Sejarah Kereta Api Indonesia

Sejarah Kereta Api Indonesia Ternyata Berawal di Jawa Tengah

Artikel ini membahas sejarah kereta api Indonesia dalam rangka memeriahkan Hari Kereta Api Nasional.

Hai sobat Zenius, kembali lagi bersama gue, Grace! Hari ini adalah hari yang spesial nih untuk kereta api di Indonesia. Iya, tanggal 28 September itu diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional. Kira-kira kenapa ya? Untuk menjawab alasan di balik pemilihan tanggal tersebut, yuk kita jelajahi sejarah kereta api Indonesia. Sebelum itu gue mau tanya deh. Ketika lo bepergian ke suatu tempat ataupun kota lain, pernah nggak sih lo naik kereta api?

Lo pernah naik kereta api nggak?

View Results

Loading ... Loading ...

Sejarah Kereta Api Indonesia Pertama

Tanam Paksa di Indonesia
Dok: Wikipedia Commons

Kalau bicara soal sejarah perkeretaapian di Indonesia, kita harus balik lagi ke masa-masa ketika rakyat Indonesia yang dikuasai Belanda sedang dihantui sistem tanam paksa atau yang disebut Cultuurstelsel dalam bahasa Belanda. Sistem tanam paksa ini memaksa rakyat Indonesia buat menanam tanaman yang disukai oleh orang Eropa. Dari kegiatan tanam paksa yang berjalan sejak tahun 1830 tersebut, terdapat hasil bumi termasuk komoditas ekspor seperti kopi, tebu, teh, tarum, dan lain sebagainya. Untuk mengekspor hasil bumi tersebut ke pasar internasional, komoditas ini harus diangkut ke pelabuhan melalui sarana transportasi darat di jalan raya. Setelah sarana transportasi melalui jalan raya dirasa nggak cukup memadai untuk memfasilitasi pengangkutan hasil bumi, proposal pembangunan jalur kereta api di Hindia Belanda diajukan oleh Kolonel J.H.R. Carel Van der Wijck pada 1840.

Setelah melalui perundingan dan persiapan, akhirnya pada 7 Juni 1864, digelar upacara yang menandakan awal pembangunan jalur kereta api di Desa Kemijen.  Kemudian pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele pun dimulai pada tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan dilaksanakan oleh perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes.

Ludolph_Anne_Jan_Wilt_Baron_Sloet_van_de_Beele
Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele | Dok: Wikipedia

Pembangunan rel pertama ini diwarnai dengan berbagai tantangan seperti medan pembangunan yang sulit serta masalah keuangan. Pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867, ruas jalur ini berhasil dibuka untuk angkutan umum setelah melalui berbagai masalah. Dengan terbangunnya ruas jalan ini, Indonesia secara resmi menjadi negara ke-2 di Asia yang memiliki jaringan kereta tertua. Kereta yang beroperasi melalui rel tersebut dijalankan dengan api dari pembakaran batu bara atau kayu.

sejarah-kereta-api-indonesia
Stasiun Samarang | Dok: Merdeka.com

Setelah penyelesaian jaringan kereta api pertama di Indonesia, pembangunan rel kereta api juga dilakukan di daerah lainnya, termasuk di Pulau Jawa maupun pulau lainnya. Contohnya pada 8 April 1875, pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta api negara melalui Staatssporwegen (SS). Rute pertama SS meliputi Surabaya-Pasuruan-Malang. 

Setelah keberhasilan NISM dan SS dalam pembangunan rel kereta api, investor swasta tertarik membangun jalur kereta api lainnya: Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS), Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps.SM), Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM), Probolinggo Stoomtram Maatschappij (Pb.SM), Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM), Malang Stoomtram Maatschappij (MS), Madoera Stoomtram Maatschappij (Mad.SM), Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

Di luar Pulau Jawa, pembangunan jalur kereta api juga dilaksanakan di beberapa lokasi: Aceh (1876), Sumatera Utara (1889), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), dan Sulawesi (1922). Dengan pembangunan-pembangunan jalur kereta api di berbagai daerah, total panjang rel kereta api dan trem di Indonesia mencapai 7.464 km pada tahun 1928 dengan catatan 4.089 km dimiliki pemerintah sedangkan 3.375 km lainnya dimiliki swasta. 

