fungsi dan jenis uang

Jenis Uang, Pengertian, Fungsi, dan Teori Nilai Uang – Materi Ekonomi Kelas 10

Guys, kalian pasti pernah deh nggak sengaja nemuin uang di kantong celana? Ketika itu, pasti rasanya senang banget kan? Tapi, kenapa sih, kita bisa seneng banget? Memangnya apa yang membuat uang menjadi sangat berharga?

Yap, meskipun hanya terbuat dari kertas atau koin, tetapi dengan uang tersebut kita bisa membeli apa saja yang kita mau, misalnya membeli tiket bioskop, skincare, pakaian, dan lain sebagainya. Karena memiliki kemampuan untuk diterima secara umum, maka tak heran uang menjadi sangat berharga, guys! So, dapat dikatakan bahwa uang merupakan alat tukar sah yang dapat diterima secara umum. 

Ngomong-ngomong tentang uang, yuk kita cari tahu jenis uang sekaligus fungsi dan sejarahnya!

Sejarah Uang, Apa itu Uang?

Menurut kalian, gimana sih awalnya uang bisa diterima oleh banyak orang? Well, kalau kita bicara tentang awal mulanya, maka kita akan kembali ke zaman 6000 SM. Pasalnya, di zaman itu orang-orang masih belum mengenal yang namanya uang nih, guys! 

Lalu, bagaimana ya, mereka melakukan transaksi?

Seperti yang kita ketahui, mata pencaharian di zaman dahulu kebanyakan sebagai petani, pemburu, dan pelaut. Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhannya mereka melakukan transaksi dengan cara menukar barang satu dengan barang lainnya.

Sebagai contoh, kalian memiliki buah apel dan kebetulan banget hari ini kalian ingin makan ayam goreng. Untuk mendapatkan ayam goreng, kalian harus temukan orang yang memiliki ayam, lalu tukar apel dengan ayamnya. Kejadian tukar-menukar barang ini pun disebut juga sebagai coincidence of wants. 

Syarat terjadinya tukar-menukar barang adalah harus menemui kesepakatan antara dua belah pihak atau disebut juga dengan double coincidence of wants. So, dapat dikatakan barter tidak akan terjadi apabila tidak ditemukan dua kesepakatan.

Oleh karena itulah, manusia mulai mencoba untuk menemukan alat yang bisa menjadi perantara transaksi sekaligus bisa diterima oleh siapapun. 

Lalu, sekitar tahun 2000 SM orang-orang mulai mencari-cari barang apa yang bisa digunakan sebagai alat transaksi. Sejarawan pun menemukan banyak jenis alat tukar yang berbeda di setiap wilayah dan negara seperti kerang, garam, kulit binatang, dan lainnya. 

fungsi dan jenis uang
Sumber: freepik

Meski begitu, ternyata masih ada kesulitan yang ditemukan nih guys, seperti standarnya yang berbeda, barang yang tidak tahan lama, dan barang yang sulit dibagi. Oleh karena itu, manusia masih mencoba untuk mencari barang apa yang bisa digunakan sebagai alat transaksi. 

Hingga tahun 1000 SM-400 M, manusia mulai menemukan teknologi untuk menambang dan mengolah logam. Dengan begitu, orang-orang pun mulai menggunakan emas dan perak sebagai alat transaksi. 

Alasan digunakannya perak dan emas yakni karena tahan lama dan langka. Namun, orang-orang masih mengeluh nih, karena masih kesulitan ketika harus membawa emas dan perak ke mana-mana.

Akhirnya, di tahun 400 M -1450 M manusia mulai menemukan cara lain yaitu dengan menyimpan emas dan perak di tempat yang aman sekaligus dijamin oleh pemerintah dan sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan surat kepemilikan (representative money). Nah, surat inilah guys, yang dijadikan sebagai uang. 

Namun lama-kelamaan, jumlah emas tidak bisa memenuhi jumlah transaksi yang terjadi sehingga emas tidak digunakan lagi sebagai penjamin bagi uang yang beredar. Dengan begitu, uang yang beredar nilainya pun hanya dijamin oleh pemerintah saja serta dipercaya dan diterima secara umum. 

Fungsi Uang

Fungsi uang dibagi menjadi dua yaitu fungsi utama dan fungsi turunan. Fungsi utama uang tentu saja sebagai alat tukar (medium of exchange) dan sebagai satuan hitung (measure of value). 

Sementara itu, fungsi turunan uang adalah sebagai alat pembayaran selain barang dan jasa contohnya membayar pajak. Selain itu, fungsi turunannya adalah sebagai alat pembayaran utang, penimbun kekayaan, dan pemindah kekayaan.

Jenis Uang

jenis uang logam dan kertas
Sumber: pixabay

1. Jenis uang berdasarkan nilainya 

  • Full bodied money (bernilai penuh) adalah ketika nilai intrinsik dan nilai nominalnya sama, contohnya emas dan perak.
  • Representative money dan fiat money adalah ketika nilai intrinsik lebih kecil dibanding nilai nominalnya, contohnya uang kertas. 

2. Jenis uang berdasarkan lembaga yang menerbitkan

  • Uang kartal adalah uang yang diterbitkan langsung oleh Bank Indonesia dan dijamin oleh Undang-Undang. 
  • Uang giral adalah uang yang dibuat oleh Bank Umum contohnya cek, giro, kartu ATM, dan mobile banking.

