Petrichor – Bau Aroma Tanah yang Tersiram Hujan

petrichor_petrikor_zenius_education

Petrichor yang dibaca sebagai petrikor, timbul setelah air hujan menyentuh tanah. Menurut penelitian, aroma tanah yang seringkali dikatakan sebagai “bau hujan” ini timbul karena beberapa faktor. Apa saja ya?

Wah, langit sudah mendung nih. Awan abu-abu mendominasi cakrawala. Eh … gerimis, hujan, hujan! Ayo, berteduh … elo bawa payung nggak?

bau_hujan_petrikor_petrichor_zenius_education
Gambar Hujan Turun (Dok: Getty, Arsip Zenius)

Sobat Zenius, gimana sih perasaan elo, ketika bulir-bulir air mulai berjatuhan dari atas langit? Coba jawab poll di bawah ini ya.

Ketika hujan …

View Results

Loading ... Loading ...

Ketika hujan atau setelah hujan, elo pasti pernah kan mencium aroma khas yang biasanya dideskripsikan sebagai bau hujan, bau tanah, atau bau alam?

Elo suka nggak sama aroma khas tersebut? Ternyata, ada lho studi penelitian yang meneliti fenomena aroma khas hujan ini dengan lebih dalam.

Kira-kira, sebenarnya aroma yang disebut Petrichor tersebut berasal dari mana ya? Yuk, kita bahas bareng-bareng.

Apa itu Petrichor?

Kata “petrichor” sebenarnya berasal dari bahasa Yunani: petra dan ichor.

Petra (atau petros) berarti batu, sedangkan ichor memiliki arti darah mulia para dewa dan dewi.

petra_ichor_petrichor_yunani_zenius_education
Kata Petrichor berasal dari bahasa Yunani (Arsip Zenius)

Istilah “petrichor” sebagai aroma unik tanah setelah hujan pertama kali digunakan oleh dua peneliti asal Australia pada tahun 1964, untuk mendeskripsikan aroma unik yang muncul setelah hujan turun di tanah yang kering.

Jadi, petrichor adalah bau atau aroma tanah yang biasanya diasosiasikan dengan turunnya hujan. 

Fenomena ini diteliti secara mendalam dan hasilnya dipublikasikan melalui artikel dengan judul Nature of Argillaceous Odour dan menjadi bagian dari jurnal Nature, vol. 201, No. 4923.

Sekarang pertanyaannya, kok bisa ada aroma ini ketika air hujan menyentuh tanah? Apa yang sebenarnya terjadi?

Untuk mengetahui jawabannya, coba deh tonton video di bawah ini. 

VIDEO: Aroma Air Hujan Kok Enak?

petrichor_zenius_education

Gimana, Sobat Zenius? Apakah elo sudah tercerahkan dengan berbagai fakta menarik tentang petrichor?

Sekarang, kita bahas proses pembentukan petrichor secara rinci, yuk!

Bagaimana Petrichor Terjadi?

Ada beberapa hal yang ikut andil dalam fenomena petrichor. Setidaknya ada tiga faktor utama: ozone, geosmin, dan minyak tumbuhan.

faktor_petrichor_zenius_education
Ilustrasi Ozone, Senyawa di Tanah, Minyak Tumbuhan (Arsip Zenius)

 

Petir dan Ozone

petir_ozone_petrichor_zenius_education
Ozone Tersebar (Arsip Zenius)

Hujan biasanya ditemani dengan petir yang menyambar. Ketika petir menyambar, molekul diatomik (baca: memiliki dua atom) seperti oksigen dan nitrogen terbagi dan kemudian membentuk nitric oxide (NO) dan ozone (O3).

Molekul ozone kemudian terbawa bersama dengan tetesan hujan. Elo tahu nggak kalo ozone punya aroma yang khas? Aroma ini ikut berkontribusi pada fenomena petrichor.

Geosmin

geosmin_tanah_petrichor
Geosmin (Arsip Zenius)

Professor Mark Butter, kepala mikrobiologi molekuler di John Innes Centre (pusat penelitian dan pelatihan untuk sains tumbuhan dan mikroba di Inggris), mengatakan bahwa ketika mencium bau tanah yang lembab, sebenarnya kita sedang mencium aroma molekul yang dihasilkan oleh bakteri tertentu.

