Teks ceramah zenius

Materi Bahasa Indonesia Kelas 11: Cara Menganalisis dan Membuat Teks Ceramah

Artikel ini membahas ciri kebahasaan teks ceramah, cara menganalisis dan membuat teks ceramah, dan tips ceramah yang baik.

Jam 11 malem baru pulang, ke mana aja?

Kalau makan langsung dicuci sekalian piringnya, biar nggak numpuk di wastafel.

Handuk habis dipakai bukannya dijemur, malah di kasur.”

Pernah nggak lo denger emak atau bapak lo ngomong gitu di rumah, dan lo cuma bisa bilang dalam hati, “Aduh…ceramah lagi…ceramah lagi…”

Eiitss, btw, lo yakin kalau kalimat-kalimat di atas itu bener-bener ceramah? Emang, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan ceramah?

So, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ceramah adalah pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya.

Jadi, ketika emak atau bapak lagi bete nih di rumah dan ngomel-ngomel, itu belum disebut ceramah. Karena, ceramah adalah menyampaikan informasi di depan khalayak umum, alias orang banyak, yang bertujuan untuk meyakinkan pendengar dan menambah wawasan pendengar dalam melakukan sesuatu.

Oke, kali ini, gue Citra, bakal ngebahas tentang teks ceramah. Setelah lo tahu tentang apa itu ceramah, gue bakal ngajak lo untuk menyelam lebih dalam tentang gimana cara nyusun teks ceramah yang bener, sampai tips jitu buat jadi penceramah yang menarik, antirese, dan anti-boring.

Yuk, kita mulai!

Ciri Kebahasaan Teks Ceramah

Ada beberapa ciri kebahasaan teks ceramah, antara lain:

Kata dan Frasa Sapaan

Dalam teks ceramah, lo perlu menggunakan kata dan frasa sapaan. Seperti namanya, kata dan frasa sapaan digunakan buat menyapa seseorang, baik tunggal maupun jamak. Dalam hal ini ya…audiens yang mau lo kasih ceramah.

Ada tiga bentuk kata dan frasa sapaan, antara lain:

  1. Kata dan frasa sapaan kekerabatan

Ada beberapa kata dan frasa sapaan kekerabatan, seperti Pak, Bu, Dik, Kak, Nek, Saudara. Biasanya, saudara digunakan untuk hadirin yang banyak.

Contoh:

“Saudara/Hadirin yang berbahagia…”

“Bagaimana kabarnya, Bu, Pak?”

  1. Kata dan frasa sapaan gelar/kehormatan

Jenis ini bisa lo gunakan untuk menyapa orang yang memiliki kedudukan terhormat, seperti Dok, Prof, Paduka, Tuan Putri.

Contoh:

“Peserta seminar ini sangat antusias ya, Prof?”

  1. Kata dan frasa sapaan nama orang/benda

Lo bisa memanggil sesuai nama orangnya, hewan, atau benda mati yang mau lo sapa.

Contoh:

“Halo, Dilan. Iya, kamu, yang ada di pojokan.”

Kalimat Persuasif

Di dalam teks ceramah, lo juga perlu menggunakan kalimat persuasif. Apa sih, kalimat persuasif itu?

So, kalimat persuasif adalah kalimat yang isinya mengajak dan mengimbau orang lain untuk melakukan sesuatu. Biasanya, lo mungkin menemukan kalimat persuasif dalam iklan-iklan di TV, poster, brosur, caption posting-an selebgram yang lagi ngendorse, atau bahkan di video YouTube.

Namun, kalimat persuasif nggak hanya melulu lo temuin di situ-situ aja. Lo juga bakal nemuin kalimat persuasif di dalam teks ceramah. Karena, di dalam teks ceramah, ada ajakan dan seruan untuk melakukan sesuatu.

Kalimat persuasif di dalam teks ceramah ditandai dengan kata “Ayo”, “Mari”, “Marilah”, “Yuk”, dan kata ajakan lainnya.

Contoh:

  • Maka dari itu, marilah kita dukung reboisasi supaya tanah longsor dapat dihindari.
  • Ayo kita mulai dari diri sendiri untuk mencintai lingkungan, agar menjadi contoh untuk orang lain.
  • Marilah kita sama-sama menyaksikan video berikut ini.

Penggunaan kata ganti

Sebenarnya, ini bonus aja buat lo. Tapi, ini penting buat lo ketahui sebelum bikin teks ceramah.

