mitos makan kacang bikin jerawatan

4 Manfaat Kacang Tanah Bagi Kesehatan

Artikel ini akan menjelaskan tentang manfaat kacang tanah bagi kesehatan dan mengungkap mitos atau fakta tentang makan kacang bikin jerawatan. Penasaran? Simak selengkapnya di sini!

Kacang tanah (peanut) atau Arachis hypogaea adalah tanaman polong-polongan atau legum yang masuk dalam sub divisi Angiospermae. Kamu masih ingat tentang materi tumbuhan berbiji yang dipelajari waktu kelas 10 kan? Kacang tanah termasuk tumbuhan berbiji tertutup atau bijinya ditutupi oleh bakal buah. 

Sejarah Kacang Tanah dan Penyebarannya

Kamu tau gak dari mana kacang tanah berasal? Nah, sebelum membahas tentang manfaat kacang tanah bagi kesehatan, kita bahas sejarah kacang tanah dulu yuk! Kacang tanah yang kamu sering makan dan sering lihat di Indonesia itu ternyata berasal dari Amerika Serikat lho. Kalau kita baca sejarah kacang tanah dari American Peanut Council, kacang tanah disebarkan ke Asia dan Afrika oleh penjelajah Spanyol. Setelah itu, sekitar tahun 1700-an, kacang tanah balik lagi ke benua Amerika tepatnya di Amerika Utara yang dibawa oleh kapal layar milik Afrika.

Pada tahun 1800-an, kacang tanah udah mulai diproduksi secara komersial di AS. Namun, minat bertani kacang tanah masih sangat rendah. Hal itu karena masyarakat menganggap makanan tersebut merupakan makanan orang miskin. Selain itu, teknik penanaman dan pemanenan kacang tanah cenderung lambat dan sulit. Sehingga, kacang tanah masih menjadi makanan regional di Amerika, khususnya Amerika Selatan.

Setelah perang saudara, permintaan kacang tanah makin meningkat pesat. Hingga akhir abad ke-19, perkembangan peralatan untuk produksi, pemanenan, pengupasan, dan berbagai teknik pengolahan kacang tanah semakin meluas. Salah satu tokoh di balik meningkatnya permintaan kacang tanah adalah Dr. George Washington Carver. Ia mengusulkan agar kacang tanah ditanam di daerah penghasil kapas di pertanian Selatan. Selain mengubah komoditas pertanian daerah Selatan, Dr. Carver juga mengembangkan lebih dari 300 kegunaan kacang tanah, mulai dari produksi lokal hingga industri. Bahkan saat ini, produksi kacang tanah di Amerika udah diawasi oleh Departemen Pertanian AS, di bawah naungan undang-undang pertanian.

Konsumsi Kacang Tanah di Amerika

Gak hanya itu, konsumsi kacang tanah dalam bentuk selai pada tahun 2020 di AS ada sebanyak 299.34 juta. Kamu bisa lihat data sensus dari Statista dan Simmons National Consumer Survey (NCHS) pada diagram berikut:

tingkat konsumsi selai kacang tanah di Amerika
Konsumsi selai kacang di AS pada tahun 2020 (dok. statista.com)

Produksi Kacang Tanah di Indonesia

Nah, produksi kacang tanah di Indonesia juga terbilang cukup banyak lho, guys. Kita cek data dari Badan Pusat Statistik berikut ini yuk!

tingkat produksi kacang tanah di Indonesia
Produksi Kacang Tanah Tertinggi Menurut Provinsi di Indonesia (ton), 2012-2015 (data bps.go.id)

Dari data di atas, memang produksi kacang tanah tiap tahunnya cukup banyak hingga mencapai enam ratus ribu ton. Namun, bisa kita lihat bahwa produksi kacang tanah di Indonesia dalam rentang waktu 4 tahun mengalami penurunan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Dari analisis yang dilakukan oleh Sumarno dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Monograf Balitkabi No.13), faktor yang paling penting dari menurunnya produksi kacang tanah adalah tidak tersedianya lahan yang cukup luas.

