fokus belajar

5 Cara Meningkatkan Fokus Belajar Siswa Saat PJJ

Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ tentunya mempengaruhi fokus belajar siswa. Di masa pandemi COVID-19, kegiatan pembelajaran jarak jauh atau PJJ menjadi kegiatan baru bagi guru dan siswa di masa pandemi COVID-19. Semua proses, mulai dari menyampaikan materi pembelajaran, diskusi, hingga ujian, dilakukan secara daring. Hal ini menyebabkan sebagian besar siswa kesulitan untuk berkonsentrasi. Kegiatan belajar yang tidak kondusif membuat mereka merasa kesulitan, bahkan kelelahan untuk melanjutkan pembelajaran dari rumah.

Proses belajar yang dilakukan melalui layar menyebabkan siswa mengalami kelelahan mental. Berkurangnya aktivitas yang rutin dilakukan sebelum pandemi, seperti bermain sepak bola di lapangan, mengerjakan tugas bersama, atau berkumpul di kantin sekolah menimbulkan kecemasan bagi siswa pada satu titik tertentu. Penurunan interaksi sosial ini juga berdampak negatif pada otak yang mengakibatkan beberapa masalah serius, salah satunya adalah masalah daya ingat.

Faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi dan Daya Ingat Siswa

fokus belajar siswa
Faktor yang mempengaruhi fokus belajar siswa. (Foto oleh Wallace Chuck dari Pexels)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas California Irvine, karantina wilayah mempengaruhi daya ingat seseorang. Dilaporkan bahwa orang-orang yang umumnya memiliki daya ingat tinggi mengalami kesulitan untuk mengingat dan mulai menemukan fakta bahwa mereka melupakan banyak hal. Salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya interaksi sosial di masa pandemi. Jika seseorang tidak bersosialisasi sebanyak mungkin, dapat dikatakan bahwa memori dalam otak sulit diingat kembali seperti biasanya.

Sama halnya dengan yang dialami para siswa, kurangnya interaksi sosial dan kecemasan yang terjadi selama pandemi menyebabkan penurunan daya ingat. Selama pembelajaran jarak jauh, semua kegiatan siswa dilakukan dari rumah mulai dari belajar, bermain, hingga menjalani hobi. Hal ini membuat otak lebih sulit bekerja karena kurangnya petunjuk yang membantu ingatan siswa. Jika siswa melakukan aktivitas di luar, perubahan situasi sekolah contohnya, bisa menjadi penanda kegiatan di hari itu. Namun jika siswa belajar di depan layar setiap harinya, semua kegiatan belajar akan terasa sama. Tidak banyak penanda yang dapat membedakan antara satu kejadian dengan kejadian yang lain.

Cara Guru Membuat Siswa Fokus Belajar di Masa Pandemi

fokus belajar siswa

Kegiatan pembelajaran jarak jauh tentunya dapat berjalan dengan lancar jika adanya kerjasama yang baik antara guru, murid, dan juga orang tua murid. Begitu juga dalam hal meningkatkan fokus siswa saat belajar, agar mereka tidak mengalami penurunan daya ingat. Bapak/Ibu guru dapat melakukan beberapa inisiatif yang dapat mendukung siswa belajar daring.

  • Menciptakan kelas dengan latar suara yang tenang

Saat pembelajaran online dimulai, suasana kelas yang tenang sangat dibutuhkan. Karena itu, pastikan lokasi Bapak/Ibu guru sunyi dan jauh dari kebisingan. Hal ini menjadi salah satu cara agar siswa bisa fokus dan tidak mendapatkan distraksi atau hambatan saat memahami pelajaran. Jika siswa mendengar suara bising dari tempat lain, otaknya akan berupaya lebih keras untuk memahami bacaan maupun pelajaran.

Bapak/Ibu juga bisa memberitahukan orang tua murid untuk melakukan hal yang sama. Orang tua dapat memastikan anaknya menjalani kegiatan belajar daring di tempat yang nyaman. Dalam pembelajaran jarak jauh, kerjasama antara Bapak/Ibu guru dan orang tua sangat dibutuhkan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

  • Mengetahui pola dan gaya belajar siswa agar bisa fokus belajar

Setiap siswa memiliki pola belajar yang berbeda-beda. Beberapa dari mereka mungkin hanya bisa fokus belajar di 1-2 jam awal, namun beberapa dari mereka mungkin bisa memahami materi selama pelajaran berlangsung. Untuk mengatasi hal tersebut, Bapak/ibu guru bisa membagi waktu pembelajaran paling tidak 20-30 menit per sesi agar siswa bisa terus fokus. Di tengah sesi, Bapak/Ibu bisa memberikan kuis atau permainan ringan yang berhubungan dengan materi yang disampaikan. Selain untuk hiburan, hal ini juga bisa membuat siswa tetap fokus belajar dan tidak mengalami kejenuhan.

