3 Penyimpangan Semu Hukum Mendel dan Penyelesaiannya 17

3 Penyimpangan Semu Hukum Mendel dan Penyelesaiannya

Artikel ini akan membahas berbagai macam penyimpangan hukum mendel kan kasusnya dalam dunia nyata

Haloha, Sobat Zenius!   Gimana nih kabarnya? Semoga semangat terus ya dalam menjalani aktivitas sekolahnya baik yang sudah offline maupun yang masih online! Di artikel kali ini gua bakal membahas salah satu bab dalam pelajaran Biologi yang menjadi momok bagi kebanyakan siswa

“Apaan tuh has? Kayaknya ngeri bener?”

Ya apalagi kalau bukan PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL  . Gua banyak dapet request buat ngejelasin bab ini karena banyak dari siswa-siswa yang belum paham sepenuhnya dan masih bingung bagaimana cara yang tepat untuk memahami bab ini.

“Haduh, Hukum mendel aja udah susah, sekarang ada penyimpangan lagi”

Nah, gua usahakan bakal mengupas sampai tuntas bagaimana penyimpangan hukum mendel itu dan contoh-contoh aplikasinya sehingga kalian jauh lebih paham mengenai salah satu bab dalam biologi genetika ini, Yuk gaskeun simak sampai selesai!  

APA ITU PENYIMPANGAN SEMU? APA BEDANYA DENGAN HUKUM MENDEL

3 Penyimpangan Semu Hukum Mendel dan Penyelesaiannya 18
Gregor Mendel (Sumber: Wikipedia)

Sebelum belajar mengenai berbagai jenis penyimpangan semu mendel dan aplikasinya, kita harus paham dulu apa sih itu penyimpangan semu mendel? Jika kalian mengingat materi hukum mendel sebelumnya, dalam hukum mendel terdapat yang namanya persilangan monohibrid dan dihibrid. Dalam kondisi normal, suatu persilangan monohibrid akan menghasilkan suatu rasio fenotipe 3:1 dan 1:2:1, sedangkan pada persilangan dihibrid menghasilkan rasio fenotipe 9:3:1:1. 

Usut punya usut, saat percobaan serupa dilakukan oleh para ahli genetika di berbagai perlakuan,rasio fenotipnya tidak sesuai dengan hukum mendel  

“Lah, artinya hukum mendel ngaco dong?”

Tidak seperti itu ferguso~
Pada kenyataannya di kehidupan, tidak semua persilangan dapat menghasilkan rasio fenotipe yang sesuai dengan hukum mendel, hal ini umumnya disebabkan oleh gen-gen yang mempengaruhi gen lain, bahkan ada yang terkait dengan reaksi asam basa kimiawi. Meskipun terdapat berbagai penyimpangan, rasio fenotipenya masih “patuh” pada kaidah hukum mendel, sehingga fenomena ini disebut oleh para ahli sebagai Penyimpangan Semu Hukum Mendel

Penyimpangan semu hukum mendel ini ada buanyakkk banget, sehingga gak bakal efektif jika gua bakal bahas semuanya dalam satu tulisan ini, sehingga gua bakal bahas 3 penyimpangan yang sering kalian temuin dalam soal-soal baik itu UN hingga UTBK. 

EPISTASIS-HIPOSTASIS

Gua bakal jelasin dari penyimpangan semu paling mudah, yaitu Epistasis dan Hipostasis. Secara definisi, Epistasis dan Hipostasis merupakan peristiwa penyimpangan hukum mendel dimana suatu gen dominan menutup pengaruh gen dominan lain yang bukan alelnya gen ini bukanlah alel/pasangan dari gen tersebut, namun bisa menutupi pengaruh dominannya, epistatis merupakan gen yang menutupi, sedangkan Hipostatis merupakan gen yang ditutupi. 