3. Jenis uang berdasarkan bahannya

  • Uang kertas adalah jenis uang yang terbuat dari kertas.
  • Uang logam adalah jenis uang yang terbuat dari emas maupun perak. 

4. Jenis uang berdasarkan wilayah penggunaannya

  • Uang lokal adalah jenis uang yang cakupannya hanya satu negara saja, misalnya Rupiah yang hanya berlaku di Indonesia. 
  • Uang regional merupakan uang yang hanya berlaku di wilayah tertentu saja. Salah satu contoh uang regional adalah Euro yang berlaku di wilayah Uni Eropa, di mana negara-negara di Eropa bisa memilih menggunakan antara Euro ataupun mata uang negaranya sendiri. 
  • Uang Internasional adalah jenis uang yang berlaku secara internasional, contohnya Dollar Amerika. 

Baca Juga: Pengertian dan Jenis Kriminalitas – Materi Sosiologi Kelas 10

Syarat Uang

Seperti yang kita ketahui, tidak semua benda dapat dijadikan sebagai uang. Pasalnya, suatu benda dapat dijadikan sebagai uang apabila telah memenuhi beberapa syarat. Lalu, apa saja sih, syaratnya? 

  • Acceptability, yakni kegunaannya harus diterima oleh banyak orang.
  • Durability, artinya uang haruslah tahan lama dan tidak mudah rusak. 
  • Stability of value, artinya nilai uang harus stabil dalam waktu yang lama.
  • Portability & storable, berarti uang harus mudah disimpan dan mudah dibawa.
  • Divisibility, artinya uang harus bisa dibagi menjadi bagian kecil tetapi tidak mengurangi nilai. 
  • Uniformity, artinya uang yang beredar haruslah sama atau seragam. 
  • Scarcity, artinya hanya ada satu lembaga khusus yang menerbitkannya. 

Standar Uang

Standar uang dibagi menjadi dua macam yaitu standar logam dan standar kertas. 

1. Standar Logam

  • Standar monometalisme berarti hanya menggunakan satu standar, contohnya hanya menggunakan standar emas atau menggunakan standar perak saja. 
  • Standar bimetalisme berarti menggunakan dua standar, yakni bisa menggunakan emas dan perak sekaligus. 

2. Standar Kertas

Standar uang selanjutnya, ada yang namanya standar kertas. Di Indonesia sendiri, kita menggunakan standar kertas dan tidak menggunakan standar logam. 

Baca Juga: Cara Hitung Break Even Point (BEP) – Materi Ekonomi Kelas 10

Teori Nilai Uang

pengertian, fungsi, dan jenis uang
Sumber: pixabay

Di dalam perkembangannya, banyak teori mengenai nilai uang yang disebutkan oleh para ahli nih, guys!  Nah, berikut ini adalah teori-teori nilai uang menurut para ahli!

  1. Teori logam/katalistik dari Adam Smith, menurutnya uang berharga di mata masyarakat karena terbuat dari logam sehingga ada nilainya.
  1. Teori kuantitas dari David Ricardo, menurutnya perubahan nilai uang disebabkan oleh perubahan jumlahnya. Semakin banyak jumlahnya, maka nilainya semakin turun. 

M= K x P

Keterangan: 

M= Uang beredar

K= Konstanta

P= Harga barang

  1. Teori kuantitatif dari Irving Fisher, menurutnya uang tidak hanya berhubungan dengan tingkat harga, tetapi juga berhubungan dengan kecepatan perputaran dan jumlah barang yang diperjualbelikan.

M x V = P x T

Keterangan: 

M= uang beredar

V= kecepatan uang beredar

P= harga

T= barang yang diperjualbelikan

  1. Teori pendapatan dari J. M. Keynes mirip dengan teori dari Irving Fisher. Namun, perbedaannya hanya pada velocity-nya yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain motif untuk berjaga-jaga, motif spekulasi, serta motif transaksi. 

M x V = P x T

Keterangan: 

M= uang beredar

V= kecepatan pendapatan beredar

P= harga

T= barang yang diperjualbelikan

  1. Teori persediaan kas dari Alfred Marshall tidak mempertimbangkan tentang velocity melainkan lebih mempertimbangkan pendapatan. 

M= K x P x I

Keterangan: 

M= uang beredar

K= konstanta

P= harga barang

I= Pendapatan

Contoh Soal Teori Nilai Uang

  1. Motif kepemilikan uang menurut J.M Keynes adalah…

A. Motif transaksi, motif menimbun kekayaan, dan motif spekulasi

B. Motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi

C. Motif transaksi, motif menimbun kekayaan, dan motif sosial

D. Motif transaksi, motif keuntungan, dan motif kekuasaan

E. Motif intrinsik dan motif ekstrinsik

Jawaban dan Pembahasan: 

Teori Keynes mengatakan bahwa motif kepemilikan uang dipengaruhi oleh motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi sehingga jawaban yang tepat adalah B. Motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi. 

Baca Juga: Sejarah Rupiah dan Sebelum ada Rupiah, Dengan Mata Uang Apa Orang Indonesia Bertransaksi?

Yeay, selesai juga nih, pembahasan kita mengenai uang. So, gimana nih guys, masih adakah yang bingung mengenai materi hari ini? Kalau ada yang ingin ditanyakan, langsung saja komen di kolom komentar, ya! 

Bagikan Artikel Ini!