Penulisan kata berimbuhan Bahasa Indonesia kelas 12

Kata Berimbuhan – Pengertian, Jenis, dan Contoh Penulisannya

Kata berimbuhan adalah salah satu jenis kata yang elo pelajari di kelas 12. Yuk, kupas tuntas soal penulisan kata berimbuhan dan contoh katanya di sini!

Hai, Sobat Zenius! Sebelum kita mulai, coba kita main ngayal-ngayal dikit, yuk. Gue mau ajak elo mengkhayal gimana kalau di dunia ini nggak ada imbuhan dalam bahasa yang kita pakai.

Misalnya dalam dunia yang nggak ada imbuhan ini, temen kita, si Zeni tiba-tiba ngomong:

“Eh, elo udah denger belom sih, katanya pas ekskul karate si coach tendang Ziga!”

Nah, kira-kira ada berapa kemungkinan yang muncul dari kalimat itu? Apakah maksudnya si coach yang melakukan tendang ke Ziga? Atau Ziga yang tidak sengaja melakukan tendang ke coach?

Atau malah, si Ziga yang dengan sengaja melakukan tendang ke coach? Nah lho, bingung kan?

Semua masalah ini bisa selesai kalau ada imbuhan. Kalau kata “tendang” di kalimat itu ditambah imbuhan “me-” jadi “menendang”, kan artinya si coach dengan sengaja melakukan tendang ke Ziga.

Kalau ditambahin imbuhan “ke-” jadi “ketendang”, artinya Ziga nggak sengaja melayangkan tendangan ke si coach.

Lain cerita lagi kalau ditambahin imbuhan “di-” jadi “ditendang”. Berarti, iartinya si coach ditendang sama Ziga dengan sengaja.

Dari contoh sederhana, elo udah kebayang kan bagaimana berpengaruhnya imbuhan ini dalam pembentukan kata. Seringnya, otak kita emang udah auto pilot dalam melakukan proses pembentukannya, jadi kita nggak begitu sadar sama keberadaan si imbuhan ini.

Tapi elo lihat sendiri kan dari contoh di atas, beda kata imbuhan beda juga informasi yang dibawa sama kalimatnya? Jadi, tanpa berlama-lama lagi langsung kita bahas aja yuk imbuhan ini!

Pengertian Kata Berimbuhan

Kita langsung mulai aja deh dari pengertian kata berimbuhan. Imbuhan sendiri menurut KBBI punya arti sebagai bubuhan atau tambahan dalam bahasa untuk membuat kata baru. Jadi, imbuhan ini semacam alat gitu, untuk mengubah kata dasar jadi kata baru.

Jadi, kata berimbuhan adalah kata yang sudah berubah dan sudah punya arti baru, dan bentuknya sudah bukan kata dasar lagi. Terus kalau begitu, kata dasar ini apa sih?

Gampangnya sih, kata dasar adalah kata yang belum ada imbuhannya ya. Kayak kata “kata”. Kata “kata” adalah kata dasar. Kata berimbuhan dari “kata” itu bisa “berkata-kata”, “mengatakan”, “dikatakan”, “perkataan”, dan lainnya. Hayolo, kok banyak ya!

Baca Juga: 15 Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia

Walaupun kata dasarnya sama-sama dari kata “kata”, tapi habis dikasih imbuhan artinya jadi beda-beda, kan? Nah, itu yang gue maksud dari kata berimbuhan adalah kata baru yang maknanya udah lebih berkembang dari makna kata dasarnya.

Udah deh, daripada banyak berkata-kata mending langsung kita lanjut bahas jenis kata berimbuhan!

Jenis Kata Berimbuhan

Jenis kata berimbuhan ini ada bermacam-macam, sesuai sama posisinya. Imbuhan, atau bisa juga disebut sebagai afiks punya banyak posisi. Ada prefiks, sufiks, konfiks, dan infiks. 

Prefiks adalah imbuhan yang posisinya di awal atau disebut awalan. Kalo sufiks kebalikannya, yaitu posisinya di akhir alias akhiran. Kalo konfiks, ada di dua-duanya alias awal-akhir. Terakhir, infiks, posisinya nyelip di tengah kata atau bisa disebut sisipan.

Baca Juga: Pengertian Affix, Prefix, Suffix, Infix Beserta Contohnya

Kalo dalam bahasa Inggris, konfiks itu disebutnya circumfix. Posisinya sama di awal dan di akhir, cuma ada bedanya nih. Kalo konfiks, elo harus menggunakan awalan dan akhirannya berbarengan, alias kalo satu-satu nggak akan ada artinya.

Sementara itu, dalam penggunaan circumfix, elo bisa meletakkan awalannya sendiri, akhirannya sendiri, dan kata itu bakal tetep ada maknanya. Biar lebih kebayang, elo liat contoh di bawah ya!

Perbedaan imbuhan konfiks bahasa Indonesia dengan circumfix bahasa Inggris
Perbedaan konfiks dengan circumfix. (Arsip Zenius)

Sekarang, kita bahas imbuhan ini satu-satu yuk! 

Prefiks

Prefiks atau si awalan ini punya anggota tongkrongan yang lumayan rame nih, guys. Coba elo intip dulu silsilah tongkrongan yang gue buat di bawah ini sebelum mulai bahas satu-satu.

6 macam jenis imbuhan prefiks
Macam-macam imbuhan awalan. (Arsip Zenius)

Awalan me-

Makan di resto terenak

Membaca di sudut paling tenang

Menonton pertunjukan musik

Jiah, jadi nyanyi. Nggak apa-apa ya, biar berasa belajarnya ditemenin Rizky Febian. Awalan me- ini adalah salah satu yang rombongannya banyak nih, guys! Awalan me- ini bisa elo pakai kalau elo mau mengubah kata benda jadi kata sifat atau kata kerja.

Langsung bahas aja deh ya!

Penggunaan me-, men-, mem-, meng-, meny-, dan menge-.
Penggunaan awalan Me(N)- dan contohnya. (Arsip Zenius)

Awalan pe-

Awalan pe- kurang lebih punya rombongan yang sama banyaknya sama awalan me-. Tapi, fungsi awalan pe- ini untuk mengubah kata dasar itu menjadi kata benda

Anggota rombongan awalan pe- ada pel-, pem-, peng-, pen-, peny-, dan per-.

Penggunaan awalan pe-, per-, pel-, pen-. Pem-, peny-, dan peng-.
Penggunaan awalan Pe(N)- dan contohnya. (Arsip Zenius)

Nah, karena gue udah janji bakal kasih penjelasan soal KTSP yang tadi sempet kesebut-sebut di atas, elo langsung cek aturan main eksklusif milik konsonan KTSP di gambar di bawah ini, ya!

Aturan awalan Me(N)- dan Pe(N)- pada kata dengan huruf awal K, T, S, dan P.
Aturan awalan Me(N)- dan Pe(N)- pada kata dengan huruf awal K, T, S, dan P. (Arsip Zenius)

Awalan ber-

Nah, kalau awalan ber- ini bisa berfungsi untuk mengubah kata dasar jadi kata kerja, kata sifat, kata keterangan, dan kata bilangan. Pemakaian kata ber- ini boleh dipakai pada kata dasar yang huruf awalnya vokal dan konsonan.

Makna awalan ber- bisa macem-macem tergantung konteksnya. Awalan ber- dalam kata berwibawa atau berduit memiliki arti memiliki. Beda lagi sama awalan ber- pada kata bersepeda yang memiliki arti sedang melakukan.

Baca Juga: Mengenal Ejaan Bahasa Indonesia dan Penggunaannya

Awalan ter-

Kalau awalan ter- ini bisa elo pakai untuk mengubah kata dasar jadi kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan. Sama aja kayak awalan ber-, awalan ter- ini bisa dipakai pada kata dasar yang huruf awalnya vokal dan konsonan.

Awalan ter- ini juga punya arti yang macem-macem. Misalnya pada kata berimbuhan terdengar, terinjak, atau tertendang. Kata berimbuhan ini memiliki makna kalau kejadiannya itu nggak disengaja dan dipakainya di bentuk pasif.