Suatu hari, anggap aja ini udah sekolah offline nih ya (hiks, sedih). Kelas lo dapat apresiasi dari sekolah sebagai kelas paling bersih dan dapat hadiah. Sebagai perwakilan, ketua kelas lo diberi kesempatan buat ngasih wawasan ke seluruh siswa tentang kebersihan kelas. Saat pembukaan, ketua kelas lo bilang…

Saya mewakili kelas XI IPA 1 mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari sekolah. Kita berterima kasih kepada bapak kepala sekolah dan para guru yang telah memberikan penilaian positif terhadap kelas kita…

Menurut lo, ada yang salah nggak sama apa yang diucapin ketua kelas lo di atas?

Yakin nggak ada?

Lo tahu nggak sih, kalau sebenarnya penggunaan kata “kita” di atas itu salah. Yang benar adalah menggunakan “kami”.

Kok bisa?

So, “kami” adalah kata ganti yang hanya mencakup pembicara dan orang lain yang ada di pihaknya. Sedangkan, “kita” mencakup pembicara, pendengar, dan pihak lain.
 

Itu sebabnya, ketua kelas lo seharusnya bilang, “Kami berterima kasih kepada bapak kepala sekolah dan para guru yang telah memberikan penilaian positif terhadap kelas kami…”

Karena, “kami” yang ketua kelas lo wakilin adalah dirinya sendiri dan teman-teman kelasnya yang udah berusaha buat menjaga kebersihan kelas. Sedangkan, “kita” itu termasuk kepala sekolah, para guru, dan semuanya yang dengerin ceramah ketua kelas lo saat itu. Jadinya aneh kan, kalau kepala sekolah dan para guru berterima kasih kepada dirinya sendiri?

Intinya, ketika lo mau nulis teks ceramah, pastikan lo harus bener-bener merhatiin kata ganti yang tepat, termasuk seperti contoh di atas, biar nggak salah tangkap.

Hal Penting dalam Menganalisis Teks Ceramah

Sebelum tahu langkah-langkah menganalisis teks ceramah, lo perlu ngerti dulu, apa sih yang paling penting untuk menganalisisnya?

Coba bayangin. Ketika lo nonton video ceramah tokoh besar di YouTube. Ketika lo nonton video tersebut, pancaindra lo akan bekerja, terutama mata dan telinga. Lo melihat dan mendengar tokoh tersebut nyampain pesan yang disampaikan.

Apa yang ditangkap oleh mata dan telinga lo kemudian disalurkan ke otak, hingga akhirnya lo menyimpulkan dan merumuskan pesan yang lo terima. Itulah yang dinamakan persepsi.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 11: Cara Menganalisis dan Membuat Teks Ceramah 25
Persepsi penting dalam menganalisis teks ceramah. (Foto: Zenius Education)

Yap, persepsi penting banget buat menganalisis teks ceramah. Dari persepsi ini lah, kita sebagai pendengar memutuskan untuk memilih tindakan mana yang akan kita lakukan dari pesan yang disampaikan penceramah.

Ada tiga faktor yang mempengaruhi persepsi, untuk dapat menganalisis teks ceramah dengan tepat, yaitu:

  1. Objek yang diamati, seperti teks ceramah atau penceramahnya langsung. Misalnya, ketika lo dari awal udah nggak suka sama penceramahnya, pada akhirnya lo akan menganggap bahwa apa yang diomongin itu basi.
  2. Reseptor, tepatnya gimana otak dan pancaindra memproses informasi. Ketika otak memproses informasi dari penceramah, lo akan secara sadar menerima pesan yang lo mau.
  3. Perhatian. Kalau lo nggak merhatiin sungguh-sungguh teks ceramah yang lo baca, atau apa yang diomongin penceramah, proses menerima informasi juga nggak akan sempurna.

Jadi, ketiga hal itu mempengaruhi banget ketika lo menganalisis teks ceramah. Dengan kata lain, persepsi sangatlah penting untuk menganalisis teks ceramah, tergantung proses penerimaan pesannya kayak gimana dan gimana lo menafsirkannya.

Cara Menganalisis Teks Ceramah

Dalam menganalisis teks ceramah, lo harus menentukan dua hal, yaitu:

  1. Tema. Tentukan dulu tema dari isi teks ceramah yang lagi lo baca.
  2. Pokok-pokok. Tentukan apa aja pokok-pokok dalam teks ceramah tersebut.

