Kenapa Kita Suka Banget sama Karakter Superhero, ya?

superhero

Beberapa hari yang lalu, gue ngeliat video interview yang nunjukin Tom Holland, pemeran Spider-Man di Marvel Cinematic Universe (MCU), kaget banget pas dikasih tau kalau film Spider-Man: No Way Home (2021) udah hampir ngalahin Avatar (2009) di Box Office.

Matanya si Tom sampai melotot gitu, ekspresinya juga kayak nggak percaya pas dikasih tau tentang beritanya.

superhero
Spider-Man: No Way Home (2021) menempati posisi ke-3 Box Office dengan penghasilan terbanyak. (Arsip Zenius, dok. IMDb)

Kalau ngeliat list-nya, film yang berhasil masuk ke peringkat tiga besar itu ternyata film bertema superhero atau pahlawan super. Star Wars punya Jedi, yaitu pahlawan yang melawan Sith, penjahat utama di film tersebut. Terus ada Avengers–Earth’s Mightiest Heroes, jadi sudah pasti isinya manusia super yang memberantas kejahatan.

Sebagai salah satu penggemar film superhero, gue selalu excited banget setiap ada film baru yang mau rilis. Contohnya kayak Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022) dan The Batman (2022) yang bakalan rilis bulan depan!

Eh, ngomongin Doctor Strange, kemarin gue habis membahas tentang multiverse, nih. Kalau elo kepo apakah multiverse ini beneran ada di dunia nyata, elo bisa baca di artikel Multiverse itu Beneran Ada Nggak, Sih?, ya!

Balik lagi ke superhero, kira-kira kenapa ya kita bisa suka banget sama mereka? Padahal kan, mereka cuma karakter fiksi doang. Tapi, kenapa kadang kita ngerasa relate banget sama mereka?

Nah, buat cari tahu jawabannya, baca artikel ini sampai habis, ya!

Baca Juga: Bermain Mesin Waktu: Jalan-Jalan ke Masa Lalu, Yuk!

Siapa sih, Superhero itu?

Kalau dapat pertanyaan kayak gini, pasti jawabannya nggak jauh dari nama-nama superhero-nya nggak, sih?

Contohnya kayak superhero yang bisa terbang, ada Doctor Strange, Superman, Iron Man, atau Phoenix. Terus superhero yang bisa menghilang kayak Invisible Woman yang menjadi bagian dari Fantastic Four. Atau superhero yang larinya cepet banget kayak The Flash dan Quicksilver.

Wah, kalau nyebutin namanya sih, bisa-bisa artikel ini nggak ada habisnya! Tapi sebenarnya, apa itu superhero?

Melansir dari Psychology Today, superhero bisa diartikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan super di atas rata-rata manusia normal dan umumnya berani bertindak heroik untuk menyelamatkan orang lain.

Kalau nonton film superhero pun, hampir semua pahlawan di sana mengorbankan dirinya buat orang lain. Iron Man aja sampai rela mati demi menyelamatkan dunia di film Avengers: Endgame (2019).

Jadi ya … bisa dibilang mereka ini merupakan sosok yang selfless atau rela berkorban demi orang lain dan menempatkan kepentingan orang lain sebelum dirinya sendiri.

Baca Juga: Apa Itu Martial Arts, Kenapa Kita Suka Film Action?

Kok Bisa ya, Kita Suka dan Relate sama Superhero?

Terkadang pas lagi nonton origin atau kisah latar belakang superhero, gue tuh suka ngerasa “Kok dia kayak gue banget, sih?” Elo suka mikir gini juga nggak?

Ternyata ini ada penjelasan menariknya, lho. Menurut Psychology Today, film superhero yang kita tonton itu, tanpa disadari memang menyodorkan banyak fenomena psikologis. Ini juga yang jadi salah satu alasan kenapa kita terkadang merasa relate banget sama mereka.

Contohnya kayak cerita origin dari Batman dan Iron Man. Mereka berdua sama-sama karakter yang tumbuh dengan pengalaman traumatis, yang kemudian memicu stres. Kita bisa lihat bagaimana dua karakter ini bergelut dengan dirinya sendiri selama menghadapi pascatrauma.

Selain itu, nggak jarang karakter superhero lahir dengan memiliki mental issue atau masalah mental. Sehingga, film superhero bisa menjadi wadah untuk membuat orang-orang aware dengan isu mental yang memang ada di sekitar kita.

