Mana yang Duluan, Ayam atau Telur?

Pertanyaan klasik "Duluan ayam atau telur?" dijawab tuntas dengan penjelasan ilmiah yang mudah dimengerti.

Mungkin salah satu pertanyaan yang paling klasik di dunia ini adalah :

"Mana yang duluan, ayam atau telur?"

 

Ada yang tahu jawabannya? Kalo ayam, kenapa? Kalo telur, kenapa? Atau mungkin lo mikir kalo pertanyaan ini terlalu gak penting buat dijawab?

Sekilas pertanyaan ini emang terkesan sepele dan gak penting, tapi sebetulnya PROSES untuk menjawabnya pertanyaan ini, kita perlu menggali pengetahuan sains yang cukup mendalam lho..

Mungkin lo heran, kenapa sejak dari zamannya filsuf Yunani seperti Aristoteles dan Plato, sampe abad 21 sekarang, pertanyaan yang terkesan sepele ini masih banyak dibicarakan dan diperdebatkan. Emang apa sih pentingnya mana yang duluan ayam atau telur? Sebetulnya ada pesan tersirat yang amat penting dari pertanyaan ini. Bagi filsuf kuno, pertanyaan ini adalah pertanyaan filosofis yang sangat dalam tentang teka-teki darimana datangnya jagat raya ini. Jika segala yang mereka lihat ini terjadi dari proses materi yang terjadi sebelumnya, lalu bagaimana dengan proses yang terjadi sebelumnya, dan sebelumnya, dst...

Teka-teki filosofis itu kemudian dianalogikan menjadi teka-teki ayam atau telur.

 “Kalo misalnya ayam menetas dari telur, telurnya datang dari mana? Berarti harus ada ayam sebelumnya dong yang menetaskan telur itu? Tapi ayam itu pasti menetas dari telur juga kan? Jadi mana yang duluan dong?”

ayam atau telur

Pada zaman sekarang ini, masih banyak orang yang berpikir bahwa pertanyaan ini masih menjadi teka-teki besar kehidupan yang belum terpecahkan. Malah ada yang tenggelam ke debat kusir filosofisnya. Tapi sebenarnya, melalui metode saintifiknya, sains sudah mampu menjawab pertanyaan ini lho. Cuma mungkin banyak aja orang yang males baca jurnal sains dan masih mengandalkan pertanyaan ini dalam berargumen filosofis..

 

Jadi, jawabannya dari pandangan sains gimana?

Sebuah penelitian pada tahun 2010 menunjukkan bahwa protein yang esensial untuk pembentukan cangkang telur ayam (ovocleidin-17) hanya eksklusif ditemukan di ovarium ayam. Protein ini dibutuhkan untuk pembentukan cangkang telur ayam. Tanpa protein ini, cangkang telur ga bisa dibentuk. Jadi, secara teknis, tanpa ada ayam, kita nggak bisa punya telur ayam. Sampai di sini, sekilas jawaban dari teka-teki ini: ayam.

Case closed? Not yet. FAR FROM THAT..

Kalo ditanya: Mana yang duluan, ayam atau telur ayam? Penemuan tentang protein ovocleidin-17 itu emang seolah-olah bisa menjawab pertanyaan khusus ini, yaitu Ayam.

Tapi, dengan begitu, tetap aja jadi ada pertanyaan lagi. Protein ovocleidin-17 harus datang dari sesuatu dong. Tapi dari mana? Si ayam pertama yang menghasilkan protein ovocleidin-17 datang dari mana? Inilah yang akan terjadi kalo kita coba mau mulai menelusuri sesuatu, dari satu pertanyaan sederhana, bisa muncul pertanyaan-pertanyaan penting lainnya.

 

Jadi, dari mana datangnya ayam pertama yang menghasilkan protein ovocleidin-17 ?

Nah, untuk pertanyaan yang satu ini, evolusi hadir memberikan perspektif yang betul-betul mencerahkan.

