beauty_standard_standar_kecantikan_zenius_education

Beauty Standard – Gimana sih Standar Kecantikan Indonesia dan Dunia?

Setiap orang punya standar kecantikan yang berbeda-beda.Yang menurut dia cantik, belum tentu menurut orang lain cakep. Sebenarnya, gimana sih standar kecantikan itu?

Sobat Zenius, elo pernah nggak, dengar idiom di bawah ini.

Standar Kecantikan adalah
Dok. Giphy

“Beauty is in the eye of the beholder.”

Worldwide English Idiom

Kalau diartikan secara benar-benar literal plek gitu ya, artinya kecantikan itu ada di mata yang melihatnya.

Maksudnya, kecantikan itu subjektif dan relatif banget, setiap orang (pemilik mata) pasti punya standar dan pendapat masing-masing.

Coba deh elo pikirkan, menurut elo, orang yang dikategorikan cantik itu standarnya kayak gimana sih? 

Biasanya, kalau ngomongin wajah nih, ada hubungannya sama bentuk mata, hidung, mulut, dan kerangka wajah secara keseluruhan. 

Kalau berkenaan sama tubuh apakah elo kepikiran akan orang yang punya badan tinggi semampai ramping ala model? Atau mungkin yang punya body hourglass alias bentuk tubuh bak jam pasir? 

Nah, hari ini, kita juga akan cari tahu apa sih sebenarnya standar kecantikan itu dan kok bisa ya ada standar kecantikan yang berbeda-beda berbagai belahan dunia.

BACA JUGA: Apa Itu Body Positivity? Yuk, Kenalan di sini!

Selain itu, kita bakal bahas soal standar kecantikan di Indonesia serta beberapa bagian dunia lainnya.

Langsung saja ya kita mulai dari memahami apa itu standar kecantikan.

Apa itu Standar Kecantikan atau Beauty Standard?

Ngomongin soal cantik, biasanya besar sangkut pautnya sama tampilan fisik, dari bentuk dan warna, dari atas sampai bawah. Mau itu bentuk mata, hidung, mulut, wajah, dan tubuh. 

Pertanyaannya, sebenarnya standar kecantikan itu apa sih?

Kalau kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), standar itu kan didefinisikan sebagai “…ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan”.

Sedangkan, kecantikan diartikan sebagai …”keelokan (tentang wajah, muka); kemolekan”.

Jadi, bisa disimpulkan, bahwa standar kecantikan itu berhubungan dengan patokan ukuran keelokan atau kemolekan seseorang.

Terus, standar kecantikan itu ukurannya gimana biar dianggap cantik, elok, dan indah menawan?

Nah sebelum kita bahas lebih lanjut, elo wajib banget nonton video dari Zenius Education yang membahas standar kecantikan di bawah ini. Insightful banget deh.

Gimana, Sobat Zenius? Jadi, sudah jelas ya, yang namanya standar kecantikan itu, nggak ada ukuran universalnya, alias bisa berbeda-beda di mana-mana.

Lalu, apa yang menentukan standar kecantikan?

Banyak faktornya. Contohnya, berdasarkan studi pustaka oleh Piotr Sorokowski, Krzysztof Kościński, dan Agnieszka Sorokowska (2013), persepsi kecantikan secara fisik berkaitan dengan kualitas biologis dan kesehatan seseorang lho.

Misalnya, di beberapa daerah, wanita dengan pinggul lebar dipandang menarik, karena dipercaya mengindikasikan kesuburan dan kemampuan beranak yang baik.

Ada contoh lagi, menurut BBC News (2003), orang zaman dulu seringnya menganggap orang yang gemuk sebagai standar kecantikan.

Soalnya, kegemukan merupakan simbol bahwa orang tersebut kaya dan bisa makan dengan baik. Makanya, kalo elo lihat lukisan-lukisan bangsawan atau raja-raja, biasanya digambarkan gemuk, kan?

Namun, di zaman modern, ada standar kecantikan yang menganggap orang yang ramping dan berotot lebih cantik, karena terkesan mereka menjaga makanan dan berolahraga dengan baik.