Contoh pemakaiannya kayak: “Buku itu sudah terinjak, tertendang pula.” kan artinya si subjek buku bukan pelaku aksi injak dan tendang, melainkan korban. Ya nggak?

Selain itu, awalan ter- juga punya arti “yang paling”. Awalan dengan makna ini bisa banget gue pakai buat deskripsiin elo: tercantik, terbaik, terpinter, terserah deh pokoknya elo paling top! Cie ilah!

Nah guys, buat awalan ber- dan ter- ini juga ada pengkhususan, nih. Coba elo simak di gambar di bawah, ya!

Aturan awalan Ter- dan Ber- untuk kata yang suku kata pertamanya mengandung “er”
Aturan main penggunaan awalan Ter- dan Ber.(Arsip Zenius)

Awalan ke-

Awalan ke- ini bisa elo pakai buat mengubah kata dasar dengan  huruf awalan apapun menjadi kata benda, kata kerja, dan kata bilangan (urutan). 

Ada yang unik, nih. Pada percakapan nggak baku, awalan ke- bisa punya makna yang sama kayak awalan ter- yang bermakna kejadian nggak disengaja. 

Kalo tadi ada tertendang dan terinjak, pada percakapan nggak baku biasanya elo ngomongnya ketendang dan keinjek, kan?

Awalan di-

Nah, kalau awalan di- ini bisa elo pakai untuk membentuk kata kerja. Bedanya kata kerja dengan awalan di- dengan awalan ter- atau ke- adalah, yang awalan di- ini biasanya aksinya merupakan perbuatan disengaja.

Kita pake contoh yang tadi lagi ya, si ketendang dan keinjek. Kalau gue ubah imbuhannya jadi ditendang dan diinjek jadi beda kan maknanya? 

Antara “Gue ditendang si Madun” sama “Gue ketendang si Madun”, mana yang kira-kira bakal bikin elo marah banget sama Madun? Yang pertama kan?

Baca Juga: 10 Salah Kaprah dalam Bahasa Indonesia

Sufiks

Setelah selesai bahas prefiks yang anakannya sekampung, sekarang kita beralih ke sufiks atau akhiran. Tenang, sufiks nggak serame itu kok!

Buat akhiran, kita punya akhiran -kan, -i, -an, dan -nya.

Akhiran -an biasanya dipakai untuk membuat kata benda, kalau akhiran -kan sama -i ini biasanya kita pakai buat kata yang ada di dalam kalimat perintah, dan akhiran -nya biasanya dipakai untuk menunjukkan kepemilikan.

Contohnya kita pakai kata dasar main, ya. 

Kata “mainan” berarti benda yang digunakan untuk bermain.

Kata “mainkan!” berarti perintah untuk melakukan permainan.

Kata “mainannya” berarti menunjukan kepemilikan dari benda mainan.

Sampai sini kebayang kan?

Baca Juga: Tanda Baca – Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Penggunaannya

Infiks

Di bahasa Indonesia, kita punya sisipan berupa -el, -em, dan -er. Mungkin banyak kata-kata yang bersisipan ini yang elo kira emang itu kata dasarnya, saking yang sering dipakainya kata-kata yang udah bersisipan.

Contohnya ada telapak, telunjuk, jelajah, kerudung, dan lain-lain.

Apa aja sih, arti yang dibawa sama sisipan ini?

Makna pada sisipan dan contoh katanya
Makna pada sisipan dan contoh katanya.(Arsip Zenius)

Konfiks

Dalam bahasa Indonesia, kita punya lima konfiks, yaitu ke-an, ber-an, pe-an, per-an, dan se-nya. Konfiks ini biasa dipake buat membentuk kata benda

Contoh katanya ada kekuatan, berpakaian, pekerjaan, permainan, dan setidaknya.

Ohiya, yang mesti jadi catetan elo adalah walaupun konfliks ini keliatannya kayak hasil featuring antara awalan dengan akhiran, tetapi mereka beda ya! Konfiks ≠ prefiks + sufiks!