Secara sederhana, teori evolusi itu bisa dirumuskan seperti

EVOLUSI = SELEKSI ALAM + MUTASI

Dalam proses reproduksi, ketika 2 organisme melakukan perkawinan, mereka akan menurunkan informasi genetiknya (pejantan melalui sel sperma dan betina melalui sel telur) dalam bentuk DNA. Sel sperma bertemu dengan sel telur, fertilisasi terjadi, terbentuklah zigot. Zigot ini mengandung kombinasi genetik kedua induknya. Zigot kemudian terus membelah (secara mitosis). Selama pembelahan terjadi, DNA melakukan replikasi.

Jadi intinya keturunan berikutnya merupakan kombinasi replika kode DNA dari kedua induknya.. So, gimana ciri-ciri bentuk fisik yang terlihat (fenotipte) maupun genotipe (yang nggak terlihat) dalam diri lo sekarang HAMPIR SELALU merupakan hasil replika gabungan dari gen ayah dan ibu lo, baik yang bersifat resesif maupun dominan.

Lho, kok 'hampir selalu'? Soalnya gini, replikasi DNA ini ga selalu 100% pasti akurat, (istilahnya mesin fotokopi juga kan bisa aja ngaco) begitu juga dengan reproduksi, ada saatnya terjadi penyimpangan dalam proses replika DNA. Fenomena ini disebut dengan Mutasi. Mutasi akan menimbulkan perubahan minor di organisme keturunan baru tadi.. dimana perubahan ini terkadang menguntungkan organisme itu untuk bisa lebih bertahan dalam kondisi lingkungan ketimbang organisme sebelumnya, disitulah terjadi seleksi alam.. Dan ketika spesies yang telah bermutasi itu jadi lebih mendominasi populasi yang baru dalam jangka waktu yang panjang dan proses yang bertahap, itulah yang disebut dengan Evolusi.

Nah balik lagi ke ayam. Ayam, sebagai suatu spesies, menjadi ayam modern yang kita kenal sekarang melalui proses evolusi yang panjang, lambat, dan bertahap.

Buat lebih jelasnya tentang Evolusi dan Mutasi, sebaiknya lo coba nonton video zenius yang menjelaskan 2 hal ini dengan udah sangat lengkap dan detail

>>Video Teori tentang Konsep Evolusi<<

>>Video Teori tentang Konsep Mutasi<<

 

Oke lanjut lagi, sebetulnya mutasi yang terjadi pada satu garis generasi mungkin ga akan kentara keliatan perubahannya. Namun, bayangkan hal ini terjadi selama ribuan generasi. Mutasi DNA minor selama ribuan generasi akhirnya “cukup” untuk menciptakan spesies baru (speciation). Berarti ayam pertama yang menghasilkan protein ovocleidin-17 adalah hasil mutasi dari spesies ayam sebelumnya! Dari situlah kita bisa lihat bahwa pemahaman akan hukum mendasar Evolusi ini bisa menjelaskan teka-teki ayam atau telur ini dengan menyeluruh !

 

Gimana lebih detailnya evolusi bisa menjelaskan teka-teki ayam atau telur?

Jadi ceritanya, berjuta tahun lalu, ada spesies yang nantinya akan berevolusi jadi ayam (moyang ayam), supaya gampang kita sebut saja Proto-Ayam. Dalam jangka waktu yang lama, Proto-Ayam berkembang biak dan menghasilkan populasi spesies proto-ayam sebagaimana spesies lain yang kita lihat zaman sekarang. Proses itu berjalan berkesinambungan sampai suatu ketika mutasi terjadi, dan mutasi itu kembali tereplika terus dalam proses yang lama dan bertahap. Nah, karena adanya akumulasi dari mutasi genetik selama ribuan generasi, akhirnya perkawinan sesama Ayam-Proto menghasilkan telur yang mengandung spesies yang kita sebut "ayam" untuk pertama kalinya. Spesies ayam pertama inilah yang bisa kita katakan secara saintifik sebagai spesies yang menetaskan telur ayam untuk pertama kalinya.

