Penting gak sih TRY OUT dalam persiapan SBMPTN?

Halo guys, ketemu lagi sama gue di artikel zenius blog. Kali ini gua mau bahas lagi-lagi tentang topik persiapan ujian, mengingat belakangan ini banyak banget siswa zenius yang nanyain gue pertanyaan seputar tahap-tahap belajar yang bener untuk persiapan ujian, khususnya SBMPTN.

Okay, sebetulnya untuk topik tahap/langkah belajar SBMPTN itu udah pernah gua bahas di artikel sebelumnya yang berjudul 7 Langkah strategis untuk belajar SBMPTN. Kalo ada di antara lo yang belum baca, gua saranin banget untuk segera baca & bookmark artikel itu karena isinya penting banget. Untuk memudahkan pembahasan lebih lanjut, gua taro skema 7 langkah belajar SBMPTN itu di bawah ini:

7-tahap-sbmptn-try-out

Nah, untuk bahasan kita kali ini... sebetulnya gua ingin mengupas lebih mendalam salah 1 dari 7 langkah belajar SBMPTN itu, yaitu STEP 6: TRY OUT MANDIRI. Kenapa gua mau bahas topik itu secara khusus? Karena berdasarkan pengamatan gua, Step 6: TRY OUT MANDIRI itu adalah proses belajar SBMPTN paling sering diabaikan... padahal sebetulnya tahap itu adalah KUNCI KEBERHASILAN yang memberikan lo keunggulan signifikan dibandingkan para pesaing lo yang lain.

Wah keunggulan apaan tuh? Sabar, nanti gua jelasin semuanya di bawah. Tapi sebelum gua kupas lebih jauh, gua cuma mau sharing cerita dikit tentang pengamatan gua terhadap siswa-siswa zenius yang lagi persiapan ujian SBMPTN. Hampir setiap tahun, gua suka iseng nanyain ke siswa zenius yang inti pertanyaannya "Eh, lo suka nyobain TO sendiri gak sih? atau lo ikut TO bareng anak2 bimbel zenius yang lain? Gimana hasilnya, udah ada peningkatan?". Setelah gua nanya tentang TO begitu, umumnya respon mereka ada 3 tipe, kurang lebih isinya kayak gini:

"Gua gak mau ikutan TO dulu ah! soalnya gua belum siap materinya. Nanti kalo nilai TO gue jelek kan malu sama temen-temen bimbel/peserta lain. Jangan2 kalo gua lihat nilai TO gua masih jelek aja, gua malah depresi trus ga mau belajar lagi."

"Emang TO itu itu guna ya? Emang ngaruh ya? Gua sering denger ada cerita anak yang nilai TO-nya bagus terus tapi ga tembus SBMPTN. Jangan-jangan nanti kalo nilai TO gua bagus, terus malah gak tembus SBMPTN lagi! Gue jadi males ikut TO bareng maupun TO mandiri."

"Gue sering kok TO mandiri! Maksudnya TO itu latihan soal biasa aja kan? Gue sering kok latihan soal SBMPTN sendiri. Latihan soal sendiri + review pembahasan itu sama aja dengan TO kan?"

Itulah ketiga tipe jawaban yang terus terulang dari tahun ke tahun. Sekarang coba lo renungkan, andaikan gua sendiri yang nanya ke lo, apakah lo juga akan ngasih respond seperti di atas?

persiapan SBMPTN

Biasanya sih abis denger respon begitu, gua langsung tarik nafas dalam-dalam terus jelasin tentang konsep TO yang bener ke mereka sampai mulut gua berbusa-busa. Nah, dengan adanya artikel ini moga-moga gua gak perlu lagi terus nerangin hal yang sama berulang kali tentang bagaimana pentingnya TRY OUT itu. Jadi kalo gua ditanya "Seberapa penting TO dalam persiapan ujian?" Jawaban gua singkat saja: TRY OUT itu penting banget! Saking pentingnya gua sangat menyarankan lo TO Mandiri sesering mungkin!

