Penyakit Anthrax

Anthrax, Penyakit Mematikan yang Viral pada Masanya

Artikel ini akan membahas tentang penyakit Anthrax yang sempat viral di masa lalu, mulai dari pengertiannya, sejarah, hingga jenis-jenisnya.

Hi, guys! Kali ini aku bakal mengajak kalian untuk mengenal jenis penyakit hewan yang sangat berbahaya dan mematikan tentunya. Anthrax. Eiits, tapi anthrax yang dimaksud di sini bukan Anthrax band metal ya, guys.

Penyakit Anthrax
Bakteri penyebab anthrax ya bukan band metal!

Tahukah kamu tentang penyakit tersebut? Kalau belum, kamu tenang aja, karena sekarang aku bakal membahas secara lengkap tentang penyakit anthrax mulai dari sejarah hingga penyebarannya. Oh iya, hewan dan manusia yang terinfeksi anthrax bisa mengalami kematian ketika tidak diobati dengan antibiotik ataupun vaksin lho, guys.

Apa Itu Anthrax?

Anthrax adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif, yaitu Bacillus anthracis. Anthrax menyerang kuda, sapi, domba, dan unta. Penyakit hewan ini merupakan penyakit yang jarang terjadi, namun termasuk dalam penyakit yang serius. Penyakit ini sangat menular, bahkan kepada manusia sekalipun. Penularannya bisa karena menghirup, menyentuh, atau memakan sesuatu yang terdapat spora bakteri anthrax.

Wah, bahaya banget donk? Lalu, gimana sih manusia bisa terinfeksi anthrax?

Manusia atau hewan sekalipun ketika terinfeksi anthrax berarti ada spora bakteri penyebab penyakit anthrax yang masuk ke dalam tubuh. Nah, saat spora tersebut masuk ke dalam tubuh, maka ia akan aktif dan dapat berkembang biak. Kemudian, menyebar di dalam tubuh, hingga akhirnya menghasilkan racun bagi tubuh dan menyebabkan penyakit yang parah. Dan jika ada orang lain atau hewan lain yang bersentuhan dengannya, kemudian terinfeksi bakterinya, maka hal yang sama juga terjadi pada orang lain tersebut.

Sejarah penyakit anthrax
Timeline anthrax (sumber gambar: www.cdc.gov)

Sejarah Anthrax

Dilansir dari cdc.gov, kemunculan anthrax memang masih belum dapat dipastikan asal mulanya. Belum ada yang mengetahui secara pasti mengenai laporan tersebut, tapi beberapa ahli memastikan bahwa ada gejala yang timbul dengan ciri-ciri yang mirip dengan penyakit anthrax. Maka dari itu, banyak peneliti yang percaya bahwa anthrax diperkirakan berasal dari Mesir dan Mesopotamia sejak tahun 700 SM. Selain itu, Yunani kuno dan Roma juga sudah mengenal anthrax. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tulisan kuno dari para ilmuwan terkenal pada masanya.

Kemudian penyakit anthrax kulit mulai dideskripsikan oleh Maret pada tahun 1752 dan juga Fournier pada tahun 1769. Seperti yang kita udah kita bahas di awal, bahwa penyakit anthrax sebelum dideskripsikan oleh Maret dan Fournier masih dijelaskan hanya melalui catatan sejarah (tulisan kuno).

Di tahun 1800-an, para dokter sudah mengetahuinya adanya kasus anthrax, namun masih belum bisa menentukan diagnosis dari penyakit tersebut. Selama ini organisme penyebab anthrax masih belum ditemukan. Pada pertengahan abad, para peneliti melihat organisme penyebab penyakit tersebut dan ditemukan adanya organisme mikro berbentuk batang dalam darah hewan yang terinfeksi. Akhirnya, ditemukan bahwa mikroorganisme tersebut adalah bakteri Bacillus anthracis.

Tahun 1877, Robert Koch mempelajari mengenai bakteri penyebab anthrax, yaitu Bacillus anthracis. Ia menemukan hal yang mengejutkan dari bakteri tersebut, bahwa bakteri penyebab anthrax membentuk spora dan bisa bertahan dengan waktu yang sangat lama di berbagai kondisi lingkungan. Koch terus melakukan penelitian mengenai bakteri anthrax dan dari penelitiannya tersebut ia mampu mengetahui siklus hidup bakteri dan postulat Koch.

