Mengenal Sistem Pencernaan dan Organ-organ yang Terlibat di Dalamnya

Sistem pencernaan memiliki peranan vital dalam kehidupan kita. Sistem pencernaanlah yang bertugas untuk mengubah makanan yang kita konsumsi menjadi energi serta zat-zat yang menunjang hidup kita sampai saat ini. 

Gangguan sistem pencernaan adalah hal yang dapat berakibat fatal. Sistem pencernaan yang terganggu bahkan dapat berujung pada kematian. Siapa sangka tokoh besar itu akan meninggal dalam keadaan yang sungguh sepi. Ia wafat dalam pengasingannya di sebuah pulau kecil pada tanggal 5 Mei 1821. Pulau St. Helena. Sebuah pulau kecil yang terletak di tengah-tengah Samudra Atlantik. Pulau yang dikunjungi Charles Darwin pada tahun 1836. Di pulau tersebutlah perjalanan hidup salah satu kaisar terbesar yang pernah berkuasa di eropa mencapai garis akhir. Napoleon Bonaparte. Setelah sebelumnya sesumbar dan mengata-ngatai Pangeran Wellington, pemimpin pasukan Inggris, sebagai ‘jenderal yang payah’ sebelum palagan Waterloo dimulai, Napoleon harus meneguk pil pahit. Jumlah pasukan yang lebih banyak nyatanya bukanlah jaminan. Pasukan Napoleon dikalahkan oleh pasukan gabungan Inggris, Prusia, Rusia, dan Austria. Kekalahan dalam palagan Waterloo membuatnya dibuang ke St. Helena. 

Beberapa waktu setelah menjalani hidup dalam pengasingan, Napoleon akhirnya wafat akibat permasalahan dalam sistem pencernaannya. Ada pendapat yang mengatakan kematian Napoleon disebabkan oleh tukak lambung, luka yang kerap terjadi pada lambung tetapi juga bisa terjadi di usus 12 jari atau di bagian bawah kerongkongan. Pendapat lainnya dilansir oleh The Telegraph menyatakan bahwa Napoleon wafat akibat kanker perut. Kanker ini diduga muncul salah satunya karena pola makan yang buruk. Napoleon diduga terlalu banyak mengonsumsi makanan yang diawetkan dengan garam dan kekurangan konsumsi sayur serta buah. Terlalu banyak mengonsumsi makanan awetan menjadi alasan yang masuk akal mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan oleh Napoleon dalam peperangan. 

Berabad-abad setelah kematian Napoleon, kematian yang disebabkan oleh persoalan dalam sistem pencernaan nyatanya masih menjadi momok bagi manusia hingga hari ini. Dalam beritanya, CDC news menyebutkan bahwa di Amerika Serikat angka kematian yang disebabkan oleh penyakit yang berkaitan dengan gastroenteritis, radang pada lambung dan usus, mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 1999 hingga 2007, tercatat terjadi peningkatan dari yang awalnya terjadi 7.000 kematian dalam setahun menjadi 17.000 kematian. Gangguan kesehatan ini menyerang orang-orang tua berusia 65 tahun atau lebih. Penyebabnya sendiri bisa bermacam-macam, salah satunya adalah karena bakteri. Lebih lanjut tentang penyakit-penyakit apa saja yang bisa terjadi dalam sistem pencernaan bisa kamu baca di sini. 

Penyakit pada sistem pencernaan.

Mengenal Sistem Pencernaan

Aku sengaja menuliskan sesuatu yang mengerikan mengenai sistem pencernaan sebagai pengingat bagi kita semua betapa pentingnya sistem pencernaan. Tanpa sistem pencernaan yang sehat, hidup sepertinya tidak akan menyenangkan untuk dijalani. Ada sederet nama-nama penyakit yang dapat menghinggapi sistem pencernaan. Dari mulai diare yang membikin kita bolak-balik ke kamar mandi (sehingga mengganggu kencan ataupun kegiatan lainnya) hingga apendisitis yang membuat kita harus terbaring di rumah sakit beberapa waktu lamanya. Sebagaimana penyakit pada umumnya, penyakit yang menyerang sistem pencernaan sangatlah mengganggu. Untuk itu, kesehatan sistem pencernaan sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari kita semua. Kita bisa mengawalinya dengan mengenal organ-organ yang ada dalam sistem tersebut. 

Sistem pencernaan adalah kumpulan organ yang saling terintegrasi untuk melakukan proses pengubahan makromolekul menjadi molekul-molekul yang bisa diserap oleh tubuh (mikromolekul). Ingat kata kuncinya, makro dan mikro. Makromolekul bisa berupa makanan yang biasa kita konsumsi. Makromolekul tersebut tidak bisa serta merta begitu saja diserap oleh tubuh dan diubah menjadi energi. Karenanya, kita meminta bantuan kepada sistem pencernaan untuk melakukan tugasnya. 

Sistem pencernaan manusia

Dalam bekerja, sistem pencernaan menggunakan dua metode. Kimiawi dan mekanik. Kimiawi berarti melibatkan senyawa-senyawa kimiawi seperti enzim. Fungsi dari enzim adalah mempercepat laju reaksi kimia yang terjadi. Sedangkan untuk proses mekanik melibatkan organ-organ yang bekerja secara fisik seperti gigi dan esofagus misalnya. Segala organ dan proses yang ada ini bekerja secara serempak untuk menjadikan makromolekul menjadi mikromolekul. Makromolekul atau bahan makanan yang dimaksud adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Tiga bahan makanan tersebut tidak bisa langsung diserap oleh tubuh. Proses mekanik dan kimiawi yang terjadi dalam sistem pencernaan mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang berfungsi sebagai energi. Lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol yang juga berfungsi sebagai energi. Sedangkan protein diubah menjadi asam amino yang perannya sangatlah vital bagi tubuh kita karena menjadi zat pembangun. Disebut pembangun karena zat tersebutlah yang membangun tubuh kita. Contohnya adalah saat masa pertumbuhan. Jika kita mengalami kekurangan asam amino yang berasal dari protein saat tumbuh, hal tersebut dapat memicu terjadinya stunting. Stunting sendiri adalah sebuah keadaan ketika tinggi badan manusia tidak sesuai dengan tinggi orang seusianya. 

Jadi kebayang kan betapa besar peran sistem pencernaan bagi hidup kita? Tanpa adanya sistem tersebut, tubuh kita ga akan tuh dapat asupan mikromolekul. Padahal, kita butuh banget buat jadi energi dan zat yang membangun tubuh kita. Ingat, sistem tersebut terdiri dari organ-organ. Perubahan karbohidrat menjadi glukosa terjadi dalam satu organ, begitu pula protein dan lemak. Masing-masing organ yang tergabung dalam sistem memiliki peran yang berbeda-beda. 

Organ-organ Saluran Pencernaan

Setelah mengetahui apa itu sistem pencernaan dan perannya, sekarang kita bahas organ-organ yang ada dalam sistem tersebut beserta apa saja fungsinya. Dengan mengetahui fungsinya, seharusnya kita jadi makin aware dan sayang sama organ tersebut. Soalnya, kalau ada satu saja organ yang rusak, bisa-bisa satu sistem bisa terganggu semua. Misalkan jika gigi kita sudah tidak lengkap sehingga makanan yang kita makan tidak lagi bisa dikunyah secara maksimal. Karena makanan tersebut belum lembut saat ditelan, organ lain pun harus bekerja lebih keras, terutama usus. Efeknya, usus mengalami kesulitan untuk membersihkan diri serta meregenerasi sel-sel yang membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh. 

By the way, jika ada yang bertanya mengapa aku tidak menyertakan saliva, hati, pankreas, dan empedu, jawabannya adalah karena mereka tidak termasuk dalam saluran pencernaan. Makanan yang kita konsumsi tidak pernah mampir mengunjungi mereka. Meski demikian, fungsi mereka tetaplah penting dan kesehatannya harus dijaga. 

Tidak ada orang yang menginginkan organ-organ tubuhnya rusak. Kita harus menjaganya supaya semua tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Perjalanan makanan dalam saluran pencernaan dimulai dari mulut dan berakhir di anus. 

