Kabinet Ali Sastroamidjojo 2: Program Kerja, Anggota, dan Jatuhnya – Materi Sejarah Kelas 12

Kabinet Ali Sastroamidjojo II: Program Kerja, Anggota, dan Jatuhnya - Materi Sejarah Kelas 12

Ali Sastroamidjojo memimpin kabinet sebanyak dua kali. Kali ini, yuk kita cari tahu program kerja, keberhasilan, dan kegagalan Kabinet Ali Sastroamidjojo 2.

Pasti elo nggak asing deh dengan nama Ali Sastroamidjojo. Ali Sastroamidjojo memang pernah menjadi perdana menteri sebelumnya. Itu sebabnya, kabinet yang dipimpinnya disebut sebagai Kabinet Ali Sastroamidjojo I dan Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 untuk membedakan masa jabatan keduanya. 

Baca juga: Kabinet Pemerintahan Indonesia dari Presiden Soekarno Sampai Jokowi (zenius.net)

Kabinet Ali yang pertama berlangsung selama dua tahun, tepatnya pada 31 Juli 1953 hingga 24 Juli 1955. Pada waktu itu Kabinet Ali terpaksa mengembalikan mandat kepada Presiden dan digantikan dengan Kabinet Burhanuddin Harahap pada tahun 1955-1956. Barulah setelahnya, Ali Sastroamidjojo memimpin kabinet kembali, yang akhirnya dikenal dengan nama Kabinet Ali Sastroamidjojo II.

Untuk detail Kabinet Ali Sastroamidjojo 1, bisa cek di sini:

Kabinet Ali Sastroamidjojo II

Pemilu DPR yang dilangsungkan pada 1955 dimenangkan oleh empat partai, yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdatul Ulama (NU), Masyumi, dan PKI. Pada saat itu, PNI-lah yang mendapat suara terbanyak. Ketua PNI pada saat itu adalah Ali Sastroamidjojo. Oleh karena itu, Ali Sastroamidjojo dipercaya untuk memimpin kabinet lagi dan menjadi Perdana Menteri.

Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 disebut juga dengan Kabinet Ali-Roem-Idham. Ya, betul. Ali sebagai perdana menteri, sedangkan Roem dan Idham sebagai wakil perdana menteri dalam kabinet ini.

Berbeda dengan Kabinet Ali sebelumnya yang bertugas selama dua tahun, Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 ini hanya mendapat mandat selama satu tahun saja, tepatnya pada periode 24 Maret 1956 – 14 Maret 1957. 

Sebuah kabinet tentu butuh dukungan dari banyak partai, gengs. Nah, tiga partai besar yang mendukung Kabinet Ali Sastroamidjojo II adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), Masyumi, dan Nahdatul Ulama (NU).

Susunan Kabinet

Walaupun dari namanya sama-sama Kabinet Ali, tapi orang-orang di dalam Kabinet Ali 1 dan 2 berbeda ya! Ini dia susunan anggota Kabinet Ali Sastroamidjojo II:

Perdana Menteri: Ali Sastroamidjojo – PNI

Wakil Perdana Menteri: 

  1.  Mohammad Roem – Masyumi
  2. Idham Chalid – NU

Menteri Luar Negeri: Roeslan Abdulgani – PNI (sampai 28 Januari 1957, kemudian digantikan oleh Ali Sastroamidjojo

Menteri Dalam Negeri: R Sunarjo – NU

Menteri Pertahanan: Ali Sastroamidjojo – PNI

Menteri Kehakiman: Mujiatno – Masyumi

Menteri Penerangan: Soedibjo – PSII

Menteri Keuangan: Jusuf Wibisono – Masyumi

Menteri Perekonomian: Burhanuddin – NU

Menteri Muda Perekonomian: F.F. Umbas – Parkindo

Menteri Pertanian: Eny Karim – PNI

Menteri Muda Pertanian: Sjech Marhaban – PSII

Menteri Perhubungan: Suchjar Tedjasukmana – Masyumi

Menteri Muda Perhubungan: A.B. de Rozari – Partai Katolik

Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga: Pangeran Mohammad Nur – Masyumi

Menteri Agraria: A.A. Suhardi – NU

Menteri Sosial: Fattah Jasin – NU

Menteri Tenaga Kerja: Sabilal Rasjad – PNI

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Sarino Mangunpranoto – PNI

Menteri Kesehatan: Handrianus Sinaga – Parkindo

Menteri Agama: Mohammad Iljas – NU

Menteri Negara: 

  1. Rusli Abdul Wahid – PERTI
  2. 2. Dahlan Ibrahim – IPKI
  3. Djuanda – Independen

Ketua Mahkamah Agung: Mr. A. Wirjono Prodjodikoro – Independen

Jaksa Agung: Soeprapto – Independen

Ketua Dewan Pengawas Keuangan: Soerasno – Independen

Program Kerja

Ingat, beda kabinet, beda pula program kerjanya. Program kerja Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 ini sebagian menyelesaikan program kerja dari kabinet sebelumnya.

