Pengertian Merkantilisme, Latar Belakang, Hingga Dampaknya – Materi Sejarah Kelas 11

Ilustrasi seseorang sedang memikirkan pengertian merkantilisme.

Halo, Sobat Zenius! Pengertian merkantilisme itu apa, sih? Sebelum menjawab pertanyaan, gue ada lukisan keren, nih. Coba elo deskripsikan kegiatan apa yang sedang dilakukan berdasarkan lukisan di bawah ini, ya!

Ilustrasi tentang praktik merkantilisme.
Menurut elo, aktivitas apa yang ada di dalam lukisan tersebut? (dok. Picryl)

Aktivitas yang tergambar dalam lukisan di atas merupakan salah satu bagian dari peradaban Eropa. Kita bisa melihat ada aktivitas perdagangan di sana, kemudian ada juga kapal yang digunakan untuk menjelajahi samudra.

Nah, lukisan di atas ternyata menggambarkan suatu istilah yang disebut dengan merkantilisme, guys. Apa pengertian merkantilisme? Kenapa ada istilah tersebut? Siapa yang pertama kali memperkenalkannya? Semua pertanyaan tersebut akan dibahas di sini. Jadi, simak baik-baik, ya!

Pengertian Merkantilisme

Apa itu merkantilisme?

Secara bahasa, pengertian merkantilisme berasal dari bahasa Latin mercantile yang artinya perdagangan dan -ism yang berarti paham.

Jadi, bisa dibilang juga bahwa merkantilisme adalah paham perdagangan atau hal-hal yang berkaitan dengan perdagangan.

Kalau kita definisikan, pengertian merkantilisme adalah suatu paham tentang sistem ekonomi di mana negara berperan aktif menciptakan masyarakat yang giat dan dinamis dalam berdagang demi keuntungan nasional berupa logam mulia.

Dalam konsep merkantilisme, emas dijadikan sebagai sumber kekayaan yang penting bersama dengan perak. Pokoknya yang termasuk logam mulia, deh. 

Nah, kalau suatu negara nggak punya logam mulia, maka mereka perlu mencarinya dengan cara berdagang. Namun, cara dagangnya itu harus meminimalisir impor dan memaksimalkan ekspor. 

Dengan kata lain, kalau negara sering impor, mereka bakal sering mengeluarkan logam mulia miliknya yang jadi alat pembayaran saat itu. Sedangkan, ketika negara sering ekspor, maka mereka akan memperoleh logam mulia dari hasil ekspor tersebut.

ilustrasi cara kerja merkantilisme.
Cara kerja merkantilisme untuk mendapatkan emas dan perak. (Arsip Zenius)

Elo bisa nonton penjelasan cara kerja merkantilisme di video materi Zenius. Pastikan elo udah login ke akun Zenius, ya!

Intinya, setiap negara berlomba-lomba memperoleh kekayaan dengan cara seperti itu. Kalau negara nggak punya emas dan perak, maka mereka akan mengumpulkannya melalui perdagangan. 

Nah, kalau mereka nggak punya komoditas untuk diperdagangkan, maka mereka harus mencari wilayah baru yang kaya akan sumber daya alam. Selanjutnya, mereka membawa hasil alam tersebut ke negara induk untuk diperdagangkan sebagai komoditas unggulan.

Itulah mengapa dalam merkantilisme, kemakmuran suatu negara ditentukan oleh jumlah logam mulia yang dimiliki. Jadi, negara berlomba-lomba untuk mengumpulkan kekayaan dalam bentuk logam mulia tadi dengan cara apapun, termasuk kolonialisme dan imperialisme.

Dari uraian di atas, kita bisa mengulik sedikit bahwa tujuan merkantilisme adalah membentuk wilayah koloni sebagai penjamin kegiatan perdagangan. Supaya mereka bisa memperoleh kekayaan berupa logam mulia.

Nah, dalam praktiknya, negara menjalankan merkantilisme dengan mengeluarkan kebijakan, antara lain:

  • Mengizinkan usaha dagang masyarakat.
  • Mengurangi impor dan memperbanyak ekspor.