Soalnya, sekarang makanan dapat diakses dengan lebih mudah. Sehingga, orang gendut seringkali dikaitkan dengan ketidakmampuan mengontrol diri, terutama dalam hal makanan, serta cenderung mengonsumsi makanan nggak sehat.

Contoh lain, di Amerika Serikat, pernah nge-hype banget tuh yang namanya tanning atau penyamakan matahari. 

contoh_tan_skin_ariana_grande_zenius_education
Contoh perubahan warna kulit melalui tanning Ariana Grande. (Arsip 9gag)

Tujuannya, supaya kulit terlihat lebih cokelat eksotis dan “sehat”. Sehat di sini maksudnya, orang yang suka keluar dan beraktivitas gitu tentu cenderung terkena matahari.

Nah, seseorang dengan kulit yang tanned itu terkesan merupakan orang yang aktif dan senang berjalan atau berjemur di bawah matahari.

Padahal, pada zaman perbudakan dan bangsawan, orang-orang kaya justru berusaha terlihat sepucat mungkin, karena orang dengan kulit lebih gelap identik sebagai pekerja kelas bawah yang harus menghabiskan banyak waktu di bawah matahari.

Selain kualitas biologis yang sudah kita bahas barusan, ada berbagai hal lain yang mempengaruhi standar kecantikan di seluruh penjuru dunia. Apa saja?

Menurut A Fuente del Campo (2002), seorang editor internasional untuk jurnal operasi estetika, beragam faktor seperti filosofi, sejarah, ataupun budaya, mempengaruhi standar kecantikan.

Nah, di zaman global, nggak cuma faktor-faktor tadi yang berpengaruh, namun juga berbagai media seperti film, TV, majalah, media sosial, dan media masa lainnya, yang mempengaruhi persepsi kecantikan masyarakat.

Contohnya nih, di tahun-tahun sekarang, anak-anak muda cenderung melihat idol, aktor, penyanyi, atlet, influencer, dan figur publik lainnya untuk mematok standar kecantikan mereka.

Beauty_Standard_zenius_education
Ilustrasi standar kecantikan beragam. (Arsip Zenius)

Oleh karena itu, seperti yang dituliskan National Geographic (2020), standar kecantikan itu bisa berubah terus dari waktu ke waktu!

Contoh Standar Kecantikan di Dunia

Lalu, gimana dengan standar kecantikan di dunia?

Wah, kalau kita bahas satu per satu, sampai besok pun, elo nggak akan selesai baca daftarnya.

Soalnya, jangankan tiap negara, tiap daerah di suatu negara saja, bisa punya standar kecantikan yang berbeda-beda.

Misalnya nih, di Amerika Serikat, ada berbagai negara bagian yang tentunya punya beragam banget persepsi kecantikan. 

Bagi warga di sekitar Amerika tengah, wanita dengan badan semok yang aduhai, itu dianggap lebih menarik dibandingkan wanita ramping nan tinggi seperti para ‘malaikat’ (alias para model) di Victoria’s Secret.

Ada juga warga Amerika yang menganggap wanita dengan rambut pirang dan mata biru itu cantik banget. Bahkan, ada sebutan blonde bombshell untuk mendeskripsikan wanita pirang yang menarik dan dumb blonde untuk mendeskripsikan wanita pirang yang cantik tapi nggak cerdas alias bodoh gitu deh.

Di sisi lain, ada standar kecantikan lain, apalagi sejak semakin terkenalnya keluarga Kardashian ya, dimana bibir penuh dan tubuh berbentuk jam pasir dengan dada dan bokong penuh semakin terkenal dan dianggap cantik.

Standar Kecantikan Dunia
Dok. GIF Sets

Selain itu, seperti yang sempat dibahas sebelumnya, ada pandangan bahwa orang dengan kulit tanned itu cantik dan menarik. Sampai-sampai, banyak fasilitas tanning bed (alat untuk mencokelatkan kulit) dan tanning spray itu tersedia di mana-mana.