Contoh Kata Berimbuhan

Nah, Sobat Zenius, kalau dari dongeng panjang lebar gue di atas sih gue yakin elo udah nggak ada bingung-bingung lagi soal penulisan kata berimbuhan. Jadi mending sekarang gue lanjut kasih 10 contoh kata berimbuhan yang sering bikin kita terkecoh cara penulisannya.

BenarSalah
Memperhatikan Memerhatikan 
TercerahkanTecerahkan 
DijualDi jual
MenyiasatiMensiasati
MenyabotaseMensabotase
MemarodikanMemparodikan
TerbalikTebalik
MengampanyekanMengkampanyekan
MenyejahterakanMensejahterakan
PeternakanPerternakan

Untuk contoh kata berimbuhan yang kata dasarnya kata ulang atau bisa kita sebut juga kata ulang berimbuhan biasanya kebanyakan memakai imbuhan konfiks atau apitan.

Contohnya, bermaaf-maafan, bersalam-salaman, bersahut-sahutan, dan lain-lain.

Prefiks juga bisa sih, dipakai di kata ulang berimbuhan. Tapi, biasanya cuma muncul di satu kata entah itu yang belakang atau depan.

Misalnya, berhari-hari, tarik-menarik, tawar-menawar, menari-nari, dan lain-lain.

Nah, udah tamat nih pembahasan kita. Lanjut latihan soal gas nggak? Gas lah ya!

Contoh soal

Buat latihan,coba elo baca teks di bawah, ya!

Pagi ini aku bangun tidur dan langsung melihat handphone-ku. Waduh, udah tujuh lewat lima belas! Aku langsung berlari ke kamar mandi dan (1) gosok gigi seadanya. Aku sempatkan (2) cuci muka, supaya wajahku nggak buluk-buluk amat. Aku kembali ke kamar untuk (3) siap pakaianku. Waduh, mana hari ini jadwal kelas 12 untuk upacara. Dasi, topi, sabuk, hmm… Oke, aman! Aku buru-buru lari menuruni tangga, dan di saat itulah aku melihat Ibu, yang sudah menunggu dengan terheran-heran. “Ada apa sih, gedubrak-gedubruk di atas- heh, kamu mau ke mana hari Minggu gini pakai seragam sekolah?”

kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah..

1.. a. Digosok b. Menggosokkan

c. Menggosok d. Tergosok

2. a. Mencuci b. Menyuci 

c. Mengcuci d. Tercuci

3. a. Mensiapkan b. Bersiap-siap 

c. Persiapan d. Menyiapkan 

Jawaban:

1. c. Menggosok

2. a. Mencuci

3. d. Menyiapkan

4.  Di antara kata-kata di bawah ini, penggunaan imbuhan asing yang mengandung arti melawan terdapat pada kata… 

a. Discontinued 

b. Nonexistent 

c. Antisocial

d. Disbelief

e.Inaccurate 

Jawabannya adalah: c. Antisocial. Imbuhan dalam bahasa asing yang mengandung arti melawan adalah prefiks anti-. Prefiks non– memiliki arti bukan/tanpa, prefiks dis– memiliki arti bertolak belakang, dan prefiks in– memiliki arti antonim dari kata yang diikuti.

5. “Rumah di Jalan Akasia itu jadi dijual, meskipun keadaannya sudah tidak layak huni.”

Kata berimbuhan dalam kalimat tersebut adalah…

a. Di jalan & dijual

b.Dijual & meskipun

c. Meskipun & keadaannya

d. DIjual & keadaannya 

e. Di jalan & keadannya

Jawabannya adalah d. Ayo, jangan sampai kebalik ya antara prefiks di- dengan kata depan “di”!

Nah, segini dulu pembahasan kata berimbuhan dari gue. Buat elo yang mau lanjut belajar materi bahasa lainnya, kuy langsung cek video Zeniusnya di sini. Kalau elo mau lanjut belajar materi ini pakai video, langsung klik banner di bawah, ya!

Kata Berimbuhan - Pengertian, Jenis, dan Contoh Penulisannya 9

Bagikan Artikel Ini!