Dasar-dasar Akuntansi

Artikel ini membahas tentang konsep-konsep dasar yang perlu dipahami dalam ilmu Akuntansi.

Halo, guys. Perkenalkan, gue Husein, tutor Ekonomi di Zenius Education. Di artikel perdana gue ini, gue mau bahas tentang Akuntansi, yaitu mata pelajaran yang bisa dibilang gampang-gampang susah (atau susah-susah gampang, nih?). Selama gue ngajar Akuntansi, gue sering banget denger kalimat-kalimat ini:

kok gue gak paham-paham, sih?

perhitungan gue salah melulu, nyebelin!

kok neraca gue gak balance, ya?

Hayo, kalo lo sendiri gimana? Selama belajar Akuntansi, apa lo pernah melontarkan kalimat-kalimat tadi? Jadi sebenernya penyebabnya apa, sih? Apa karena kurang teliti? Well, ketelitian memang diperlukan banget saat lo belajar Akuntansi, terutama saat lo mengerjakan soal-soal latihan. Namun, sebenernya ada yang lebih fundamental lagi, yaitu pemahaman konsep dasar Akuntansi. Konsep yang gue maksud adalah Persamaan Dasar Akuntansi dan Penggolongan Akun.

Selama ini, yang gue lihat adalah terlalu banyak siswa yang hanya mengandalkan menghafal materi-materi di Akuntansi. Ini gak bagus banget, guys. Ketimbang lo menghafal, lebih baik lo benerbener paham dulu kedua konsep tersebut. By the way, gue di sini bukan mau membahas definisi dari ilmu Akuntansi itu sendiri, ya, gue hanya akan fokus ke hal-hal yang menurut gue penting banget untuk lo jadikan modal (#ehem) ketika belajar Akuntansi.

Persamaan Dasar Akuntansi

Yes. Harta = Utang + Modal. Ini hal yang paling dasar banget untuk lo pahami. Namanya persamaan, ini sifatnya udah paten, guys. Gak boleh ditawar-tawar lagi, pokoknya bentuknya begini, Kenapa? karena hanya dengan menggunakan persamaan inilah kita bisa mendapatkan hasil yang balance. Seperti persamaan Matematika standar, yang di sisi kiri harus sama (seimbang) dengan yang di sisi kanan. Kalo dalam bentuk angka, jadi 5 = 2 + 3.

Apa iya sesimpel itu? Sebenernya iya, jangan terlalu dibikin ribet. Kalopun misalnya angka-angkanya beda, kayak25 = √4 + √9, sisi kiri dan kanan harus tetep sama, ya. Tunggu, ini kan secara teoretis, kalo di latihan soal, gimana kita bisa tahu mana yang harus ada di sisi kiri (sebagai harta) dan mana yang harus ada di sisi kanan (sebagai modal atau utang)? Nah, supaya lo bisa menggolongkan dengan baik, lo harus paham konsep berikutnya, yaitu:

 

Penggolongan Akun

Wait, akun itu apa, sih? Ya… akun itu artinya adalah kumpulan pencatatan transaksi. Misalnya, dalam sebuah restoran, manajernya ngorder daging ayam sebagai bahan baku masakan, orderan itu adalah akun. Terus misalnya restoran menggaji pramusaji, slip gajinya itu adalah akun. Termasuk juga kalo pelanggan bayar makanan di restoran itu, struk pembayarannya itu adalah akun.

Akun itu sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Akun Riil dan Akun Nominal. Bedanya apa? Kalo akun riil, isinya adalah semua akun yang akan menjadi komponen penyusun neraca. Jadi saat lo menyusun neraca, lo akan berkutat dengan akin-akun riil. Sedangkan untuk akun nominal, isinya adalah segala akun yang menjadi komponen penyusunan laporan laba/rugi. So, ketika lo mau ngitung laba/rugi, lo akan mengolah akun-akun nominal, gitu.

Loh, dalam persamaan dasar di atas, kok cuma ada akun riil? Akun nominal mana?

Akun nominal juga masuk dalam persamaan, kok.  Beban (expenses) ada di sisi kiri bareng harta, dan pendapatan (revenue) ada di sisi kanan bareng utang + modal. Gue sengaja nggak masukin di rumus sebelumnya, supaya kalian gak bingung.

Sekarang kita ambil contoh sebuah perusahaan. Dalam satu periode (satu tahun) banyak banget terjadi transaksi seperti bayar listrik, pajak, beli inventaris, dll. Sekarang lo bayangin kalo semua transaksi (akun) itu gak dicatet. Pati akan kacau banget. Lo gak bakal bisa tracking total pengeluaran dan pendapatan dari perusahaan itu. Oleh karena itu, kita perlu banget untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut. Namun, gak boleh asal catat aja, harus dikelompokkan berdasarkan golongan masing-masing. Golongannya adalah berikut ini:

 

Harta (asset)

