Golongan darah

Aplikasi Hukum I Mendel dalam Menentukan Golongan Darah

Artikel ini akan membahas mengenai aplikasi hukum I mendel dalam menentukan golongan darah seseorang

Halo Sobat Zenius! Di tulisan sebelumnya gua udah pernah menjelaskan mengenai hukum I mendel beserta contol soalnya. Pada artikel kali ini, gua bakal kasih salah satu penerapan hukum I mendel yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu penentuan golongan darah pada manusia!

Seriusan golongan darah bisa ditentuin pake hukum I mendel doang?

Tentu bisa banget dong~
Aplikasi hukum I mendel dalam menentukan golongan darah ini sangat mudah dibandingkang harus melakukan tes golongan darah, dan penerapan hukum I mendel ini juga bisa menjadi langkah pertama dalam penyelesaian sengketa anak kandung! Penasaran kan? Yuk langsung simak sampe tuntas

mendel dan golongan darah

Sejarah Pemuan Golongan Darah

Sebelum kita langsung terjun ke dalam aplikasi hukum I mendel dalam penentuan golongan darah, kita harus mengetahui sejarah ditemukannya golongan darah pada manusia. Pada abad ke-19, belum ditemukan istilah pengelompokan darah yang kita ketahui sekarang, hal ini sangatlah menyulitkan dokter dan pasien karena darah seringkali menggumpal saat didonorkan yang berujung pada kematian pasien (Saat itu, dokter belum mengetahui kematian pasien akibat penggumpalan darah), seringkali donor darah dilakukan dari keluarga terdekat seperti anak ke orang tua dan sebaliknya karena memiliki risiko penggumpalan paling rendah. Meskipun itu, masih terdapat risiko penggumpalan darah yang mengancam nyawa pasien.

Karl Landsteiner
Karl Landsteiner | Sumber: thoughtco.com

Maraknya kasus kematian pasien saat transfusi darah ini memancing perhatian Karl Landsteiner, seorang ahli immunologi asal Austria. Pada tahun 1900, Landsteiner menemukan bahwa terdapat penggumpalan saat darah dari dua orang berbeda digabungkan dan pada tahun 1901 ia menemukan bahwa efek ini disebabkan oleh kontak darah dengan serum darah, dengan keahliannya dalam bidang kimia, Landsteiner berhasil mengidentifikasi tiga golongan darah yang kita masih gunakan hingga saat ini, yaitu golongan darah A, B, dan O. Berdasarkan temuannya, transfusi darah tanpa resiko pertama yang berhasil dilakukan oleh Reuben Ottenberg di Rumah Sakit Mount Sinai di New York pada tahun 1907.

Coba kalian inget-inget saat pertama kali melakukan tes golongan darah, pasti kalian pernah dikasih kartu kecil ini dan langsung disodorin hasilnya sama dokter/petugas lab.

Aplikasi Hukum I Mendel dalam Menentukan Golongan Darah 17
Kit Test Golongan Darah | Sumber: bawangijo.com

Coba kita main tebak-tebakan, golongan darah apa yang ada di kertas ini? apakah A, B, AB atau O?

Pada sistem golongan darah A B O, golongan darah ditentukan oleh antigen yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Jika lu memiliki golongan darah A, maka terdapat A antigen di permukaan sel darah merah lu, ini berlaku juga untuk golongan darah B dan AB. Untuk golongan darah O, permukaan sel darah merahnya tidak memiliki antigen sama sekali, makanya seringkali disebut golongan darah kosong (O).

Belum cukup sampai disitu, selain terdapat antigen pada permukaan sel darah merah, terdapat juga antibodi yang ada pada plasma darah. Uniknya, jika lu memiliki golongan darah A, maka antibodi dalam plasma darah lu adalah kebalikannya, yaitu anti-B. Jika golongan darah lu B, maka antibodi dalam plasma darah lu adalah anti-A. Biar makin jelas, kalian bisa simak tabel di bawah ini.

Aplikasi Hukum I Mendel dalam Menentukan Golongan Darah 18
Antigen dan Antibodi pada Golongan Darah | Sumber: wikipedia.org

Kita kembali lagi ke kit test golongan darah di atas, karena darah tidak menggumpal saat diberikan anti-A dan anti-B, maka golongan darah diatas berjenis O karena pada permukaan sel darah merahnya tidak terdapat antigen A dan B. Buat lebih jelasnya, kalian bisa simak gambar test golongan darah di bawah ini…

Golongan darah
Penggolongan darah berdasarkan interaksinya dengan antibodi | Sumber: carapedia.com

Di atas gua udah singgung mengapa banyak kasus kematian saat transfusi darah pada abad ke-19, hal ini disebabkan transfusi darah sering dilakukan pada individu yang memiliki golongan darah yang sebenarnya berbeda! namun saat itu tenaga medis nggak tau mengenai perbedaan golongan darah.