Sampai sini paham, ya, tentang pengertian merkantilisme beserta cara kerja dan tujuannya?

Tonton video materi Zenius: Konsep Merkantilisme

Latar Belakang Merkantilisme dan Perkembangannya

Selama abad pertengahan, sumber penghidupan masyarakat dan pemasukan utama negaranya berasal dari bidang agrikultur. Hal itu karena mereka menganut sistem ekonomi feodalisme.

Memasuki abad ke-16 hingga abad ke-18, sistem tersebut digantikan oleh merkantilisme dengan memberikan konsep baru mengenai perekonomian yang menekankan pada perdagangan antarnegara, khususnya ekspor-impor.

Sebagai sebuah sistem ekonomi, merkantilisme nggak hadir secara tiba-tiba. Tentu ada peristiwa yang mengawalinya. Elo penasaran dengan sejarah merkantilisme, nggak? Oke, kita bahas, yuk!

Konstantinopel Runtuh pada 1453

Semua berawal ketika runtuhnya Konstantinopel pada 1453. Jalur sutra yang melewati Konstantinopel terputus akibat penaklukan oleh bangsa Turki. Hal itu membuat Italia semakin berkembang hingga mampu menjadikan Venesia dan Genoa sebagai kota dagang. 

Hal itu membuat Portugis dan Spanyol iri. Kemudian, keduanya menjelajah juga untuk mencari kekayaan.

Spanyol Tiba di Bahamas, Amerika pada 1492

Spanyol tiba di Bahamas pada 1492. Nah, masa inilah yang terkenal dengan abad penjelajahan atau abad merkantilisme. Pada masa ini, orang-orang udah mulai mencari-cari emas, bagaimanapun caranya. Namun, teori merkantilisme masih belum berkembang, ya.

Portugis Tiba di Malaka, Asia pada 1511

Di sisi lain, Portugis mencari jalan menuju India untuk mencari rempah-rempah dan tiba di Malaka pada 1511. Merkantilisme udah memulai kemunculannya, nih. Tapi, masih belum begitu berkembang. Karena, perkembangan teori ini dimulai pada abad ke-16.

Terbentuknya Kongsi Dagang di Negara Eropa

Pada abad ke-16, muncul EIC (East India Company) oleh Inggris pada 1600, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) oleh Belanda pada 1602, dan CIO (Compagnie des Indes Oriental) oleh Prancis pada 1604.

Daftar kongsi dagang di Eropa pada masa merkantilisme.
Pembentukan kongsi dagang di Eropa. (Arsip Zenius)

Kita juga bisa menyebutkan latar belakang merkantilisme secara singkat sebagai berikut:

  • Semua berawal ketika munculnya para bangsawan di Italia, khususnya Italia Selatan. Kemudian, para bangsawan tersebut secara perlahan, namun pasti, mulai mandiri tanpa bergantung pada gereja.
  • Lalu, peran negara semakin sentral sebagai upaya untuk memajukan masyarakatnya, baik secara sosial, ekonomi, dan politik. Pokoknya, pada awal merkantilisme, perdagangan itu menjadi motivasi utama.
  • Negara mendorong rakyatnya untuk bersifat aktif dan giat berdagang untuk mendapatkan logam mulia sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran negara.
  • Terakhir, diikuti dengan munculnya berbagai perusahaan-perusahaan dagang swasta, seperti EIC, VOC, dan CIO.

Intinya sama aja, elo tinggal pilih uraian yang menurut elo paling mudah dipahami. Oke?

Baca Juga: Contoh Soal PTS Sejarah Kelas 11 Semester 1

Ciri-Ciri Merkantilisme

Merkantilisme nggak hanya dijalankan oleh Inggris, Spanyol, dan Prancis aja. Hampir sebagian negara Eropa juga menjalankan merkantilisme. Nah, ciri-ciri perekonomian negara yang menganut merkantilisme antara lain:

  • Berlomba-lomba untuk mendapatkan logam mulia.
  • Memaksimalkan perdagangan luar negeri untuk melengkapi perdagangan dalam negeri.
  • Memaksimalkan kegiatan industri mentah menjadi produk untuk kemudian dijual atau diekspor.
  • Meningkatkan pertambahan penduduk.
  • Negara berperan aktif dalam mengawasi perkembangan perekonomian dan ikut campur tangan apabila dianggap perlu.