Pada tahun 1942 Jepang mengambil alih perkeretaapian Indonesia setelah Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Nama perkeretaapian Indonesia pun diubah menjadi Rikuyu Sokyuku yang berarti Dinas Kereta Api. Berbeda dengan era kekuasaan Belanda, operasional kereta api pada masa kedudukan Jepang diutamakan untuk mendukung kepentingan perang. Maklum, saat itu Jepang sedang sibuk nge-war di Perang Dunia II. 

Pada era Jepang  sebenarnya ada pembangunan lintasan baru, salah satunya lintas Saketi-Bayah dan Muaro-Pekanbaru. Lintasan ini pun difungsikan untuk pengangkutan hasil tambang batu bara yang digunakan untuk menjalankan mesin-mesin perang Jepang. Namun selain pembangunan, Jepang ternyata juga melakukan pembongkaran rel. Panjang jalan KA Indonesia yang dulunya mencapai 6.811 km pada tahun 1939, berkurang menjadi 5.910 km pada 1950. Kabarnya, hasil bongkaran ini kemudian diangkut ke Burma (sekarang Myanmar) untuk pembangunan di sana. Saat itu daerah kekuasaan Jepang di Asia memang tersebar di mana-mana, makanya dilakukan pembangunan di berbagai daerah.

Sejarah Kereta Api Setelah Kemerdekaan

Pada masa Perang Dunia II pada tahun 1945, pihak Jepang harus menelan pil pahit dan menyerah kepada pihak sekutu setelah merasakan dahsyatnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Indonesia pun langsung memanfaatkan kekosongan kekuasaan ini, dan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 sebelum pihak sekutu mana pun datang ke Indonesia. Para pekerja kereta api yang saat itu merupakan anggota Serikat Buruh Kereta Api (SBKA) segera mengambil alih kereta api dari kekuasaan Jepang. Puncak dari proses ambil alih Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat Kereta Api Bandung), yang terjadi pada tanggal 28 September 1945. Kini  28 September diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional di Indonesia.

COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_hoofdkantoor_van_de_Nederlandsch-Indische_Spoorweg_Maatschappij_(NIS)_in_Semarang_TMnr_10032316_sejarah-kereta-api-indonesia
Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij | Dok: Wikipedia

Keberhasilan SBKA dalam mengambil alih Kantor Pusat Kereta Api Bandung kemudian menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI). Dengan persetujuan Abikoesno Tjokrosoejoso, Menteri Perhubungan saat itu, para SBKA kemudian meminta persetujuan untuk mendirikan institusi kereta api milik rakyat Indonesia. Kemudian pada tahun 1946, Belanda lagi-lagi kembali ke Indonesia. Mereka membentuk perkeretaapian di Indonesia dengan nama Staatssporwegen/Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS), yang merupakan gabungan SS dan seluruh perusahaan kereta api swasta (kecuali DSM). Saat itu Indonesia memang belum mendapatkan pengakuan kedaulatan dari Belanda, hingga akhirnya Indonesia berhasil melepaskan diri secara resmi 1949. Aset-aset Indonesia, termasuk kereta api, diambil alih melalui konferensi yang akan kita bahas selanjutnya.

Konferensi Meja Bundar
Konferensi Meja Bundar | Dok: Wikipedia Commons

Coba tebak itu konferensi apa? Dari bentuk mejanya, mungkin lo bisa ditebak bahwa itu adalah foto Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan pada di Den Haag, Belanda, dari 23 Agustus hingga 2 November 1949. Nah, hasil dari konferensi tersebut membuahkan perjanjian damai Konferensi Meja Bundar (KMB) dimana kedaulatan Indonesia dipindahkan kepada Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949. Dengan pemindahan kedaulatan tersebut, maka dilaksanakan pengambilalihan aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda. Dalam perkara perkeretaapian, pengalihan aset dilakukan dengan menggabungkan DKARI dan SS/VS menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) pada tahun 1950. 