Tapi gua perlu menegaskan dulu definisi TO yang gua maksud dalam pembahasan ini, yang gua maksud dengan TO itu BEDA BANGET dengan "latihan soal campuran terus lihat pembahasan". Lha, emang apa bedanya? Kata kuncinya, TO itu berfungsi sebagai SIMULASI UJIAN. Artinya, dalam TO lo perlu melakukan setidaknya 3 hal berikut ini:

  • Dalam TO Mandiri, lo betul-betul mempersiapkan komposisi susunan soal sesuai dengan format ujian, baik jumlah soal maupun tingkat kesulitannya. Jadi kalo misalnya lo TO Saintek SBMPTN, ya pastikan komposisi soalnya math (15 soal), biologi (15 soal), kimia (15 soal), fisika (15 soal).
  • Dalam TO Mandiri, lo perlu set waktu pengerjaan soal TRY OUT supaya persis seperti durasi waktu ujian yang akan lo hadapi. Kalo lo TO TKPA/Saintek SBMPTN, ya berarti lo harus set waktu pengerjaan 105 menit. Kalo TO Soshum, berarti set waktu 75 menit.
  • Dalam TO Mandiri, sebaiknya lo membuat kondisi ujian semirip mungkin dengan yang nanti akan lo hadapi. Jangan TO sambil ngemil terus dengerin musik di kasur. Namanya simulasi ya berarti lo harus bikin situasinya semirip mungkin dengan ujian. Kalo bisa, bahkan lo ngerjain TO juga dengan sistem penjawaban soal yang sama dengan yang nanti akan lo hadapi. (CBT atau PBT)

Nah, sekarang gua harap lo udah paham ya maksud gua tentang bedanya "latihan soal biasa" dengan TO. Kuncinya sekali lagi, TO berfungsi untuk mensimulasi ujian yang sesungguhnya. Ngomong-ngomong apa yang gua bahas di artikel ini juga berlaku di persiapan ujian penting lainnya, seperti UN, UM, TOEFL, IELTS, dsb... jadi bukan hanya terbatas pada konteks SBMPTN aja ya, cuma supaya praktis gua akan sering ngambil contoh konteks SBMPTN.

Oke, lo sekarang ada yang kepikiran, emangnya apa manfaatnya sih kalo kita sering melakukan TO (baca: simulasi ujian)? Di sini gua akan jelaskan satu per satu betapa besar manfaat dari TRY OUT terhadap kematangan diri lo untuk menghadapi ujian:

1. Dengan sering TO, lo jadi mengetahui dimana letak kelemahan lo.

"Gua gak mau ikutan TO dulu ah! soalnya gua belum siap. Nanti kalo nilai TO gue jelek kan malu sama temen-temen". - para pejuang SBMPTN

Gua suka gemes kalo denger ada yang ngomong begitu. Kenapa? Karena rupanya masih banyak anak yang punya persepsi bahwa TO itu semacam ulangan harian atau bentuk kompetisi adu gengsi nilai. Padahal justru TO itu BUKAN sarana untuk berkompetisi! Lha, terus buat apa dong TO? Kegunaannya ada banyak, salah satunya untuk terus MENGEVALUASI sejauh mana kesiapan lo sampai saat ini.

Jadi kalo lo emang ngerasa belum siap ujian... justru dengan mengikuti TO, lo akan dapet banyak pencerahan karena jadi dapet gambaran topik-topik mana aja yang jadi kelemahan lo! Jadi, buat lo yang masih punya perasaan takut malu/stres karena nilai TO lo jelek. Please buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Bodo amat nilai TO lo jelek, toh itu gak akan ngaruh sama penerimaan SBMPTN kok. Jadi sekali lagi gua tekankan, jangan lo jadikan TO itu sebagai semacam kompetisi karena memang bukan itu tujuannya. Justru semakin sering lo ikut TO, lo jadi lebih paham dimana titik kelemahan lo.. terus bisa mengatur siasat untuk mempersiapkan lebih matang materi yang belum lo kuasai dengan baik.

2. Dengan sering TO, lo tau topik materi mana yang masih perlu dievaluasi.

Point kedua ini masih rada nyambung sama point pertama. Kalo di point pertama lo bisa ngeliat hasil TO sebagai bentuk evaluasi kesiapan/ketidaksiapan lo. Nah, langkah berikutnya adalah mengulang materi-materi yang jadi kelemahan lo. Ada quotes  yang menurut gua relevan banget sama konteks ujian:

"The strength of the chain lies in its weakest link" 

yang artinya, kekuatan sebuah rantai terletak pada sambungan yang paling lemah. Begitu pula dengan strategi menjawab soal dalam ujian. Kalo ternyata waktu lo coba TO TKPA, terus hasilnya TPA, matdas, dan Bhs Indonesia lo score-nya udah mantap... tapi justru nilai Bahasa Inggrisnya kacau balau. Artinya lo tau dong, topik materi apa yang perlu lo prioritaskan?