Terus, gimana caranya nentuin pokok-pokoknya?

Tentukan hal-hal yang bermanfaat. Setiap orang tentunya akan beda-beda menentukannya, kembali lagi…karena setiap orang punya persepsi yang berbeda. Yang penting, fokus sama hal-hal yang menurut lo bermanfaat dalam teks ceramah tersebut.

Sedangkan, pokok-pokok itu adalah hal yang bikin kita responsif dan menangkap dengan baik.

Udah paham kan langkah-langkah menganalisis teks ceramah? Cuma ada dua kok, tentukan tema dan pokok-pokok yang menurut lo bermanfaat. Okay?

Cara Membuat Teks Ceramah

Materi Bahasa Indonesia Kelas 11: Cara Menganalisis dan Membuat Teks Ceramah 26
Ilustrasi membuat teks ceramah. (Foto: Freepik)

Setelah lo tadi belajar tentang langkah-langkah menganalisis teks ceramah, saatnya kita beralih ke tips membuat teks ceramah.

Misalnya nih, lo sebagai juara 1 pidato bahasa Inggris tingkat nasional (aminin aja sih ini) diminta guru lo buat ngasih ceramah ke seluruh siswa sekolah lo buat numbuhin semangat belajar bahasa Inggris. Gimana cara lo bikin teks ceramahnya?

Caranya, lo perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Mengetahui audiens/pendengar

Dalam kasus lo, audiensnya adalah seluruh siswa di sekolah lo, yang notabene beda tipis usianya. Ketika lo udah tahu siapa audiensnya, kasih pancingan dalam teks ceramah lo yang related alias nyambung dengan mereka.

Karena anak-anak zaman sekarang pada demen sama boyband BTS, lo bisa pakai contoh seperti berikut.

Contoh:

“Ngomong-ngomong, nih, temen-temen pada tahu RM BTS kan?”

2. Menentukan topik yang bersifat aktual

Apa yang mau lo omongin harus bener-bener terjadi, lagi hangat-hangatnya, dan terbaru. Otomatis, antusiasme orang akan semakin naik.

Misalnya, lo kan udah mancing tuh dengan RM BTS. Sangkutin aja dengan kemampuannya dalam berbahasa Inggris, prestasi terbarunya terkait kemampuan bahasa Inggrisnya, atau lo juga bisa ngarahin ke cara-cara RM BTS belajar bahasa Inggris, dan pentingnya belajar bahasa Inggris.

3. Menyusun kerangka ceramah

Ada tiga hal penting dalam menyusun kerangka ceramah, yaitu:

Struktur ceramah. Dalam struktur ceramah, lo perlu:

  • Memberikan pengenalan isu topik yang akan dibahas.
  • Memaparkan rangkaian argumen. Lo harus ngasih pendapat dan argumen yang disertai fakta, agar informasi yang lo sampaikan valid.
  • Menegaskan kembali argumen dan fakta. Lo bisa ngasih kesimpulan, penguatan, saran, dan solusi topik yang dibahas.

Maksud dan tujuan. Lo harus tahu maksud dan tujuan dari ceramah yang akan lo sampaikan.

Tersusun secara logis. Pastikan informasi yang akan lo sampaikan nggak loncat-loncat, maju-mundur. Apa yang akan lo omongin harus runtut agar mudah dipahami.

4. Melakukan riset

Banyak-banyakin riset tentang topik yang akan lo bahas. Lo bisa riset dari koran, buku, atau internet. Lo juga bisa riset tentang istilah-istilah keren saat ini yang nyambung sama topik lo.

5. Hasil final teks ceramah

Susun bahan-bahan yang udah lo dapetin dari riset menjadi teks yang utuh dan runut. Jadi deh, tinggal siap-siap ngomong di depan banyak orang!

Tips Jadi Penceramah yang Nggak Ngebosenin

Materi Bahasa Indonesia Kelas 11: Cara Menganalisis dan Membuat Teks Ceramah 27
Ilustrasi ceramah. (Foto: Zenius Education)

Udah paham kan cara bikin teks ceramah? Sekarang, gimana caranya buat menjadi penceramah yang anti-boring di depan khalayak ramai?

1. Lafalkan dengan jelas

Artikulasi a i u e o harus jelas di telinga publik. Lo bisa melatih kemampuan pelafalan di YouTube atau platform lain. Ketika lo udah mampu melafalkan dengan baik, audiens pun akan enak dengernya. Sebaliknya, kalau suara lo kayak lagi nyoba obat kumur, audiens jadi males ndengerinnya.