Evolusi Ayam

Dengan adanya pemahaman evolusi seperti ini, akhirnya kita menemukan jawabannya. Secara definitif, spesies pertama yang menghasilkan protein ovocleidin-17 belum bisa kita sebut "Ayam", tapi masih "Proto-Ayam". Sedangkan spesies pertama yang lahir dari telur yang mengandung protein ovocleidin-17 baru kita bisa sebut sebagai AYAM.

Jadi mana yang duluan, ayam atau telur? Jawabannya adalah TELUR !

***

Nah, sebelumnya mungkin lo nggak nyangka kalo pertanyaan yang sekilas terkesan konyol dan nggak penting ini menuntut pengetahuan yang mendalam tentang evolusi dan sains. Tapi memang begitulah manusia, selalu tergelitik dengan pertanyaan sederhana, dan sebetulnya kita juga bisa memaknai proses menjawab pertanyaan tersebut sebagai suatu langkah kritis untuk memproyeksikan apa yang sesungguhnya terjadi di alam ini.

Nah, sekarang dengan lo mengetahui proses bagaimana kita bisa menggali jawaban dari pertanyaan apapun dari sudut pandang sains.. Sebetulnya kita juga bisa melakukan hal yang sama untuk banyak pertanyaan lain, asalkan kita bisa fokus menggalinya dengan metode saintifik yang tepat. Salam Kritis!

 Referensi :
http://www.youtube.com/watch?v=1a8pI65emDE
http://www.popsci.com/science/article/2013-02/fyi-which-came-first-chicken-or-egg
http://science.howstuffworks.com/life/genetic/question85.htm
http://www.plosgenetics.org/article/info%3Adoi%2F10.1371%2Fjournal.pgen.1000010

Catatan Editor

Kalo ada diantara lo semua yang pengen ngobrol sama Fanny, bisa langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini. Tetap jaga supaya diskusi berjalan sehat dan saling hargai pendapat setiap orang, Okei?

Atau bisa juga nih baca juga tulisan-tulisan keren lainnya :

Neil Armstrong Mendarat Di Bulan, Ah Bohong!
Kenapa Setiap Tahun Hari Idul Fitri Selalu Berbeda?
Ultah Jakarta 22 Juni, Yakin Nih?

Info dikit nih buat lo yang udah mau masuk tahun ajaran baru, sekarang Xpedia 2.0 udah kita update dengan bahan yang paling lengkap sebagai senjata utama lo menghadapi tahun ajaran 2014-2015. Di Xpedia 2.0 ini lo bisa mendapatkan full service dari zenius dari mulai akses penuh ke 33.000 video pembelajaran dari SD-SMA termasuk pembahasan soal UN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri. Sampai akses ke forum zenius club dimana lo bisa diskusi bareng tutor dan temen-temen sesama pengguna Xpedia 2.0

xpediaproducts

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Manusia

    trus mana duluan telur proto-ayam ato proto-ayamnya? jadi pada intinya yang paling awalll bangettt dari kehidupan ayam(dari mulai sebelum ayam-proto sampe ayam modern) tu telur ato ayamnya?

    • Manusia

      ataukah ayam sebenernya berasal dari mahkluk uniseluler?

      • rizki

        Klo mau detail, jawabannya. Belajar aja evolusi dengan bener. Memang sains bekerja berdasarkan pertanyaan dan dibuktikan dengan ekperimen 🙂

      • Zen

        kayaknya sih hahah

      • Prasdianto

        Unicelluler? Hmm Ayam not sure about that... 😛

      • iya mungkin dari uniseluler dan kali aja dlu ayam bertelur tanpa cangkang tapi dgn metode lain cuma kita gak tau aja, kan kita gak hidup dijamannya wkaka

    • Laroy Bavih

      mungkin jangan2 proto-ayam itu adalah manusia

      • Prasdianto

        Hmm mungkin juga.. *melirik Colonel Sanders* 😀

    • Anggap Manusia

      nah biar gampang menurut saya proto ayam yang bermutasi dianggap ayam aja sedangkan induknya diandaikan sebagai bebek (?)

      jadinya saat bebek bertelur maka yang keluar karna mutasi adalah ayam, karena ayam ini merupakan individu pertama dari ayam jadi yang lebih dahulu adalah telur karena telur dikeluarkan bebek bukanlah ayam

      mohon maaf buat yang gak ngerti, ini hanyalah pemikiran liar dari anak matematika yang sedang stress

      • Prasdianto

        Anak, karena mutasi, punya morfologi yang sangat beda dengan induknya dan survive, sangat jarang ditemui di alam. Walau ada pengecualian dalam beberapa kasus percobaan di lab yang menghasilkan Chimera. Mahluk hidup dengan gabungan beberapa gen dari individu yg berbeda. Dinamain begitu, diambil dari nama hewan mitos gabungan antara Singa, Elang dan Naga.

        Coba googling kata kunci "Saltation". Gw sendiri ga yakin proses tersebut bisa hasilin sekelompok individu dan jadi spesies terpisah dari induknya. Ada kata bagus dari Darwin "Naturae non facit saltum" Alam tidak melompat.., ga ada satu lompatan "sempurna" untuk jadi spesies dalam 1 generasi.

        Debat mengenai apakah Salation dengan lompatannya, atau perubahan gradual, yg mempengaruhi bentuk spesies, dapat diikuti di tautan artikel di jurnal Nature http://www.nature.com/news/2010/100217/full/463864a.html

  • Tan Deon

    kalo menurutku sih tetep ayam duluan,.....
    karna pada mulannya tuhan menciptakan Ayam (hewan) bukan telur (anak hewan)
    lagi pula kan ayam yang bertelur ,... bukan telur yang berayam.... 😀 #IMHO

    • Glenn Ardi

      Kalo belum apa-apa kita sudah mengandalkan jawaban dari sudut pandang agama,
      pengetahuan kita gak akan berkembang dan cuma mandek disitu-situ aja..

      • Dony

        Iya bener,, wkwkwk,, jd inget dulu waktu zaman SMA, waktu presentasi Biologi, ada seorang teman nanya ttg Biologi (lupa dia nanya apa), dan gw jawab "itu adalah bukti kebesaran Tuhan" sekelas ngakak,, :v

        • Tan Deon

          jadi... menurut sains ... nenek moyang kehidupan itu "apa"
          dan apa yang mengakibatkan "apa" itu bisa menghasilkan berbagai makhluk hidup?

          please di jawab 🙂
          #penasaran

          • Denny Poetra

            Protein, klw menurut teori Big bang

          • Rationalist

            Cari di search engine :
            1. Abiogenesis
            2. God of the gap

          • Yoris Garfield

            lu belajar evolusi men.

          • Hanif Amri F

            sains belom sesempurna itu kawan. CMIIW..

          • Eduardus Oldi Kristianto

            Bakteri kalo menurut gue, lalu berevolusi jadi segala mahkluk

        • silvi maulida ☁

          ahaha,sumpah kacau banget :v

    • Anonim

      Creationist...

    • zit

      Ayam ya hasil dari evolusi makhluk hidup sebelum ayam. Kalau dicari terus, gaakan ada berentinya sampe ketemu nenek moyang terakhir atau yang disebut "LUCA". Ya memang bertolak belakang dengan agama. Tapi sampe sekarang pun gaada rigid base buat buktiin Ayam tiba tiba ada dibumi hasil penciptaan langsung 🙂

      • that's great bro, gak ada yg namanya langsung ayam. Manusia juga bgitu. Dari dulu kita yg gak pake baju sampai yg pake baju dan behel, rigid banget kan.

  • cak lontong

    kalo Tuhan menciptakan ayam duluan, Ayam > ayamnya kawin > bertelur > dierami > menetas > jadi ayam lagi.
    kalo misalkan Tuhan menciptakan telur duluan, Telur > ga ada yg mengerami > ga menetas > ya udah.