Dengan lo terus berusaha untuk memperkuat "sambungan rantai paling lemah" (misalnya: Bahasa Inggris), nanti di hari-H SBMPTN lo bisa mendapat point yang jauh lebih optimal daripada para pesaing lo yang gak pernah nyoba TO ataupun TO secara mandiri.

3. Dengan sering TO, lo jadi terbiasa memanfaatkan durasi ujian dengan efektif.

Salah satu ciri yang paling membedakan anak yang rajin ikut TO sama anak yang males ikut TO adalah bagaimana mereka bisa memanfaatkan waktu ujian yang sangat terbatas dengan seoptimal mungkin.

Contohnya gimana sih? Nih kasus yang paling umum itu seperti ini, kita ambil contoh ujian TKPA SBMPTN dengan komposisi soal & waktu ujian seperti gambar di bawah ini:

TKPA sbmptn

Lo bisa lihat bahwa TKPA terdiri dari 90 soal dengan durasi waktu 105 menit. Artinya kalo dipukul sama rata, secara teori 1 soal dikerjain dengan waktu 70 detik. Tapi prakteknya gimana?

Buat anak-anak yang udah sering ikut TO atau rajin TO mandiri, pasti ngerasain sendiri deh kalo awalnya gak biasa ngatur waktu. Kesalahan umum yang sering kejadian, lo ngerjain soal TPA dan Matdas dengan santai dan hati-hati... Karena keasikan ngulik soal TPA dan matdas, eehh gak kerasa waktu udah tinggal 15 menit lagi dan lo baru sadar kalo soal Bhs Indonesia & Inggris belum kesentuh sama sekali!

Begitu nyoba maksain ngebut dalam waktu 15 menit, lo baru sadar kalo menjawab soal pertanyaan dalam bacaan seperti Bhs Indonesia & Inggris itu hampir gak mungkin dilakukan dengan waktu yang mepet. Akhirnya, gak jarang banyak peserta ujian yang gak sempet nyentuh soal Bhs Indonesia & Inggris atau pasrah dengan asal nembak.

Nah buat mereka yang sering TO, pasti bisa nemu banyak insights dalam hal time management kayak gini. Next time, mereka akan lebih hati-hati memanfaatkan waktu sehingga seluruh topik materi senggaknya bisa dikerjakan secara optimal. Insights yang sama juga bisa lo rasain sendiri kalo sering TO ujian Saintek/Soshum. Lo jadi bisa tau di topik materi mana yang bisa lo kebut, mana yang perlu hati-hati, mana yang perlu dikhususkan untuk waktu pengerjaan yang agak lama, dll. Makin sering lo ikut TO atau bikin TO mandiri, insting lo akan makin terasah untuk bisa manfaatin durasi waktu ujian untuk menjawab soal dengan optimal.

4. Dengan sering TO, otak lo jadi terbiasa fokus dengan kepadatan waktu ujian.

Untuk konteks SBMPTN sekarang, gua langsung bilang aja kalo lo perlu bener-bener mempersiapkan konsentrasi otak lo untuk bisa fokus dengan waktu yang lama. Serius deh, ujian SBMPTN yang sekarang itu beda sama 2-3 tahun yang lalu yang diselenggarakan selama 2 hari. Untuk SBMPTN 2016 nanti, seluruh paket ujian akan dipadatkan dalam satu hari doang! Artinya, lo harus siap konsentrasi berjam-jam ngerjain ratusan soal dengan tingkat kesulitan tinggi dalam satu hari. Buat lo yang jarang/gak pernah ikut TO, pastinya susah ngebayangin betapa daya fokus dan konsentrasi akan dikuras habis-habisan dalam satu hari SBMPTN itu.