2. Ucapkan dengan intonasi yang tepat

Intonasi berkaitan dengan naik-turunnya nada suara. Pastikan kalau intonasi lo sesuai dengan emosi topik yang lo bicarain. Misalnya, lo nggak mungkin ngasih ceramah tentang semangat 17-an dengan intonasi yang datar. Sebaliknya, lo akan ngomong dengan nada yang penuh semangat.

3. Pasang sikap tubuh yang menarik

Lo perlu memperhatikan sikap tubuh (body language) agar ceramah lo menarik audiens. Usahakan untuk membawakan gerakan yang variatif, jangan diem aja kayak patung. Selain itu, sesuaikan body language dengan suasana. Body language punya pengaruh besar dan bisa membawa suasana. Jadi, jangan sampai lupain ini ya!

Contoh Soal dan Pembahasan

Dalam konstelasi bahasa di Indonesia dapat disaksikan bahwa selain terdapat sejumlah kecil bahasa daerah yang menyeruak keluar dan tersebar di berbagai daerah lainnya, lebih banyak lagi bahasa-bahasa daerah yang bukan hanya terkucil dan terasing, melainkan diduga kuat pasti akan punah tanpa sempat tersimpan dalam dokumentasi sama sekali. 

Dalam kesempatan ini mohon agar saya diperkenankan untuk menyelundupkan suatu kasus yang berlangsung di daerah amat sangat terpencil, tetapi sangat termasyhur di seluruh dunia, sebuah pulau yang dikenal sebagai Pulau Komodo. Begitu rupa sehingga ketermasyhurannya itulah yang berkemungkinan membuat bahasa daerahnya berada di ambang kepunahan. 

(diadaptasi dari ceramah “Kebudayaan dalam Tusuk Gigi” oleh Seno Gumira Adjidarma dalam peringatan 51 tahun berdirinya Taman Ismail Marzuki)

Cuplikan ceramah tersebut membahas tentang ….

A. Fenomena kepunahan bahasa daerah

B. Daerah yang termasyhur di Indonesia

C. Penyebab punahnya bahasa daerah

D. Bahasa-bahasa di Indonesia

E. Daerah terpencil di Indonesia

Pembahasan

Setelah membaca kedua paragraf di atas, kita bedah dulu apa inti dari masing-masing paragraf.

Kita lihat dulu paragraf pertama. Inti dari paragraf tersebut adalah “bahasa daerah terancam punah tanpa terdokumentasi”.

Sedangkan, inti dari paragraf kedua adalah “bahasa daerah di Pulau Komodo di ambang kepunahan”.

Seperti yang kita tahu, Pulau Komodo adalah pulau yang yang banyak dikunjungi wisatawan. Semakin banyak wisatawan yang masuk ke Pulau Komodo, maka akan membuat posisi bahasa daerah di Pulau Komodo dan sekitarnya akan semakin terancam.

Dari situ, kita bisa lihat bahwa inti dari teks ceramah di atas membahas tentang kepunahan bahasa daerah di Indonesia.

Kita langsung aja cari kata kunci “punah” yang ada di ABC-an. Kata “punah” ada di A dan C. B, D, E, langsung coret aja.

Kalau A, fenomena bahasa daerah, tepat nggak? Tepat dong…Karena kalau C, penyebab punahnya bahasa daerah, teks tersebut nggak menjelaskan apa penyebab kepunahan bahasa daerah. Jadi, jawaban yang benar adalah: A. Fenomena kepunahan bahasa daerah.

Penutup

Nah, tadi gue udah menjabarkan materi terkait teks ceramah dan hal-hal penting di dalamnya, seperti ciri kebahasaan, cara menganalisis dan menyusun teks ceramah, sampai tips menjadi penceramah yang baik dan nggak ngebosenin. Untuk selengkapnya, lo bisa ngakses video materi tentang teks ceramah di aplikasi Zenius, atau ikut live class bareng tutor Zenius yang kece-kece. Sampai jumpa pada materi selanjutnya. See ya!

Baca juga artikel lainnya

Materi Bahasa Indonesia Kelas 11: Konsep dan Struktur Teks Ceramah!

Belajar Membuat Teks Ceramah dan Menjadi Penceramah yang Baik

Cara Menentukan Ide Pokok Dari Suatu Paragraf

Bagikan artikel ini