Sebetulnya untuk Apa sih Kita Belajar?

Belajar akan membosankan dan terpaksa dijalani jika kita tidak tau untuk apa sebetulnya kita belajar. Sebetulnya untuk apa belajar? Apa tujuan dari belajar?

Setiap hari, 58 juta pelajar di Indonesia melewati keseharian yang kurang-lebih sama selama 18 tahun awal kehidupannya: Bangun pagi-pagi, berangkat sekolah, mendengarkan penjelasan guru, ngerjain ulangan, quiz mendadak, tugas kelompok, dan lain-lain. Pulang sekolah lanjut bimbel atau les privat untuk bantu ngerjain PR sekaligus persiapan belajar untuk ulangan besok. Nggak kerasa, bisa dibilang hampir seluruh waktu dihabiskan untuk agenda belajar, belajar, dan belajar.

Oke, belajar itu memang penting. Belajar itu (katanya) memang kewajiban kaum pelajar. Tapi pernah gak sih lo sebagai para pelajar merenungkan dan bertanya dalam diri loSebetulnya untuk apa sih kita melakukan semua itu? Untuk apa pergi ke sekolah? Untuk apa kita belajar?

Kalo kita bertanya kepada orangtua tentang pertanyaan di atas, kira-kira apa ya jawaban mereka? Tebakan gua sih, respond mereka kurang lebih seperti ini:

“Kamu belajar ya supaya jadi pinter. Pinter cari duit.” – orangtua

Variasi jawaban orangtua bisa jadi macem-macem, ada yang bilang supaya bisa kerja di perusahaan besar, ada yang bilang supaya bisa nerusin usaha orangtua, ada yang bilang supaya bisa keterima jadi PNS, macem-macem deh! Tapi ya intinya biasanya sih U-U-D, ujung-ujungnya duit, hehe… (PS. Nggak semua orangtua kayak gitu sih, tapi seringnya ya begitu) 😛

Sekarang coba deh kalo lo gantian bertanya kepada guru, pihak sekolah, atau bahkan pemerintah, “Pak, Buk, sebetulnya untuk apa kita perlu belajar?”. Kira-kira apa coba jawaban mereka? Jawaban yang gua bayangkan, kira-kira seperti ini:

“Kalian belajar ya supaya jadi orang yang berguna bagi masyarakat, supaya bisa jadi SDM yang berkualitas, minimal bisa membanggakan orangtua, sukur-sukur bisa mengharumkan nama Bangsa dan Negara.” – guru, sekolah, pemerintah.

Okay, jawaban-jawaban di atas mungkin terdengar klise dan udah basi banget ya di telinga kita. Tapi terlepas dari jawaban-jawaban klise dari orangtua, om-tante, atau guru yang setiap saat udah bawel banget menyuruh kita terus belajar setiap hari… Pernah ga sih lo sebagai pelajar mencoba merenungkan secara pribadi, pernah ga sih lo coba memikirkan pertanyaan ini secara mendalam?

Nah, pada kesempatan kali ini, gua mau mengajak lo untuk merenung sejenak . Coba lepaskan dulu pikiran lo dari pengaruh/pendapat/tuntutan dari orangtua, guru, ataupun siapapun. Bebaskan pikiran lo dari pendapat orang lain, lalu coba lo secara sadar dan serius bertanya pada diri lo sendiri:

“Sebetulnya untuk apa saya belajar? Kenapa saya melakukan semua ini?” 

untuk-apa-belajar2

Udah coba lo renungkan? Oke, sementara simpen aja dulu dalam hati. Sekarang yuk mari kita lihat jawaban atas pertanyaan yang sama dari ratusan pelajar di berbagai wilayah Indonesia. Dari 338 responden, kurang lebih jawaban mereka bisa direpresentasikan oleh gambar di bawah ini (semakin besar teks, semakin sering jawaban itu disebutkan)

untuk-apa-belajar

Bagi yang penasaran versi lengkap jawabannya, lo bisa lihat jawaban responden survey ini satu per satu dengan download PDF berikut di bawah ini:

PDF Jawaban responden untuk pertanyaan “Untuk apa Belajar?”