  1. Pembatalan Konferensi Meja Bundar

Mungkin elo ingat bahwa di Kabinet Ali yang pertama, ada program kerja tentang mempercepat peninjauan kembali perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) dan menghapus perjanjian yang merugikan negara. 

Nah, peninjauan itu sudah terlaksana gengs, jadi sekarang program kerjanya adalah menyelesaikan pembatalan seluruh perjanjian KMB secara unilateral, atau bisa dibilang secara sepihak. Kabinet ini juga mengadakan tindakan untuk menampung akibat dari pembatalan perjanjian KMB. Pembubaran KMB Ini adalah sebuah prestasi dari Kabinet Ali Sastroamidjojo 2

  1. Perjuangan Pembebasan Irian Barat

Perjuangan Indonesia untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda telah menjadi perhatian sejak kabinet pertama di Indonesia pada 1950. Semua kabinet memperjuangkan agar Irian Barat (sekarang Irian Jaya) menjadi bagian dari NKRI. Meski kasus Pembebasan Irian Barat ini telah diangkat pada saat Konferensi Asia Afrika, namun usaha ini belum juga berhasil.

Di Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 ini, perjuangan untuk mewujudkan kekuasaan Republik Indonesia atas Irian Barat masih terus diupayakan. Selain itu, kabinet ini juga membuat program kerja berupa pembentukan Provinsi Irian Barat.

  1. Memulihkan negara dari berbagai aspek

Kabinet Ali 2 memiliki program kerja pemulihan keamanan yang sempat kacau karena terdapat banyak golongan yang memberontak terhadap negara. Selain itu, kabinet ini juga menargetkan pemulihan ketertiban, ekonomi, pembangunan, industri, perhubungan, pendidikan, dan pertanian. 

  1. Melaksanakan keputusan Konferensi Asia Afrika (KAA)

Pasti elo ingat jika pencetus KAA adalah Ali Sastroamidjojo. Kabinet Ali 2 ini memiliki target untuk melaksanakan keputusan KAA yang dilakukan pada 1955 lalu. 

Jatuhnya Kabinet

Seakan mengulang sejarah yang sama, Kabinet Ali tidak dapat bertahan lama. Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 hanya bertahan selama satu tahun. Hal ini membuat kita semua bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebab jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjojo 2?

Pecahnya koalisi antara PNI dan Masyumi membuat Masyumi menarik semua menterinya dari Kabinet Sastroamidjojo 2. Familiar ya alasannya? Di era Kabinet Ali 1, NU yang menarik menterinya, sedangkan di Kabinet Ali 2, giliran Masyumi yang menarik mundur para menterinya. 

Baca juga: Kabinet Ali Sastroamidjojo 1: Program Kerja, Prestasi, dan Jatuhnya – Materi Sejarah Kelas 12

Kegagalan Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 ini membuat kabinet Ali 2 dibubarkan pada 9 April 1957 dan digantikan oleh Kabinet Djuanda yang dipimpin oleh Ir. H. Djuanda Kartawijaya. 

Itu tadi adalah artikel yang membahas tentang sejarah Kabinet Ali 2. Mungkin ada yang bertanya-tanya apa perbedaan Kabinet Ali Sastroamidjojo 1 dan 2. Dari artikel ini elo sudah bisa jawab belum? Jawabannya adalah beda semuanya. Mulai dari anggotanya, partai pendukung, program kerja, semuanya berbeda. Persamaannya hanyalah Perdana Menterinya saja. 

Gimana? Elo sudah paham atau malah makin bingung nih? Kalau masih bingung, tenang aja, Zenius punya video penjelasan materi sejarah tentang Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 kok. Klik banner di bawah ini ya!

Kabinet Ali Sastroamidjojo 2: Program Kerja, Anggota, dan Jatuhnya - Materi Sejarah Kelas 12 17

Elo juga bisa berlangganan Zenius supaya belajarnya makin mudah. Cek paketnya di bawah ini ya! Tinggal klik aja banner-nya.

Kabinet Ali Sastroamidjojo 2: Program Kerja, Anggota, dan Jatuhnya - Materi Sejarah Kelas 12 18

Bagikan Artikel Ini!