Gaya belajar yang sesuai dengan siswa juga harus diperhatikan. Setiap siswa memiliki pendekatan tersendiri dalam memahami materi pelajaran. Gaya belajar dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu gaya belajar visual (penglihatan), auditori (pendengaran), dan kinestetik (gerak). Dalam praktiknya, proses pembelajaran menggunakan ketiga jenis tersebut pada tahapan tertentu. Namun kebanyakan siswa memiliki satu kecenderungan diantara ketiganya.

  • Membuat metode pembelajaran yang kreatif untuk menciptakan fokus belajar

tingkatkan fokus belajar siswa
Metode mengajar kreatif (Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels)

Ada beragam metode pembelajaran yang dapat diterapkan Bapak/Ibu guru untuk membantu siswa dapat fokus belajar. Seperti yang disebutkan di atas, siswa memiliki kecenderungan untuk fokus pada satu gaya belajar yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Untuk mendukung gaya belajar tersebut, Bapak/Ibu bisa membuat metode belajar yang sesuai seperti menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk video, tebak kata atau gambar, kemudian membuat permainan peran yang menuntut siswa untuk melakukan suatu aktivitas tertentu. 

Kreativitas yang dilakukan Bapak/Ibu guru dapat membuat siswa lebih fokus dalam memahami pelajaran. Selain menciptakan fokus belajar siswa, metode pembelajaran kreatif juga diharapkan dapat mengembangkan daya nalar siswa dalam menemukan solusi dari berbagai permasalahan pembelajaran. 

  • Memberikan tugas yang tidak memberatkan

Kegiatan belajar mengajar daring tentunya berbeda dengan pembelajaran tatap muka di sekolah. Untuk membuat siswa fokus belajar, Bapak/Ibu guru tidak harus selalu memberikan tugas. Para murid justru bisa mengalami stres selama mengerjakannya, apalagi tugas yang memberatkan. 

Bapak/Ibu guru bisa memberikan tugas yang komposisinya ringan. Bentuk penyampaian tugas juga bisa diberikan dalam permainan atau metode pembelajaran kreatif lainnya. Dengan begitu, para siswa pasti lebih antusias untuk belajar dan mengerjakannya dibandingkan tugas yang dibuat dalam bentuk soal-soal. Jika anak sudah tertarik dengan pelajaran atau tugasnya, mereka bisa lebih fokus untuk belajar, mengikuti dan memahami materi yang disampaikan.

  • Menyediakan akses belajar daring yang mudah

Saat pembelajaran jarak jauh, internet menjadi salah satu kendala utama. Tidak sedikit siswa atau bahkan Bapak/Ibu guru yang kesulitan mendapatkan kualitas internet yang memadai. Jika proses pembelajaran terganggu karena koneksi internet, pastinya fokus belajar siswa juga akan terpecah.

Salah satu cara yang bisa Bapak/Ibu guru lakukan untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan memberikan akses belajar mengajar yang mudah. Bapak/Ibu guru bisa bergabung dalam Zenius untuk Guru yang memudahkan proses pembelajaran jarak jauh. Melalui fitur-fitur Zenius untuk Guru, Bapak Ibu mengakses materi dan ribuan bank soal untuk dibagikan ke siswa. Selain itu, Bapak/Ibu juga bisa membuat dan membagikan penilaian, serta melihat laporan hasil belajar siswa. Dengan Zenius untuk Guru, Bapak/Ibu bisa berinteraksi dengan mudah dengan siswa selama pembelajaran jarak jauh. Semua kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dalam satu sistem manajemen.

Kegiatan belajar mengajar secara online pastinya menemukan banyak kendala. Namun, Bapak/Ibu guru bisa mendukung kelancaran pembelajaran selama kelas daring berlangsung. Demikian 5 tips yang diberikan untuk Bapak/Ibu guru agar dapat membantu siswa fokus belajar. Semoga tips ini bermanfaat ya untuk Bapak/Ibu guru!

Baca Juga Artikel Lainnya

Cara Mudah Mengajar Online Bagi Guru

7 Game Ice Breaking Agar Belajar Makin Asik

Peran Guru Saat Murid Belajar di Rumah