Lev Vygotsky

Lev Vygotsky: Psikolog Berpengaruh Dalam Dunia Pendidikan

Kamu pernah gak sih belajar mata pelajaran di sekolah tapi tiba-tiba jenuh dan bingung sendiri karena kamu gak relate sama apa yang diajarin? Misal kayak saat kamu belajar pelajaran olahraga, pasti bakal lebih seru pas kita bisa praktekin langsung, kan? Atau pas kamu belajar sejarah, pasti bakal lebih ‘masuk’ kalau kita bisa lihat peninggalan-peninggalan seperti tempat atau benda sejarah secara langsung. Makanya kita cenderung seneng kan kalau ada study tour atau fieldtrip dari sekolah hihi.

Nah kamu tau gak sih kalau dalam psikologi pendidikan, sistem pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata tuh ada namanya loh, namanya teori konstruktivisme, dan teori ini pertama kali dicetuskan oleh seorang psikolog anak bernama Lev Vygotsky.

Siapa tuh?

Nah daripada lama-lama mending kita langsung baca aja biografi Vygotsky yuk!

Siapa Itu Lev Vygotsky?

Lev Vygotsky atau yang bernama lengkap Lev Semyonovich Vygotsy adalah seorang psikolog Rusia. Vygotsky dikenal karena karyanya tentang perkembangan psikologis pada anak-anak. Beliau mencetuskan beragam teori dari berbagai pandangan dan perspektif.

Salah satu teori paling terkenal yang Vygotsky kembangkan yaitu teori budaya-sejarah atau juga dikenal sebagai teori sosiokultural atau pembangunan sosial. Vygotsky percaya bahwa lingkungan pertemanan, budaya, dan interaksi sosial punya peran utama dan sangat penting dalam bagaimana anak berpikir dan belajar. Vygotsky juga berpandangan bahwa cara pembelajaran mungkin berbeda dari satu budaya ke budaya lainnya. Sayangnya, banyak teorinya yang masih multitafsir karena beliau meninggal di usia yang baru menginjak 37 tahun.

Foto Lev Vygotsky.
Lev Vygotsky

Masa Kecil Dan Perjalanan Hidup Vygotsky

Lev Vygotsky lahir pada tanggal 17 November 1896 di Orsha, Belarus. Vygotsky adalah anak kedua dalam keluarga yang terdiri dari delapan anak. Ayahnya, Simkha Vygotsky, bekerja sebagai bankir dan dikenal memiliki kepribadian yang tegas. Ibunya, Cecelia Moiseievna, adalah seorang guru berlisensi yang mengabdikan dirinya untuk keluarganya dan sekolah anak-anaknya di rumah.

Saat Vygotsky kecil, orang tua Vygotsky fasih dalam beberapa bahasa dan mereka ingin sekali memberi Vygotsky pendidikan yang baik. Ayahnya, Simkha Vygotsky sering membaca buku filsafat dan akhirnya memperkenalkan Lev pada karya-karya Kant dan Hegel. Sedangkan Ibu Vygotsky, Cecelia, memperkenalkannya pada bahasa, puisi, sastra, dan drama Jerman. Ayah dan Ibu Vygotsky, Simkha dan Cecelia mendirikan perpustakaan umum untuk warga setempat. Koleksi buku yang mereka kumpulkan memiliki efek positif terutama pada keluarga besar mereka. Ini membuat Vygotsky dan saudara-saudaranya senang karena mereka sangat suka membaca.

Dalam keluarganya sendiri, Simkha dan Cecelia juga sering mengadakan sesi diskusi di ruang makan mereka dan menyediakan lingkungan yang merangsang intelektual anak-anak mereka. Mereka sering membahas topik yang berkaitan dengan sastra, sejarah, seni, dan teater.

Pada tahun 1913, Vygotsky terpilih untuk dilatih sebagai guru di universitas di Saint Petersburg dan Moskow. Namun sayangnya, saat itu (sebelum revolusi) guru-guru Yahudi tidak diterima di sekolah-sekolah yang disponsori oleh pemerintah di Rusia. Akhirnya Vygotsky mendaftar ke sekolah kedokteran Universitas Moskow.

