Materi Titik Didih – Kimia Kelas 12

Titik Didih

Halo Sobat Zenius!

Cung siapa yang di sini sering manasin air? Entah buat bikin mie rebus atau sekedar pengen menyeduh teh, air panas tuh sering banget kita manfaatkan. Nah kalau elo sadar, pas air semakin panas, lama-kelamaan air tersebut akan menghasilkan gelembung-gelembung.

Gelembung-gelembung air pada keseluruhan zat cair tersebut menandakan bahwa seluruh zat cair mengalami penguapan. Peristiwa saat keseluruhan zat cair menguap ini lah yang disebut proses mendidih. Oke, langsung aja yuk kita dalami materi titik didih ini!

Pengertian Titik Didih

Titik didih merupakan  tekanan uap dalam sebuah zat cair yang  sama dengan tekanan eksternal (tekanan yang berada di luar atau di lingkungan sekitar) dari zat cair. Lo pernah bertanya-tanya nggak sih, kenapa air dapat mendidih di suhu 100° C? 

Hal ini terjadi karena suhu air yang mencapai 100° C sama dengan 760 mmHG yang mana merupakan tekanan normal di udara sekitar. Nah pertanyaannya, bisa kah air mendidih di suhu yang tidak sama dengan 100° C? Jawabannya adalah bisa, yaitu dengan mengubah tekanan di sekitar air tersebut.

Contohnya ketika elo naik gunung, tekanan udaranya akan lebih tinggi dari tekanan udara normal. Misal, tekanan udara di gunung 700 mmHg, karena tekanan udara di gunung lebih rendah maka untuk mencapai titik didih akan membutuhkan suhu yang lebih rendah. Jadi, agar air mendidih di bawah suhu 100° C pemanasan perlu dilakukan di daerah yang tekanan udaranya di bawah 760 mm.

Rumus Titik Didih

Materi Titik Didih - Kimia Kelas 12 25

Misalnya nih elo lagi merebus kentang, saat air mendidih dan kentang dimasukkan, air berubah jadi nggak mendidih. Di mana artinya, air di panci memerlukan pemanasan yang lebih agar air kembali mendidih dan kentang pun matang.  

Hal ini terjadi karena kenaikan titik didih air dari 100° C berubah menjadi titik didih campuran air dan kentang. Perubahan dari titik didih air menjadi titik didih campuran inilah yang disebut dengan kenaikan titik didih. Kenaikan titik didih memiliki rumus sebagai berikut :

ΔTb : Tb Larutan-Tb Pelarut

Dengan keterangan :

Tb larutan = titik didih larutan

Tb pelarut murni = titik didih pelarut (misal air : 100° C)

∆Tb = kenaikan titik didih

Sebuah  larutan mempunyai titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan titik didih pelarut murninya. Hal itu disebabkan karena larutan harus mencapai suhu di mana pelarut murni yang mendidih (misal air 100° C) juga harus melampaui titik didih zat terlarut. Hubungan antara kenaikan titik didih dengan konsentrasi larutan dapat dinyatakan dengan rumus :

Δ+Tb = Kb . m

Untuk larutan yang bersifat elektrolit atau dapat menghantarkan arus listrik, maka persamaannya akan berubah menjadi seperti berikut ini :

Tb = Kb . m [ 1 + ( n – 1 ) a]

Keterangan

  • Δ+Tb : Kenaikan titik didih (Tb larutan – Tb pelarut)
  • m : molalitas/molal larutan (mol per 100 gram pelarut)
  • Kb : Tetapan kenaikan titik didih molal (°C) atau konstanta ebulioskopi, yaitu kenaikan titik didih untuk 1 mol zat dalam 1000 gram pelarut
  • n : jumlah ion dalam larutan yang dihasilkan dari setiap satuan rumus kimia senyawa terlarut
  • a : derajat ionisasi (untuk larutan elektrolit kuat secara umum nilainya dianggap = 1)

Tabel Konstanta Didih Setiap Benda

PelarutTitik Didih (oC)Kb (oC/molal)
Air100,00,51
Benzena80,12,52
Alkohol78, 51,19
Kloroform 61,23,88
Aseton56,51,67
Eter34,52,11
Asam Asetat118,33,07
Sikloheksana80,72,69

Oke sip sampai di sini dulu materinya, kalau elo merasa kurang puas dengan materi di atas. Lo bisa banget nih klik link di bawah ini untuk tahu materi detailnya.

Materi Titik Didih - Kimia Kelas 12 26

Biar makin mantap, Zenius bisa menemani proses belajar lo agar semakin efektif. Ada beberapa paket belajar yang bisa lo coba sesuai kebutuhan lo. Yuk, klik banner di bawah ini!

Materi Titik Didih - Kimia Kelas 12 27

Baca juga

Teori Medan Kristal yang Perlu Sobat Zenius Ketahui!

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit – Materi Kimia Kelas 10

Penulis : Yunita Widyaningsih

Bagikan Artikel Ini!