    • Prasdianto

      Sekedar info, gw waktu kuliah pernah ambil Ornitologi dan buat artikel tentang burung Maleo di Sulawesi. Apa menariknya? Telur Maleo dikubur dalam pasir Vulkanik dan ditinggal gitu aja sama induknya. Terus siapa yg ngeramin? Gunung berapi dengan panas pasir vulkanik jadi "Ibu" buat anak Maleo 😀

      • Ben

        Penyu juga gitu, dierami pake pasir pantai

    • :v

  • Eben

    ini baru ilmu
    (y)

  • Ar Razi

    Glen ardi@ sains yg benar itu ada menemukan kebenaran dan membebarkan sesuai dg apa yg telah dikata Al-qur'an & Hadist.
    sudah banyak para ilmu yg menemuka kebenaran akan ayat- ayat Al-qur'an.mereka akhirnya menjadi muslim yg taat dan ada juga ilmuan yg membuktikan kebenaran akan firman Allah dlm Al-qur'an namun mereka mengangkanginya mereka memilih atheis meninggalkan Agama sebelumnya.

    • Rationalist

      Jangan bawa-bawa agama..

      • agus riyanto

        hidup di indonesia gx boleh bawa agama, y ke china aja bos,,, wkwk
        dalam artian, Tuhan berkuasa berbuat apa saja, tapi semua membutuhkan proses. proses inilah yang kemudian dipelajari oleh manusia yang selanjutnya disepakati menjadi ilmu pengetahuan. bentul3x?

        • zit

          Tapi dalam sains gabisa tuh yang namanya bawa bawa agama. Karna agama itu bukan bahan bahasan dari sains itu sendiri. Emang mau pernyataan-pernyataan dari kitab suci yang ente imani harus di buktikan, dibenturkan dengan teori lain dan mungkin dibantah? 🙂

          • Aryatama Wicaksana

            Menurutku, agama harus dibuktikan dengan sains.
            Pernyataan di kitab suci dibantah oleh teori lain?
            Well, silakan karena itu hanya "teori" dan bisa jadi itu bukan fakta. Dan menurutku lagi nih, seharusnya agama itu mustahil bertentangan sama fakta (yang udah 100% fakta loh ya). Seharusnya sih....

            Menurutku itu mah...

          • zit

            Dan dalam sains statement agama itu bahkan gabisa disebut hipotesa. Karna Hipotesa itu harus bisa diujikan sehingga jadi teori yang valid. Sementara di agama, dilarang mempertanyakan apa yang datang dari sang pencipta.

            Teori itu fakta, dan teori dalam sains itu berbeda dengan teori dalam pemahaman ente gan. Dan gaakan bisa mensandingkan sesuatu yang udah teruji secara empiris dengan sesuatu yang bagi umatnya (believers) sebagai sesuatu yang gabisa diganggu gugat. Pseudo sains.

            Dan maaf nih ya, ga bermaksud memojokkan agama, tapi banyak loh yang bertentangan dengan fakta 🙂

          • Aryatama Wicaksana

            Yup, makanya ane kasih tanda kutip. 🙂
            Semoga kita dapat hal yang 100% benar "pada akhirnya" hehe.

          • Syifa

            Banyak yang bertentangan dengan fakta? Yakin...?

  • Re

    tetap aja ayam yg dluan dripda telur,, kalo telur dluan, siapa yg yg ngeramin telurnya?? kalo tanpa d erami telur bsa menetas, trus kenapa kturunan ayam selanjutnya mesti ngeramin telur? wkwk pusing kan.. :v

    • Prasdianto

      Klo di warteg, jawabannya Telur duluan baru Ayam. Telur digoreng buat sarapan, Ayam digoreng belakangan buat makan siang. Sekian penjelasan dari pelanggan setia warteg 😀

  • Rani musa

    Kesimpulannya semua kembali kepada kehampaan? Ayam merupakan evolusi dari proto-ayam. Proto-ayam evolusi dari makhluk B. Makhluk B dari makhluk A. Sampai mana kita harus telusuri?