Yah, itu baru segelintir contoh saja, masih banyak standar kecantikan di Amerika Serikat. Kalau elo tahu, boleh banget elo share di kolom komentar.

Nah, tadi kan kita sudah bahas contoh dari dunia bagian barat ya, sekarang kita pindah ke Asia.

Kebalikan dari Barat, masyarakat Asia banyak yang justru menganggap kulit putih pucat lebih menarik. Nah lo.

Standar Kecantikan Asia
Dok. STITCH

Bahkan, The Times of India (2021), menganggap kenyataan bahwa orang Inggris sangat terobsesi dengan tanning, ironis. Soalnya, orang India justru menganggap orang dengan kulit gelap nggak menarik.

Begitu juga di negara asia lainnya, banyak wanita yang berbondong-bondong memakai sunscreen dan melindungi kulit dari sengatan matahari. Selain itu, banyak krim dan sabun pemutih beredar di toko-toko kecantikan di Asia. 

Ada standar kecantikan yang unik di beberapa negara. Contohnya, gigi gingsul yang dianggap cantik dan unyu di Jepang, bibir berbentuk tanduk kerbau di Thailand, dan leher panjang di Myanmar.

Kemudian, kalau kita ngomongin soal Korea Selatan nih, yang lagi booming banget di kalangan industri hiburan, ada beberapa contoh standar kecantikan seperti wajah yang berukuran kecil dan berbentuk ‘V’, hidung mancung dan lurus, serta kulit yang putih bersih tanpa noda dan tekstur.

Standar Kecantikan Indonesia

Bagaimana dengan standar kecantikan di Indonesia?

Hmmm … coba elo renungkan deh, elo sebagai orang Indonesia, menurut elo seperti apa orang yang cantik?

Kalau Ibu gue ya, sering banget ngomong artis yang blasteran itu cakep cakep, kulitnya putih, hidungnya mancung, matanya belok, kaki jenjang, terus badannya langsing.

Yah, apa kabar gue, yang tingginya nggak nyampe 150 cm, kaki juga pendek hasil turunan bapak gue tercinta. Eh, tapi kan pendek itu kiyowo.

Nah, ibu gue kan orang Indonesia ya, berarti apa yang beliau sebutkan standar kecantikan Indonesia nih?

Ya, nggak juga. Seperti yang dibahas di video yang gue tunjukin di awal artikel, perlu survei atau penelitian empiris yang bisa mempelajari persepsi kecantikan dari masyarakat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 250 juta jiwa ini.

standar_kecantikan_indonesia_zenius_education
Standar kecantikan Indonesia beragam. (Arsip Zenius)

Walau begitu, memang dari dulu masyarakat kita ini seringkali disuapi dengan iklan dan pengaruh dari media yang membuat kita berpikir kulit putih itu cantik dan badan langsing itu menarik.

Gimana nggak, wong sabun sama krim saja, semua iklannya mendorong kita untuk menjadi putih dan “cantik”. Lalu, berapa banyak iklan obat pelangsing yang bisa elo temui di sosial media?

Tapi, semakin ke sini, banyak juga influencer yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran akan banyaknya standar kecantikan dan bahwa sebenarnya kita semua itu cantik apa adanya.

Standar Kecantikan
Dok. Giphy

Oke Sobat Zenius, itulah pembahasan soal standar kecantikan kali ini. Kalo elo ada pertanyaan atau saran ide untuk artikel selanjutnya, boleh banget komen di kolom komentar ya. 

Sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao~!

Beauty: Who Sets the Standards? – A Fuente del Campo (2002)

In the eye of the beholder? – BBC News Online (2003)

Is Beauty in the Eye of the Beholder but Ugliness Culturally Universal? Facial Preferences of Polish and Yali (Papua) People – Piotr Sorokowski, Krzysztof Kościński, dan Agnieszka Sorokowska (2013)

The idea of beauty is always shifting. Today, it’s more inclusive than ever. – National Geography (2020)

The Kardashians Changed the Way We See Beauty — for Better or for Worse – Allure (2021)

Women’s most absurd beauty standards around the world – The Times of India (2021)

Bagikan Artikel Ini!