Penting gak sih TRY OUT dalam persiapan SBMPTN?

Sejauh mana Try Out diperlukan dalam persiapan SBMPTN? Artikel ini mengupas pentingnya try out SBMPTN, beserta panduan & bahan soal try out mandiri.

Halo guys, ketemu lagi sama gue di artikel Zenius Blog. Kali ini gua mau bahas lagi-lagi tentang topik persiapan ujian, mengingat belakangan ini banyak banget siswa Zenius yang nanyain gue pertanyaan seputar tahap-tahap belajar yang bener untuk persiapan ujian, khususnya SBMPTN.

Okay, sebetulnya untuk topik tahap/langkah belajar SBMPTN itu udah pernah gua bahas di artikel sebelumnya yang berjudul 7 Langkah strategis untuk belajar SBMPTN. Kalo ada di antara lo yang belum baca, gua saranin banget untuk segera baca & bookmark artikel itu karena isinya penting banget. Untuk memudahkan pembahasan lebih lanjut, gua taro skema 7 langkah belajar SBMPTN itu di bawah ini:

7-tahap-sbmptn-try-out

Nah, untuk bahasan kita kali ini… sebetulnya gua ingin mengupas lebih mendalam salah 1 dari 7 langkah belajar SBMPTN itu, yaitu STEP 6: TRY OUT MANDIRI. Kenapa gua mau bahas topik itu secara khusus? Karena berdasarkan pengamatan gua, Step 6: TRY OUT MANDIRI itu adalah proses belajar SBMPTN paling sering diabaikan… padahal sebetulnya tahap itu adalah KUNCI KEBERHASILAN yang memberikan lo keunggulan signifikan dibandingkan para pesaing lo yang lain.

Wah keunggulan apaan tuh? Sabar, nanti gua jelasin semuanya di bawah. Tapi sebelum gua kupas lebih jauh, gua cuma mau sharing cerita dikit tentang pengamatan gua terhadap siswa-siswa Zenius yang lagi persiapan ujian SBMPTN. Hampir setiap tahun, gua suka iseng nanyain ke siswa Zenius yang inti pertanyaannya “Eh, lo suka nyobain TO sendiri gak sih? atau lo ikut TO bareng anak2 bimbel zenius yang lain? Gimana hasilnya, udah ada peningkatan?”. Setelah gua nanya tentang TO begitu, umumnya respon mereka ada 3 tipe, kurang lebih isinya kayak gini:

“Gua gak mau ikutan TO dulu ah! soalnya gua belum siap materinya. Nanti kalo nilai TO gue jelek kan malu sama temen-temen bimbel/peserta lain. Jangan2 kalo gua lihat nilai TO gua masih jelek aja, gua malah depresi trus ga mau belajar lagi.”

“Emang TO itu itu guna ya? Emang ngaruh ya? Gua sering denger ada cerita anak yang nilai TO-nya bagus terus tapi ga tembus SBMPTN. Jangan-jangan nanti kalo nilai TO gua bagus, terus malah gak tembus SBMPTN lagi! Gue jadi males ikut TO bareng maupun TO mandiri.”

“Gue sering kok TO mandiri! Maksudnya TO itu latihan soal biasa aja kan? Gue sering kok latihan soal SBMPTN sendiri. Latihan soal sendiri + review pembahasan itu sama aja dengan TO kan?”

Itulah ketiga tipe jawaban yang terus terulang dari tahun ke tahun. Sekarang coba lo renungkan, andaikan gua sendiri yang nanya ke lo, apakah lo juga akan ngasih respond seperti di atas?

persiapan SBMPTN

Biasanya sih abis denger respon begitu, gua langsung tarik nafas dalam-dalam terus jelasin tentang konsep TO yang bener ke mereka sampai mulut gua berbusa-busa. Nah, dengan adanya artikel ini moga-moga gua gak perlu lagi terus nerangin hal yang sama berulang kali tentang bagaimana pentingnya TRY OUT itu. Jadi kalo gua ditanya “Seberapa penting TO dalam persiapan ujian?” Jawaban gua singkat saja: TRY OUT itu penting banget! Saking pentingnya gua sangat menyarankan lo TO Mandiri sesering mungkin!

