Bakteriofag – Ciri-Ciri, Bentuk Tubuh, dan Cara Replikasi Bakteriofag – Materi Biologi Kelas 10

Bakteriofag - Ciri-ciri dan Cara Replikasi Bakteriofag

Pada artikel ini kita akan membahas tentang virus. Seperti yang elo ketahui kalo virus selain bisa menginfeksi manusia, hewan, dan tumbuhan, ternyata virus juga bisa menginfeksi bakteri lho! Nah jenis-jenis atau kelompok virus yang bisa memakan(menginfeksi) bakteri itu disebut bakteriofag. 

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai bakteriofag, struktur tubuh hingga bagaimana cara bakteriofag bereplikasi, yuk baca tulisan ini sampai selesai ya! 

Pengertian Bakteriofag

Jika kita melihat dari asal katanya bakteriofag berasal dari kata “bakteria” yang artinya bakteri dan fag dari kata “phagein” yang artinya memakan. Jadi secara simpelnya nih bakteriofag adalah virus yang “memakan” bakteri.  Itulah alasan mengapa virus ini disebut bakteriofag.

Bakteriofage adalah salah satu jenis virus yang menyerang bakteri. Bakteriofag ini memiliki materi genetika (asam nukleat) yang biasanya berupa DNA dan memiliki struktur pelindung untuk melindungi DNA yang disebut Kapsid.

Ada satu fakta menarik tentang bakteriofage, ternyata dalam dunia teknologi pangan telah ditemukan potensi bakteriofage untuk melawan infeksi dari bakteri. Yang artinya bakteriofage dapat berfungsi sebagai alternatif dari antibiotik sob! Namun ternyata terapi jenis ini masih menuai beberapa kontroversi salah satunya karena bisa memicu sistem imun yang akan bereaksi berlebihan, belum diketahui berapa rekomendasi dosisnya, dan beberapa kekurangan-kekurangan lainnya.

Nah semakin penasaran kan dengan bakteriofage ini? Yuk kita ulas bagaimana sih struktur tubuh bakteriofage!

Ciri-Ciri Bakteriofag

Ciri-ciri bakteriofag dapat dilihat dari 2 hal, yang pertama dari struktur tubuhnya yang meliputi materi genetik dan kapsid,  ciri-ciri bakteriofag selanjutnya bisa dilihat dari cara mereka bereplikasi.

Struktur dan Bentuk Tubuh Bakteriofag

Bakteriofag mempunyai materi genetik berupa asam nukleat yang pada umumnya adalah DNA. Selain itu bakteriofag juga memiliki kapsid atau struktur pelindung yang terbuat dari protein.  Jadi DNA dari bakteriofag tersebut terlindungi oleh sebuah selubung protein yang disebut kapsid. Ada berbagai bentuk kapsid dari bakteriofag, diantaranya adalah bentuk polihedral/ikosahedral, bentuk kepala – ekor, dan ada yang berbentuk filamen.

Nah untuk memudahkan elo memahami materi ini, yuk kita bahas lebih dalam struktur bakteriofag melalui ilustrasi gambar dibawah!

Bakteriofag - Ciri-Ciri, Bentuk Tubuh, dan Cara Replikasi Bakteriofag - Materi Biologi Kelas 10 25
Ilustrasi Struktur Bakteriofag jenis T4 (Arsip Zenius)

Berikut penjelasan fungsi dari beberapa struktur bakteriofage!

  1. Kapsid adalah lapisan pelindung tubuh virus dan berfungsi untuk melindungi virus dari kondisi lingkungan sekitarnya.
  2. Kepala virus di atas berisi asam nukleat berupa DNA.
  3. Bagian ekor berfungsi untuk melekatkan tubuh virus pada sel inang serta memasukan materi genetik virus ke dalam sel tubuh inang.

Cara Replikasi Bakteriofag

Bakteriofag bisa bereplikasi melalui siklus litik atau siklus lisogenik. Ada beberapa virus dari bakteriofag yang hanya bisa siklus litik saja, tapi ada juga yang bisa dua-duanya, untuk yang bisa kedua-duanya disebut dengan temperate virus. 

Oke sampai sini kita sudah tahu bagaimana struktur umum dari bakteriofag hingga apa saja proses replikasi dari bakteriofag. Mari kita bahas lebih dalam mengenai siklus hidup reproduktif dari bakteriofag!

Siklus Hidup dan Replikasi Bakteriofag

Seperti virus pada umumnya yang memiliki sifat parasit obligat, bakteriofag ini juga merupakan parasit obligat, yang artinya bakteriofag hanya bisa berkembang biak di dalam sel tubuh inang. Bakteriofag tidak dapat bereproduksi diluar sel inang, ia sangat membutuhkan bantuan inangnya sehingga tidak bisa bereplikasi secara mandiri.