Okay, sejujurnya gua ga punya tujuan khusus untuk mengolah data survey di atas. Survey ini cuma sekadar keisengan gua aja karena agak penasaran dengan jawaban-jawaban netizen di umur pelajar. Nah, setelah gua baca skimming sampai ±300 responden, ada beberapa jawaban yang menurut gua menarik untuk jadi bahan renungan kita bersama. Berikut beberapa di antaranya:

tujuan-belajar

Berdasarkan beberapa contoh di atas, kita bisa lihat ada beberapa responden yang masih bingung, ada juga yang galau, bahkan mungkin ada juga yang nggak tau sama sekali tujuan dia belajar itu untuk apa. Nah, bagaimana dengan jawaban lo sendiri? Apakah lo udah punya jawaban yang mantap, atau masih belum yakin dengan motivasi belajar lo selama ini?

 

Sebetulnya seberapa penting sih hal ini untuk ditanyakan?

Mungkin ada beberapa di antara lo yang heran, kenapa tiba-tiba gua bahas topik ini? Kenapa juga toh kita perlu mempertanyakan tujuan belajar? Bukankah kita semua sudah sepakat bahwa belajar itu penting? Bahwa belajar itu kewajiban, belajar itu untuk mencapai cita-cita, belajar itu untuk masa depan, belajar itu suatu keharusan?

Jadi gini guys, selama 4 tahun terakhir gua aktif di dunia pendidikan, gua dapet banyak banget email curhatan dari para pelajar dari seluruh Indonesia, yang seringnya bercerita seputar masalah belajar mereka: ada yang curhat karena ngerasa ga punya motivasi belajar, ada yang merasa belajar adalah beban, ada yang bingung menentukan jurusan kuliah, macem-macem deh! and you know what? Setelah gua coba mendalami permasalahan mereka satu per satu, ujung-ujungnya gua perhatikan ternyata semua masalah itu bermuara pada 1 hal yang sangat mendasar: Mereka nggak punya landasan yang konkrit untuk apa mereka belajar.

Yup, itulah kenapa gua mau angkat topik ini. Pertanyaan ini kesannya sepele tapi sebetulnya PENTING BANGET untuk direnungkan. Ironisnya pertanyaan sepenting ini justru seringkali kita dapatkan jawabannya secara sepihak dari orang lain, entah orangtua, keluarga besar, guru atau pihak sekolah. Padahal menurut gua pribadi, alasan seseorang untuk belajar, adalah hal yang sangat pribadi & juga sakral, namun juga hal yang fundamental untuk menjadi landasan kita untuk berjuang. Bayangkan jika kita dituntut untuk melakukan sesuatu, terus menerus setiap hari selama bertahun-tahun, tapi kita tidak punya clear mindset yang jelas kenapa kita harus melakukan itu. Hasilnya apa?

Ya jangan heran kalo banyak pelajar yang merasa proses belajar ini adalah sebuah beban, belajar adalah hal yang membosankan, atau bahkan hanya sekadar kewajiban yang dengan terpaksa harus dijalani.

“Okay, terus apa dong jawaban yang benar? Untuk apa sih kita perlu belajar?”

Jawabannya nggak bisa disimpulkan secara universal. There is no exact answer! Lho kenapa? Karena seperti yang udah gua sebutkan sebelumnya, alasan belajar seseorang adalah sesuatu yang bersifat pribadi, bahkan bisa dikatakan sakral. Artinya setiap orang punya landasan motivasinya sendiri-sendiri.

Wah terus gimana dong caranya supaya kita bisa mencari alasan/motivasi/tujuan dari belajar? Okay, sebelum gua bahas hal itu, gua mau lo nonton 3 cuplikan video tentang kisah 5 pelajar seumuran lo berikut ini:

 

Mihir Garimella (15 tahun) | Pittsburgh, Amerika Serikat

 

Sophie, Ciara, Emer (17 tahun) | Kinsale, Irlandia

 

Kenneth (15 tahun) | New York, Amerika Serikat

Udah nonton cuplikan vidoenya? Wah keren banget ya si Mihir, Sophie, Ciara, Emer, dan Kenneth… Kok bisa ya mereka punya motivasi dan semangat belajar seperti itu? Untuk apa sih si Mihir belajar robotic & computer science? Apa ga kurang kerjaan kali ya, kenapa ga main game aja tiap hari? Untuk apa Sophie, Ciara, & Emer melakukan eksperimen mikrobiologi berbulan-bulan, sampai melakukan pengukuran manual 130.000 kali?? Kenapa mereka ga cari pacar aja sih!? Terus, untuk apa Kenneth belajar elektronik & programming di umur 15 tahun? Mereka ini kok rajin banget sih mau belajar banyak hal? Sebetulnya untuk apa mereka belajar?