    Apakah teori evolusi itu bisa disamakan dengan ilmu kreasi fisika?

    • wahyu

      telur duluan lah,, nama nya juga telur ayam, ga bialng ayam telur, ! klw mw beli telur dipasar pasti bilngnya telur ayam ga bilang ayam telur, 😀 wkwkwk

  • Irwan

    Dalam sudut pandang islam, dan sudah terbukti secara saint.

    Kehidupan di dunia ini di ciptakan dari ketiadaan menjadi ada. Allah menciptakan mahluk A, akan menghasilkan keturunan A1, A2, A3.. dst. Jika kemudian mahluk A1, A2 ada yang bias bertahan karena mempunyai kekebalan tubuh yang lebih baik (termasuk bagian dari kemampuan beradaptasi terhadap alam), bukan berevolusi. Kalau saint berdasarkan ilmu agama maka hasilnya tidak akan ada pembohongan publik. Dalam teori evolusi ada mahluk B, kemudian jadi mahluk C, D, dll. Teori evolusi sudah terbantahkan secara saint. Please : http://id.harunyahya.com/id/Buku/772/keruntuhan-teori-evolusi

    • zit

      Wuih, bukan karna evolusi? Terus karna apa dong? Pahami dulu konsep evolusi, jangan karna suatu agama bilang A lantas langsung percaya aja. Manusia jaman sekarang harus kritis 🙂 Harun Yahya dibilang saintis aja bukan. Mau terbantahkan secara sains gimana?

      • Hanif Amri F

        lah terus ente membela tu teori evolusi buktinya apa? #haruskritis

    • Prasdianto

      Sains harus melalui pembuktian empiris, yakni yang bisa dicandra melalui panca indra atau alat bantu. Bukti empiris bisa didapat dari eksperimen laboratorium atau jejak "data" yang ditinggalkan eksperimen alam.

      Sepanjang gw kerja di Lab, blusukan di hutan, laut dan gunung belajar Biologi, Insya Allah, Evolusi adalah proses benar-benar terjadi dan dapat menjelaskan keragaman spesies di Bumi.

      Harun Yahya beserta buku-bukunya bukan buku sains, karena tidak didasarkan atas kerja rigid serta falsifikasi yg menjadi tradisi utama dari sains.

  • Andri

    masih bingung penjelasan nya -- intinya masih bingung ama teori evolusi --- trus kalo nanya ADAM ama Sperma mana yang duluan,,jawaban nya apakah harus sperma? Wkwkwkw

    • Aryatama Wicaksana

      Coba disundul ah...

      • zit

        Dari sperma manusia yang jadi orang tua dari 'manusia yang ente sebut Adam'

  • Prasdianto

    Konsep adanya 'Ayam' dan 'Proto' Ayam sebenarnya masuk ke diskusi spesies sebagai entitas baku yang ga bisa berubah. Ide ini bawaan dari idenya Aristoteles yg bilang klo mahluk hidup itu tetap, ga berubah. Wajar Aristoteles (dan semua manusia) berpendapat begitu, karena umur kita paling banter 100 tahun. Sedangkan perubahan spesies (bukan individu loh ya) memakan waktu jutaan tahun.

    Kalau semua mahluk hidup yg pernah hidup dari awal bakteri sampai beragam kaya sekarang kita jajarkan, kita akan melihat gradasi bentuk. Nah inilah yang disebut species continuum. Jadi susah bedain mana batas spesies. Karena itu konsep spesies (ingat konsepnya, bukan spesiesnya), adalah buatan manusia. Konsep yg dibuat secara arbitary untuk memudahkan kita melihat kesederhanaan di kerumitan alam. Biologi menarik bukan? 😀

  • HambaAllah

    nabi adam?