Nah, justru karena itulah gua bilang sejak awal bahwa TO akan sangat berguna dalam fungsinya sebagai SIMULATOR UJIAN. Dengan lo sering-sering ikut TO, otak lo akan semakin terlatih dan terbiasa untuk fokus dan konsentrasi dalam waktu yang lama. Kapasitas otak lo untuk menahan endurance juga jadi semakin terlatih seiring dengan jumlah TO yang lo lakukan. Sementara itu, anak-anak yang males/gak pernah ikut TO gimana? Tebakan gue, mereka yang gak ikut TO akan kaget banget pas hari H SBMPTN dengan tingkat kepadatan waktu dan jumlah soal yang buaaanyaak banget!

Nah, lo mau jadi anak yang kagetnya nanti pas hari H atau kagetnya sekarang pas nyobain TO? 😛

5. Dengan sering TO, mental lo jadi lebih kuat ketika hari-H ujian.

Dalam pertarungan ujian seleksi, apalagi kalo tingkat persaingannya seketat SBMPTN. Lo gak boleh punya pikiran bahwa keberhasilan dalam ujian hanya ditentukan oleh kesiapan materi doang. Kenapa? karena faktanya akan ada banyak faktor yang mempengaruhi performance lo waktu ujian, salah satu yang paling penting tapi sering disepelekan adalah FAKTOR MENTAL.

Sekarang lo bayangin deh, berbulan-bulan lo belajar dan entah berapa ratus jam yang lo habiskan untuk persiapan SBMPTN... terus hasilnya hanya ditentukan oleh beberapa jam di dalam satu hari yang sama. Impian lo untuk bisa kuliah di universitas yang lo idam-idamkan, hanya ditentukan oleh gimana performa lo selama beberapa jam di hari itu. Lo mungkin sekarang belum bisa ngebayangin betapa berat beban mental lo nanti pas hari-H SBMPTN.

Beberapa angkatan yang lalu, gua bahkan pernah dicurhatin salah satu siswa zenius. Dia bilang sebetulnya SBMPTN waktu itu tuh relatif mudah dan dia seharusnya bisa ngerjain sebagian besar soal. Tapi sayangnya pas hari H dia mengontrol anxiety level dalam dirinya (tingkat kecemasan), bahkan sampai ngebuletin ngisi biodata aja tangan gemeteran. Akhirnya pikiran dia banyak ngeblank dan akhirnya dia gak lolos SBMPTN, padahal waktu dia kerjain ulang soalnya setelah ujian... dia ngerasa harusnya banyak soal yang bisa dia kerjain tapi kelewat karena panik banget waktu ujian. Untungnya sih akhirnya dia belajar dari pengalaman, terus seminggu kemudian tembus SIMAK UI.

Nah loh, terus gimana dong caranya untuk mengatasi rasa panik pas hari-H ujian? Untuk masalah ini, gua punya 2 tips ampuh: Pertama, jangan pernah hanya menggantungkan kesempatan kuliah lo di satu kesempatan. Artinya, lo jangan cuma ikut SBMPTN doang, tapi juga ikut SNMPTN dan banyak Ujian Mandiri lainnya. Kalo lo gak menggantungkan semua usaha lo dalam satu kesempatan, secara psikologis akan sangat membantu lo untuk lebih rileks pas hari H ujian.

Tips yang kedua adalah sering-sering ikut TO bareng atau TO Mandiri! Sebagaimana gua katakan di atas, TO adalah SIMULASI UJIAN. Jadi semakin sering lo simulasi ujian, tubuh, otak, dan mental lo akan semakin terbiasa dan beradaptasi dengan situasi yang sama. Lo bayangin kalo lo rajin banget TO SBMPTN sampai puluhan kali, gua yakin pasti di hari-H lo akan jauh lebih rileks karena udah mengalami hal yang kurang lebih sama puluhan kali sebelumnya.

6. Dengan sering TO, lo bisa lebih realistis milih jurusan kuliah.

Satu lagi manfaat terakhir dari TO yang jarang dipake adalah fungsi TO sebagai alat refleksi terhadap target jurusan dan universitas yang lo incer. Dari tahun ke tahun kalo gua perhatiin, ada banyak banget anak yang ngotot pengen masuk jurusan-jurusan yang tingkat persaingannya dan passing gradenya tinggi... tapi kalo dilihat dari nilai TO terakhir sebetulnya masih jauh dari target atau bahkan gak mau ikutan TO sama sekali. Lo bisa tebak sendiri mereka yang punya sikap ngotot seperti itu, kebanyakan gagal tembus SBMPTN.