Mulut 

Semua berawal dari makanan yang kita masukkan ke dalam mulut. Entah itu protein yang berada dalam tempe, karbohidrat berbentuk nasi, atau lemak berbentuk steak. Semua berawal dari mulut. Di dalam mulut terjadi pencernaan mekanik dan kimiawi. Saat kamu sedang mengunyah makananmu, kamu sedang melakukan pencernaan mekanik. Di dalam mulutmu terdapat enzim amilase, enzim itulah yang menjalankan pencernaan secara kimiawi. 

Proses mekanik yang terjadi dibantu oleh gigi. Ada gigi taring, geraham, serta gigi seri yang perlu kamu jaga kesehatannya. Sebaiknya kamu secara rutin memeriksakan gigi-gigi kamu supaya dapat awet sampai tua kelak. 

Sedangkan untuk proses kimiawi yang terjadi dalam mulut dilakukan oleh beberapa enzim, amilase, lisozim, betain, dan enzim bromelain. Setiap enzim ini memiliki fungsinya masing-masing. Enzim amilase membantu mengolah makromolekul yang kita makan menjadi gula. Gula-gula tersebutlah yang nantinya menjadi sumber energi bagi kita. Selanjutnya ada enzim lisozim yang memiliki sifat antibakteri. Sifat yang dimilikinya itu membantu memberikan pada tubuh kita terhadap serangan bakteri yang bisa hadir lewat makanan yang kita konsumsi. Enzim betain bertugas untuk metabolisme asam amino dan bromelaine Bertugas untuk memecah protein.

Kerongkongan 

Setelah makromolekul dihancurkan dan dihaluskan di dalam mulut, perjalanan berlanjut menuju kerongkongan. Di depan gerbang kerongkongan berdiri penjaga bernama epiglotis. Jika kamu pernah mengalami tersedak, boleh jadi hal itu terjadi karena epiglotis sedang bingung. Epiglotis berperan sebagai penjaga dua saluran, saluran pencernaan dan saluran pernafasan. Melakukan kegiatan makan sambil berbicara adalah perbuatan yang bisa membuat epiglotis mengalami kebingungan. Dia bingung sebenarnya kita sedang makan atau bernafas. Karena kebingungan itulah makanan yang seharusnya diteruskan ke saluran pencernaan malah masuk ke saluran pernafasan. Lantaran tidak ada yang boleh masuk ke saluran pernafasan selain udara, kita pun tersedak sebagai upaya tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang memasuki saluran pernafasan. 

Selanjutnya makanan pun secara resmi telah memasuki wilayah kedaulatan kerongkongan atau juga dikenal dengan sebutan esofagus. Secara etimologi eso bermakna saluran dan fagus bermakna makanan. Di dalam esofagus terjadi sebuah gerakan yang disebut peristaltis. Gerak ini bertujuan untuk menurunkan makanan menuju ke pemberhentian selanjutnya. Percayalah bahwa gerakan tersebut sangatlah kuat. Bahkan, apabila kamu sedang berbaring atau berjungkir balik sekalipun, makanan akan tetap turun ke lambung saking kuatnya gerak peristaltis yang terjadi di esofagus. 

Penjelasan lebih lanjut mengenai sistem pencernaan bisa kamu klik di bawah. 

Pencernaan dan hal-hal yang perlu kamu ketahui tentangnya.

Lambung 

Perjalanan panjang makanan yang tadinya kita makan akhirnya mencapai titik selanjutnya, lambung. Di lambung, makanan akan berhenti selama beberapa jam, sekitar 3-4 jam. Meski demikian, lama tidaknya makanan berada di lambung tergantung pada komposisi makanan yang masuk. Karbohidrat biasanya akan berada di lambung dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan protein dan lemak. Kapasitas yang dimiliki lambung bisa mencapai sekitar 2 liter. Jika kita mengkonsumsi makanan satu piring misalnya, apabila jumlahnya belum menyentuh 2 liter berarti lambung kita belum penuh.

