produk bank

Macam-Macam Produk Bank Syariah dan Konvensional

Pada materi Ekonomi ini, kita akan membahas macam-macam produk bank yang ada pada bank syariah dan konvensional. Yuk, kita mulai pembahasan!

berikut ini yang tidak termasuk manfaat produk bank yaitu
Ilustrasi Produk Bank Syariah dan konvensional (Arsip Zenius)

Apakah elo pernah makan di luar dan dengan santainya nggak bawa uang tunai (cash) sama sekali? Niatnya, untuk membudayakan hidup tanpa uang tunai (cashless). Namun, ujung-ujungnya juga butuh untuk bawa uang tunai cadangan, kalau-kalau aja dibutuhkan.

Ini adalah hal yang pernah gue alami. Dengan santainya, gue nggak bawa uang tunai sama sekali, sewaktu lagi ke luar rumah dan pengin makan sesuatu. Ketika makanan udah datang dan gue hendak menikmati makanannya, barulah sadar kalau tempat makan ini cuma melayani pembayaran dengan uang tunai.

“Ini, nggak bisa bayar lewat QR code, mas?” tanya gue pelayannya, dengan pertanyaan yang sebenernya gue udah tahu sendiri jawabannya.

“Maaf, engga bisa, Mas.” Setelah mendengar ini, gue jadi celingukan kanan-kiri, apakah ada piring yang bisa gue cuci, biar bisa bayar makanan ini.

Karena tidak melayani pembayaran lewat jasa bersih-bersih, gue jadinya harus tetap bayar pake uang. Solusinya? Ya, gue harus ke ATM terdekat dulu, supaya bisa ambil uang tunai.

Dari cerita gue tersebut, kita bisa melihat kalau kehidupan sehari-hari kita amat bergantung dari lembaga ekonomi yang tugasnya mengelola uang, contohnya adalah bank. Kalau dulu, mungkin kita pergi dengan uang tunai yang sudah mengisi dompet. Namun, kalau sekarang, cukup dengan uang di mobile banking yang pembayarannya cuma tinggal scan QR code doang.

Nah, pembayaran non tunai atau lewat QR code ini, salah satunya, dapat kita lakukan melalui produk bank, yaitu tabungan. Ini adalah salah satu produk yang ditawarkan bank kepada konsumennya.

Lho, apa maksudnya konsumen bank? Apa yang kita konsumsi dari bank? Hal ini, nanti bakal kita bahas bareng-bareng. Oke, ayo kita ngomongin tentang produk-produk yang ada di dunia perbankan.

Produk Bank

Kalau mau ngomongin produk bank, kita perlu untuk membahas jenis bank berdasarkan kegiatan operasionalnya dahulu. Hal ini karena bank memiliki perbedaan dalam sistem yang mengatur di dalamnya, dan ini memengaruhi produk-produk yang ditawarkan.

Maksudnya apa, nih?

Dalam menjalankan kegiatan usaha atau operasinya, bank dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bank konvensional dan bank syariah.

Nah, sebagai konsumen, elo bebas memilih antara bank konvensional atau bank syariah untuk membantu elo dalam melakukan transaksi ekonomi.

Hah, konsumen bank? Bukannya bank itu tempat nabung, ya? Apa yang kita konsumsi kalau bank itu jadi tempat nabung aja?

Oke, sebenarnya, kenapa orang-orang mau menyimpan uangnya di bank?

Kalau berdasarkan cerita gue di awal, yang gue pengin bayar makan pake QR code, di situ terlihat kalau gue menyimpan uang di bank, supaya praktis kalau mau bayar-bayar sesuatu. Tinggal scan aja gitu, enggak perlu bawa uang kertas ke mana-mana (turns out, ternyata perlu juga kalau tempat makannya cuma menerima pembayaran tunai, haha).

Walaupun uang gue tersimpan di bank, gue selalu bisa menggunakan uang itu kapan pun, karena menggunakan mobile banking, yang membuat transaksi perbankan bisa dilakukan dengan mudah lewat ponsel.

Selain itu, ada juga orang yang menyimpan uangnya di bank, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari uang yang disimpan. Lho, nyimpen uang di bank, bisa dapat keuntungan?

