Panduan Belajar SBMPTN Fisika

Panduan Belajar SBMPTN Fisika

Halo guys! sesuai dengan judul artikelnya, pada artikel kali ini gua mau bahas segala hal yang berhubungan dengan persiapan SBMPTN Fisika. Nah, tapi sebelum gua masuk ke tips-tips, maupun rekomendasi link video zenius yang tepat untuk ditonton, gua mau kita sama-sama ngerjain 2 contoh soal SBMPTN Fisika berikut di bawah ini. Nanti setelah kita sama-sama menelusuri 2 contoh soal ini, gua yakin banget pasti lo lebih kebayang konteks masalah dalam belajar SBMPTN Fisika; dan jadi lebih paham cara belajar yang lebih tepat. Yuk kita langsung aja lihat contoh kasus soal nomor 1:

CONTOH KASUS 1: Tentang Gaya pada Bola Basket

Berikut ini ada gambar orang lagi melempar bola basket.

basket

Sekarang gue punya pertanyaan:

Setelah bola dilepaskan (ketika bolanya masih gerak ke atas), bagimana gaya yang terjadi pada bola?

  • A. Gaya pada bola arahnya ke atas dan besarnya konstan.
  • B. Gaya pada bola arahnya ke atas dan besarnya berubah makin kecil.
  • C. Gaya pada bola arahnya ke bawah dan besarnya konstan.
  • D. Gaya pada bola arahnya ke bawah dan besarnya berubah makin kecil.
  • E. Semua jawaban di atas salah.

Coba sebelum gua kasih tau jawaban mana yang bener, lo coba pikir dulu baik-baik terus tentukan jawabannya dalam hati. Beberapa hari yang lalu, gue iseng-iseng nanya pertanyaan ini dalam format survey di Twitter Zenius, dari 420 responden, berikut adalah jawaban mereka:

FISIKA BASKET

Ternyata jawaban yang paling banyak dipilih itu adalah jawaban B, gaya ke atas dan mengecil. Apakah jawaban lo juga B seperti kebanyakan penjawab twitter di atas? Kalau dipikir-pikir, jawaban ini sebenernya masuk akal banget. Pemikir hebat di jaman dulu juga mikirnya gitu.

Pernah denger nama Aristoteles? Aristoteles ini adalah salah satu pemikir hebat yang hidup di jaman Yunani kuno, dia lahir sekitar 384 SM. Aristoteles pasti setuju dengan jawaban B di atas, karena dia juga pernah bilang bahwa suatu benda hanya akan bergerak jika diberikan suatu gaya. Kalau benda itu bergerak ke depan, berarti gayanya ke depan. Kalau benda itu bergerak ke kiri, berarti gayanya ke kiri. Kalau benda itu bergerak ke atas, berarti gayanya ke atas. Dan seterusnya.

Aristoteles menjabarkan gagasan tersebut pada bukunya yang berjudul Physics. Setelah Aristoteles meninggal, gagasannya ini masih terus diajarkan di sekolah-sekolah di Eropa. Selama lebih dari seribu tahun, cendikiawan di Eropa merujuk pada gagasan Aristoteles ini ketika mereka mempelajari tentang gerak benda. Jika kita berusaha menggunakan model matematika modern untuk memperjelas gagasan Aristoteles, mungkin modelnya adalah seperti ini:

F = m . v

gaya = massa x kecepatan

Nah, begitulah kira-kira pengertian Aristoteles tentang gerak.

thinking 01

Eh, tunggu! Kok gitu sih? Bukannya konsep fisika yang bener begini ya:

ΣF = m . a

Total gaya = massa x percepatan

Hehe... Emang iya, yang bener itu ΣF = m.a. Nah, sekarang lu sadar kan di mana letak kesalahan Aristoteles? Lu juga mungkin mulai sadar bahwa jawaban dari soal di atas itu bukan B. Karena menurut Fisika yang kita ketahui sekarang ini, arah gaya nggak selalu sama dengan arah kecepatan benda. Jadi meskipun benda tersebut geraknya ke atas, belum tentu gayanya juga ke atas. Pada kasus bola basket di atas, gaya yang bekerja pada bola hanya gaya gravitasi. Kita tahu bahwa gaya gravitasi itu arahnya ke bawah dan besarnya konstan. Berarti kalau gitu jawaban yang bener adalah yang C. Gaya pada bola arahnya ke bawah dan besarnya konstan! Untuk lebih jelasnya, lo bisa tonton video berikut ini:

Okay, udah jelas ya kenapa jawaban yang bener itu adalah C, bukan B. Nah, dari cerita di atas, gue mau menekankan satu hal penting nih, yaitu:

TIPS#1: Dalam belajar Fisika, jangan cuma ngandelin common sense!