Tapi gua perlu menegaskan dulu definisi TO yang gua maksud dalam pembahasan ini, yang gua maksud dengan TO itu BEDA BANGET dengan “latihan soal campuran terus lihat pembahasan”. Lha, emang apa bedanya? Kata kuncinya, TO itu berfungsi sebagai SIMULASI UJIAN. Artinya, dalam TO lo perlu melakukan setidaknya 3 hal berikut ini:

  • Dalam TO Mandiri, lo betul-betul mempersiapkan komposisi susunan soal sesuai dengan format ujian, baik jumlah soal maupun tingkat kesulitannya. Jadi kalo misalnya lo TO Saintek SBMPTN, ya pastikan komposisi soalnya math (15 soal), biologi (15 soal), kimia (15 soal), fisika (15 soal).
  • Dalam TO Mandiri, lo perlu set waktu pengerjaan soal TRY OUT supaya persis seperti durasi waktu ujian yang akan lo hadapi. Kalo lo TO TKPA/Saintek SBMPTN, ya berarti lo harus set waktu pengerjaan 105 menit. Kalo TO Soshum, berarti set waktu 75 menit.
  • Dalam TO Mandiri, sebaiknya lo membuat kondisi ujian semirip mungkin dengan yang nanti akan lo hadapi. Jangan TO sambil ngemil terus dengerin musik di kasur. Namanya simulasi ya berarti lo harus bikin situasinya semirip mungkin dengan ujian. Kalo bisa, bahkan lo ngerjain TO juga dengan sistem penjawaban soal yang sama dengan yang nanti akan lo hadapi. (CBT atau PBT)

Nah, sekarang gua harap lo udah paham ya maksud gua tentang bedanya “latihan soal biasa” dengan TO. Kuncinya sekali lagi, TO berfungsi untuk mensimulasi ujian yang sesungguhnya. Ngomong-ngomong apa yang gua bahas di artikel ini juga berlaku di persiapan ujian penting lainnya, seperti UN, UM, TOEFL, IELTS, dsb… jadi bukan hanya terbatas pada konteks SBMPTN aja ya, cuma supaya praktis gua akan sering ngambil contoh konteks SBMPTN.

Oke, lo sekarang ada yang kepikiran, emangnya apa manfaatnya sih kalo kita sering melakukan TO (baca: simulasi ujian)? Di sini gua akan jelaskan satu per satu betapa besar manfaat dari TRY OUT terhadap kematangan diri lo untuk menghadapi ujian:

1. Dengan sering TO, lo jadi mengetahui dimana letak kelemahan lo.

“Gua gak mau ikutan TO dulu ah! soalnya gua belum siap. Nanti kalo nilai TO gue jelek kan malu sama temen-temen”. – para pejuang SBMPTN

Gua suka gemes kalo denger ada yang ngomong begitu. Kenapa? Karena rupanya masih banyak anak yang punya persepsi bahwa TO itu semacam ulangan harian atau bentuk kompetisi adu gengsi nilai. Padahal justru TO itu BUKAN sarana untuk berkompetisi! Lha, terus buat apa dong TO? Kegunaannya ada banyak, salah satunya untuk terus MENGEVALUASI sejauh mana kesiapan lo sampai saat ini.

Jadi kalo lo emang ngerasa belum siap ujian… justru dengan mengikuti TO, lo akan dapet banyak pencerahan karena jadi dapet gambaran topik-topik mana aja yang jadi kelemahan lo! Jadi, buat lo yang masih punya perasaan takut malu/stres karena nilai TO lo jelek. Please buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Bodo amat nilai TO lo jelek, toh itu gak akan ngaruh sama penerimaan SBMPTN kok. Jadi sekali lagi gua tekankan, jangan lo jadikan TO itu sebagai semacam kompetisi karena memang bukan itu tujuannya. Justru semakin sering lo ikut TO, lo jadi lebih paham dimana titik kelemahan lo.. terus bisa mengatur siasat untuk mempersiapkan lebih matang materi yang belum lo kuasai dengan baik.

2. Dengan sering TO, lo tau topik materi mana yang masih perlu dievaluasi.

Point kedua ini masih rada nyambung sama point pertama. Kalo di point pertama lo bisa ngeliat hasil TO sebagai bentuk evaluasi kesiapan/ketidaksiapan lo. Nah, langkah berikutnya adalah mengulang materi-materi yang jadi kelemahan lo. Ada quotes  yang menurut gua relevan banget sama konteks ujian:

The strength of the chain lies in its weakest link” 

yang artinya, kekuatan sebuah rantai terletak pada sambungan yang paling lemah. Begitu pula dengan strategi menjawab soal dalam ujian. Kalo ternyata waktu lo coba TO TKPA, terus hasilnya TPA, matdas, dan Bhs Indonesia lo score-nya udah mantap… tapi justru nilai Bahasa Inggrisnya kacau balau. Artinya lo tau dong, topik materi apa yang perlu lo prioritaskan?