Lambung menghasilkan HCl (asam klorida), sangat asam sifatnya, yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang menumpang di makanan yang kita makan. Sifat asam yang dimiliki lambung sangatlah kuat, bahkan tingkat PH yang dimiliki lambung berada di angka 2. PH dengan angka segitu bisa membuat paku besi sekalipun lumer. Untungnya, di dalam lambung terdapat sel mucus yang bertugas melakukan perlindungan. Masalahnya, terkadang dialami oleh beberapa dari kita yaitu pertumbuhan sel mucus yang tidak lebih cepat dibanding HCl. Keadaan demikian itu bisa memicu terjadinya penyakit maag. HCl juga berfungsi untuk mengaktifkan enzim pepsin. Enzim inilah yang bekerja menghancurkan protein sehingga bisa diserap oleh tubuh kita. 

Setelah berdiam selama beberapa lama di lambung, makanan akan hancur dan berubah bentuk semacam cairan atau pasta halus yang kemudian akan melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya. 

Usus Halus

Sejak dari mulut sampai lambung, makanan telah mengalami proses penghancuran dan berubah wujud menjadi sangat lembut. Namun, proses pencernaan belumlah berakhir. Sekarang makanan telah mulai meninggalkan lambung dan memasuki duodenum (usus 12 jari). Walau tidak menjadi saluran makanan, pankreas, hati, dan empedu berperan besar dalam proses pencernaan. Mereka menghasilkan berbagai macam enzim yang membantu perubahan wujud makromolekul tadi menjadi mikromolekul. Semua proses pencernaan akhirnya berakhir di duodenum. 

Proses pencernaan telah berakhir, kini saatnya proses penyerapan. Tahap pertama penyerapan terjadi di jejenum (usus kosong). Sebagian besar proses penyerapan terjadi di dalam jejenum. Nyaris seluruh bagian usus halus memiliki jonjot usus yang berfungsi menyerap mikromolekul. Pada bagian jejenum fungsi penyerapannya dimaksimalkan. Hal ini didukung oleh keberadaan sel epitel yang ada, lapisan villi dan microvilli membuat permukaan usus halus menjadi sangat luas. Karenanya, fungsi penyerapan usus halus menjadi sangat baik. Di dalam jejenum, nutrisi yang diserap jaringan epitel akan dialirkan ke seluruh tubuh.

Ileum (usus penyerapan) menjadi bagian ketiga dalam usus halus, merentang dari jejenum hingga katup ileosekal. Selain berfungsi menyerap nutrisi makanan yang belum diserap oleh jejenum, ileum juga berperan dalam mengatur katup ileosekal agar sisa penyerapan yang dialirkan ke usus besar tidak kembali ke usus halus.

Usus Besar 

Mikromolekul telah diserap oleh usus halus dan sekarang yang tersisa adalah sisa-sisanya. Sisa-sisa penyerapan tersebut masih mengandung air dan mineral. Usus besar berperan untuk menyerap air serta mineral tersebut sehingga sisa-sisa ini sekarang berbentuk padat. Hampir semua kandungan air yang kita konsumsi baik melalui makanan maupun minuman diserap oleh usus besar. Usus ini sangatlah berjasa dalam hidup kita karena menjauhkan kita dari dehidrasi.

 

Anus

Semua hal-hal yang diperlukan oleh tubuh telah diserap oleh usus besar dan usus halus. Kini yang tersisa hanyalah zat-zat yang harus dibuang dari dalam tubuh. Peran anus dalam sistem pencernaan adalah untuk hal ini yaitu membuang zat sisa. 

Demikianlah penjelasan secara singkat tentang apa itu sistem pencernaan beserta organ-organ yang terlibat di dalamnya. Setiap organ mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Karenanya, tidak ada organ yang dapat berperan sebagai pengganti. Semua organ haruslah berada dalam kondisi fit supaya pencernaan dapat dilakukan secara optimal. Menjaga kesehatan semua organ yang kita miliki adalah suatu keharusan. Mengatur pola makan adalah salah satu cara yang bisa kamu tempuh. Misalkan kamu lebih memperhatikan apa yang kamu makan, makanan organik kah atau makanan yang mengandung msg? Artikel tentang MSG bisa kamu baca melalui tautan yang aku lampirkan ini.

Efek samping MSG yang harus kamu tahu.

 


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Daftar Membership Zenius

 

Download Zenius App di sini