Maksudnya common sense itu seperti contoh di atas itu tadi. Lo ngerasa kayaknya suatu benda itu baru bisa bergerak ketika ada gaya. Kalau nggak ada gaya, benda itu nggak bergerak dong. Well, itu kan kayaknya. Tapi itu salah, men. Belajar Fisika itu nggak boleh pakai “kayaknya”. Ketika lo menemukan suatu persoalan Fisika, minimal lo cari tahu ini dulu:

“Apa Hukum Fisika yang mendasari kasus di atas?”

Ketika udah tau apa Hukum Fisika yang berlaku, baru kita bisa mengambil kesimpulan. Sebelum lo yakin Hukum Fisika apa yang harus lo terapkan dalam menganalisa kasus tersebut, lo nggak bisa mengambil kesimpulan apa-apa.

Pada contoh soal di atas misalnya, banyak yang memilih jawaban A atau B. Kenapa? Mungkin karena berpikir bahwa arah gerak itu harus sama dengan arah gaya. Tapi kalau lo coba pertanyakan lagi, “dari mana dasarnya gue bisa berpikir bahwa arah gerak itu harus sama dengan arah gaya?”, lo akan sadar bahwa itu nggak ada dasarnya, karena Hukum Newton nggak pernah menyebutkan hal itu. Untuk lebih jelasnya tentang hukum Newton, kamu bisa tonton pembahasannya di zenius.net.

CONTOH KASUS 2: Tentang Gaya Gesek

Berikutnya, ada satu soal lagi yang lumayan menarik. Kali ini tentang Gaya Gesek. Soalnya begini:

"Sebuah benda bermasa 5 kg terletak diam di atas sebuah bidang kasar dengan koefisien gesek 0,3. Jika percepatan gravitasi adalah 10m/s2, berapakah gaya geseknya?"

soal-fisika

  • A. 50 Newton
  • B. 15 Newton
  • C. 10 Newton
  • D. 6 Newton
  • E. 0 Newton

Beberapa anak yang gue kasih soal ini langsung inget rumus gaya gesek, yaitu f = \mu N. Yaudah, tinggal masukin aja:

\begin{array}{l | l} f &= \mu N \\ &= \mu m g \\ &= 0,3 \cdot 5 \cdot 10 \\ &= 15 N \end{array}

Ketika gue broadcast pertanyaan ini di Twitter, ternyata memang banyak anak-anak yang jawab 15N. Ini hasil jawaban mereka:

FISIKA GESEK

Okay, sekarang gue mau nanya lagi: Arah gayanya ke mana? Ke kiri? Ke kanan? Atau ke arah lain?

THINKING-02

Kalau misalnya gaya geseknya ke kiri, berarti ΣF=15 N ke kiri. Itu artinya benda gerak ke kiri dong! Tapi kan kita tahu kalau bendanya diam! Masa nggak diapa-apain bendanya bisa gerak ke kiri sendiri? Nah, makanya balik lagi ke tips gue tadi. Kalau ngerjain soal Fisika, kita harus pikirin bener-bener, “Apa konsep Fisika yang mendasari kasus di atas?” Berhubung di soal disebutkan bahwa benda tersebut diam, berarti berlaku Hukum Newton yang pertama, yaitu:

ΣF = 0

Kalau gitu, berhubung pada arah horizontal (sumbu x) nggak ada gaya yang bekerja pada benda, berarti kita bisa ambil kesimpulan bahwa gaya geseknya, f = 0. Jadi, jawabannya adalah yang E. 0 Newton. Dari cerita pada kasus ke dua ini, gue mau menekankan satu tips yang juga penting:

TIPS#2: Dalam Fisika, jangan cuma lihat rumus matematikanya!

