chairul tanjung

Chairul Tanjung, ‘Si Anak Singkong’

Artikel ini akan membahas tentang biografi singkat Chairul Tanjung, mulai dari masa kecil hingga perjalanan kariernya.

Halo, Sobat Zenius! Balik lagi sama gue Fadil. Kali ini gue bakal memaparkan tentang kisah seorang pengusaha yang sangat inspiratif, yaitu Chairul Tanjung. Buat lo yang mau jadi pengusaha, bisa banget lo ngejadiin beliau sebagai role model. Okay, tanpa berlama-lama lagi, lanjut baca kisahnya di bawah ini!

Siapa Itu Chairul Tanjung?

Chairul Tanjung (18 Juni 1962) adalah seorang pengusaha ulung yang bergerak di bidang layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam. Beliau adalah konglomerat asal Indonesia yang sempat menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Beliau mendapatkan penghargaan tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak hal yang harus beliau lalui. Terbukti dari di masa kecilnya, beliau mendapatkan julukan ‘Si Anak Singkong’.

chairul tanjung
Foto oleh Gramedia

Masa Kecil Chairul Tanjung

Julukan Si Anak Singkong melekat pada diri Chairul Tanjung sejak kecil. Anak Singkong merupakan sebutan lain dari ‘anak kampung’. Benar adanya, Chairul Tanjung lahir dari keluarga yang bisa dibilang cukup sederhana, karena ayahnya hanya seorang wartawan pada masa orde lama. Ketika orde baru, surat kabar milih ayahnya dipaksa untuk tutup karena berseberangan secara ideologi dari pemerintahan pada saat itu.

Masa-masa sulit tersebut, harus Chairul Tanjung lalui di saat beliau mengenyam bangku pendidikan tingkat tinggi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Secara terpaksa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan, beliau rela untuk berdagang. Usaha yang beliau lakukan merupakan berdagang novel, kaus, membuka tempat fotokopi, hingga membuka toko peralatan laboratorium dan kedokteran di daerah Senen Raya.

Perjalan Karier Chairul Tanjung

Setelah Chairul Tanjung lulus dari Universitas Indonesia, beliau membuka usaha kontraktor, namun tidak berjalan dengan baik. Sehingga, kemudian beliau bekerja di perusahaan baja. Pada saat itulah, beliau bertemu dengan tiga temannya dan mendirikan sebuah perusahaan pada tahun 1987, yaitu PT. Pariarti Shindutama. Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor-impor fashion. Tepatnya, memproduksi sepatu lokal anak-anak. Perusahaan ini berdiri dengan modal awal pinjaman dari Bank Exim sebesar Rp150 juta. Tak butuh waktu lama, usaha ini berkembang dengan pesat, hingga mendapatkan pesanan mencapai 160 ribu pasang dan diekspor ke Italia. Naas, Chairul Tanjung memiliki visi yang berbeda, terpaksa beliau pun harus menyatakan keluar dari usaha yang sudah mereka rintis bersama-sama sejak nol.

Kepiawaiannya dalam membangun relasi bisnis, membuat Chairul Tanjung tak segan untuk membuat usaha atau bisnis yang mengarah ke konglomerasi. Fokusnya menjadi tiga cabang yaitu keuangan, properti, dan multi media. Perusahaan yang memiliki fokus di tiga bidang, beliau namakan Para Group atau Para Inti Holdindo, dengan anak perusahaan yang bernama Para Global Investindo (keuangan), Para Inti Investindo (multi media), dan Para Inti Propertindo (properti).

Pada bidang keuangan, Chairul Tanjung mengambil alih Bank Karman yang saat ini dinamakan Bank Mega. Barulah di masa kepemilikan beliau, lahir anak perusahaan lain yang tidak lain tidak bukan adalah Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Pada bidang multi media, lahirlah Trans TV, Trans7, Mahagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. Sementara itu, pada bidang properti, beliau memiliki Bandung Supermall dan beliau pun mengambil alih saham Carrefour Indonesia sebesar 40%.

Saat ini Para Group atau Para Inti Holdindo telah berubah nama menjadi CT Corp. Tak hanya induk perusahaannya aja, tapi anak perusahaannya pun berganti nama menjadi Mega Corp (keuangan), Trans Corp (multi media), dan CT Global Resources (properti, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam).

“Kehormatan kita adalah kepribadian kita. Saat kepribadian saja tidak punya, tak akan mungkin punya kehormatan”

Chairul Tanjung

Baca Juga Artikel Lainnya

Biografi Ernest Douwes Dekker: Tokoh Indo Anti-Kolonialisme (1879-1950)

Charles Darwin: Pelopor Teori Evolusi oleh Seleksi Alam

Rosalind Franklin: Penemu Struktur DNA yang Terlupakan

Bagikan artikel ini