Biar kalian ga ketuker antara keduanya, kalian bisa pahami bahasa latin, dimana epi berarti “sebelah atas” seperti epidermis dan epikotil, sehingga dapat dianalogikan sebagai suatu yang “menutup” atau dominan, dan hipo berarti “sebelah bawah” yang dapat dianalogikan sebagai yang “ditutupi”

Epi = atas = menutupi

Hipo = bawah = ditutupi

Karena ada gen dominan yang menutupi alel lain, maka saat persilangan dihibrid, fenotipe yang dihasilkan bukanlah 9:3:3:1 namun 12:3:1  . Biar lebih gampang, gua bakal kasih contoh soal dari kasus Epistasis dan Hipostasis…

Kacang koro hitam dengan genotipe HHkk disilangkan dengan kacang koro kuning dengan genotipe hhKK menghasilkan F1 heterozigot berwarna hitam, sesama F1 disilangkan dan  menghasilkan 1000 kacang, Gen koro hitam epistasis terhadap gen koro putih. Berapa jumlah kacang koro yang berwarna hitam?….

Untuk menjawab pertanyaan ini, Pertama-tama kita harus mengetahui genotipe dari F1 

P : HHkk   x     hhKK

F1 : HhKk 

Karena gen warna hitan bersifat epistasis terhadap gen warna kuning, maka F1 memiliki fenotipe yang berwarna hitam. Selanjutnya kita mencari rasio fenotipe dari F2 dengan persilangan dihibrid 

P : HhKk   x    HhKk

Alel : HK, Hk, hK, hk

HKHkhKhk
HKHHKKHHKkHhKKHkKk
HkHHKkHHkkHhKkHhkk
hKHhKKHhKkhhKKhhKk
hkHhKkHhkkhhKkhhkk

Nah, disini kalian harus hari-hati, karena gen hitam bersifat dominan terhadap alel gen kuning, maka jika ada H besar, kacang tetap memiliki fenotipe hitam meskipun terdapat K besar. Tinggal kalian itung deh rasionya.    

HKHkhKhk
HKHHKKHHKkHhKKHkKk
HkHHKkHHkkHhKkHhkk
hKHhKKHhKkhhKKhhKk
hkHhKkHhkkhhKkhhkk

Sehingga didapatkan rasio sebesar 12:3:1  

Karena diminta untuk mengetahui jumlah kacang koro yang memiliki fenotipe hitam, maka tinggal kalian cari deh berdasarkan rasio di atas 

12/16×1000 = 750 buah  

Kalian dapet deh, jumlah kacang koro berwarna hitam sebesar 750 buah  

Semoga dengan soal sederhana ini, kalian bisa jauh lebih paham mengenai konsep Epistasis-Hipostasis.

ATAVISME 

Pasti kalian pernah ngeliat foto ini at least sekali baik itu di buku paket maupun soal-soal biologi yang pernah kalian kerjain. 

penyimpangan hukum mendel
Jambul ayan (sumber: kelaspintar.id)

Emang sebenernya atavisme itu apaan sih? Sebelum lanjut ke soal, kita harus paham secara definisi apa sih itu atavisme? Secara definisi, atavisme merupakan kasus penyimpangan dimana interaksi antar gen yang menghasilkan keturunan yang memiliki fenotip berbeda dari induknya  

“Lah kok bisa beda?”

Hal ini disebabkan karena adanya kesempatan berbagai gen untuk melakukan rekombinasi atau penyatuan kembali. Nah interaksi berbagai alel yang spesifik ini mampu menghasilkan fenotipe yang tidak ditemukan pada induk sebelumnya. Salah satu contoh kasusnya adalah jambul/jengger ayam di atas. 

Secara umum, jengger ayam bisa dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu Sumpel (walnut), Biji (Pea), Bilah (Single), dan gerigi (rose). Fenotipe dari masing-masing jenis jengger ini ditentukan oleh interaksi alel yang spesifik. Fenotipe walnut terbentuk dari genotipe (R-P-), Pea (rrP-), single (rrpp), dan rose (R-pp).

“Maksudnya tanda strip itu apaan has?”