Nah, di sinilah harusnya kita bisa memanfaatkan hasil dari TO secara gradual sebagai alat refleksi kita untuk menentukan pilihan yang realistis dalam memilih jurusan kuliah. Di sini, gua bukan berarti ingin supaya lo gak meraih cita-cita untuk masuk jurusan & universitas favorit ya. Tentu saja lo boleh masuk jurusan & universitas keren, ASALKAN dari nilai-nilai TO terakhir lo emang udah bisa meraih score yang bisa disebut layak untuk bersaing di level itu.

Nih, gua kasih salah satu contoh pemetaan nilai TO si Bahri (alumni zenius) beberapa tahun lalu:

SCORE-TO-Bahri

 

Dengan ngeliat perkembangan nilai TO dari waktu ke waktu, kita jadi bisa lebih sadar diri pada level mana kita bisa berkompetisi untuk meraih kursi SBMPTN. Kalo emang kita anggap kita layak dan siap, ya gak masalah kita coba berkompetisi di jurusan yang tingkat persaingannya sangat tinggi. Tapi kalo emang dari nilai TO kita belum istimewa banget, ya akan jauh lebih strategis kalo kita set target juga dengan tingkat persaingan yang sesuai. Bisa jadi sebetulnya banyak anak pinter yang gagal SBMPTN karena terlalu ngotot masuk jurusan top nasional, padahal sebetulnya nilai mereka gak jelek-jelek amat juga. Coba kalo misalnya mereka bisa set target lebih realistis, bisa jadi dengan nilai yang sama... mereka keterima di jurusan yang sebetulnya kualitas pendidikannya juga sama-sama dalam level top nasional.

"Oke deh kak Glenn. Mulai sekarang gua bertekad akan rajin ikut TO. Baik TO dari bimbel, event TO nasional, dan juga bikin TO Mandiri. Nah, tapi kalo bikin TO mandiri itu langkah-langkah seperti apa sih?"

Oke, emang sebaiknya kita jangan bergantung sama TO bimbel atau event TO nasional. Kalo males keluar rumah, kita bisa bikin TO sendiri kok! Yuk kita mulai bahas langkah-langkahnya!

STEP 1:  PASTIKAN LO TAU KOMPOSISI SUSUNAN SOAL DAN DURASI UJIAN

Langkah pertama untuk persiapan TO mandiri, pastikan lo tau susunan komposisi soal dan durasi waktu ujian, untuk konteks SBMPTN berikut adalah rundown hari-H.

rundown H SBMPTN

Dengan mengetahui susunannya, kita jadi tau cara set up soal dan waktu pengerjaan. Hal yang sama juga berlaku kalo lo mau TO UN, SIMAK UI, TOEFL, IELTS, dll.

STEP 2: PASTIKAN LO PUNYA SUMBER KUMPULAN SOAL YANG TEPAT

Untungnya, di zenius.net kita udah nyediain kumpulan set soal yang banyak banget. Semuanya bisa lo download terus lo print sendiri, udah gitu kita juga udah nyediain semua video pembahasan soalnya. Kalo lo belum tau cara download bisa lihat panduan berikut:

cara download soal zenius

Nah, berikut di bawah ini adalah kumpulan set soal yang gua rekomendasikan sebagai sumber bahan soal TO Mandiri buat lo. Kita mulai dengan TKPA, pertama lo bisa comot 45 soal TPA dari link berikut ini:

dari kumpulan link di atas, lo bisa download modul set latihan soal per topik terus lo print sendiri. Setiap kali lo mau try out, lo tinggal comot 45 soal sesuai dengan jumlah soal dalam ujian SBMPTN. Pastikan juga soal-soal tersebut memiliki komposisi yang seimbang antara tipe soal: Aritmetika, Verbal, Pola Barisan, Pola Gambar, Analitik, Logika Proposisi, dan Diagram Venn.