Meskipun Vygotsky memulai pendidikan tingginya di kedokteran, hasrat dan ketertarikannya dalam sastra dan ilmu sosial masih sangat tinggi. Pada akhirnya ia pindah ke ilmu sosial, khususnya hukum di Universitas Moskow. Di ilmu sosial, ia belajar lebih dalam mengenai linguistik, budaya Yahudi, filsafat, psikologi, dan sastra. 

Singkat cerita, Vygotsky menyelesaikan gelar masternya di bidang hukum pada tahun 1917 dan ia kembali ke Gomel untuk mengajar serta melanjutkan memperdalam ilmu psikologi dan pendidikan. Vygotsky menghabiskan 7 tahun sebagai guru sekolah di Gomel. Setelah itu ia bekerja sebagai kepala laboratorium psikologi di Institut Pelatihan Guru sambil menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Selama Vygotsky berkarir, ia harus melawan beberapa serangan tuberkulosis karena ia dan keluarganya memiliki riwayat tuberkulosis.

Pada tahun 1924, Vygotsky berpartisipasi dalam Kongres Psikoneurologis Rusia. Pada kongres tersebut, ia mempresentasikan karyanya yang berjudul “Metodologi Penelitian Refleksi dan Psikologis”. Pilihan topik Vygotsky yang berani berhasil mengesankan beberapa orang penting yang hadir di kongres saat itu. Akhirnya ia diundang untuk menjadi peneliti di Institute of Experimental Psychology di Moskow. Pada tahun 1925, Vygotsky akhirnya memperoleh gelar doktor setelah menyelesaikan tesisnya berjudul “The Psychology of Art”. Setelah itu Vygotsky menghabiskan kurang lebih 10 tahun melakukan penelitian di Institut tersebut, sebelum akhirnya Vygotsky meninggal karena tuberkulosisnya pada 11 Juni 1934.

Sebelum meninggal, Vygotsky memberikan penelitian dan karya sastranya kepada mentornya, Yuly Aykhenvald.

Lev Vygotsky dan putrinya, Gita Vygotskaya.
Lev Vygotsky dan putrinya, Gita Vygotskaya

Pengembangan Teori Budaya-Sejarah Vygotsky

Vygotsky percaya akan hubungan dinamis antara manusia dengan lingkungannya. Ia berteori bahwa lingkungan masyarakat dapat berdampak pada seseorang, dan seseorang dapat berdampak pada masyarakat. Vygotsky mengklaim interaksi seperti ini memungkinkan anak-anak untuk belajar perlahan dan terus menerus dari orang orang di lingkungannya yang lebih berpengalaman, seperti orang tua atau guru mereka. Namun, karena setiap anak hidup dalam budaya yang berbeda, ia percaya proses pembelajaran dapat bervariasi dari satu budaya ke budaya lainnya. 

Vygotsky juga percaya budaya dan bahasa sangat mempengaruhi bagaimana anak-anak muda berpikir dan apa yang mereka pikirkan. 

Vygotsky juga percaya anak-anak belajar bahasa dari interaksi sosial mereka. Ia memandang bahasa sebagai alat penting untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Vygotsky berteori bahwa bahasa memainkan dua fungsi penting dalam pertumbuhan kognitif. Bahasa membantu orang dewasa untuk memberikan informasi kepada anak-anak, dan kebalikannya, bahasa membantu anak-anak untuk berkembang secara intelektual.

Menurut Vygotsky, bahasa dan kemampuan berpikir adalah proses yang terpisah ketika kita lahir. Ia percaya kedua proses ini mulai bergabung ketika anak berusia sekitar tiga tahun. Meskipun Vygotsky percaya anak-anak akan mengalami rasa ingin tahu dan mencari tahu secara alami, ia jelas mengakui bahwa orang dewasa memainkan peran penting dalam memaksimalkan pembelajaran. Anak-anak dapat meniru tindakan orang dewasa di sekitar mereka, seperti menerima bimbingan dari orang tua. Dua prinsip utama yang mendukung teori Vygotsky tentang pertumbuhan kognitif adalah prinsip:

  1.  More Knowledgeable Other (MKO)

Vygotsky mendefinisikan orang lain yang lebih berpengetahuan sebagai orang yang memahami topik atau tugas yang lebih baik daripada pelajar yang belum berpengalaman. Nah, MKO bisa memberikan instruksi verbal bagi anak untuk mengikuti. Anak kemudian mencoba memahami informasi, memprosesnya secara internal, dan menggunakannya untuk memandu kinerja masa depannya.