Tanda strip pada genotipe itu memiliki makna bahwa alel apapun yang ada di dalam genotipe baik itu dominan maupun resesif, tidak akan berpengaruh pada ekspresi fenotip. Biar lebih jelas, gua bakal highlight biar kalian bisa memahaminya lebih jelas 

Walnut : (R-P-)

Rose : (R-pp)

Pea : (rrP-)

Single : (rrpp)

Kalian tidak perlu menghafal masing-masing fenotip karena dalam soal akan diberitahu masing-masing fenotip beserta genotip, kuncinya adalah kalian harus teliti dalam mencocokkan genotip yang kalian dapatkan dari hasil persilangan dengan fenotip yang terlah disediakan dari soal. Biar lebih jelas lagi, gua bakal kasih contoh soal mengenai atavisme. 

Perkawinan antara ayam jantan berpial walnut (RrPp) dengan ayam betina berpial rose (RRpp) akan menghasilkan keturunan ayam berpial?…

Untuk menjawab soal ini, kalian tinggal nentuin masing-masing alel ayam dan langsung menyilangkannya untuk mendapatkan hasil…. 

P : RrPp     x     RRpp

Alel : RP, Rp, rP, rp     x     Rp

RPRprPrp
RpRRPPRRppRrPpRrpp

Setelah kalian silangkan, tinggal ditentuin deh fenotipnya apa aja berdasarkan highlight di atas.

RRPP = Walnut 

RRpp = Rose 

RrPp = Walnut 

Rrpp = Rose 

Nah, akhirnya kalian dapet deh ternyata keturunan dari ayam tersebut memiliki fenotip jengger walnut dan rose. Buat kalian yang masih belum paham mengenai atavisme, simak video penjelasan dari zenius di sini yuk!

KRIPTOMERI 

Sebelumnya gua pernah menyinggung mengenai reaksi asam basa kimiawi yang mempengaruhi fenotip suatu individu, nah peristiwa ini ditemukan pada peristiwa kriptomeri. Secara definisi, kriptomeri merupakan peristiwa dimana gen dominan tidak tampak/tersembunyi jika tidak berpasangan dengan gen dominan lainnya. Sederhananya, gen dominan ini gak mau nongol jika gak ada gen dominan yang lain. Kriptomeri sendiri berasal dari bahasa latin kriptos yang memiliki arti “tersembunyi”. Salah satu contoh kasus yang paling terkenal adalah persilangan bunga Linaria Maroccana.  

Bunga Linaria Maroccana memiliki peristiwa persilangan yang unik, saat bunga merah (dominan) disilangkan dengan bunga putih (resesif), akan terbentuk fenotipe baru, yaitu warna ungu!

“Lah kok bisa, emang ada alelnya?”

Usut punya usut, pada bunga Linaria Maroccana terdapat alel yang meregulasi ekspresi pigmen antosianin dan asam basa protoplasma, secara singkatnya :

A = Ekspresi pigmen antosianin 

a = Non-ekspresi pigmen antosianin 

B = Protoplasma basa

b = Protoplasma asam

Uniknya, Pigmen antosianin ini akan berubah warna menjadi ungu dalam keadaan basa!   Walaupun genotip nya sama, namun fenotipnya berbeda karena adanya reaksi asam-basa antara pigmen dan protoplasma sel. 

penyimpangan semu hukum mendel
Kriptomeri (sumber: materiedukasi.com)

Nah, jika hasil persilangan F1nya disilangkan sesama, rasio fenotipe dari kriptomeri adalah 9:3:4 meskipun rasio genotipnya sama dengan hukum mendel II. Buat kalian yang pengen memahami lebih dalam terkait kriptomeri, simak video penjelasan dari zenius di sini yuk!

Mungkin itu yang bisa gua bagikan saat ini terkait penyimpangan semu hukum mendel. Di kesempatan yang lain gua bakal membahas secara keseluruhan jenis-jenis penyimpangan semu hukum mendel ini. Semoga setelah kalian menyimak tulisan ini, kalian bakal jauh lebih paham mengenai penyimpangan semu hukum mendel dan aplikasinya!

Adios~

Baca Artikel Lainnya 

Penerapan Matematika dalam Hukum Hereditas Mendel

Kenapa Ada Penyimpangan Semu Hukum Mendel

3 Kesalahan Siswa saat Mengerjakan Persamaan Hardy-Weinberg

Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Mendelian_inheritance

https://en.wikipedia.org/wiki/Atavism

Bagikan artikel ini