Hal itu masuk akal, karena makin ke sini kita juga melihat bahwa ketersediaan lahan semakin menipis akibat pembangunan. Selain itu, penggunaan kacang tanah di Indonesia juga masih terbatas, seperti dijadikan camilan, sambal, selai, kue, bolu, dan campuran makanan lainnya. Jarang kan kita lihat kacang dijadikan suatu produk yang “wah”.  Hmm.. mungkin karena masih banyak yang belum tau manfaat kacang tanah bagi kesehatan. Eh tapi, kalau kamu pernah lihat atau tau produk dari kacang tanah lainnya, bisa langsung sebutkan di kolom komentar ya supaya pandangan kita tentang kacang tanah semakin luas.

manfaat kacang tanah bagi kesehatan
(dok. tenor.com)

Nah, dari pendapat di atas, mungkin gak sih kacang tanah dipakai untuk ‘itu-itu aja’ karena masih banyak yang gak tau manfaat dari kacang tanah secara mendalam? Oleh karena itu, Zenius mau ngasih pandangan baru tentang manfaat kacang tanah bagi kesehatan supaya kamu bisa memanfaatkannya dengan baik. Cekidot!

1. Kacang tanah kaya akan protein

Manfaat kacang tanah bagi kesehatan yang pertama adalah kaya akan protein. Kalau yang satu ini sih kamu juga pasti tau ya, tanaman legum itu memang mengandung protein yang tinggi, termasuk kacang tanah. Lho memangnya ada berapa sih jumlah protein di dalam kacang tanah?

Eitss, jangan salah, kandungan protein di dalam kacang tanah lebih tinggi daripada telur, susu, dan daging. Jumlah protein di dalam kacang tanah juga dianalisis oleh Zulchi dan Puad dalam Buletin Plasma Nutfah 23 (2): 91-100, dan hasilnya ada sebanyak 26,4% protein. Yaa bisa dibilang berkisar antara 25-30% protein tiap 100 gram. Hal itu bisa memberi sumbangan protein sebanyak 12% dari angka kecukupan gizi (AKG) harian.

2. Bisa menyimpan energi lebih lama

Nah, buat kamu yang lagi mengurangi porsi makan, cocok banget nih mengonsumsi kacang tanah. Kenapa? Karena, kacang tanah mempunyai indeks glikemik (GI) yang rendah, yaitu 23. Artinya, makanan akan diubah menjadi gula darah dalam waktu yang relatif lambat. Kamu juga gak perlu khawatir gula darah akan melonjak. Nah, GI yang kurang dari 55 termasuk dalam kategori rendah.

Jadi, tenaga yang dihasilkan dari kacang tanah akan dilepaskan ke sistem peredaran darah secara bertahap dan stabil, itulah kenapa perubahan makanan menjadi gula darah berlangsung secara lambat. Efeknya, kamu akan merasa kenyang dan bertenaga lebih lama. Coba kamu bandingkan dengan makan nasi putih, kamu udah makan banyak, tapi kok malah cepat lapar. Pernah ngerasain gitu gak?

3. Mengandung serat alami yang tinggi

Serat merupakan jenis karbohidrat kompleks yang gak bisa dipecah jadi gula oleh tubuh. Nah, kacang tanah termasuk memiliki serat yang cukup tinggi lho. Kacang tanah, baik itu diolah dengan cara direbus atau disangrai memiliki kandungan serat sekitar 8,5 – 9 gram per 100 gram kacang.

Untuk mendapatkan manfaat dari serat seperti mencegah konstipasi, memaksimalkan penyerapan nutrisi makanan, menjaga berat badan tetap ideal, dan menjaga daya tahan tubuh, maka jumlah serat yang harus dikonsumsi adalah 25 – 35 gram per harinya. Kira-kira untuk mencapai jumlah serat ideal tersebut diperlukan kacang tanah berapa banyak ya, guys?

4. Mencegah serangan kanker dan penyakit jantung

Hah beneran bisa? Bener guys, Badan Penelitian dan Pengembangan (2012) juga pernah melakukan penelitian kalau kacang tanah mengandung kadar arginin yang tinggi, yaitu asam amino yang dibutuhkan untuk memproduksi oksida nitrat. Nantinya, oksida nitrat ini akan melebarkan pembuluh darah, sehingga membantu dinding arteri lebih elastis, serta mengurangi risiko terbentuknya sumbatan.

Hal itu juga bisa mencegah serangan jantung dan kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat perkembangan otot, mempercepat penyembuhan luka, mengurangi rasa letih, dan menyembuhkan impotensi. Wah, ternyata manfaat kacang tanah bagi kesehatan cukup banyak ya, guys.

Berapa Batas Konsumsi Kacang Harian?