Bakteriofag - Ciri-Ciri, Bentuk Tubuh, dan Cara Replikasi Bakteriofag - Materi Biologi Kelas 10 26
Ilustrasi Siklus Hidup dan Replikasi Bakteriofag (Arsip Zenius)

Virus bereplikasi diri dengan banyak cara salah satunya dengan siklus litik, siklus lisogenik atau bahkan dengan cara lain, tergantung dengan bentuk virusnya. Nah untuk bakteriofag mereka bisa melakukan siklus litik dan siklus lisogenik. Mari kita bahas penjelasan lengkapnya!

Baca Juga: Bagaimana Proses Reproduksi pada Bakteri?

Tahapan Siklus Litik

Siklus litik adalah cara replikasi virus melalui proses penghancuran sel tubuh inang di akhir proses replikasi, sehingga sel tubuh inang pada akhirnya akan lisis atau pecah dan kemudian mati. Bagaimana tahap siklus litik bakteriofag? Berikut tahapan siklus litik bakteriofag!

Untuk tahap pertama dalam siklus litik adalah tahap penempelan, dalam tahap ini serat ekor virus akan menempel pada bagian spesifik di dinding sel inang. Bagian bakteriofag yang masuk ke dalam inangnya adalah DNA sedangkan bagian yang membantu bakteriofag menempel pada sel inang adalah serabut ekornya. 

Tahap kedua adalah proses injeksi atau penetrasi, pada tahap ini virus akan membuat lubang yang menembus dinding dan membran sel tubuh inang, kemudian virus akan memasukan materi genetik ke dalam inang. 

Tahapan berikutnya adalah replikasi dan sintetis, pada tahap ini DNA virus akan memproduksi kemudian diperbanyak untuk membentuk komponen tubuh virus. Tahap selanjutnya adalah perakitan, pada tahap ini komponen tubuh virus disusun menjadi bentuk virus yang utuh (sempurna). 

Tahapan yang terakhir adalah proses lisis, yaitu virus akan memproduksi suatu enzim, kemudian akan terbentuk lubang pada dinding sel bakteri sehingga air akan masuk, kemudian sel akan pecah dan virus akan keluar dari inang. Pada siklus ini sel inang yang pecah tersebut akan mati setelah terbentuk anakan virus baru.

Tahapan Siklus Lisogenik

Siklus lisogenik adalah proses replikasi virus melalui penyisipan materi genetik virus pada materi genetik sel tubuh inang. Jadi pada siklus ini tidak melibatkan proses penghancuran pada sel tubuh inang seperti siklus litik.

Pada siklus ini terdapat 4 tahapan yaitu tahap adsorpsi (penempelan), tahap penetrasi, tahap integrasi, dan tahap multiplikasi sel tubuh inang. Untuk tahap adsorpsi dan penetrasi pada siklus lisogenik prosesnya sama seperti tahap pada siklus litik, lalu bagaimana untuk tahap selanjutnya pada siklus lisogenik? Yuk lanjut kita bahas bersama! 

Nah setelah melewati tahap penempelan dan penetrasi, DNA virus akan terintegrasi atau menyisip ke DNA bakteri, dalam fase ini akan terbentuk yang namanya profag. Profag ini tidak akan terdeteksi oleh sistem imunitas dari bakteri sehingga ketika sel inang membelah, maka tanpa sengaja bagian dari materi genetik juga ikut tercopy (multiplikasi). 

Nah itulah akhir dari siklus lisogenik. Namun sobat masih ada kemungkinan untuk siklus lisogenik bisa masuk kedalam siklus litik, gimana caranya? Jadi jika dari lingkungan misalnya terpapar sinar radiasi atau sinar UV itu akan menyebabkan dna virus akan keluar dan masuk ke dalam fase litik.  

Kalo elo mau belajar lebih lanjut, silahkan klik banner di bawah untuk nonton video lanjutan dari materi ini.

Jangan lupa ya, elo harus punya akun Zenius supaya bisa akses video materi, flashcard, chapter summary, quiz, dan tes evaluasinya.

CTA Banner Biologi

Supaya elo lebih jago dalam materi ini, elo bisa cobain berlangganan Zenius Aktiva Sekolah, karena ada ratusan soal latihan yang bakal ngebantu elo untuk menghadapi ujian sekolah. Klik banner di bawah untuk info selengkapnya! 

Bakteriofag - Ciri-Ciri, Bentuk Tubuh, dan Cara Replikasi Bakteriofag - Materi Biologi Kelas 10 27

Oke sobat zenius, sampai di sini dulu pembahasan materi tentang bakteriofag, struktur tubuh hingga proses replikasinya. Sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya!

Penulis: Adjie Sumantri

Baca Juga:

Apa itu Eubacteria (Bakteri)? – Materi Biologi kelas 10 

Apa yang dimaksud dengan sel?

Bagikan Artikel Ini!