Menurut elo, negara mana sajakah yang dulunya menerapkan sistem merkantilisme? Kalau elo punya jawabannya, share di kolom komentar, ya!

Tokoh Merkantilisme

Merkantilisme hadir nggak tiba-tiba, tentu ada tokoh-tokoh di baliknya yang berperan besar dalam pemikiran merkantilisme. Berikut ini merupakan tokoh merkantilisme.

  • Jean Bodin (1530 – 1596) merupakan ilmuwan Prancis. Ia adalah orang pertama yang menyajikan teori tentang uang dan harga. Ia menyatakan bahwa ada 5 faktor yang menyebabkan naiknya harga barang, yaitu bertambahnya logam mulia, monopoli, pola hidup mewah, ekspor, dan menurunnya nilai mata uang akibat kandungan karatnya dikurangi.
  • Thomas Mun (1571 – 1641) merupakan penulis Inggris di bidang ekonomi yang memberikan pernyataan yang jelas dan kuat mengenai teori neraca perdagangan. Bisa dibilang, Mun merupakan tokoh merkantilis pertama yang mempercayai bahwa kepemilikan emas adalah ukuran utama kekayaan suatu negara.
  • Jean Baptiste Colbert (1619 – 1683) merupakan pengawas keuangan dan sekretaris negara untuk angkatan laut di bawah Raja Louis XVI, Prancis. Ia melakukan program rekonstruksi ekonomi yang membantu menjadikan Prancis kekuatan dominan di Eropa.
  • Antonio Serra merupakan tokoh merkantilisme yang menganalisis ciri-ciri umum keterbelakangan ekonomi, kurangnya manufaktur, tidak ada pemerintahan yang stabil untuk mendorong ekspor, investasi dan perdagangan, kurangnya kesempatan wirausaha, dan kemiskinan perdagangan.

Dampak Merkantilisme

Dampak semakin berkembangnya sistem perekonomian merkantilisme adalah terjadinya revolusi sosial. Merkantilisme mengubah peran aktif gereja yang semakin tersingkir dan tergantikan oleh peran negara dan masyarakat.

Sistem ini juga yang menyebabkan banyak terjadinya revolusi melawan kerajaan. Praktik merkantilisme sangat merugikan rakyat kecil karena adanya monopoli dagang dan penarikan pajak yang memberatkan rakyat, hingga menyengsarakan rakyat.

Selain itu, karena tiap negara ingin mendapatkan banyak logam mulia, maka mereka saling berlomba untuk mencari wilayah baru untuk diambil sumber daya alamnya. Dari situ, muncul perang antarnegara atau kerajaan.

Kita juga bisa menyebutkan, bahwa dampak merkantilisme bagi wilayah Indonesia pada masa penjajahan yaitu datangnya Belanda dan membentuk kongsi dagang VOC. Hingga akhirnya terciptalah kolonialisme di Indonesia pada masa itu.

Ilustrasi kongsi dagang VOC yang menguasai Nusantara.
Kolonialisme dan imperialisme merupakan bentuk bentuk merkantilisme. (Arsip Zenius)

Dampak lainnya dari merkantilisme, antara lain:

  • Munculnya kolonialisme dan imperialisme oleh bangsa Barat.
  • Meningkatnya perdagangan internasional.
  • Revolusi industri di Inggris.

Jadi, bisa dibilang juga bahwa bentuk-bentuk merkantilisme, yaitu pembentukan kongsi dagang, kolonialisme dan imperialisme, monopoli dagang, dan perdagangan internasional. Bisakah elo menyebutkan bentuk lainnya di kolom komentar?

Baca Juga: Pengertian, Manfaat, dan Tujuan Perdagangan Internasional

Bagaimana Pengaruh Merkantilisme dalam Kehidupan Modern Saat Ini?