Setelah tau manfaat yang segitu banyaknya, masih ragu makan kacang tanah? Meskipun banyak manfaat kacang tanah bagi kesehatan, konsumsi kacang tetap harus dibatasi. Jangan karena tau manfaatnya, kemudian kamu makan sekarung kacang rebus dalam waktu satu hari. Gak gitu konsepnya, guys.

batas konsumsi kacang tanah harian
(dok. giphy.com)

Memang betul kalau sekitar 80% kandungan kacang tanah adalah lemak baik, tapi jangan lupa kalau kalori yang terkandung di dalamnya juga cukup tinggi. Jadi, jumlah yang baik untuk dikonsumsi adalah cukup segenggam kacang atau dua sendok selai kacang per harinya.

Oh iya, selain itu, kamu juga perlu memperhatikan pengolahannya. Salah satu pengolahan kacang tanah yang baik adalah dengan cara disangrai. Kacang sangrai merupakan kacang yang digoreng menggunakan pasir. Dengan begitu, maka kadar kolesterol di dalamnya lebih rendah daripada digoreng menggunakan minyak. Selain kacang sangrai, pengolahan dengan cara direbus juga baik untuk kesehatan, termasuk mengontrol kolesterol.

Mitos atau Fakta: Kacang Tanah Bikin Jerawatan?

Eitsss… tapi makan kacang tanah juga gak lepas dari cibiran orang-orang, seperti:

Awas jangan makan kacang kebanyakan, nanti jerawatan lho!

Aduh ada kacang, aku gak mau makan ah takut jerawatan”

Kamu sering dengar kalimat-kalimat seperti itu gak? Atau jangan-jangan kamu sendiri yang kemakan omongan seperti itu? Hmm.. kira-kira pendapat seperti itu fakta atau mitos ya, guys? Nah, Zenius telah merangkum beberapa pendapat dokter tentang “makan kacang tanah bikin jerawatan”, salah satunya adalah dr. Eugenia Cindy Juliani dalam channel youtube Uzone ID. 

Ternyata, makan kacang bikin jerawatan itu MITOS, guys. Pasalnya, manfaat kacang tanah bagi kesehatan juga cukup banyak. Coba deh kita telusuri, apa sih yang menyebabkan jerawat muncul? Jerawat muncul ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak (sebum) dan sel kulit mati. Tersumbatnya bagian tersebut akan menyebabkan peradangan dan penyumbatan pada pori-pori kulit, sehingga bakteri akan lebih mudah berkembang. Ditandai dengan kemunculan benjolan kecil yang kadang muncul nanah di dalamnya 一yang kadang enak banget kalau kita pencet-pencet sampai keluar, rasanya lega banget (tapi ini jangan ditiru ya guys hihihi!).

mitos makan kacang bikin jerawatan
Ilustrasi jerawat (foto oleh Joseph Mucira dari Pixabay)

Lalu, apa hubungannya makan kacang bikin jerawatan? Opini seperti itu bisa muncul karena kacang sendiri mengandung asam lemak yang cukup tinggi, seperti Omega 3. Tapi, ternyata pendapat tersebut kurang tepat, guys. Omega 3 sendiri ternyata baik bagi kesehatan kulit, salah satunya membuat awet muda dan mengurangi inflamasi di sekitar kelenjar minyak. Wow! Jadi, faktanya justru kacang bisa mencegah jerawat muncul.

Tapi, memang benar bahwa beberapa makanan ada yang bisa bikin jerawatan, yaitu makanan yang mengandung gula dan karbohidrat tinggi, serta dimakan secara berlebihan. Makanan tersebut akan merangsang pembentukan hormon insulin, sehingga produksi minyak juga akan meningkat. Nah, produksi minyak berlebih khususnya pada wajah bisa memicu tumbuhnya jerawat. Terlebih jika wajah terkena debu atau kotoran yang bisa menyumbat pori-pori.

Nah, itulah beberapa manfaat kacang tanah bagi kesehatan. Selain cocok bagi kamu yang sedang mengurangi atau diet nasi, ternyata kacang tanah juga bisa mencegah serangan jantung dan berbagai penyakit lainnya. Selain penjabaran mengenai manfaat kacang tanah, sekarang kamu sudah tau kan kalau ternyata makan kacang bikin jerawatan itu hanya mitos. Faktanya justru kacang bisa mencegah inflamasi atau peradangan, tentu saja bisa mencegah munculnya jerawat. Tapi, tetap konsumsi kacang sesuai dengan takaran harian ya, jangan berlebihan.

Baca Juga Artikel Lainnya

Apakah Benar Mandi Malam Bisa Bikin Rematik?
Bedah Tuntas Mitos Otak Kanan / Otak Kiri
10 Mitos Sains yang Masih Banyak Dipercaya Orang