftar SMA yang ada di suatu provinsi dan sudah terbagi berdasarkan kota/kabupaten. Aktif bertanya ke guru BP atau kakak kelas tentang suasana belajar, prestasi, hingga lingkungan SMA yang menjadi target. Jika perlu, datangi SMA-nya untuk melihat langsung lingkungan dan fasilitas sekolah.

c. Pilih SMA dengan matang

Ada satu tips yang penting banget nih. Untuk tiap SMA yang kamu pilih, pastikan kamu sudah memikirkannya baik-baik ya. Jangan asal-asalan pilih SMA cuma untuk ngisi pilihan 2 dan pilihan 3.

Jangan sampe ada kejadian kayak begini:

“Sebenernya aku pilih SMA ini di pilihan 2 karena biar asal isi sih. Yah malah keterima di sini. Aku ga sreg sebenernya sama SMA ini.”  

Makanya, penting untuk memilih SMA dengan pertimbangan yang matang. Jadi kalo kamu akhirnya “cuma” keterima di pilihan 2 atau 3, kamu bisa berpuas diri dan ikhlas keterima di situ.

5. Strategi memaksimalkan peluang lulus di SMA tujuan

Setelah menetapkan daftar pilihan SMA, saatnya menyusun strategi untuk memaksimalkan peluang keterima di SMA yang dituju. Gimana cara menyusun strateginya?

Sekali lagi perlu di-mention kalo tiap provinsi punya kebijakan atau dapurnya tersendiri untuk menentukan poin apa saja yang dipakai untuk menyeleksi calon peserta didik baru. Untungnya nih, sistem PPDB online itu sangat transparan. Setiap provinsi benar-benar membuka rumus yang digunakan sebagai dasar seleksi siswa di PPDB. Dan semua informasi itu tertera di situs resmi PPDB tiap provinsi, yaitu biasanya di halaman Aturan.

Diambil dari informasi yang tertera di halaman Aturan PPDB DKI Jakarta di sini, berikut sistem seleksi PPDB DKI Jakarta:

 

Seluruh SMA di DKI Jakarta akan menggunakan 4 poin di atas dalam menyeleksi calon peserta didik baru dengan urutan seperti di atas. Provinsi lain beda lagi lho aturannya. Ada yang melihat prestasi non-akademik. Ada yang melihat waktu pendaftaran. Ada yang memprioritaskan anak guru. Wah macem-macem deh.

Artikel ini akan fokus bahas lebih detil tentang sistem seleksi PPDB SMA di provinsi DKI Jakarta ya.

1. Nilai rata-rata UN

Ya tentu aja, hal yang paling pertama dilihat dalam menyaring para pendaftar adalah nilai rata-rata UN.

Untuk mengetahui apakah nilai rata-rata UN kamu cukup apa enggak untuk keterima di suatu SMA, kamu bisa lihat passing grade.

Passing grade: nilai UN terendah dari siswa yang keterima di SMA itu tahun lalu.

Situs resmi PPDB online biasanya membuka informasi tersebut secara resmi. Jadi bukan prediksi-prediksi lagi ya. Data yang ditampilkan merupakan data real dari tahun lalu.

Coba deh buka halaman Arsip Tahun LalU – Statistik di situs resmi PPDB. Di menu Statistik – Arsip Tahun Lalu ini, kamu bisa menemukan nilai UN terendah yang keterima pada tiap jurusan, tiap SMA, dan tiap tahap pendaftaran PPDB provinsi tersebut.

 

Nah, setelah kamu tau nilai UN terendah yang keterima di suatu SMA, kamu bisa bandingkan dengan nilai UN kamu sendiri. Apakah di atas, cukup, atau jauh di bawah itu? Dari sini, kamu bisa urutkan pilihan SMA berdasarkan “passing grade” tadi. SMA pilihan kamu dengan passing grade tertinggi, taruh di pilihan 1. SMA dengan passing grade sedang di pilihan 2. SMA dengan passing grade terendah di pilihan 3.

Perlu diperhatikan bahwa passing grade ini bukan nilai pasti ya. Passing grade di sini cuma menggambarkan persaingan penerimaan di suatu SMA pada tahun lalu. Passing grade atau nilai UN terendah yang akan diterima di suatu SMA bisa aja berubah karena daya tampung, jumlah pendaftar, dan persaingan tiap tahunnya berbeda-beda.

Berikut beberapa skenario yang mungkin banget terjadi.