Sebenarnya, sih, elo juga mendapat keuntungan, berupa jasa, kalaupun cuma menggunakan bank sebagai sarana supaya praktis dalam berbelanja, alias cashless. Namun, selain keuntungan berupa jasa, elo juga bisa mendapat keuntungan berupa uang, ketika uang elo dititipkan ke bank.

Nah, dalam melihat sistem apa yang digunakan oleh bank dalam mengatur operasional dari keuntungan ini, bank bisa dibagi menjadi bank konvensional dan bank syariah.

Sederhananya, bank konvensional ini menerapkan sistem bunga dalam melakukan operasi atau kegiatan perbankannya. Sementara itu, bank syariah menerapkan syariah Islam, yaitu prinsip bagi hasil. Dua hal ini, menjadi pembeda utama dalam suatu bank dengan kegiatan operasional tertentu, yaitu bank konvensional dan bank syariah.

Coba elo perhatikan ilustrasi di bawah ini.

perbedaan produk bank syariah dan bank konvensional, produk produk bank syariah
Ilustrasi Bank Konvensional dan Bank Syariah (Arsip Zenius)

Berdasarkan ilustrasi tersebut, produk-produk yang ditawarkan oleh bank konvensional dan bank syariah, sebenarnya tidak benar-benar jauh berbeda, yaitu giro, tabungan, dan deposito. Namun, prinsip yang diterapkanlah yang menjadi pembeda utama di antara dua jenis bank ini.

Pada bank konvensional, keuntungan diambil berdasarkan besaran bunga yang ditetapkan oleh bank tersebut. Sementara itu, bank syariah menerapkan prinsip bagi hasil, untuk mendapatkan keuntungan.

Baca Juga: Rumus Multiplier Effect atau Angka Pengganda dalam Ekonomi – Materi Ekonomi Kelas 10

Produk-Produk Bank Syariah dan Bank Konvensional

Produk perbankan adalah produk yang ditawarkan oleh bank kepada konsumennya (nasabah), yang umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu produk pinjaman dan simpanan.

Apa maksudnya?

Pertama, bank mengeluarkan suatu jasa, untuk menyimpan uang nasabah, entah dalam waktu tertentu atau tidak tertentu. Kedua, bank menawarkan jasa untuk melakukan pinjaman kepada nasabah, dengan imbalan tertentu, entah itu dengan sistem bunga (bank konvensional) atau sistem bagi hasil (bank syariah).

Coba perhatikan ilustrasi produk simpanan bank di bawah ini.

contoh produk perbankan, produk perbankan yang paling memungkinkan dijangkau siswa adalah tabungan, sebutkan dan jelaskan produk produk perbankan
Ilustrasi Produk Simpanan Bank (Arsip Zenius)

Terdapat tiga produk yang dimiliki oleh bank, yang tugasnya menyimpan uang nasabah. 

  1. Tabungan

Tabungan adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan kapan pun, entah itu menggunakan buku tabungan, slip penarikan, kwitansi, ataupun ATM (kartu debit). Nasabah dari produk ini, biasanya perorangan atau perusahaan yang transaksinya relatif sedikit.

  1. Giro

Giro merupakan produk simpanan, di mana nasabah dapat berupa perorangan atau badan usaha yang memiliki transaksi keuangan yang tinggi dan dalam jumlah yang besar. Transaksi dapat dilakukan dalam uang rupiah dan valuta asing. 

Contoh dari giro ini, adalah penggunaan cek yang dapat menarik uang, sesuai dengan nominal yang tertera di cek tersebut.

  1. Deposito

Deposito adalah produk yang mirip seperti tabungan, tapi memiliki jangka waktu untuk jatuh tempo, sehingga penarikan uang tidak bisa dilakukan dengan leluasa seperti tabungan. Namun, deposito menawarkan imbalan keuntungan yang lebih tinggi daripada tabungan.

Oke, sekarang kita lanjut ke produk pinjaman bank. Selain menyimpan uang nasabah, bank juga memberikan pinjaman kepada nasabahnya. Silakan dilihat ilustrasi di bawah ini.

produk kredit bank, sebutkan dan jelaskan produk produk perbankan
Ilustrasi Produk Pinjaman Bank (Arsip Zenius)

Nah, berdasarkan pinjaman yang diberikan oleh bank, terdapat dua jenis pinjaman (kredit), yaitu kredit usaha dan kredit konsumsi.