Vaksin pertama ditemukan oleh Louis Pasteur pada tahun 1881 dengan membawa hasil temuan Koch. Ia mencoba untuk membuktikan bagaimana anthrax menyebar dan membuat makhluk hidup yang terinfeksinya sakit. Dalam percobaannya, Pasteur melakukan penyuntikan dua kali kepada 25 ekor hewan dari anthrax yang telah dilemahkan. Kemudian, hewan-hewan tersebut disuntikkan anthrax hidup. Selain menyuntikkannya kepada hewan yang telah diberi vaksin, ia juga mencoba kepada hewan yang tidak diberikan vaksin. Hasilnya, 25 ekor hewan yang telah diberi vaksin tidak terinfeksi anthrax, sedangkan hewan yang tidak diberi vaksin mengalami kematian.

Tahun 1937, Max Sterne berhasil menciptakan vaksin spora hidup anthrax untuk hewan. Seiring berjalannya waktu, penyakit anthrax mulai menurun, karena vaksin diberikan secara rutin kepada hewan. Penurunan ini begitu signifikan hingga sepanjang abad ke-20, hanya ada 18 kasus anthrax yang dilaporkan di Amerika Serikat.

Awal tahun 2010, kasus anthrax pada manusia terjadi di Inggris dan Jerman. Mereka yang terinfeksi penyakit ini sebelumnya merupakan pengguna narkoba jenis heroin. Tapi, gejala yang timbul pada penyakit ini berbeda dari yang sebelumnya. Dokter mengidentifikasi bahwa ada anthrax jenis baru.

Jenis-jenis Anthrax

Anthrax yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia bisa berbeda-beda tergantung dari bagaimana spora bakteri anthrax masuk dalam tubuh. Anthrax akan masuk melalui kulit, paru-paru, atau sistem gastrointestinal.

Penyebaran penyakit anthrax
Infeksi spora bakteri penyebab anthrax ke dalam tubuh manusia (sumber gambar: www.cdc.gov)

Anthrax Kulit

Jenis anthrax yang satu ini merupakan yang paling umum dan paling tidak berbahaya dibandingkan dengan kedua jenis anthrax lainnya. Ini terjadi ketika spora bakteri anthrax masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka atau tergores. Anthrax kulit paling sering terjadi di daerah kepala, leher, dan tangan. Apabila tidak diobati, sebanyak 20% penderitanya dapat mengalami kematian. Namun, kebanyakan penderitanya dapat bertahan hidup, karena mendapatkan penanganan yang tepat kok, guys.

Anthrax Inhalasi

Anthrax inhalasi merupakan anthrax yang menyerang pernafasan. Ini terjadi ketika seseorang menghirup spora anthrax, sehingga ia akan terinfeksi. Anthrax jenis ini biasanya terjadi pada kelenjar getah bening yang terdapat di dada sebelum akhirnya menyebar ke seluruh tubuh. Yap, karena menyerang sistem pernafasan, anthrax inhalasi merupakan yang paling mematikan di antara jenis lainnya. Apabila ditangani secara tepat, maka penderita anthrax inhalasi dapat sembuh sekitar 55%, sedangkan tanpa pengobatan akan mengakibatkan fatal atau kematian.

Anthrax Gastrointestinal

Anthrax gastrointestinal biasanya terjadi ketika seseorang memakan daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi anthrax. Dengan begitu, anthrax akan menyerang sistem pencernaan. Ia akan mempengaruhi kinerja saluran pencernaan bagian atas seperti tenggorokan dan kerongkongan, lambung, dan usus. Pengobatan yang tepat akan menyebabkan penderita sembuh sekitar 66%. Kalau tidak ditangani ya tentu saja akan mengalami kematian.

Anthrax Injeksi

Ada juga jenis anthrax lainnya dengan cara injeksi lho, guys. Kalau tadi kita amati sejarahnya, ada orang yang terinfeksi anthrax setelah mengonsumsi narkoba jenis heroin. Gejalanya mirip dengan anthrax kulit, tapi anthrax injeksi terdapat lebih jauh di dalam kulit. Karena memang ia diinjeksi ke dalam kulit atau di otot. Nah, kemudian anthrax tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh lebih cepat. Pada masa itu, anthrax jenis ini tergolong baru, sehingga sulit untuk diobati.

Itu dia informasi seputar penyakit anthrax. Saat ini, hewan ternak udah rutin dilakukan vaksinasi anthrax, jadi penyakit ini udah jarang terjadi. Tapi, kamu tetap harus waspada ya, guys. Bakteri ada di sekitar kita. Kita tidak tau mana yang sekiranya akan berbahaya bagi kita. Tugas kita adalah menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, makanan, dan tubuh kita.

Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk kamu dan sebagai tambahan informasi mengenai penyakit menular yang mematikan saat itu. Stay healthy and have a nice day, guys!

Baca Juga Artikel Lainnya

Memahami Kondisi Orang Gila

Pandangan yang Keliru Mengenai HIV/AIDS

Ketahui Penyebab dan Cegah Kanker Serviks Sedari Dini