Beberapa karakter superhero yang punya masalah mental seperti Daredevil yang berusaha mengatasi depresi, Legion yang mengalami Dissociative Identity Disorder (DID), Deadpool dengan penyakit psikosis, dan Jessica Jones dengan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Nggak cuma ini aja, kebanyakan dari aktor yang memerankan karakter pahlawan super juga merasa relate sama karakter mereka.

Kenapa Kita Suka Banget sama Karakter Superhero, ya? 26
Tobey Maguire merasa relate dengan karakter Spider-Man. (Arsip Zenius, dok. Marvel)

Dari perasaan relate ini, kemudian muncul rasa suka sama karakternya, sampai rasanya mau nonton film dengan tema yang sama kayak gini lagi dan lagi.

Menurut Robin Rosenberg dalam bukunya Psychology of Superheroes, The: An Unauthorized Exploration (Psychology of Popular Culture) (2008), seperti cerita fiksi lainnya, kisah pahlawan super membawa kita mengeksplor dan menghubungkan kita dengan sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Ini membuat kisah superhero yang penuh dengan perjuangan, kekalahan, dan kemenangan, mengajarkan kita untuk siap menghadapi masalah dengan harapan. Hope is greater than anything–ini merupakan kata-kata yang paling sering diucapkan di film superhero yang rasanya membekas banget ke penontonnya. Termasuk gue.

Seperti yang dilansir dari Psychreg, superhero seperti menjadi moral compass bagi penggemarnya. Mereka menginspirasi dan memberikan rasa percaya diri yang membuat penggemar merasa terdorong untuk menjadi seperti mereka.

Terlebih lagi, kisah origin dari superhero memang dibentuk untuk memberikan model psikologi mengenai cara mengatasi kesulitan, menemukan makna dalam kehilangan dan trauma, menemukan kekuatan kita, dan menggunakannya untuk tujuan yang baik.

Baca Juga: Disney Princess di Era Modern: Nggak Butuh Pangeran!

Apa Kita Butuh Pahlawan di Dunia Nyata?

Jawabannya, iya!

Superhero memang hanya karakter dalam film fiksi, tapi, sosok fiksi tersebut bisa diaplikasikan ke dunia nyata, lho.

Nggak usah jauh-jauh punya kemampuan bisa terbang atau nembus tembok, deh. Sesimpel elo bisa membawa perubahan yang positif buat sekitar elo aja, itu sudah bisa dibilang sebagai superhero!

Mungkin memang kita nggak bisa punya kekuatan super kayak karakter superhero favorit kita, tapi, nilai moral yang mereka tanamkan bisa banget buat kita terapkan di kehidupan sehari-hari.

Melansir dari Exploring Your Mind, film superhero memberikan pesan moral di mana kita bisa menggunakan kemampuan yang kita punya untuk melakukan hal baik dan membantu orang lain di sekitar kita.

Contohnya kayak dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan selama masa pandemi Covid-19. Mereka merupakan contoh dari pahlawan yang membantu banyak orang mengalahkan Coronavirus yang menjangkit manusia sejak dua tahun terakhir.

Kehadiran mereka tentu memberikan semangat dan mendorong pasiennya untuk terus berjuang mengalahkan virus di dalam tubuhnya. Nggak jauh berbeda sama superhero yang suka kita tonton, kan?

Nah, Sobat Zenius, ternyata siapa saja bisa jadi pahlawan super, lho! Gue yakin kita semua punya kemampuan unik yang bikin diri kita beda sama yang lain. Dari kemampuan itu, kemudian elo bisa gunakan buat memberikan hal-hal baik ke lingkungan sekitar.

Nggak perlu takut buat melakukan perubahan, ya! Siapa tahu, perubahan yang elo bawa bisa bikin elo jadi superhero di mata orang banyak. 

Jadi, superhero mana nih yang paling menginspirasi hidup elo?

Referensi

Spider-Man: No Way Home Officially Passes Avatar at Domestic Box Office – Comic Book (2022)

What Is a Superhero? – Psychology Today (2010)

The Psychology Behind Superhero Origin Stories – Smithsonian Magazine (2013)

Why We Love Superheroes, According To Psychology – Bustle (2017)

10 Marvel Superheroes You Didn’t Know Were Suffering From Mental Illness – CBR (2019)

Why Are Superheroes’ Morals Important to Us? – Exploring your mind (2019)

Why Everyone Needs a Hero – Psychology Today (2021)

Bagikan Artikel Ini!