  1. Kredit Usaha

Pinjaman dana yang diberikan untuk kepentingan modal usaha. Baik itu untuk memulai bisnis maupun ekspansi. Produk kredit bank ini, diklaim memiliki bunga yang lebih rendah ketimbang kredit konsumsi.

  1. Kredit Konsumsi

Nah, kalau kredit jenis ini, adalah pinjaman dana yang diberikan untuk keperluan yang bersifat konsumtif. Kredit jenis ini, umumnya digunakan untuk barang-barang yang dikonsumsi, bukan barang-barang produktif. Oleh karena itu, bank menetapkan bunga yang tinggi untuk jenis kredit ini.

Oke, elo sekarang tahu produk-produk bank yang awalnya kita bagi berdasarkan operasionalnya. Namun, sebenernya bank itu masih punya klasifikasi lain, dan tentunya nggak bisa kita bahas semuanya di sini.

Kalau elo merasa masih pengin belajar materi Ekonomi dengan topik bank, sebenernya pembahasan lebih detail bisa elo tonton di video belajar yang bisa elo akses di bawah ini.

Macam-Macam Produk Bank Syariah dan Konvensional 9

Sip, supaya elo bisa mengulang kembali materi kita hari ini, gue udah nyiapin soal-soal yang bisa elo langsung kerjakan. Pembahasan dan jawabannya, juga nggak lupa gue sertakan. Selamat mengerjakan!

Baca Juga: Manajemen Keuangan – Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya – Materi Ekonomi Kelas 10

Contoh Soal

1. Jenis bank berdasarkan kegiatan operasionalnya dibagi menjadi dua, yaitu ….

a. bank umum dan bank perkreditan rakyat

b. bank swasta dan bank negara

c. bank devisa dan bank non-devisa

d. bank nasional dan bank asing

e. bank konvensional dan bank syariah

Pembahasan:

Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, sedangkan bank yang ada menggunakan patokan bunga. Maka dibentuklah bank syariah yang tidak menggunakan patokan bunga tetapi menggunakan sistem bagi hasil, di mana nasabah adalah pemodal dan bank syariah adalah pengelola modal dari nasabah.

Jawaban: E.

2. Hal paling mendasar yang mendasari perbedaan antara bank konvensional dengan bank syariah adalah ….

a. bank syariah mengharuskan pegawai dan nasabahnya beragama Islam

b. bank syariah tidak menggunakan sistem bunga dan menggantinya dengan bagi hasil

c. bank syariah menggunakan produk-produk dengan nama yang diambil dari Bahasa Arab

d. bank syariah diawasi oleh badan pengawas syariah dan tidak diawasi oleh OJK

e. bank syariah menggunakan persetujuan di bawah persaksian orang-orang agar menjadi transaksi yang sah

Pembahasan:

Pinjaman berbunga dilarang dalam agama Islam. Padahal, praktik perbankan berawal dari penambahan bunga pada pinjaman. Maka, inilah yang jadi perbedaan dasar antara bank konvensional yang menggunakan prinsip bunga dan bank syariah yang mengganti prinsip bunga dengan prinsip bagi hasil.

Baca Juga: Pengertian Pasar Input Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya – Materi Ekonomi Kelas 10

Jawaban: B.

***

Sekarang, kalau gue tanya, bedanya bank konvensional dan bank syariah, apakah elo bisa jawab? Semoga sih bisa, haha! Kalau masih lupa-lupa dikit, jangan lupa diulang-ulang lagi, ya, materi-materinya.

Nah, selain belajar materi, sebenernya ngerjain soal-soal juga bisa membuat elo lebih familier dengan berbagai variasi soal di UTBK. Selain itu, ini juga bikin elo lebih taktis ketika ngerjain soal-soal nanti.

Tentu aja, elo bukan cuma pengin bisa ngerjain soalnya, tapi juga bisa ngerjain dengan secepat mungkin. Kebetulan, Zenius mengadakan Try Out yang bisa elo ikuti, try out ini bakal berisi berbagai soal yang dah dirancang sedemikian rupa oleh Zenius, supaya elo lebih siap ketika menghadapi ujian UTBK nanti.

Oke, kayaknya sekian aja dari gue kali ini. Selamat belajar, ya. Cheers!

Bagikan Artikel Ini!