Coba, sepemahaman lo, apa aja yang tergolong sebagai harta? Banyak yang secara awam berpikir bahwa harta itu wujudnya uang, tapi sebenernya bentuknya bisa macam-macam, selain uang tunai, gedung, mesin, komputer, meja kursi, tanah, saham, kendaraan, bahkan pos satpam pun adalah harta. Intinya, konsep dari harta adalah semua kekayaan perusahaan, baik yang keliatan wujudnya atau yang ga keliatan, yang punya nilai uang atau bisa dikonversi menjadi uang dan berguna buat perusahaan di masa depan. Kekayaan perusahaan ini masih digolongkan lagi menjadi beberapa bagian,

Harta lancar (current assets)

Kas, piutang usaha, persediaan barang dagangan, perlengkapan adalah contoh dari harta lancar/current assets. kata “lancar” yang ada pada harta lancar artinya adalah paling cepet dikonversi jadi duit dengan batasan waktu satu tahun. Jadi, akun harta apapun yang waktu pencairannya kurang dari satu tahun disebut harta lancar, atau dalam bahasa kerennya adalah harta dengan likuiditas tinggi.

Contoh akun yang termasuk harta lancar :

  • Kas. Harta lancar perusahaan yang terdiri dari uang kertas, uang logam, dan kertas berharga yang sifatnya sama seperti uang. Kas merupakan salah satu aktiva yang paling cepat dapat dikonversikan menjadi jenis aktiva lain.
  • Stok barang. Ini biasanya merupakan barang yang dibeli dengan tujuan untuk dijual kembali, dengan harapan akan mendapatkan laba.
  • Piutang. Ini merupakan klaim atau tagihan terhadap pihak ketiga yang timbul karena adanya suatu transaksi.
  • Piutang wesel. Ini merupakan piutang yang berupa perjanjian tertulis yang dikirim dari debitur kepada kreditur untuk membayar sejumlah uang yang tercantum dalam surat perjanjian tersebut pada waktu tertentu di masa yang akan datang.
  • Perlengkapan. Seluruh perlengkapan yang dipakai demi kelancaran usaha, yang sifatnya habis dipakai, seperti, pulpen, spidol, kertas, dll.
  • Dibayar di muka. Ini  merupakan hal yang dibayar secara langsung pada awal periode untuk jangka waktu tertentu.
  • Surat berharga. Surat berharga atau saham merupakan kepemilikan saham atau obligasi perusahaan lain yang bersifat sementara, yang sewaktu-waktu dapat dijual kembali.

Harta tetap (fixed assets)

Kata “tetap” pada harta tetap artinya:

  • ada bentuknya
  • dipake lebih dari 1 tahun
  • untuk kegiatan operasional perusahaan
  • tidak untuk dijual
  • biasanya mahal

dari sini, kalian bisa ambil contoh yaitu gedung, mesin (peralatan), kendaraan operasional perusahaan, tanah, dll.

gimana kalo misalnya sebuah perusahaan udah beli mesin tapi belum dipake ?

kalo itu ga bisa dikelompokin dalam akun harta tetap karena belum digunakan untuk kegiatan perusahaan.Setiap tahun, harta tetap nilainya berkurang, disebut depresiasi. Namun, hal ini tidak berlaku untuk harta tetap berupa tanah.

Gedung, contoh harta tetap.

BTW, sebagai tambahan, misalnya sebuah perusahaan beli mobil untuk kegiatan operasional. Ini jelas tergolong harta, kan? Namun setelah 5 tahun, mobilnya udah mulai suka mogok, akinya udah soak dan suara mesinnya udah ga bagus. yang kayak gini disebut umur ekonomis, yaitu jangka waktu harta sudah mulai tidak menguntungkan secara ekonomis. Nah, pas udah 10 tahun, ini mobil udah ga bisa diselametin lagi, mati total. yang ini disebut umur teknis, yaitu jangka waktu dari beli sampai udah ga bisa digunakan lagi secara teknis. Logikanya, umur teknis lebih lama dibanding umur ekonomis.

Harta tak berwujud (intangible assets)

Aduh, gak berwujud itu gimana? Pernah denger tentang hak paten? hak cipta? merek dagang? Itu semua adalah harta yang tidak berwujud. Ini tergolong harta karena hak paten, hak cipta dan merek dagang digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya, merek Zenius Education. Merk dll. disebut tak berwujud karena harta ini memang tidak ada wujudnya, tidak seperti mobil yang bisa lo kendarai, mesin yang beroperasi dan gedung untuk ditempati. contoh lain dari harta tak berwujud adalah franchise atau waralaba (hak untuk mengkomersilkan teknik atau resep dari perusahaan lain) dan goodwill (keunggulan perusahaan seperti produk yang berkualitas dan lokasi yang strategis). Oh ya, hak paten dan hak cipta juga mengalami penyusutan setiap tahun, ya, dalam akuntansi ini disebut amortisasi

Merek dagang Zenius, contoh harta tak berwujud.

 

Utang atau Kewajiban (liabilities)

Namanya juga wajib, kalo ga dilakuin bakal bermasalah, dong karena salah satu sumber kekayaan perusahaan berasal dari orang-orang yang ngasih pinjeman (kreditur). maka, akun-akunya berupa jenis-jenis utang.