Coba sekarang lu bayangin menjadi seorang prajurit eropa yang kehilangan banyak darah akibat bertempur dan membutuhkan transfusi darah secepatnya. Saat itu ada salah satu orang yang bersedia mendonorkan darahnya ke elu, namun sebenarnya golongan darah lu dan dia berbeda (elu A dan pendonor B). Saat dokter melakukan transfusi darah, anti-B pada plasma darah lu berikatan dengan antigen B pada sel darah merah pendonor, ikatan ini menyebabkan darah dalam tubuh lu membentuk gumpalan yang dapat menghambat aliran darah dalam pembuluh. Jika gumpalan terjadi pada pembuluh darah jantung dan otak, elu akan mengalami serangan jantung dan stroke! Itulah mengapa transfusi darah antar golongan darah yang berbeda dapat menyebabkan kematian pasien.

Bersyukur di masa saat ini kita gak perlu dag dig dug saat transfusi darah berkat penemuan Karl Landsteiner dalam menggolongkan darah. Buat kalian yang masih bingung dengan penjelasan di atas, kalian bisa simak video penjelasan dari zenius di sini!

Penentuan Golongan Darah dengan Hukum I Mendel

Setelah kita belajar panjang lebar mengenai golongan darah, sekarang gua bakal membahas bagaimana caranya menentukan golongan darah menggunakan hukum I mendel. Buat kalian yang belum mengetahui hukum I mendel, kalian bisa baca tulisannya di sini ya.

Jika kita mengingat materi-materi sebelumnya, hukum I mendel memiliki bunyi…

Pada pembentukan gamet (sel kelamin anak), kedua gen induk (orang tua) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya

Kuncinya disini adalah, dalam hukum I mendel terdapat pasangan alel yang akan memisah dan keturunannya akan mendapat masing-masing satu alel dari induknya. Hal ini berlaku di berbagai satu sifat yang diturunkan, salah satunya golongan darah. Dalam golongan darah, terdapat sepasang alel yang menentukan fenotipe dan genotipenya. Biar simple, gua bakal rangkum masing-masing fenotipe dan genotipenya pada tabel di bawah ini.

mendel

Karena ada sepasang alel untuk gen yang mengatur golongan darah, maka pasangan alel ini nanti akan berpisah selama perkawinan dan keturunannya akan mendapatkan masing-masing satu alel dari orangtuanya. Hal ini dapat digunakan jika ingin mengetahui golongan darah kalian tanpa harus melakukan tes. Jika kalian memiliki orang tua yang bergolongan darah A dan A, maka golongan darah kalian pasti berada di antara A dan O.

Lah kok ada O? kan orang tua gua dua-duanya A!

Tentu saja bisa, karena ada kemungkinan orang tua kalian memiliki golongan darah A heterozigot, yaitu memiliki alel IAIO sehingga hasil persilangannya menghasilkan keturunan yang memiliki golongan darah A dan O.

Persilangan golongan darah

Yang menjadi permasalahan adalah jika kedua orang tua bergolongan darah AB, namun anaknya bergolongan darah O. Karena berdasarkan hukum I mendel, persilangan antara alel IAIB tidak akan menghasilkan alel IOIO sehingga anak tersebut tidak bisa dianggap sebagai anak kandung kedua orang tua tersebut. Meskipun sangat simple, menentukan golongan darah menggunakan hukum I mendel dapat memberikan hasil yang bias, contohnya saat terjadi perkawinan antara golongan darah A heterozigot dan B heterozigot.

Persilangan Golongan Darah

Dalam persilangan di atas, terdapat seluruh kemungkinan golongan darah terbentuk dan peluangnya sama besar sehingga masih dibutuhkan tes golongan darah untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas.

Contoh Soal

Biar kalian jauh lebih paham mengenai penjelasan di atas, gua bakal kasih salah satu contoh soal mengenai persilangan golongan darah…

  1. Sepasang suami istri memiliki golongan darah A heterozigot dan O, berapa besar peluang anaknya memiliki golongan darah A?

Untuk menjawab soal ini, kalian cukup menyilangkan genotipe golongan darah A heterozigot (IAIO) dengan golongan darah O (IOIO) dan menghitung persentase peluang terjadinya keturunan bergolongan darah A.

Persilangan Golongan Darah
Persentase

Akhirnya kita ketemu deh, persentase orang tua tersebut memiliki anak yang bergolongan darah A adalah 50%. Buat kalian yang masih bingung dengan penjelasan di atas, kalian bisa simak video penjelasan dari zenius di sini ya!

Mungkin itu aja yang bisa gua sampein kali ini. Semoga dengan penjelasan singkat ini, kalian bisa jauh lebih paham mengenai aplikasi/penerapan dari hukum I mendel ini!

Adios~

Baca Artikel Lainnya

Rumus Hukum I Mendel dan Persilangan Monohibrid

Hukum II Mendel dan Persilangan Dihibrid

3 Penyimpangan Semu Hukum Mendel dan Penyelesaiannya

Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Karl_Landsteiner

https://en.wikipedia.org/wiki/Blood_type