  1. Zone of Proximal Development (ZPD)

Vygotsky berteori bahwa zona pengembangan proksimal (ZPD) kesenjangan antara apa yang diketahui pelajar saat ini, dan apa yang bisa dia ketahui jika dibantu oleh orang lain yang lebih berpengetahuan (MKO). Dengan sering belajar atau bekerja dengan MKO, pelajar dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk mengakses pengetahuan yang saat ini di luar jangkauan.

Karya, Penghargaan, Dan Pencapaian Lev Vygotsky

Sudah jelas karya dan pencapaian Lev Vygotsky sangat banyak. Mulai dari teori Vygotsky yang membawa banyak manfaat, khususnya ke dunia pendidikan dan psikologi anak. Dalam pendidikan misalnya, pendidik didorong untuk menentukan zona perkembangan proksimal untuk setiap pelajar sehingga mereka dapat menetapkan tugas-tugas yang mendorong pertumbuhan mental. Strategi ini membantu pendidik untuk menemukan pengetahuan dasar dari setiap pelajar. Teori Vygotsky juga digunakan pendidik untuk mempromosikan pertumbuhan intelektual dengan berjalan di sekitar kelas dan memberikan bimbingan saat pelajar bekerja. 

Selain itu, Vygotsky adalah seorang peneliti dan penulis yang sangat aktif sepanjang karirnya, khususnya dalam bidang perkembangan anak, pendidikan, perkembangan bahasa, dan kognisi. Vygotsky menulis banyak karya tulis seperti makalah, jurnal, essay, dan buku tentang hasil penelitiannya. Namun, sayangnya ia meninggal karena tuberkulosis sebelum dia bisa menerbitkan buku pertamanya.  Kira-kira enam bulan setelah dia meninggal, teman-teman dekat dan rekan Vygotsky mengambil tugas menyusun, mengedit, dan menerbitkan catatannya untuknya. Buku pertamanya yang berjudul asli “Myshlenie i rech” (Thinking and Speech) diterbitkan pada bulan Desember 1934. Buku ini menyoroti pandangan Vygotsky bahwa bahasa lisan, ucapan batin, dan kemampuan untuk berpikir semuanya terkait erat.

Sejak tahun 1934, sejumlah buku telah diterbitkan yang merujuk pada karya-karya tulis Vygotsky. Beberapa buku-bukunya adalah

Psychology of Art (1971)

Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes (1980)

The Vygotsky Reader (1994)

The Collected Works of L.S. Vygotsky (2011)

The Essential Vygotsky (2013)

Penutup

Meskipun banyak karya Vygotsky yang dilarang di Rusia, popularitas Vygotsky meningkat pesat segera setelah ia wafat. Vygotsky secara terbuka diakui sebagai salah satu psikolog terkemuka di Rusia. Hal ini memungkinkan tulisan Vygotsky menjadi lebih mudah diakses oleh psikolog Rusia lainnya. Pada 1970-an, karya Vygotsky memiliki dampak besar pada para peneliti di seluruh dunia. 

Nah, kalau sekarang, Lev Vygotsky jelas dianggap sebagai salah satu psikolog paling berpengaruh loh. Tulisan-tulisannya terus memberi manfaat di bidang psikologi, khususnya di perkembangan dan pendidikan. Walaupun beberapa orang percaya kalau terjemahan karya-karyanya terjadi banyak distorsi dan kesalahan dan percaya bahwa sebenarnya lebih banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mempelajari terjemahan yang akurat dari tulisan-tulisan aslinya, namun Vygotsky tetap disebut sebagai “Mozart psikologi” karena banyak teori keren yang dikembangkannya hanya dalam waktu singkat.

Bagikan artikel ini