Utang lancar

Kayak harta lancar, utang lancar artinya kudu dilunasi dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun. makanya, nama lain dari utang lancar adalah utang jangka pendek. Contoh utang lancar adalah:

  • Utang usaha. Utang yang biasanya karena perusahaan beli barang dengan cara kredit
  • Beban yang masih harus dibayar. Intinya sih, perusahaan pake manfaat duluan tapi belum bayar kaya utang gaji. Perusahaan kan udah dapat manfaat dari karyawan yang berangkat setiap hari tapi perusahaan baru akan bayar akhir bulan
  • Pendapatan diterima dimuka. Kalo yang ini, perusahaan nerima duit dulu baru ngerjain. jadi perusahaan punya utang ke klien buat ngerjain kerjaannya.

Utang jangka panjang

Ini adalah utang yang pelunasannya lebih dari 1 tahun, umumnya sih di atas 3 tahun. Contohnya:

  • Utang obligasi. Ini adalah utang yang dilakukan sebuah perusahaan dalam membeli surat obligasi.
  • Utang hipotek. Ini adalah utang yang dilakukan pake jaminan. Kalo lo pernah main board game Monopoly, ada istilah hipotek, kan? Jadi simpelnya ya lo pinjem duit ke bank pake jaminan (misalnya bangunan milik lo), dan ketika lo ga bisa bayar, maka bank berhak untuk menyita jaminan tersebut sebagai ganti utangnya.
Surat obligasi bentuknya kayak gini, ya.

 

Modal (equity)

Kayak harta, modal itu wujudnya bukan hanya berupa uang. Pokoknya segala sesuatu yang dimiliki sebuah perusahaan yang menunjang kinerja dan jalannya perusahaan tersebut itu tergolong modal, ya. Jadi selain uang tunai, bisa juga berupa tempat usaha, mesin, komputer, dll. Sumber modal dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Modal internal, atau modal yang didapatkan sendiri, bisa dari hasil keuntungan, atau memang milik pribadi dari awal.
  • Modal eksternal, yaitu modal yang didapatkan dari sumber luar, seperti pinjaman bank.

 

Pendapatan (revenue)

Karena ini tergolong akun nominal, biasanya pendapatan ini muternya cepet. Secara simpel ya pendapatan itu adalah nominal yang didapatkan oleh sebuah perusahaan dari hasil penjualan barang atau jasa. Nah, sepengalaman gue ngajar, banyak yang mikir bahwa pendapatan itu hanya berasal dari penjualan aja. Sebenernya sih gak salah, tapi kurang lengkap aja. Pendapatan bisa juga didapat dari sewa atau bunga. Kalo perusahaan nyewain tempatnya pasti dapat duit, dong dan itu masuk ke pendapatan (sewa) atau kalo perusahaan minjemin duit ke pihak lain dan dapat bunga itu disebut juga pendapatan (bunga). Jadi, pendapatan ada yang berasal dari kegiatan usaha kayak jual-beli barang dagangan dan pendapatan di luar usaha kayak yang gue sebutin di atas yaitu pendapatan sewa dan pendapatan bunga.

Beban (expense)

Ini kebalikan dari pendapatan. Segala nominal yang dikeluarin sebuah perusahaan untuk menjalankan usaha disebut beban. Contohnya ada:

  • Beban gaji, yaitu beban untuk membayar gaji karyawan sebuah perusahaan
  • Beban sewa, misalnya untuk bayar sewa gedung atau alat
  • Beban bunga, yaitu beban perusahaan untuk bayar bunga, seperti bunga utang bank.

 

Kok banyak banget?

Wah, sebenernya yang gue jelasin di atas itu udah versi yang super dipersimpel, loh. Aslinya, akun dalam Akuntansi itu lebih banyak dan lebih detil lagi. Namun, yang gue tulis di atas adalah yang paling mendasar aja, supaya lo bisa dapet gambaran mengenai hal-hal basic yang ada dalam Akuntansi.

Intinya, yang ingin gue sampaikan adalah lo pahami dulu dasar-dasar ini, supaya lo bisa lebih lanjut memahami ilmu yang gampang-gampang susah ini, guys. Setelah lo baca artikel ini, gue berharap lo gak kebingungan lagi dalam mengelompokkan akun, ya. Oh, yang lebih penting lagi, gue juga berharap lo gak hanya mengandalkan hafalan lagi ke depannya.

Sampe di sini dulu ya, semoga tulisan gue ini bisa membantu lo dalam belajar Akuntansi. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Referensi

https://www.pinterpandai.com/penggolongan-akun-dalam-akuntansi/
https://www.investopedia.com/university/accounting/
https://solusiakuntansiindonesia.com/2017/10/18/penggolongan-akun-dalam-akuntansi-dengan-mudah

==========CATATAN EDITOR===========

Jika kamu ingin bertanya seputar Akuntansi ke kak Husein, silakan post pertanyaan kamu di kolom komentar, ya!

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.