Dengan lo terus berusaha untuk memperkuat “sambungan rantai paling lemah” (misalnya: Bahasa Inggris), nanti di hari-H SBMPTN lo bisa mendapat point yang jauh lebih optimal daripada para pesaing lo yang gak pernah nyoba TO ataupun TO secara mandiri.

3. Dengan sering TO, lo jadi terbiasa memanfaatkan durasi ujian dengan efektif.

Salah satu ciri yang paling membedakan anak yang rajin ikut TO sama anak yang males ikut TO adalah bagaimana mereka bisa memanfaatkan waktu ujian yang sangat terbatas dengan seoptimal mungkin.

Contohnya gimana sih? Nih kasus yang paling umum itu seperti ini, kita ambil contoh ujian TKPA SBMPTN dengan komposisi soal & waktu ujian seperti gambar di bawah ini:

TKPA sbmptn

Lo bisa lihat bahwa TKPA terdiri dari 90 soal dengan durasi waktu 105 menit. Artinya kalo dipukul sama rata, secara teori 1 soal dikerjain dengan waktu 70 detik. Tapi prakteknya gimana?

Buat anak-anak yang udah sering ikut TO atau rajin TO mandiri, pasti ngerasain sendiri deh kalo awalnya gak biasa ngatur waktu. Kesalahan umum yang sering kejadian, lo ngerjain soal TPA dan Matdas dengan santai dan hati-hati… Karena keasikan ngulik soal TPA dan matdas, eehh gak kerasa waktu udah tinggal 15 menit lagi dan lo baru sadar kalo soal Bhs Indonesia & Inggris belum kesentuh sama sekali!

Begitu nyoba maksain ngebut dalam waktu 15 menit, lo baru sadar kalo menjawab soal pertanyaan dalam bacaan seperti Bhs Indonesia & Inggris itu hampir gak mungkin dilakukan dengan waktu yang mepet. Akhirnya, gak jarang banyak peserta ujian yang gak sempet nyentuh soal Bhs Indonesia & Inggris atau pasrah dengan asal nembak.

Nah buat mereka yang sering TO, pasti bisa nemu banyak insights dalam hal time management kayak gini. Next time, mereka akan lebih hati-hati memanfaatkan waktu sehingga seluruh topik materi senggaknya bisa dikerjakan secara optimal. Insights yang sama juga bisa lo rasain sendiri kalo sering TO ujian Saintek/Soshum. Lo jadi bisa tau di topik materi mana yang bisa lo kebut, mana yang perlu hati-hati, mana yang perlu dikhususkan untuk waktu pengerjaan yang agak lama, dll. Makin sering lo ikut TO atau bikin TO mandiri, insting lo akan makin terasah untuk bisa manfaatin durasi waktu ujian untuk menjawab soal dengan optimal.

4. Dengan sering TO, otak lo jadi terbiasa fokus dengan kepadatan waktu ujian.

Untuk konteks SBMPTN sekarang, gua langsung bilang aja kalo lo perlu bener-bener mempersiapkan konsentrasi otak lo untuk bisa fokus dengan waktu yang lama. Serius deh, ujian SBMPTN yang sekarang itu beda sama 2-3 tahun yang lalu yang diselenggarakan selama 2 hari. Untuk SBMPTN 2016 nanti, seluruh paket ujian akan dipadatkan dalam satu hari doang! Artinya, lo harus siap konsentrasi berjam-jam ngerjain ratusan soal dengan tingkat kesulitan tinggi dalam satu hari. Buat lo yang jarang/gak pernah ikut TO, pastinya susah ngebayangin betapa daya fokus dan konsentrasi akan dikuras habis-habisan dalam satu hari SBMPTN itu.