Pada abad ke-19, merkantilisme digantikan oleh sistem kapitalisme. Jadi, sistem merkantilisme udah nggak berlaku lagi. Namun, dampaknya masih bisa dirasakan hingga saat ini, bahkan beberapa dijadikan sebagai dasar kebijakan ekonomi di negara-negara, lho.

Misalnya, kita mengenal monopoli pasar, pemberian subsidi oleh pemerintah terhadap manufaktur negara, mengutamakan ekspor, dan meminimalisir impor.

Menurut elo, apakah merkantilisme berpengaruh baik terhadap kehidupan modern saat ini? Atau justru sebaliknya? Elo bisa menuangkan pendapat elo di kolom komentar, ya.

Nah, buat elo yang masih penasaran dengan materi di atas atau lebih suka nonton video dan mendengarkan tutor yang super asik menjelaskan daripada baca materi, elo bisa banget nonton video pengertian merkantilisme dengan klik banner di bawah ini!

klik ke video Sejarah Zenius

Contoh Soal Pengertian Merkantilisme dan Pembahasan

Setelah membaca uraian di atas, kita langsung review dengan mengerjakan contoh soal di bawah ini, yuk!

Contoh Soal 1

Sistem ekonomi merkantilisme dirujuk oleh banyak negara selama abad ke-….

A. 20 dan 21.

B. 13, 14, dan 15.

C. 16, 17, dan 18.

D. 19 dan 20.

E. 17.

Jawab: C. 16, 17, dan 18.

Pembahasan:

Pada abad pertengahan, masyarakat dunia menganut sistem perekonomian feodal. Kemudian, pada abad ke-16, sistem tersebut digantikan dengan sistem ekonomi merkantilisme. Pada abad ke-19, merkantilisme digantikan juga oleh sistem kapitalisme.

Jadi, terlihat bahwa sistem ekonomi merkantilisme dirujuk oleh berbagai negara selama abad ke-16, 17, dan 18.

Contoh Soal 2

Pemerintah mendorong praktik merkantilisme dengan cara….

A. Memberi modal usaha kepada setiap pejabat pemerintahan supaya mendorong kenaikan ekspor.

B. Membuka tambang emas dan perak secara masif di setiap wilayah.

C. Mencari mitra dagang.

D. Mendorong eksplorasi-eksplorasi untuk menyebarkan semangat 3G (Gold, Glory, Gospel).

E. Mendorong eksplorasi-eksplorasi dan membentuk kongsi dagang.

Jawab: E. Mendorong eksplorasi-eksplorasi dan membentuk kongsi dagang.

Pembahasan:

Pemerintah mendorong eksplorasi-eksplorasi dalam mencari wilayah baru dalam upaya memperoleh komoditas unggulan untuk diperdagangkan di negara induknya. Semakin banyak wilayah baru yang ditemukan, maka akan semakin banyak pula koloni negara tersebut.

Selain itu, pemerintah juga mendukung perusahaan-perusahaan swasta untuk membentuk kongsi dagang. Hal ini diperkuat dengan adanya dukungan pemerintah terhadap VOC dalam memperoleh hak oktroi, sehingga VOC mampu menghegemoni kekuasaan di Nusantara.

*****

Oke, sampai sini dulu pembahasan tentang pengertian merkantilisme, tujuan, cara kerja, ciri-ciri, tokoh, hingga dampaknya. Elo juga bisa belajar sejarah dari video materi Zenius lainnya. Pastikan elo udah login ke akun Zenius untuk menikmati akses ke video gratis dan premium lainnya!

Tampilan website materi belajar Zenius tentang sejarah evolusi peradaban Eropa.
Ada materi lainnya yang bisa elo pelajari di video belajar Zenius! (Arsip Zenius)

Referensi:

Modul Pembelajaran SMA Sejarah – Kemdikbud (2020).

Antonio Serra’s Development Economics: Merchantilism, Backwardness, Dependence – Ideas (2013).

Merchantilism – Britannica.

Thomas Mun – Britannica.

Jean Baptiste Colbert – Britannica.

Bagikan Artikel Ini!