Nobody knows but themselves. Tapi terlepas dari apapun motivasi belajar mereka, ada 1 hal yang bisa gua pastikan: Mereka-mereka ini adalah contoh nyata dari para pelajar yang udah NGGAK bingung/galau lagi dengan tujuan belajarnya. Mereka sudah jaauuuh melewati fase itu. Mereka tau betul untuk apa mereka belajar, dan apa yang ingin mereka perjuangkan. Mereka tau hal-hal apa yang terus mendorong mereka untuk belajar lagi, lagi, dan lagi.

Sekarang gua harap lo ngerti maksud gua kenapa menjawab pertanyaan “untuk apa belajar” adalah hal yang sepenting itu. Karena dengan menjawab pertanyaan ini, hasilnya akan berimplikasi pada banyak hal, dari mulai tujuan hidup, motivasi belajar, milih jurusan kuliah, dan banyak hal yang lain. Selama kita belum bisa mengetahui apa yang ingin kita perjuangkan, ya hal apapun yang akan kita lakukan ga akan optimal, usahanya juga setengah-setengah, ujung-ujungnya memunculkan bibit-bibit masalah belajar yang bercabang-cabang, dari masalah motivasi belajar sampai bingung milih jurusan kuliah.

 

Okay, terus gimana dong caranya supaya kita bisa menemukan tujuan belajar kita masing-masing?

Menurut gua sih, menemukan ‘tujuan belajar’ itu pada ibarat mencari pacar yang cocok. Artinya harus cocok dalam banyak hal, terutama secara emosional. Tujuan belajar itulah yang akan selalu memberi kita tantangan, bikin kita terus penasaran, dan pastinya menarik untuk terus ditelusuri.

Sama halnya dengan menemukan pacar yang cocok, ada sebagian orang yang “beruntung” karena menemukan tujuan untuk belajar dengan cepet banget, seperti contohnya si Mihir, Sophie, Kenneth, dan kawan-kawan pada video di atas. Namun, ada juga sebagian yang memang perlu secara pro-aktif memperbesar peluang mereka untuk menemukan ‘pacar’ (baca: tujuan belajar) yang cocok. Nah, berikut di bawah ini adalah beberapa tips penting untuk bisa mencari tujuan belajar lo masing-masing:

1. Tujuan belajar NGGAK akan lo temukan di dalam diri lo.

Banyak orang keliru dengan berpikir bahwa setiap orang terlahir dengan bakat masing-masing di dalam dirinya. Dari perspektif yang keliru itu, banyak orang yang justru fokus mencari bakat terpendam di dalam dirinya dengan berbagai macam cara, seperti tes minat & bakat, melakukan sesi konseling, atau bahkan sampai ikut-ikutan finger-print test (tes sidik jari) yang katanya mampu mengenali bakat terpendam.

No, guys. Lo nggak akan menemukan tujuan belajar dari dalam diri lo. Sebagaimana lo juga gak akan bisa menemukan pacar yang cocok dengan cara merenung, atau menerawang ke dalam diri lo. Perlu lo ketahui bahwa yang namanya tujuan belajar, atau bahasa kerennya passion adalah sesuatu yang dinamis dan terus berubah seiring dengan perubahan lingkungan lo. Jadi gua bisa pastikan bahwa yang namanya tes minat & bakat, apalagi finger-print test itu bukanlah sarana yang akurat untuk mengenal diri lo sendiri.

2. Ayo Berani Keluar dari Zona Nyaman Lo!

Gua inget tahun ajaran yang lalu, ada salah seorang murid Zenius yang curhat ke gua kayak gini:

“Glenn, lo kan bilang kalo milih jurusan kuliah itu sebaiknya mencari bidang yang membuat kita tertantang, bidang yang membuat gua penasaran, bidang yang bikin gua terus pengen ngulik siang-malem tanpa dibayar ataupun disuruh. Nah, masalahnya sampai umur segini gua ga punya ketertarikan di bidang apa-apa. Gua ga punya bidang yang bikin gua penasaran ataupun tertantang tuh, terus gimana dong?”