Nah, justru karena itulah gua bilang sejak awal bahwa TO akan sangat berguna dalam fungsinya sebagai SIMULATOR UJIAN. Dengan lo sering-sering ikut TO, otak lo akan semakin terlatih dan terbiasa untuk fokus dan konsentrasi dalam waktu yang lama. Kapasitas otak lo untuk menahan endurance juga jadi semakin terlatih seiring dengan jumlah TO yang lo lakukan. Sementara itu, anak-anak yang males/gak pernah ikut TO gimana? Tebakan gue, mereka yang gak ikut TO akan kaget banget pas hari H SBMPTN dengan tingkat kepadatan waktu dan jumlah soal yang buaaanyaak banget!

Nah, lo mau jadi anak yang kagetnya nanti pas hari H atau kagetnya sekarang pas nyobain TO? 😛

5. Dengan sering TO, mental lo jadi lebih kuat ketika hari-H ujian.

Dalam pertarungan ujian seleksi, apalagi kalo tingkat persaingannya seketat SBMPTN. Lo gak boleh punya pikiran bahwa keberhasilan dalam ujian hanya ditentukan oleh kesiapan materi doang. Kenapa? karena faktanya akan ada banyak faktor yang mempengaruhi performance lo waktu ujian, salah satu yang paling penting tapi sering disepelekan adalah FAKTOR MENTAL.

Sekarang lo bayangin deh, berbulan-bulan lo belajar dan entah berapa ratus jam yang lo habiskan untuk persiapan SBMPTN… terus hasilnya hanya ditentukan oleh beberapa jam di dalam satu hari yang sama. Impian lo untuk bisa kuliah di universitas yang lo idam-idamkan, hanya ditentukan oleh gimana performa lo selama beberapa jam di hari itu. Lo mungkin sekarang belum bisa ngebayangin betapa berat beban mental lo nanti pas hari-H SBMPTN.

Beberapa angkatan yang lalu, gua bahkan pernah dicurhatin salah satu siswa Zenius. Dia bilang sebetulnya SBMPTN waktu itu tuh relatif mudah dan dia seharusnya bisa ngerjain sebagian besar soal. Tapi sayangnya pas hari H dia mengontrol anxiety level dalam dirinya (tingkat kecemasan), bahkan sampai ngebuletin ngisi biodata aja tangan gemeteran. Akhirnya pikiran dia banyak ngeblank dan akhirnya dia gak lolos SBMPTN, padahal waktu dia kerjain ulang soalnya setelah ujian… dia ngerasa harusnya banyak soal yang bisa dia kerjain tapi kelewat karena panik banget waktu ujian. Untungnya sih akhirnya dia belajar dari pengalaman, terus seminggu kemudian tembus SIMAK UI.

Nah loh, terus gimana dong caranya untuk mengatasi rasa panik pas hari-H ujian? Untuk masalah ini, gua punya 2 tips ampuh: Pertama, jangan pernah hanya menggantungkan kesempatan kuliah lo di satu kesempatan. Artinya, lo jangan cuma ikut SBMPTN doang, tapi juga ikut SNMPTN dan banyak Ujian Mandiri lainnya. Kalo lo gak menggantungkan semua usaha lo dalam satu kesempatan, secara psikologis akan sangat membantu lo untuk lebih rileks pas hari H ujian.

Tips yang kedua adalah sering-sering ikut TO bareng atau TO Mandiri! Sebagaimana gua katakan di atas, TO adalah SIMULASI UJIAN. Jadi semakin sering lo simulasi ujian, tubuh, otak, dan mental lo akan semakin terbiasa dan beradaptasi dengan situasi yang sama. Lo bayangin kalo lo rajin banget TO SBMPTN sampai puluhan kali, gua yakin pasti di hari-H lo akan jauh lebih rileks karena udah mengalami hal yang kurang lebih sama puluhan kali sebelumnya.

6. Dengan sering TO, lo bisa lebih realistis milih jurusan kuliah.

Satu lagi manfaat terakhir dari TO yang jarang dipake adalah fungsi TO sebagai alat refleksi terhadap target jurusan dan universitas yang lo incer. Dari tahun ke tahun kalo gua perhatiin, ada banyak banget anak yang ngotot pengen masuk jurusan-jurusan yang tingkat persaingannya dan passing gradenya tinggi… tapi kalo dilihat dari nilai TO terakhir sebetulnya masih jauh dari target atau bahkan gak mau ikutan TO sama sekali. Lo bisa tebak sendiri mereka yang punya sikap ngotot seperti itu, kebanyakan gagal tembus SBMPTN.