Banyak banget orang yang kalau ketemu soal Fisika, yang ditanya adalah “Ini pakai rumus apa ya?”. Sekali lagi gue tekankan bahwa pendekatan semacam itu adalah pendekatan yang salah kalau lo belajar Fisika. Fisika itu adalah bagian dari sains; fisika itu ilmu alam, berarti lo harus lihat realita-nya! Cari tau apa hukum alam yang berlaku pada kondisi tersebut? Dengan menjawab itu dulu, lo bisa tau kapan suatu rumus pada Fisika bisa dipakai, dan kapan itu nggak bisa dipakai.

Tentu matematika itu penting untuk lo kuasain dalam Fisika. Lo akan banyak menggunakan matematika untuk mengerjakan soal-soal Fisika. Tapi inget, bisa Matematika-nya aja belum cukup. Untuk bisa mengerjakan soal-soal Fisika, lo harus bisa dua hal ini:

  • Ngerti konsep Fisikanya.
  • Punya skill matematika yang memadai untuk mengerjakan soal tersebut.

Kasus gaya gesek di atas adalah salah satu contoh bagaimana lo bisa kejebak kalau lo udah punya skill matematika yang dibutuhkan (dan kebetulan hafal rumusnya), tapi lupa sama konsep Fisikanya. Oke deh, demikianlah 2 contoh kasus yang mau gua bahas. Moga-moga dari 2 contoh di atas, perspektif lo tentang belajar Fisika jadi lebih tepat. Nah, sekarang baru deh kita masuk ke panduan belajar yang akan gua kupas di bawah ini:

PANDUAN BELAJAR SBMPTN FISIKA

Oke, berdasarkan 2 contoh kasus di atas, gua harap lo punya 2 perspektif baru terutama dalam menganalisa soal Fisika, yaitu:

  1. Jangan cuma mengandalkan common sense doang!
  2. Jangan cuma lihat rumus matematikanya doang!

Nah, berdasarkan 2 tips di atas, mungkin ada sebagian di antara lo yang jadi bertanya-tanya: "Okay, kalau gitu kalau gue mau belajar Fisika SBMPTN, gue harus mulai dari mana nih?" Nah, gue akan jawab pertanyaan itu di artikel ini. Tapi sebelumnya, gue mau kasih tau salah satu KESALAHAN UMUM yang fatal banget dalam belajar Fisika adalah belajar dengan berpatokan pada Rangkuman Rumus.

Belajar Fisika dengan menggunakan rangkuman rumus adalah salah satu KESALAHAN PALING FATAL yang menyebabkan lo seringkali salah dalam mengerjakan soal-soal Fisika seperti 2 contoh di atas. Kenapa? karena dengan menggunakan rangkuman rumus, lo akan lebih fokus sama rumusnya dibanding sama konsep Fisikanya. Ketika ketemu persoalan, bukannya nanya, “Konsep Fisika apa yang berlaku di sini?” lo cuma nanya, “Pakai rumus apa untuk ngerjain soal ini?”. Pada contoh di atas, lo bisa lihat bahwa kalau lo cuma nanya rumus doang, lo akan menjawab 15 Newton (B) di soal di atas. Padahal jawaban yang bener adalah nol (E). Inget bahwa SBMPTN ini adalah tes seleksi. Pembuat soal pasti mau menyaring anak-anak yang cerdas untuk diterima di PTN. Jadi kita nggak perlu heran kalau di soal SBMPTN, ada banyak soal-soal jebakan seperti di atas itu.

 "Terus belajarnya gimana dong? Gue bingung belajar Fisika harus mulai dari mana. Kalau belajar per bab, kadang gue suka lupa sama bab sebelumnya pas gue lanjut ke bab berikutnya."

Okay, pada dasarnya di zenius.net kita memiliki 3 section untuk belajar SBMPTN Fisika, (1) materi ringkas, (2) materi lengkap, (3) latihan soal SBMPTN. Gua coba kupas satu per satu ya:

1. Pembahasan materi SBMPTN Fisika Ringkas

Buat lo yang suka gampang lupa konsep Fisika yang baru lo pelajari, Sabda udah bikin solusinya buat lo dengan membuat materi Fisika Ringkas di zenius.net. Pada Fisika ringkas ini, materi yang disajikan memang nggak sedalam kalau lo belajar Fisika Lengkap di zenius.net, tapi lumayan banget sebagai pengantar awal lo belajar Fisika. Tujuannya belajar pakai Fisika Ringkas ini adalah untuk mengerti konsep-konsep dasar pada Fisika. Dengan memahami konsep dasarnya, lo bisa melihat hubungan antar konsep di Fisika, termasuk hubungan antar bab. Dengan mengetahui hubungan antar konsep ini, lo juga bisa melihat hubungan antara rumus Fisika yang satu dengan yang lainnya. Akibatnya, lo bisa inget rumus-rumus karena lo ngerti hubungan antar konsep itu, bukan dengan dihafalin rumus doang. So, kalau mau tau gimana belajar pakai Fisika Ringkas, langsung aja buka tautannya di sini: Fisika Ringkas untuk Persiapan SBMPTN

Kelemahan Fisika Ringkas di zenius.net

Perlu gue tekankan juga bahwa belajar pakai Fisika Ringkas ini tentu ada kelemahannya. Namanya juga Fisika Ringkas, jadi jangan harap bahwa 100% materi SBMPTN ada di situ. Tujuan dari Fisika Ringkas ini adalah untuk mempermudah lo memulai belajar Fisika; supaya lebih mudah untuk bisa mengerti konsep-konsep dasar yang mungkin selama ini lo belum bener-bener mengerti meskipun udah mempelajari itu di sekolah. Tapi buat lo yang cuma mau fokus untuk mendalami konsep di Fisika Ringkas ini, sebetulnya gak jelek-jelek amat juga. Karena berdasarkan pengamatan gue dari soal-soal SBMPTN selama beberapa tahun terakhir,  bisa dibilang dari total 83 soal Fisika, ada 72 soal yang teorinya udah tercakup di materi Fisika Ringkas, itu berarti sekitar 87%.

Tapi perhitungan gua di atas belum mempertimbangkan kedalaman pembahasan teori yah. Kalau itu diperhitungkan juga, Fisika Ringkas mencakup sekitar 70% materi SBMPTN kali (ini estimasi yang kasar banget yah). Buat lo yang penasaran dengan frekuensi topik yang sering keluar di SBMPTN Fisika, bisa lihat gambar di bawah ini:

Nah, berdasarkan persebaran topik di atas, materi yang muncul di SBMPTN tapi gak ada di pembahasan Fisika ringkas itu cuma:

  1. Elastisitas
  2. Fluida
  3. Optika Fisis
  4. Optika Geometris

Di luar keempat topik itu, sekitar 70% materi yang keluar di SBMPTN udah tercover di Fisika Ringkas. Menurut gua sih itu lumayan banget untuk ukuran SBMPTN. Coba aja hitung, seandainya lo bisa bener-bener mengerjakan 70% dari soal SBMPTN Fisika yang jumlahnya ada 15, itu kan berarti lo bisa ngerjain 15 x 0,7 = 10,5 soal! Bisa ngerjain 10-11 soal Fisika SBMPTN mah lumayan banget.

2. Pembahasan Materi SBMPTN Fisika Lengkap

Kalau lo lebih nyaman belajar Fisika bab per bab, dan nggak mau ada satu bab pun yang kelewat, lo bisa belajar pakai Fisika Lengkap di sini: Pembahasan Materi Fisika SBMPTN Lengkap. Banyak juga anak-anak yang belajar Fisika dengan mengulang lagi materi antiremed dari kelas 10, 11, dan 12. Selama lo enjoy melakukan itu, boleh-boleh aja sih.

3. Latihan Soal Campuran SBMPTN Fisika

Nah, apapun cara yang lo pakai untuk mempelajari Teori Fisika, (entah itu materi ringkas maupun lengkap) tapi yang perlu lo lakukan berikutnya tetep sama, yaitu sering-sering ngerjain soal-soal campuran. Latihan soal campuran itu penting untuk bisa melihat bagaimana berbagai variasi soal yang bisa muncul. Di Fisika, konsep yang diujikan itu biasanya itu-itu aja. Di mekanika misalnya, ujungnya lagi-lagi pakai Hukum Newton. Meskipun begitu, soal yang diujikan itu variasinya bisa berbagai macam. Lo harus bisa membiasakan diri dengan berbagai variasi soal ini untuk bisa ngerjain soal-soal SBMPTN. Untuk latihan soal, ini linknya: Latihan Soal Campuran Fisika Persiapan SBMPTN.

Tips Mengerjakan soal dalam Ujian:

Terakhir, gua ada tips tambahan tentang bedanya ngerjain soal pada saat belajar dengan pada saat ujian. Kalau lagi belajar, ketika lo dihadapi sama soal susah, lo nggak boleh gampang menyerah. Kalaupun lo butuh waktu 3 hari penuh untuk bisa ngerjain soal itu, go ahead. Sama sekali nggak apa-apa belajar dengan cara begitu. Karena intinya belajar adalah lo harus dapet tantangan. Ketika tantangannya kecil dan lo cuma ngerjain soal-soal yang gampang aja, maka skill lo nggak akan bisa meningkat. Sebaliknya, kalau lo terus-terusan nge-push diri lo untuk ngerjain soal-soal yang lebih susah dari kemampuan lo sekarang, maka ketika lo berhasil, skill lo akan naik.

Tapi ketika nanti mengerjakan soal pas ujian, lo harus rada cerdik. Jangan menghabiskan waktu di satu soal terlalu lama. Kerjain soal yang lo bisa dulu aja. Soal yang susah boleh lo skip dulu, terus balik lagi ke soal itu ketika masih ada waktu. Tips mengerjakan soal dalam ujian ini sebetulnya udah pernah dibahas secara lebih rinci di artikel zenius blog tentang tips menjawab soal ujian dengan efektif.

Nah, supaya cara menjawab soal lo jadi jauh lebih efektif dan efisien dari segi waktu, lo perlu banyak latihan dengan Try Out. Sebelumnya, zenius juga udah pernah bahas artikel tentang pentingnya Try Out dalam persiapan SBMPTN. Nggak harus ikut TO bimbel, event TO nasional, dan sebagainya. Bikin TO sendiri di rumah juga bisa kok. Kalau mau tau detilnya, baca sendiri tulisan Glenn tentang pentingnya Try Out di link ini.

***

Okay, kira-kira gitu aja deh garis besar belajar Fisika untuk persiapan SBMPTN. Moga-moga tips dan sharing gua di sini bisa bermanfaat buat lo. Untuk menegaskan kembali, berikut di bawah ini adalah beberapa link video pembahasan materi Fisika SBMPTN dan latihan soal dari zenius.net

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara lo yang mau ngobrol atau diskusi sama Wisnu tentang persiapan SBMPTN Fisika, langsung aja tinggalin komentar di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

About 

Wisnu adalah CEO Zenius Education dan salah satu tutor pengisi suara di zenius.net untuk pelajaran Matematika dan Fisika. Wisnu mengambil S1 di Departemen Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung.
 
Follow Twitter Wisnu at @wisnuops

  • Fio

    Hmmm soalnya mirip sama yang diajukan Derek Muller dari Veritasium (https://youtu.be/eVtCO84MDj8) glad to know if somebody watch this video too, Anyway nice article... 😀

  • saksak

    Om, ada gk artikel tntang panduan bljr biologi/kimia & frekuensi kmunculan soalnya di sbmptn?

  • Tito

    ah kejebak =="
    well jadi orang yg cepat menghitung bakal kalah juga ya sama yg paham konsep

    • Hehe... iya. Apa lagi kalau soal-soal yang keluar itu soal-soal yang menguji konsep.

  • HanifOplOverZ

    Keren bang Wisnu, gue salah mulu -_-
    mau nanya nih, gw org nya suka fisika, rencana mau masuk TEKNIK FISIKA ITS, kalau belajar SBM Fisika Enjoy enjoy ajah sih, tp yang sulit itu ketika mau Reviewnya, soalnya materi FISIKA itu banyak -_-, terlebih lagi wktu SBM tinggal 63 hari dan juga gw belum sentuh KIMIA dan BIOLOGI , FISIKA dan MTK juga belum sentuh semuanya, d wktu yg mepet ini, apakah gw harus sentuh materi fisika semuanya ataukah fakus pada Review ajah ??? , soalnya kalau lagi TO MANDIRI kadang Konsepnya gw lupa :v.

    TOLONG DIJAWAB BANG .., 🙂

    • TO itu adalah kesempatan lo bisa melakuan refleksi. Setelah TO, coba lo lihat-lihat lagi, soal-soal apa yang masih belum bisa lo jawab? Bab apa? Tipenya kayak gimana. Nah, dari situ lo bisa ambil kesimpulan, bab apa yang lo masih perlu review lagi dan bab apa yang nggak perlu. Jadi memang nggak perlu di-review semua.

      • HanifOplOverZ

        makasih bang.,
        1 lagi, sy dapat tips dari buku2 , ktanya kalau blajar fisika SBM itu fokus ajah ama materi yang mudah, terus materi yg susah di abaikan ajah kyk fisika listrik.

        menurut bang wisnu gimana ??

        • Susah atau mudah itu relatif. Waktu gue SMA, gue nggak ngerasa Fisika Listrik itu susah malah. Yang susah itu (dulu) menurut gue Fisika Optik. Jadi, sebaiknya jangan langsung diabaikan gitu aja bab Fisika Listrik. Tapi gue setuju sih kalau mempersiapkan Fisika untuk SBMPTN itu nggak harus dikuasai 100% materinya. Jangan sampai pelajaran lain malah ketinggalan cuma gara2 pengen perfect di satu pelajaran.

          • Surya Tresno

            samaan bang wisnu , aku suka bgt fisika ,rencana juga mau ambil Fisika tapi di pilihan 2 dan 3 ,aku fikir Fisika Optik enggak banget ,dan mau skip materi itu ,toh bobot soal untuk optik paling cuman 1-2 soal dari 15

  • Ahmad Nur Fauzi

    di xpedia fisika kok ga ada latihan soal perbab?

    • Di DVDnya? Ada kok. Selain itu, pembeli Xpedia 2.0 kan juga dapet voucher zenius.net, di situ latihan soal per bab udah lengkap, seperti link2 yang ada di artikel di atas..

    • Hai Ahmad. Xpedia yang lo maksud itu yang kelas berapa ya? Isi setiap DVD Xpedia itu variatif, ada yang latihan soalnya lengkap, ada juga yang gak lengkap. Kenapa? Karena kapasitas DVD itu terbatas. Nah, kalau di DVD Xpedia lo latihannya gak lengkap, lo bisa cek latihannya di zenius.net ya. 🙂

  • Jordan Ben Amr

    this is what I have been waiting for! Thank u kak wisnu.. Ditunggu pelajaran lainnya ya

    • Sip. Thanks yah.

      • Jordan Ben Amr

        kak mau tanya dong.. aku udah baca artikel zenius ttg cara memilih jurusan saat kuliah. Dan "bidang yang bikin gw penasaran sampai gw rela buat ngulik itu siang-malem tanpa kenal waktu biar gak dibayar sekalipun" adalah sesuatu yg berhubungan dgn kinematika dan aku jg suka bab relativitas cuz its rly cool. Kira2 bidang yg berhubungan dengan kinematika apa aja ya kak?

  • Hmm. Bang, bukannya kalau udah dilempar oleh pemain basket ke ring, bola bakal mengalami gerak parabola dan ada gaya sentripetalnya?? Dan gaya sentripetal dipengaruhi oleh kecepatan? atau gimana bang?

    • Harisno

      lah iya tapi kan kecepatanya konstant kan, kalo pun pake sentripetal dia kan tetap juga ke bawah sebab bola berada di titik atas, karna dia berada diatas maka terpengaruh juga dgn gaya berat. cmiiw, biar kang wisnu yg luruskan

    • Iya bolanya mengalami gerak parabola. Gaya sentripetal itu biasanya muncul di gerak melingkar sih, bukan di gerak parabola.

      Terus pendapat bahwa gaya sentripetal itu dipengaruhi kecepatan itu juga salah kaprah. Rumusnya memang F = mv2/R, tapi bukan berarti kalau kecepatannya makin besar (misalnya) maka gayanya juga jadi makin besar. Rumus itu justru menunjukkan hubungan sebaliknya, ketika pada gerak melingkar itu bekerja gaya F (gaya itu bisa dalam bentuk macam2 - gaya gesek kalau motor/mobil menikung, tegangan tali kalau kita muter2in batu pakai tali, gaya gravitasi matahari kalau kita lagi ngomongin revolusi bumi terhadap matahari, dsb), maka v yang dicari pakai persamaan di atas itu adalah v yang akan membuat benda tersebut tetap berada di lintasan lingkaran. Kalau v-nya lebih besar, maka dia keluar dari lintasan (pada motor yang menikung misalnya, dia akan selip dan keluar jalur).

      • ok terimakasih sudah meluruskan. Soalnya pernah bahas soal pas bola di loop kemudian meninggalkan lintasan dititik antara teratas loop dan kanan loop, dan mengalami gaya sentripetal, jadi mikirnya gitu. terimakasih bang

  • Raka

    Makin sering mantengin zenius, gua makin kepo deh.. bukan sm artikel2 kerennya dan juga cara zenius ngajarin konsepnya lagi, gua rasa itu bukan pekerjaan sulit untuk kalian hehe. Justru gua tertarik dgn gimana sih zenius berdirinya? Latar belakangnya gitu. Gua rasa penting utk diangkat, karna akan mjd motivasi bagi siapapun yang baca, soalnya Zenius ngajarin gimana sih caranya setia pada sesuatu yg ingin kita tuju. Mulia bgt tujuannya, sangat mencerdaskan anak anak Indonesia gua rasa. Seharusnya sekolah yg ngelakuin ini, tapi ga dilakukan, ZENIUS yang melakukannya. Semoga ada yang tertantang utk bikin artikelnya. Thank you. Keren abis kalian

    • Thank you banget Raka! Gue sampai bingung mau bales apa. 😀

  • Alif Ahsanil Satria

    Bang wisnu, kalau menurut gw jawaban yang paling tepat itu yang D. Gaya pada bola arahnya ke bawah dan besarnya berubah makin kecil.

    Alasannya, Rumus gaya gravitasi itu kan Fg = (G x Massa bola x massa bumi)/r^2 dengan r adalah jarak antara pusat bumi dengan bola basket. Ketika bola basket sedang bergerak keatas, jarak antara bola basket dengan pusat bumi semakin besar (walau sangat insignifikan, pasti ada perubahan jaraknya), sedangkan Fg ~ 1/r^2. Otomatis Fg nya juga semakin kecil pas bola basket nya pas bola basket lagi bergerak keatas.

    Gitu. Gmn tanggapannya bang ?

    • Jawaban lu ada benernya juga yah. Asumsi yang ada di soalnya harusnya diperjelas, yaitu kita pakai pendekatan g yang dianggap konstan (sekitar 9,8m/s2). Biasanya memang begitu asumsinya karena, seperti yang lo bilang, perubahan jaraknya nggak signifikan. Thanks buat komentarnya.

  • Muhammad Taufik

    ka mau tanya gmna ya buat mempertahanin semangat belajarnya... kan biasanya seminggu semangat, ehh minggu berikutnya udah males malesan, sebelumnya makasih 🙂

    • Ada banyak cara. Belajar kelompok adalah salah satu cara untuk nggak jadi males-malesan. Asalkan punya temen-temen belajar kelompok yang juga nggak males yah. 🙂 Temen-temen belajar yang bisa saling memberi semangat belajar itu temen-temen yang OK banget.

  • Eh bang, gw suka sama Fisika, especially quantum physics. Gw sering banget mantengin ato ngoleksi video ato baca artikel seputar itu. Nah yg gw tanyain, knpa relativitas einstein kagak bisa diterapin di quantum physics sampe2 si stephen hawking pengen gabungin 2 hal itu biar jadi theory of everything?

  • Annisa Afisina

    Bang, aku dari awal kelas 3 udah belajar buat sbmptn, bahkan sampe
    bela"in bolos buat belajar sbm kalo ada kesempatan. Tapi rasanya selama
    ini aku belajar kok rasanya nggak dapet apa apa ya bang?? Ini perasaanku
    aja ato gimana sih bang.. ngganjel banget rasanya:(

    • Kalau dah ngonsep, latihan soalnya dibanyakin nis. Ngonsep terus2an juga nggk baik,,, ngerjain soal juga butuh skill kan.. hehe yg penting semangat.

  • Eko Teguh

    @wisnuops:disqus gua msih bingung dapetin (R) di persamaan gas ideal yg lainya udah dapet setelah gua eksperimen hasilnya PV=nT , (R) nya blm kbayang, msih bingung, bisa jelasin gak?

  • rausyanfikr

    PLIS SEMANGATIN GUA BANG:) gua pengen masuk fk unpad yang tahun ini peminatnya bejibun, gua anak alumni 2015 dan gamau tahun ini sampe gagal lagi

  • Muhammad Habib

    Bang wisnu masuk teknik elektro banyak saingan gak? Soalnya saya smk n 1 teknik instalasi temaga listrik, saya pengen masuk teknik elektro, rencana di ITS, tolong dijawab 🙂

  • Bintang Wirawan

    BANG PLIS JAWAB. saya kelas 12 h-50 sbmptn bang,rencananya mau ambil ptn dengan PG yang lumayan tinggi insaAllah,baru mau mulai belajar fisika untuk sbm di zenius krn sebelum2nya belajar yang lain,menurut bang sabda lebih efektif belajar fisika lengkap atau ringkas dgn pemahaman fisika saya minim(ga terlalu suka fisika) dan waktu relatif pendek? makasih bang hehehe

  • SherayA

    salam, hallo kak Wisnu, aku suka dg artikel2 kakak deh. makasih ya kak.
    kak, aku mau cerita ni, aku tu lulusan MA yang mau ikut SBM tapi nilai TO ku di bimbel itu masih terus2an
    stug di skor angka 500. huhu gimana ya kak? mohon penjelasannya ya kak.
    makasih 🙂

  • Kelvin Ondang

    Sorry OOT nih bang, tapi ada kaitannya sama SBM sih, hehe..

    Jadi gini, aku itu orangnya fleksibel banget dalam belajar, jadi kalo disodorin suatu materi atau hal baru gitu, ya aku langsung tertarik aja gitu, dan biasanya gak butuh waktu lama buat nguasain hal baru tersebut.
    Tapi karena bakat yang terlalu bebas ini aku jadi bingung untuk memilih sesuatu yg spesifik untuk diriku sendiri, sperti kasus yg sekarang, aku bingung mau pilih prioritasin jurusan yg mana dari beberapa pilihan yang disodorin ke aku. Beberapa diantaranya emang pilihan orang tua, dan aku sih gak ada masalah dengan pilihan mereka.
    Nah, gimana caranya biar aku bisa menentukan pilihan mana yg jadi prioritas untuk diurutkan di SBM nanti?sebagai bagian dari strategi agar peluang tembus SBM lebih besar lagi..
    Sedangkan akunya sendiri gak punya kecondongan pada satu pilihan tertentu, aku sih oke oke aja dengan pilihanpilihan yang ada, ntah mngkin karena bakat yg terlalu bebas ini..

    Mohon pencerahannya..
    Semoga ngerti ya bang..

    • Surya Tresno

      bantu jawab , kamu kan punya Tuhan,kenapa nggak minta pencerahan sama Tuhan aja? dalam doa coba sertakan keinginan kamu dalam nentuin jurusan buat kuliah! ,tapi harus konsisten dalam beribadah juga biar doamu dapat terkabulkan Tuhan.Karena kamu gak punya kecenderungan ingin prodi x gitu,mending kamu boleh lihat keketatan prodi2 yang orangtua kamu saranin , urutin aja mulai dari keketatan paling tinggi. Kalo aku sih gitu sekarang .

  • hezy amalia

    God bless this article. Makasih bang wisnu??

  • As de A

    Kak, gua kan selama ini belajar pake zenius terus. Lah kok belakangan ini video yg diputar load terus :'( Itu kenapa ya? Kuota gua masih banyak loh, kak :'D Apa karena vouchernya mau abis apa gimana kak? Apalagi sekarang SBMPTN tinggal dikit lagi :')) Kak Kasih solusi :v

  • Benjamin Abraham

    Bang aku mau tanya, aku hari ini udah mulai masuk belajar fisika buat sbm, sempet muter video starting physics sama beberapa video di fisika ringkas, tapi rasanya terlalu cepet dan kurang ngerti, karena emang aku bener bener buta sama fisika. Nah baiknya gimana nih bang buat yang fisikanya 0 (nol) banget istilahnya, mending pake yang ringkas atau yang lengkap? smentara waktu yang aku punya cuma 1-2bulan buat persiapan fisika.

  • David Keima

    Kak tanya dong, kalo misalnya tentang gerak parabol basket gaya tercepat itu waktu apa? tolakan dari tangan/ tubuh, setelah tolakan, benda pada titik tertinggi (0), atau waktu jatuh turun?

    Dan tentang katrol majemuk, dengan massa yang sama dan jumlah katrol yang sama pula. akan lebih ringan jika orang menarik kebawah atau keatas ya? soalnya saya menghadapi tes penalaran mekanik, dan saya cari diinternet gk ada contoh contoh soalnya. kalo misal kakak punya tolong share, terimakasih banyak kak!!