Habis dia ngomong begitu, gua langsung balik nanya: “Lha, emang keseharian lo ngapain aja?”. Terus dia jawab: “Gua sehari-hari ya main instagram, sosmed, nonton anime, baca komik, nonton drama korea, atau serial drama di HBO”. Eaaa… ada yang kesehariannya mirip kayak gitu nggak? 😛

Ya iyalah, lo nggak akan menemukan hal yang menantang dalam kehidupan lo kalo keseharian lo diisi oleh kegiatan yang pasif dan repetitif terus-terusan. Jangan heran kalo di umur lo 16-19 tahun, lo belum menemukan ‘pacar yang cocok’ kalo keseharian lo diisi oleh hal-hal yang tidak eksploratif. Ayo, berani angkat pantat lo! berani keluar dari zona nyaman (comfort zone), eksplor dunia di sekitar lo!

3. Eksplorasi dunia sekitar lo!

Buat lo yang mungkin sampai saat ini masih bingung karena ngerasa ga punya ketertarikan dalam bidang apapun, ngerasa ga punya bakat di bidang apa-apa, ngerasa ga pernah segitunya bersemangat untuk belajar atau ngulik sesuatu, ngerasa ga pernah berkontribusi dalam kegiatan yang positif. Kuncinya ya cuma 1, yaitu eksplorasi dunia sekitar lo!

Coba ubah kebiasaan lo, ubah rutinitas lo. Berani terlibat dengan kegiatan baru yang belum pernah lo coba sebelumnya, pergi ke tempat yang belum pernah lo kunjungi, coba cari tempat makan yang berbeda, coba ngobrol santai dengan orang asing, bikin hidup lo sedikit lebih dinamis.

Sebagai contoh aja nih ya, beberapa hal eksploratif sederhana yang pernah gua coba di masa kuliah dan manfaatnya masih kerasa banget sampai sekarang:

  • Gua pernah coba bikin bimbel kecil-kecilan bareng temen kuliah.
  • Gua sering banget nyusup di kelas mata kuliah filsafat padahal gua anak ekonomi.
  • Gua pernah bikin proyek pemberdayaan anak-anak jalanan di Bandung.
  • Gua sering penasaran ikut seminar diskusi budaya, pameran seni, dan lain-lain.
  • Gua pernah coba mendalami teknik dasar menggambar
  • Gua suka ikut acara terbuka kegiatan outdoor, dari ke hutan sampai ke tengah laut.

Itu adalah beberapa hal eksploratif yang dulu pernah gua lakukan semasa kuliah, dan pengalaman-pengalaman itu tetap menjadi inspirasi terhadap apa yang gua lakukan sampai sekarang. Believe me, try it and you will suprise yourself!

PS. Banyak orang keliru dengan jargon “finding your passion” atau “follow your passion”, karena dalam prakteknya, menurut gua hal yang lebih penting ditekankan adalah EKSPLORASI. Don’t try to find or follow things you don’t even know, start to EXPLORE your passion!

****

Okay, demikianlah sedikit sharing dari gua, moga-moga sedikit banyak bisa jadi bahan renungan buat lo semua, khususnya buat lo yang mungkin sekarang lagi masih dalam fase gamang dalam proses belajar. Sekarang kalo kita balik lagi ke cuplikan video Mihir, Kenneth, Sophie, dan kawan-kawan… Sebetulnya mereka tuh masih jauuuh banget dari apa yang ingin mereka capai. Video di atas sebetulnya hanya menunjukkan bahwa mereka baru saja memulai 2-3 langkah pertama mereka.

Namun demikian, 1 hal pelajaran penting yang bisa kita lihat dari semangat belajar mereka: senggaknya mereka tau apa yang ingin mereka perjuangkan… dan hal itu bukan didapat dengan merenung, mencari tau minat & bakat, apalagi berdasarkan pendapat dan opini dari orang lain, tapi dengan mengeksplorasi dunia sekitar mereka. Inget ya guys, ketika tujuan belajar lo ditentukan oleh opini orang lain, belajar akan terasa seperti beban, tidak menarik, dan membosankan. Tapi ketika lo udah menemukan alasan yang konkrit untuk terus memotivasi lo dalam belajar, lo ga akan lagi memandang belajar “hanya” untuk nilai akademis, atau untuk bisa masuk kuliah, atau untuk bisa dapet kerja dengan gaji besar, but for something BIGGER than yourself!

—————————CATATAN EDITOR—————————

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol, diskusi, atau bertanya sama Glenn, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.