Nah, di sinilah harusnya kita bisa memanfaatkan hasil dari TO secara gradual sebagai alat refleksi kita untuk menentukan pilihan yang realistis dalam memilih jurusan kuliah. Di sini, gua bukan berarti ingin supaya lo gak meraih cita-cita untuk masuk jurusan & universitas favorit ya. Tentu saja lo boleh masuk jurusan & universitas keren, ASALKAN dari nilai-nilai TO terakhir lo emang udah bisa meraih score yang bisa disebut layak untuk bersaing di level itu.

Nih, gua kasih salah satu contoh pemetaan nilai TO si Bahri (alumni Zenius) beberapa tahun lalu:

SCORE-TO-Bahri

 

Dengan ngeliat perkembangan nilai TO dari waktu ke waktu, kita jadi bisa lebih sadar diri pada level mana kita bisa berkompetisi untuk meraih kursi SBMPTN. Kalo emang kita anggap kita layak dan siap, ya gak masalah kita coba berkompetisi di jurusan yang tingkat persaingannya sangat tinggi. Tapi kalo emang dari nilai TO kita belum istimewa banget, ya akan jauh lebih strategis kalo kita set target juga dengan tingkat persaingan yang sesuai. Bisa jadi sebetulnya banyak anak pinter yang gagal SBMPTN karena terlalu ngotot masuk jurusan top nasional, padahal sebetulnya nilai mereka gak jelek-jelek amat juga. Coba kalo misalnya mereka bisa set target lebih realistis, bisa jadi dengan nilai yang sama… mereka keterima di jurusan yang sebetulnya kualitas pendidikannya juga sama-sama dalam level top nasional.

“Oke deh kak Glenn. Mulai sekarang gua bertekad akan rajin ikut TO. Baik TO dari bimbel, event TO nasional, dan juga bikin TO Mandiri. Nah, tapi kalo bikin TO mandiri itu langkah-langkah seperti apa sih?”

Oke, emang sebaiknya kita jangan bergantung sama TO bimbel atau event TO nasional. Kalo males keluar rumah, kita bisa bikin TO sendiri kok! Yuk kita mulai bahas langkah-langkahnya!

STEP 1:  PASTIKAN LO TAU KOMPOSISI SUSUNAN SOAL DAN DURASI UJIAN

Langkah pertama untuk persiapan TO mandiri, pastikan lo tau susunan komposisi soal dan durasi waktu ujian, untuk konteks SBMPTN berikut adalah rundown hari-H.

rundown H SBMPTN

Dengan mengetahui susunannya, kita jadi tau cara set up soal dan waktu pengerjaan. Hal yang sama juga berlaku kalo lo mau TO UN, SIMAK UI, TOEFL, IELTS, dll.

STEP 2: PASTIKAN LO PUNYA SUMBER KUMPULAN SOAL YANG TEPAT

Untungnya, di zenius.net kita udah nyediain kumpulan set soal yang banyak banget. Semuanya bisa lo download terus lo print sendiri, udah gitu kita juga udah nyediain semua video pembahasan soalnya. Kalo lo belum tau cara download bisa lihat panduan berikut:

cara download soal zenius

Nah, berikut di bawah ini adalah kumpulan set soal yang gua rekomendasikan sebagai sumber bahan soal TO Mandiri buat lo. Kita mulai dengan TKPA, pertama lo bisa comot 45 soal TPA dari link berikut ini:

dari kumpulan link di atas, lo bisa download modul set latihan soal per topik terus lo print sendiri. Setiap kali lo mau try out, lo tinggal comot 45 soal sesuai dengan jumlah soal dalam ujian SBMPTN. Pastikan juga soal-soal tersebut memiliki komposisi yang seimbang antara tipe soal: Aritmetika, Verbal, Pola Barisan, Pola Gambar, Analitik, Logika Proposisi, dan Diagram Venn.