  • mahdawani

    saya pernah nonton sebuah talk show . dia bilang yang pertama ayam , di dalam tubuh ayam la maka dihasilkan telur (walau saya gatau bagaimana prosesnya dan juga dia tdk bilang gimana prosesnya) . tapi zenius bilang telur luan . bingung deh -__-

  • Ya kali ayam purba ada tanduk kayak Unicorn mungkin, terus bulunya keras, sekarang ayam yang kita lihat gak ada tanduknya, gak pula keras bulunya, wkakaka sama kayak manusia purba, bulu dadanya wuih lebat, wkakaka~

  • Aku jadi ingat tentang Evolusi=Seleksi alam+Mutasi. Dulu kaktus itu batangnya kayak pohon sirsak, tapi bisa berubah jadi kayak yg kita lihat sekarang, hebat hebat, coba deh mikir, gimana caranya beradaptasi hingga bisa kayak gitu

  • Hanif Amri F

    Apa iya evolusi itu merubah suatu spesias ke spesias lain yg perbedaannya sangat signifikan? kok belom pernah ditemui jejak jejak spesies peralihan? Mohon pencerahannya tutor.

  • Hanif Amri F

    Dari keadaan nol ke satu itu gimana penjelasannya? nol mewakili sesuatu keadaan yg tidak ada. Apakah dari nol itu sedikit demi sedikit dengan waktu yg lama dan perlahan menjadi satu? atau ada yg menambah sesuatu dari keadaan kosong itu menjadi sesuatu yg ada? Bisakah awal mula kehidupaan diibaratkan proses dari keadaan dari nol ke satu? Mohon pencerahannya tutor.

  • lalu

    kalo nyamuk berevolusi juga gak?

  • Dhaniel Juan

    simple aja atuh, telur. jaman dinosaurus udah ada telur kan? terus darimana ayamnya? ya liat aja bentuk ayam kaya apa hahaha. logika murni pun sudah bisa menghasilkan jawaban yg memuaskan

  • silvi maulida ☁

    pas jamannya abu nawas .pertanyaan ini udh dijawab.
    alesannya simple.krn telur ga bisa ngenalin ayam.tp ayam bisa ngenalin telur.ahaha

  • airlangga aridharma

    saya masih bingung nih, kalo dulu aja ayam bisa ga bertelur kenapa sekarang ayam jadi bertelur? terus dulu pas jaman dinosaurus kan kebanyakan bertelur kalo gitu hewan yang ga bertelur datang darimana? hehe tutor zenius mohon pencerahannya dong 😀

  • Miki Chi

    oke.. tapi gmn klo pertanyaannya lebih primitip lagi. "dinosaurus dulu atau telur dulu?"

  • Akhsa

    TapiKan,Yang perlu digarisbawahi dalam pertanyaan ini adalah bahwa telur tidak dapat diproduksi tanpa OC-17 yang terdapat dalam indung telur ayam. Jadi, ini berarti bahwa ayam pastilah lebih dulu dibandingkan telur.

  • Akhsa

    Atau kalau boleh memakai hipotesis bisa juga seperti manusia. Dalam salah satu hipotesis yang dikaitkan dengan teori keyakinan bahwa tuhan menciptakan Proto-Ayam atau moyang ayam berpasangan yaitu sebanyak 2 proto-ayam. Dan karena itu Proto-ayam menurunkan keturunan sampai sekarang

  • Warsono Hadisubroto

    Tentu saja kalau pertanyaannya mana lebih dulu telur dan ayam, jelas telur lebih dulu.

    Kalau pertanyaannya, mana lebih dulu, telur ayam atau ayam, nah itu lain lagi. Ini masalah bahasa. Ini masalah bagaimana kita mendefinisikan sebuah telur--dengan kata lain, bagaimana kita menamai telur.

    Apakah kita menamai telur berdasarkan induknya, atau berdasarkan anak yang menetas darinya?

    Misalnya, jika seekor proto ayam bertelur, dan dari telur itu menetaslah seekor ayam, bagaimana kita menamai telurnya? Apakah itu sebutir telur proto ayam atau sebutir telur ayam?

    Kalau kita sudah menetapkan cara menamai telur, maka kita baru bisa menjawab mana lebih dulu, telur ayam atau ayam.