Begitu juga dengan mata pelajaran yang lain, lo bisa mengaplikasikan cara yang sama. Pokoknya setiap kali lo mau nyusun try out mandiri, lo bisa comot masing-masing 15 soal dari sini:

Kalo lihat kumpulan soal dalam 1 set ada banyak padahal lo cuma butuh nyomot 3-5 soal. Jangan males dan hilang akal! Saran gue, lo bisa kasih stabilo dengan warna berbeda, soal mana aja yang mau lo alokasikan utk TO pertama, warna lain untuk TO kedua, dst. Contohnya bisa lo lihat di bawah ini:

TRY OUT MANDIRI

STEP 3: PASTIKAN LO TAU CARA NGITUNG PASSING GRADE YANG BENER

Pada dasarnya, passing grade (PG) untuk setiap jurusan emang gak bisa diketahui secara pasti karena tingkat persaingan tiap tahun berbeda-beda. Tapi cara menghitung PG ini bisa tetap berguna sebagai indikator evaluasi perkembangan lo dari TO sebelumnya ke TO berikut-berikutnya. Nah, cara ngitung TO akan gua jabarkan secara singkat di bawah ini, gua asumsikan lo lagi TO SBMPTN Saintek. Rumus dasar perhitungannya:

Cara-ngitung-passing-grade2

Pertama gua coba kasih illustrasi perhitungan soal TKPA, sebagaimana lo ketahui bahwa jumlah soalnya ada 90 nomor dengan komposisi materi seperti di atas. Kira-kira lo bisa petakan seperti ini:

TO TKPA

Nah, berikutnya untuk perhitungan soal Saintek, anggaplah nilai TO lo seperti ini:

TO Saintek2

Setelah lo dapet jumlah untuk setiap kategori, baru lo jumlahin terus dibagi jumlah seluruh nomor dikali 4 terus dikali sama 100% seperti itungan di bawah ini...

cara ngitu PG

Dari contoh di atas, kita bisa liat bahwa nilai passing grade yang didapat adalah 55,17. Dengan cara yang sama juga bisa lo praktekin buat Soshum dan juga IPC. Okey, sekarang gua harap lo udah bisa ngitung PG dari TO lo dengan cara yang bener yak. Jangan lupa dokumentasikan PG lo setiap kali lo TO, supaya lo bisa memetakan perkembangan lo, sekaligus bisa melihat mata pelajaran mana yang masih perlu direview!

STEP 4: KERJAKAN TO MANDIRI SECARA RUTIN DAN KONSISTEN

Hal terakhir yang perlu lo lakukan adalah ACTION! Persiapkan TO lo dengan serius, kerjakannya juga dengan serius. Gua sarankan lo bener-bener luangkan waktu 1-2x seminggu untuk TO Mandiri secara rutin. Jangan TO mandiri sambil tidur-tidur di kasur, dengerin earphone, atau sambil ngemil. Jadikan TO ini seperti simulasi ujian, persiapkan waktu khusus, kerjain dengan posisi duduk di kursi dan di depan meja belajar. Set up alarm di hape sesuai dengan durasi waktu ujian yang sesungguhnya. Kalo pas alarm bunyi tapi lo belum selesai, JANGAN LANJUT NGERJAIN karena ngerasa tanggung lagi ngerjain! Belajar disiplin, letakan alat tulis lo kalo emang waktunya udah habis. Lo bisa lanjut ngerjainnya nanti pas habis lo selesai ngitung PG kalo lo emang penasaran sama soalnya. Pas nanti hari H ujian, jangan harap pengawas memberi kelonggaran waktu karena lo lagi nanggung ngerjain nomor-nomor terakhir. Justru dengan TO ini lo harus belajar mengasah insting lo untuk mengalokasikan pengerjaan soal dengan cepat, tepat, dan efektif.

****

Oke deh, sekian sharing "singkat" dari gue, moga-moga bisa bermanfaat buat lo semua. Melalui artikel ini, gua juga berharap lo jadi semakin termotivasi untuk pro-aktif melakukan TO Mandiri, mengingat ada begitu banyak manfaat yang luar biasa signifikan untuk bisa mengungguli para pesaing lo di luar sana yang males ngerjain TO. Semangat yak!