Sebelum pada akhirnya terbentuk PT Kereta Api Indonesia,  DKA mengalami perubahan beberapa kali-kali. Pada tahun 1953, DKA berganti menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Pada tahun tersebut lambang Wahana Daya Pertiwi yang bermakna “transformasi Perkeretaapian Indonesia sebagai sarana transportasi andalan guna mewujudkan kesejahteraan bangsa tanah air” mulai diperkenalkan.

Wahana Daya Pertiwi
Dok: Wikipedia

Selanjutnya struktur PNKA diubah pemerintah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada tahun 1971. Kemudian PJKA berubah bentuk menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) tahun 1991 untuk meningkatkan pelayanan jasa angkutan. Lalu baru pada akhirnya, Perumka berubah menjadi Perseroan Terbatas, PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada tahun 1998.

Begitulah kira-kira sejarah kereta api Indonesia sejak masa tanam paksa hingga berkembang menjadi PT KAI yang kita kenal sekarang.

PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI

PT KAI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola perkeretaapian di Indonesia. Kereta api di Indonesia memiliki peran penting bagi kehidupan dan perekonomian Indonesia lho. Gimana nggak, industri kereta api membuka banyak lapangan kerja serta menyediakan layanan angkutan penumpang dan barang sehingga dapat mendukung mobilitas ekonomi dan penduduk. Angkutan massal yang berbasis rel  ini memiliki karakteristik yang dibutuhkan oleh banyak orang: efisien, murah, dan aman. Oleh karena itu, kereta api memang memiliki peran yang penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jalur Kereta Api di Jawa
Dok: Gambar oleh Gunawan Kartapranata (2010) / CC BY-SA 4.0

Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) punya tujuh anak perusahaan:KAI Services (2003), KAI Bandara (2006), KAI Commuter (2008), KAI Wisata (2009), KAI Logistik (2009), KAI Properti (2009), PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015). Kira-kira lo sudah pernah menikmati layanan kereta api dari perusahaan mana nih? Kalau gue sih dulu sebelum pandemi paling sering menikmati layanan Kereta Rel Listrik (KRL) commuterline. Keberadaan KRL yang terjangkau secara ekonomis ini sangat ngebantu gue ketika gue butuh pergi ke Jakarta walau ketika sedang jam kerja desak-desakannya wadaw wadidaw ya.

 

Penutup

Nah sobat Zenius, itulah kita-kira sejarah singkat perkeretaapian Indonesia yang dimulai sejak era tanam paksa hingga sekarang. Kira-kira bagaimana ya perubahan dan perkembangan jenis dan bentuk kereta api di Indonesia. Kebetulan banget nih ada beberapa video YouTube dari Kanal Santoso Trip & Review tentang Dokumenter Kereta Api Indonesia dari tahun 1940 sampai 1993. Supaya mudah diakses, gue sudah mencantumkan salah satu videonya di sini. Selamat menonton!

Bagaimana sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalau lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

KAI. (n.d.). Sejarah Perkeretaapian. Diakses pada 14 September 2021 dari laman https://www.kai.id/corporate/about_kai/

Kemenprin.2018. Industri Kereta Api Nasional Pacu TKDN dan Teknologi. Diambil pada 21 September 2021 dari https://kemenperin.go.id/artikel/18667/Industri-Kereta-Api-Nasional-Pacu-TKDN-dan-Teknologi

Wikipedia. 2021(Updated). Sejarah perkeretaapian di Indonesia. Diakses pada 14 September 2021 dari laman https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkeretaapian_di_Indonesia

https://web.archive.org/web/20141214100234/http://www.berdikarionline.com/gotong-royong/20130313/perjuangan-revolusioner-merebut-djawatan-kereta-api.html

https://www.kai.id/corporate/about_kai/

https://www.google.com/search?q=sejarah+kereta+api+di+indonesia&oq=sejarah+kereta+api+di&aqs=chrome.1.69i57j0i20i263i512j0i512l3j0i22i30l5.5804j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8

https://kumparan.com/potongan-nostalgia/peninggalannya-masih-eksis-jalur-kereta-api-pertama-di-indonesia-ada-di-jateng-1v1T7QDnHom/2

https://id.wikipedia.org/wiki/Cultuurstelsel

https://heritage.kai.id/page/sejarah-perkeretapian

Bagikan artikel ini: