Peristiwa Westerling di Makassar dan Perjuangan Wolter Monginsidi – Materi Sejarah Kelas 11

Peristiwa westerling

Hai, Sobat Zenius! Tahu nggak sih elo, kalau setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, perjuangan Bangsa Indonesia untuk melawan penjajah nggak seketika berhenti. Beberapa daerah masih berjuang untuk melawan penjajah. 

Pada saat itu bangsa Indonesia masih harus menghadapi Belanda yang masih bertahan di Indonesia setelah kepergian Jepang, untuk kembali menguasai Indonesia.  Salah satu bukti adanya perjuangan bangsa kita pada saat itu adalah adanya peristiwa Westerling di Makassar dan Perjuangan Wolter Monginsidi. 

Nah, biar elo nggak penasaran, kali ini gue akan ngajak elo buat ngebahas peristiwa westerling dan perjuangan Wolter Monginsidi. Yuk, simak artikel berikut!

Peristiwa Westerling di Makassar

Peristiwa Westerling
Raymond Westerling (Dok. Wikimedia Commons)

Peristiwa Westerling di Makassar ini merupakan salah satu peristiwa yang paling kelam dalam perjuangan Bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan seutuhnya. Nama peristiwa Westerling ini diambil dari pelaku yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa dari rakyat sipil yang seharusnya dilindungi. Ia adalah Kapten Raymond Westerling. Siapakah Raymond Westerling ini? Terus peran dia apa sih di peristiwa ini? Simak terus ya penjelasan gue berikut.

Seperti yang mungkin elo udah baca nih, selain agresi militer, Belanda juga melakukan usaha-usaha untuk kembali menguasai Indonesia. Cara yang dilakukan  adalah dengan memecah belah Indonesia dengan mendirikan negara-negara boneka berbentuk federal. Salah satunya pada saat itu Belanda hendak membentuk Negara Indonesia Timur dengan Ibukota Makassar. 

Namun tentunya ada perlawanan dari para pejuang Indonesia yang tidak menginginkan hal itu terjadi. Kemudian pada tanggal 5 Desember 1946, Belanda mengirimkan pasukan ke Sulawesi Selatan di bawah pimpinan Kapten Raymond Westerling. Ia memimpin 120 orang Pasukan Khusus dari Depot Speciale Troepen-DST (Depot Pasukan Khusus). 

Misi utama Westerling adalah untuk menumpas pemberontakan (counter-insurgency) para pejuang dan rakyat Makassar Sulawesi Selatan yang menentang pembentukan Negara Indonesia Timur. Pada masa kepemimpinannya, Raymond Westerling banyak melakukan tindakan keji, salah satunya adalah dengan melakukan pembantaian pada masyarakat sipil. Ia dikenal tidak mempunyai belas kasih dan tidak mengindahkan HAM. 

Demi menumpas perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Makassar, Westerling menerapkan metode Gestapo (Geheime Staatspolizei). Metode ini merupakan metode yang diterapkan polisi rahasia Jerman yang terkenal kejamnya pada masa Adolf Hitler.  Belanda melakukan tindakan mengerikan itu dari tanggal 7-25 Desember 1946. 

Peristiwa Westerling
Adolf Hitler (Dok. Wikimedia Commons)

Sebagai akibatnya, dalam kurun waktu itu sekitar 40.000 rakyat sipil yang tidak berdosa dibunuh oleh pasukan Westerling. Gue nggak bisa bayangin sih gimana mencekamnya keadaan di Makassar saat itu. 

Baca Juga: Latar Belakang Peristiwa Merah Putih di Manado dan Tokohnya – Materi Sejarah Kelas 11

Perjuangan Wolter Monginsidi

Melihat kekejaman yang dilakukan Belanda, para pejuang Indonesia tentunya nggak bisa tinggal diam, dong. Salah pejuang tersebut adalah Wolter Monginsidi. Ia merupakan pejuang muda yang turut dalam pembentukan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS). 

Walaupun masih sangat muda, bentuk perjuangan Wolter Monginsidi ini nggak bisa diabaikan begitu saja. Ia dinilai sangat ahli dalam melancarkan serangan kepada Belanda. Jadi nih guys, Wolter Monginsidi ini meskipun masih muda, tapi jiwa cinta tanah airnya nggak terbendung. Melihat banyak rakyat menderita karena Belanda membuatnya tergerak untuk turut dalam pemberontakan kepada Belanda. 

Karena kecakapan yang ia miliki ini meskipun belum banyak pengalaman dan usianya masih muda, ia dipercaya untuk menjadi salah satu pemimpin dari LAPRIS. Walaupun kalau dilihat secara struktural ia adalah sekretaris di LAPRIS, tapi karena kecakapannya ia banyak memimpin untuk menyerang Belanda. Nggak tanggung-tanggung, karena keberaniannya tersebut banyak serangan LAPRIS kepada Belanda yang berhasil dilakukan. 

Namun, karena kecakapannya pula, akhirnya Belanda ini jadi notice nih, sama Monginsidi, sehingga para pasukan Belanda, bahkan Raymond Westerling menjadikan Monginsidi sebagai buronan.

Akhir Perjuangan Wolter Monginsidi

Perjuangan Wolter Monginsidi sempat terhenti ketika ia berhasil ditangkap oleh Belanda pada 28 Februari 1947. Namun pada 27 Oktober 1947, ia berhasil kabur dengan menggunakan granat yang diselundupkan oleh teman-temannya dengan roti. 

Belanda pun kembali menjadikan Monginsidi sebagai buronan. Sampai akhirnya ia kembali tertangkap di sebuah gang, ternyata nih ada yang mengkhianati Monginsidi dan memberitahukan pada pihak Belanda tentang keberadaannya. 

Pada saat itu sebenarnya Monginsidi menyimpan granat, tapi karena gang tersebut banyak dipenuhi rakyat sipil Monginsidi memilih untuk menyerahkan diri daripada membahayakan nyawa para rakyat sipil. 

Elo bisa bayangin dong pasti, gimana Monginsidi ini merupakan sosok pahlawan yang benar-benar mau mengorbankan nyawanya demi kepentingan rakyat sipil. Setelah ditangkap oleh Belanda, Mongonsidi diinterogasi tapi ia enggan bekerja sama dengan Belanda untuk memberi informasi tentang pemberontakan yang dilakukan oleh teman-teman seperjuangannya. 

Karena hal tersebut Belanda menjatuhi hukuman mati kepadanya. Monginsidi kemudian dieksekusi oleh regu tembak pada tanggal 5 September 1949. 

Peristiwa Westerling
Pemakaman Wolter Monginsidi (Dok. Wikimedia Commons)

Baca Juga: Latar Belakang dan Tokoh Pertempuran Palagan Ambarawa – Materi Sejarah Kelas 11

Contoh Soal dan Pembahasan

Gimana, guys? Seru banget kan materi kita kali ini? Elo bisa melihat perjuangan seorang pahlawan demi bangsanya. Keren banget ya yang dilakuin sama pahlawan-pahlawan kita dulu?

Oke, sebelum gue menutup materi kita kali ini, gue ada contoh soal nih, biar elo bisa makin paham sama materi kali ini. 

  1. Apa yang mendasari terbentuknya LAPRIS?

Jawaban dan pembahasan: terbentuknya LAPRIS merupakan bentuk pemberontakan dan perlawanan terhadap Belanda yang berusaha mengambil alih kembali kekuasannya Belanda dengan melakukan kekejaman pada rakyat sipil. Hal ini kemudian mendasari dibentuknya LAPRIS oleh para pejuang di Sulawesi. 

  1. Menurut elo, apakah yang dilakukan Belanda di bawah pimpinan Raymond Westerling termasuk dalam pelanggaran HAM? Coba deh jelasin argumen elo pada kolom komentar di bawah ya!

Wah, akhirnya selesai juga nih pembahasan materi kita kali ini. Jangan lupa ya mampir ke video pembelajarannya supaya elo makin tercerahkan dengan klik banner di bawah ini, ya!

Pelajari materi Sejarah di video materi belajar Zenius

See you!

Baca Juga: Latar Belakang dan Hasil Konferensi Inter Indonesia – Materi Sejarah Kelas 11

Bagikan Artikel Ini!