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi sama Glenn soal persiapan ujian khususnya topik TRY OUT, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya. Bagi kamu yang dari sekarang udah mau mempersiapkan diri buat SBMPTN dan Ujian Mandiri, berikut di bawah ini ada beberapa link yang menurut gue akan sangat bermanfaat buat kamu semua:

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Yudika

    Another good article from zenius, Thank bang glenn.
    Bang btw, itu cbt atau pbt harus diikuti semua atau salah satu aja? . Masih bingung

    • Dika

      Yap

    • CBT atau PBT itu lo yg pilih sendiri. Dugaan gua sih defaultnya itu PBT, sementara CBT kursinya terbatas, jd lo perlu buru2 daftar wkt pendaftarannya dibuka.

      Kalo lo bingung CBT/PBT mana yg lebih bagus, jawabannya : terserah gimana nyamannya lo aja. Cara tau mana yg lebih nyaman? lagi-lagi jawabannya dengan nyobain sendiri TO dgn metode PBT/CBT. Ada byk kok web simulasi CBT. Good luck!

      • Dika

        It means, bisa dong bang undangan dijadikan cadangan kalau ikut cbt? Karena waktu daftar ulang sama dengan pbt

        • iya bisa, daftar mah daftar aja utk SNMPTN Undangan, tp jgn terlalu diharapkan. Anggap saja SNMPTN itu cuma bonus, kalo keterima ya sukur, kalo gak keterima kamu tetap udah siap SBMPTN & UM.

          • Dika

            sip bang, Thank you

          • Skrg waktu pelaksanaan pbt sama cbt barengan loh.

          • Indriati K.

            Oiya sekalian mau nanya nih, kalo misal besok pas pendaftaran yg cbt kan klo ga salah tgl 22 april-9 mei, sedangkan pengumuman snmptnnya 10 mei nah klo kita daftar sbmptn yg pake cbt dulu ga bakal hangus kan snmptnnya? Soalnya batas pendaftaran sebelum pengumuman snmptn.
            Makasih

          • Pendaftarannya 25 April - 20 Mei indri. Kan masih ada 10 hari setelah pengumuman snmptn buat nentuin mo ikut sbm ato nggk.

  • HanifOplOverZ

    Kak glen.,
    Saya TO mandiri dengan cara mata pelajarannya hanya 2 Yaitu 1TPA dan 1SAINTIK
    Misalnya HARI INI TO 2 Untuk FISIKA DAN TPA ( LOGIKA ) dikerjakan dalam waktu 45Menit. Jadi jumlah soalnya cuma 30 nomor.
    kira2 Efektif ngak tuh. bang., ??????

    Saya ambil cara gini, krn takut persediaan soal terbatas dan waktu sempit, blum lagi pembahasannya
    ,kalau misalnya TO terus dgn soal yg sama masih efektif ngak ??

    Maaf banyak nanya 🙂

    • Sebetulnya ga masalah. Lebih bagus kamu TO begitu drpd gak sama sekali. Tp akan jauh lebih baik, kalo kamu TO dgn komposisi soal & durasi ujian yg sebenarnya.

      Gak perlu takut kehabisan soal, di zenius.net ada 3,500 modul soal. Kalo msh ngerasa kurang, km bs cari bank soal latihan sbmptn di byk website lain juga kok!

      • HanifOplOverZ

        OK bang Makasih.
        Saya juga selalu ikut TO yg diadakan Universitas2, hampir setiap minggu.
        tapi hasilnya masih sangat jauh dari target. -_-

        • Dika

          TO di daerah mana bro?

          • HanifOplOverZ

            Makassar

  • Rigel Raimarda

    maksudnya bener bener kaya ujian beneran itu, kitanya juga harus pake LJK yang dibuletin item gitu bang?

    • Iya seperti ujian beneran. Kalau km bs usahakan dpt kertas LJK SBMPTN akan lebih baik, tp kalo ga ada juga gpp. Jangan sampai hanya krn ga ada lembar jawab LJK, jadi excuse utk nggak mulai-mulai TO. Lo bisa mulai TO tanpa menggunakan LJK asli kok. tp kalo ada, akan lebih baik lagi. 🙂

      Ps. Harusnya sih contoh LJK SBMPTN contohnya ada byk ya di internet, coba lu browsing aja terus print & fotokopi sendiri

      • Rigel Raimarda

        okesip bang. gw abis minta LJK dari bimbelan. doain aja biar TO mandiri nya KONSISTEN teros bang!