Skenario A: passing grade naik dari tahun lalu. Jurusan MIPA di suatu SMA punya daya tampung 60 kursi. Sekolah akan mengurutkan nilai UN yang masuk dan mengambil 60 pendaftar teratas. Ternyata yang mendaftar tahun ini nilai UN-nya bagus-bagus. Nilai UN terendah di urutan 60 adalah 91,5. Bahkan siswa dengan nilai UN 90,5 yang sama dengan nilai UN terendah tahun lalu pun ga bisa masuk top 60.

Skenario B: passing grade turun dari tahun lalu. Jurusan MIPA di suatu SMA punya daya tampung 60 kursi. Sekolah akan mengurutkan nilai UN yang masuk dan mengambil 60 pendaftar teratas. Ternyata yang mendaftar tahun ini punya nilai UN-nya lebih rendah tahun kemarin. Nilai UN terendah di urutan 60 adalah 90. Siswa yang punya nilai UN di bawah batas terendah tahun lalu pun ternyata bisa keterima di SMA ini.

Sebenarnya, ada indikator lain yang juga bisa diperhatikan, yaitu nilai rata-rata UN se-provinsi tahun ini. Kamu bisa cari berita di internet atau tanya pihak sekolah (SMP), apakah nilai rata-rata UN SMP tahun ini naik atau turun dibandingkan dengan tahun lalu? Nilai rata-rata UN SMP se-provinsi sedikit banyak akan mempengaruhi passing grade PPDB SMA. Walaupun ini bukan indikator yang pasti, setidaknya indikator ini bisa membantu kamu untuk menentukan target SMA yang realistis untuk dipilih.

2. Urutan Pilihan Sekolah

Ternyata SMA melihat urutan pilihan sekolah saat pendaftaran. Maksudnya, jika ada beberapa anak yang memiliki nilai rata-rata UN yang sama, SMA akan memprioritaskan memilih pendaftar yang menempatkan SMA tersebut di Pilihan 1.

Oleh karena itu, kalo kamu mengincar satu SMA dan kamu pede nilai rata-rata UN kamu di atas passing grade SMA itu, pasanglah SMA tersebut di pilihan pertama. Hal ini akan semakin memaksimalkan peluang kamu lolos di SMA tersebut.

3. Umur peserta calon didik baru

Nah, ternyata SMA juga melihat umur para pendaftar. Jika ada dilema dalam pemilihan, pihak SMA akan memprioritaskan memilih pendaftar yang umurnya lebih tua. Kalo bagian ini, there’s nothing you can do about it lah ya ?

6. Stand-by saat masa PPDB berlangsung

Seperti yang disebutin di awal artikel, proses PPDB ini berjalan secara real-time. Kamu bisa melihat secara langsung bagaimana posisi kamu dibandingkan pendaftar yang lain. Apakah posisi kamu masih aman atau tidak. Jika posisi kamu sudah mendekati batas daya tampung, harus rela siap-siap “ketendang” dan ga keterima di SMA tersebut. Selama masa PPDB masih berlangsung, kamu bisa menukar-nukar pilihan ke SMA lain.

Inilah mengapa dibilang di atas, penting untuk mempersiapkan beberapa pilihan SMA sedari awal. Waktu seleksi biasanya hanya berlangsung selama 2 hari. Itu adalah waktu yang pendek. Pilihan cadangan akan membuat kamu lebih gesit mengambil keputusan. Jadi tidak ada waktu terbuang untuk galau, meminta persetujuan orang tua, atau nanya-nanya teman/sekolah lagi.

****

Oke deh, itu dulu tips-tips dari gue terkait PPDB online SMA, khususnya untuk provinsi DKI Jakarta. Semoga pembahasan di atas bisa berguna untuk para lulusan SMP yang mau mendaftar ke SMA Jakarta. Semoga juga pembahasan di atas bisa memberikan ilustrasi tentang apa aja hal yang mesti diperhatikan sebelum mendaftar SMA, khususnya dalam memaksimalkan peluang diterima. Dengan adanya ilustrasi ini, semoga kalian yang berasal dari provinsi di luar Jakarta bisa proaktif melakukan langkah serupa dengan yang diilustrasikan di atas. Pelajari Aturan PPDB di provinsi kamu dan susunlah strategi berdasarkan Aturan yang ada.

Good luck ya buat pendaftaran SMA nya.. 😀

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau nanya lebih lanjut ke Fanny seputar rencana masuk SMA, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini