Ngerjain Soal Fisika, First You Have to Think!

Mengerjakan soal fisika bukan sekadar menghapal rumus. Fisika akan jadi pelajaran yang seru dan mudah apabila belajar dimulai dari konsep.

Banyak yang bilang Fisika itu susah. Lebih parahnya lagi, dianggap pelajaran yang sama sekali nggak asik buat dipelajarin. Well, gue sih berharap lo bukan salah satunya. 🙂

Salah satu permasalahan yang paling sering gue lihat ketika orang-orang ngerjain soal Fisika adalah: mereka selalu mulai dengan rumus. “Untuk ngerjain soal ini pakai rumus apa, ya?”. Seakan-akan kalau rumusnya udah hafal, pasti bisa ngerjain soalnya. Apa lagi ada juga guru yang bilang “kalau udah hafal rumus, hampir semua soal bisa dikerjain”. Murid-murid yang ketemu guru kayak gitu akhirnya ikut-ikutan berusaha hafalin rumus aja.

Okay, statement guru itu nggak sepenuhnya salah sih. Terutama kalau soal-soalnya itu seperti soal-soal Ujian Nasional (atau soal ulangan bikinan guru itu sendiri) yang memang banyak yang tinggal masuk-masukin rumus aja. Tapi secara umum, belajar fisika yang kayak gitu ada kelemahannya:

  1. Lo kehilangan “fun”-nya belajar fisika.
  2. Kalau ketemu soal yang menguji konsep, seperti soal-soal tes masuk perguruan tinggi negeri (SIMAK UI, SBMPTN, UM, dan lain-lain), hafal rumus malah bisa bikin lo memilih jawaban yang salah.
  3. Lo kehilangan benefit terbesar dalam belajar fisika: meningkatkan kemampuan berpikir saintifik yang akan berguna banget dalam hidup lo sampai kapanpun.

Dalam ngerjain soal Fisika, jauh lebih bagus kalau kita bener-bener fokus pada konsepnya.

Beberapa contoh soal:

Sekarang, coba kita lihat soal di bawah ini:

Contoh Soal Fisika

Untuk soal di atas, banyak nih yang tau kalau rumus gaya gesek itu f = µN. Karena dia diam, kita pakai koefisien gesek statis µs = 0,3. Jadi kalau kita masukin ke rumus, berapa nilai gaya gesek?

    <span class="ql-right-eqno"> (1) </span><span class="ql-left-eqno">   </span><img src="https://www.zenius.net/blog/wp-content/ql-cache/quicklatex.com-b98f88db3743a12c5344bc1236b72a93_l3.png" height="65" width="88" class="ql-img-displayed-equation quicklatex-auto-format" alt="\begin{align*} N &= m\times g \nonumber \\ &= 5\times10 \nonumber \\&= 50N \end{align*}" title="Rendered by QuickLaTeX.com"/>

    <span class="ql-right-eqno"> (2) </span><span class="ql-left-eqno">   </span><img src="https://www.zenius.net/blog/wp-content/ql-cache/quicklatex.com-c1a4fd9b7b40189a2d9f82a28c2dc8ff_l3.png" height="40" width="100" class="ql-img-displayed-equation quicklatex-auto-format" alt="\begin{align*} f &= 0,3\times50 \nonumber \\ &= 15N \end{align*}" title="Rendered by QuickLaTeX.com"/>

Nice… jawabannya yang B.

Done!

But wait! Sekilas aja kita bisa sadar kalau yang aneh di sini. Ke mana arah gaya geseknya? Ke kiri? Atau ke kanan? Atau ke…

tumblr_lr6gx2m1hQ1qial2l

Rule number 1: Kalau ngerjain soal..  first, you have to think.

Kalau misalnya gaya geseknya ke kiri, berarti total gaya yang bekerja pada benda itu ΣF = 15N ke kiri dong. Kalau gitu, bendanya gerak ke kiri. Ini lebih aneh lagi. Masa nggak diapa-apain bendanya gerak !?

Nah, kalau kita ngerti konsepnya, kita tau kalau benda yang diam itu sigma F-nya selalu sama dengan nol ( ΣF = 0 ). Jadi kalau nggak ada gaya apa-apa, berarti gaya geseknya juga nggak ada. Jawaban yang bener itu adalah f = 0. Jawabannya adalah E. Untuk penjelasan detilnya, coba tonton versi videonya: teori mekanika (simplified physics) no 04.

Okay, sekarang coba kita lanjut untuk soal berikutnya:

Contoh Soal Fisika2

Bisa ngerjainnya?

Lagi-lagi jangan terpaku sama rumus. Mentang-mentang rumus gaya normal yang sering dipake itu adalah N = W = m.g, langsung deh masukin rumus N = 4 x 10 = 40 N. (semoga lo nggak termasuk yang kayak gini)

Balik lagi ke rule number 1: Kalau ngerjain soal.. first, you have to think.

Arah gaya normalnya ke mana sih btw?

Gaya normal di soal ini, arahnya ke kiri (banyak banget yang masih mikir kalau gaya normal itu arahnya selalu ke atas, well.. setelah baca ini, jangan mikir kayak gitu lagi ya).

Kenapa gaya normalnya ke kiri?

Karena gaya normal itu adalah gaya yang diberikan oleh dinding, dia selalu tegak lurus dengan bidangnya.

Kalau gitu, berapa besar gaya normalnya?

Di soal disebutkan kalau benda ini diam. Lagi-lagi kita tinggal inget konsepnya: Jika benda diam, maka jumlah gaya yang bekerja pada benda tersebut adalah nol ( ΣF = 0 ). Kalau gitu, gaya ke kanan (F = 200N) harus sama dengan gaya ke kiri (gaya normal). Oh… berarti gaya normalnya adalah 200 N. Jawabannya E.

First you have to Think!

Nah, sampai di sini, gue harap lo udah dapet apa yang mau gue sampein. Intinya sih, bukannya menghapal rumus itu jelek. Tapi kalau menghapal aja dan lupa sama konsepnya, fisika jadi nggak menarik. Udah gitu, jadi nggak bisa ngerjain soal juga kalau soal-soalnya menguji konsep. Lagipula, otak kita itu sebenernya canggih banget. Sayang banget kalo cuma digunain untuk menghapal aja.

Btw, selipan dikit. Gue ngelihat banyak orang yang cara berpikirnya manual banget. Setiap kali ketemu persoalan, langsung kerjain aja ngikutin biasanya gimana. Nggak pake mikir, yaudah pokoknya biasanya ngerjainnya begini. Well, gue sih berharap banget kalau lo bukan salah satunya. Profesi apapun yang nantinya lo jalanin, semoga setiap kali ketemu persoalan, lo inget rule number 1: First, you have to think.

Lebih banyak lagi latihan soal fisika

Next, berikutnya gue pengen lo cobain beberapa latihan fisika di sini: Soal mekanika (versi Interactive Module). Semua soal di situ bisa dilihat siapapun kok (nggak harus member). Tapi kalau mau lihat video pembahasannya, harus jadi akun terdaftar (registered account aja, cukup daftar, nggak perlu beli membership).

Untuk yang udah jadi member, bisa lebih banyak lagi versi interactive module-nya terutama untuk persiapan SBMPTN disini :

Oke, deh.. kalo ada yang mau curcol atau komentar tentang susahnya belajar fisika, jangan malu-malu buat kasih comment di bawah ya!

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.