Aroma molekul khas tersebut berasal dari Geosmin, senyawa yang dihasilkan oleh bakteri aktinomiset di dalam tanah. 

Tetesan air yang bersentuhan dengan tanah menyebabkan senyawa geosmin tersebar ke udara, sehingga geosmin berada di mana-mana.

Senyawa geosmin ini merupakan gabungan dari karbon (79,06%), hidrogen (12,17%), dan oksigen (8,77%).

Manusia sensitif terhadap geosmin dan bisa menciumnya dengan baik. Bahkan, hidung manusia bisa mendeteksi geosmin di udara pada 5 bagian per triliun.

Minyak Tumbuhan

Tumbuhan menghasilkan senyawa yang bisa dikatakan semacam minyak tumbuhan ketika musim kering. Senyawa ini terakumulasi di sekitar bebatuan dan dalam tanah.

Ketika hujan datang, senyawa ini keluar dan tersebar ke udara, ikut berkontribusi terhadap aroma unik yang kita sebut petrichor.

Senyawa ini mengandung stearic acid dan palmitic acid, semacam asam lemak dengan rantai hidrokarbon yang panjang.

Jadi bisa dibayangkan ya, ada berbagai hal yang ikut berkontribusi pada aroma unik petrichor. Dari geosmin, minyak tumbuhan, dan ozone, yang kemudian terbawa angin dan air hujan, yang kemudian tercium oleh manusia sebagai aroma tanah yang menenangkan.

Peneliti di Balik Petrichor

richard_isabel_peneliti_petrichor_zenius_education
Richard Grenfell Thomas dan Isabel ‘Joy’ Bear (Arsip Zenius)

 

Jadi, siapa sosok di balik penelitian yang kemudian memperkenalkan penggunaan istilah “petrichor”? 

Ada dua peneliti brilian asal Australia yang berkolaborasi dan mempublikasikan Nature of Argillaceous Odour di Jurnal Nature pada 7 Maret, 1964.

Sebagai ilmuwan, mereka berdua pernah menjadi bagian dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), agensi pemerintah Australia yang bertanggung jawab terhadap berbagai penelitian ilmiah di Australia.

Sejak lama, Richard memang penasaran dan berusaha mengidentifikasi apa penyebab dari fenomena aroma hujan tersebut.

Joy dan Richard yang dulu bekerja di divisi kimia mineral di Melbourne, memutuskan untuk bekerja sama dan melakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan aroma hujan dengan lebih rinci.

Mereka melakukan eksperimen terhadap batu yang sudah diekspos kondisi yang kering dan hangat di alam luar. 

Setelah mendistilasi batu tersebut dengan uap, mereka menemukan minyak berwarna kekuningan yang terjebak di bebatuan dan tanah, yang tersebar oleh kelembaban. 

Minyak kekuningan tersebut yang menyebabkan fenomena petrikor.

BACA JUGA: Penyebab Indonesia Hanya Memiliki Dua Musim dan Keuntungannya Untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Penutup

Hingga sekarang, istilah petrichor sering digunakan dalam industri parfum. Bau tanah atau aroma hujan yang unik ini banyak memikat orang di seluruh dunia.

Bagaimana Sobat Zenius, apakah elo ada pertanyaan seputar topik kita kali ini? Atau mungkin elo punya ide untuk artikel selanjutnya? 

Kalo elo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Referensi

Genesis of Petrichor,”Geochimica et Cosmochimica Acta, Volume 30, Issue 9, September 1966, Pages 869-879” – I.J. Bear & R.G. Thomas  (1966)

Isabel ‘Joy’ Bear – CSIRO (2014)

Petrichor – D.Racey (2017)

Petrichor: The Smell – ACS: Chemistry For Life (n.d.)

Nature of Argillaceous Odour,” Nature, vol. 201, No. 4923” – I.J. Bear & R.G. Thomas (1964)

The Chemical Compounds Behind The Smell Of Rain – Compound Interest (2014)

The smell of rain: how CSIRO invented a new word –  The Conversation (2015)

What Makes Rain Smell So Good? – Smithsonian Magazine

Bagikan Artikel Ini!