Begitu juga dengan mata pelajaran yang lain, lo bisa mengaplikasikan cara yang sama. Pokoknya setiap kali lo mau nyusun try out mandiri, lo bisa comot masing-masing 15 soal dari sini:

Kalo lihat kumpulan soal dalam 1 set ada banyak padahal lo cuma butuh nyomot 3-5 soal. Jangan males dan hilang akal! Saran gue, lo bisa kasih stabilo dengan warna berbeda, soal mana aja yang mau lo alokasikan utk TO pertama, warna lain untuk TO kedua, dst. Contohnya bisa lo lihat di bawah ini:

TRY OUT MANDIRI

STEP 3: PASTIKAN LO TAU CARA NGITUNG PASSING GRADE YANG BENER

Sistem penilaian yang ada di artikel ini menggunakan sistem penilaian SBMPTN tahun 2013-2017. Di SBMPTN 2018, sistem yang digunakan adalah sistem IRT yang berbeda dengan sistem ini. Untuk sistem penilaian SBMPTN 2019, sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah maupun panitia resmi SBMPTN.

Pada dasarnya, passing grade (PG) untuk setiap jurusan emang gak bisa diketahui secara pasti karena tingkat persaingan tiap tahun berbeda-beda. Tapi cara menghitung PG ini bisa tetap berguna sebagai indikator evaluasi perkembangan lo dari TO sebelumnya ke TO berikut-berikutnya. Nah, cara ngitung TO akan gua jabarkan secara singkat di bawah ini, gua asumsikan lo lagi TO SBMPTN Saintek. Rumus dasar perhitungannya:

Cara-ngitung-passing-grade2

Pertama gua coba kasih illustrasi perhitungan soal TKPA, sebagaimana lo ketahui bahwa jumlah soalnya ada 90 nomor dengan komposisi materi seperti di atas. Kira-kira lo bisa petakan seperti ini:

TO TKPA

Nah, berikutnya untuk perhitungan soal Saintek, anggaplah nilai TO lo seperti ini:

TO Saintek2

Setelah lo dapet jumlah untuk setiap kategori, baru lo jumlahin terus dibagi jumlah seluruh nomor dikali 4 terus dikali sama 100% seperti itungan di bawah ini…

cara ngitu PG

Dari contoh di atas, kita bisa liat bahwa nilai passing grade yang didapat adalah 55,17. Dengan cara yang sama juga bisa lo praktekin buat Soshum dan juga IPC. Okey, sekarang gua harap lo udah bisa ngitung PG dari TO lo dengan cara yang bener yak. Jangan lupa dokumentasikan PG lo setiap kali lo TO, supaya lo bisa memetakan perkembangan lo, sekaligus bisa melihat mata pelajaran mana yang masih perlu direview!

STEP 4: KERJAKAN TO MANDIRI SECARA RUTIN DAN KONSISTEN

Hal terakhir yang perlu lo lakukan adalah ACTION! Persiapkan TO lo dengan serius, kerjakannya juga dengan serius. Gua sarankan lo bener-bener luangkan waktu 1-2x seminggu untuk TO Mandiri secara rutin. Jangan TO mandiri sambil tidur-tidur di kasur, dengerin earphone, atau sambil ngemil. Jadikan TO ini seperti simulasi ujian, persiapkan waktu khusus, kerjain dengan posisi duduk di kursi dan di depan meja belajar. Set up alarm di hape sesuai dengan durasi waktu ujian yang sesungguhnya. Kalo pas alarm bunyi tapi lo belum selesai, JANGAN LANJUT NGERJAIN karena ngerasa tanggung lagi ngerjain! Belajar disiplin, letakan alat tulis lo kalo emang waktunya udah habis. Lo bisa lanjut ngerjainnya nanti pas habis lo selesai ngitung PG kalo lo emang penasaran sama soalnya. Pas nanti hari H ujian, jangan harap pengawas memberi kelonggaran waktu karena lo lagi nanggung ngerjain nomor-nomor terakhir. Justru dengan TO ini lo harus belajar mengasah insting lo untuk mengalokasikan pengerjaan soal dengan cepat, tepat, dan efektif.

****

Oke deh, sekian sharing “singkat” dari gue, moga-moga bisa bermanfaat buat lo semua. Melalui artikel ini, gua juga berharap lo jadi semakin termotivasi untuk pro-aktif melakukan TO Mandiri, mengingat ada begitu banyak manfaat yang luar biasa signifikan untuk bisa mengungguli para pesaing lo di luar sana yang males ngerjain TO. Semangat yak!

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi sama Glenn soal persiapan ujian khususnya topik TRY OUT, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya. Bagi kamu yang dari sekarang udah mau mempersiapkan diri buat SBMPTN dan Ujian Mandiri, berikut di bawah ini ada beberapa link yang menurut gue akan sangat bermanfaat buat kamu semua:

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.