  • Muhammad Hilmi Aziz

    .bang, gua masih kelas 11 nih, gua suka banget ikutan try out yg diselenggarain univ-univ gitu, tapi gua belum pernah try out mandiri di zenius, soalnya nilai TO gua pasti kisaran 20-30. Nah gua mikir kalo gua rutin TO mandiri di zenius entar soalnya abis. Dikarenakan gua masih kelas 11, masih banyak materi yang belum gua pelajarin. Gimana nih bang? Mending TO mandiri sekarang apa nunggu kelas 12 dulu?

    • Kalo masih kelas 11 sih mungkin lebih baik lo alokasikan waktu buat dalemin dulu konsep setiap topik materi SBMPTN, TO-nya sekali-kali aja utk review. Nanti begitu lu kls 12, lo bs hajar TO mandiri terus2an selama setahun penuh. Kalo lo konsisten dr kls 11 udah persiapkan diri dgn mateng. Gua yakin lo akan jauh lebih siap drpd para pesaing lo nantinya.

  • Alfano Septiansyah

    Kak Glenn, dalam sebulan gw pake zenius, gw udah coba TO mandiri 2x, gw pake soal tahun sebelumnya, dan ternyata gw baru bisa ngerjain TKPA aja, saintek kosong, karena materi saintek blm gw dalemin seutuhnya. Alhasil, dgn pola perhitungan yg lo bilang di atas, gw baru dapet 18-25% passing grade. Gw mau minta saran, sebaiknya utk setiap TO mandiri apa harus diikuti semua pelajaran? Sedangkan materi2nya blm gw kuasain semua. Apa harus optimalkan latihan soal per bab dulu?

    • it's okay kalo kamu mau fokus TKPA dulu. Sebetulnya tahap TO Mandiri ini ada di step 6 dari langkah2 belajar SBMPTN yg gua rekomendasikan. Jadi pastikan sebelumnya lo udah melakukan 5 langkah sebelumnya. Untuk materi yg ngeblank sama sekali, TO-nya cukup sekali aja utk mengetahui sampai sesulit apa soal SBMPTN kalo kamu coba kerjain sekarang. Habis itu km fokus sm topik2 yg kamu gak bisa. Gitu aja terus, lama2 semua topik bs kamu kuasai.

      • Alfano Septiansyah

        Jadi, untuk saat ini coba fokus pelajari materi2 yg masih blm terlalu dikuasai (Saintek), lalu latihan soal2 per bab, sekiranya mayoritas materi udah mantep, coba TO mandiri lagi ya, Kak Glenn? thanks infonya Kak Glenn, sangat bermanfaat 🙂

  • ravanelly

    bener banget nih yang dibilang kak glenn , gua udah mulai TO mandiri sejak bulan september dan emang pas pertama nilai TO gua cuma sekitar 26 - 27 an , tapi dengan metode Deliberate Practice , lama kelamaan ada kenaikan yang besar di nilai TO gua sekitar 40 - 50 % . gua saranin sih kalo mau TO itu jam 4 - 5 pagi , soalnya keadaan masih hening dan otak lu masih seger .

    BTW kak glenn , nanti pas daftar sbmptn kita milih sendiri CBT atau PBT nya atau dipilih secara otomatis sama sistem ??

    • mantap! kejar terus kalo bisa sampai 50-60% yak!
      utk CBT atau PBT kemungkinan besar sih km bisa milih sendiri, kalo km mau CBT, harus buru2 daftar krn kursinya terbatas.

  • Raka

    Hal membingungkan + nyebelin selanjutnya adalah... sikap apa yg harus kita2 (para pejuang sbmptn) ambil dlm menghadapi bimbel yang udah masuk bulan2 januari-april an malah intensif to UN?? ini asli nyebelin banget.. to smbptn adanya malah setelah un! gimana tuh?

    • rupanya ada byk juga yah yg kayak gini. dari kemarin2 byk banget yg curhat mirip banget kayak lo nih, Raka. Yah, apa boleh buat... mau gak mau lo hrs nerima fakta bahwa lo udah milih tmp bimbel yg nggak cocok sm gaya belajar lo. Saran dari gue sih, belajar mandiri aja di rumah utk SBMPTN.

  • Magicwithme

    bang glenn kenapa zenius gak nyediain lembar jawaban buat setiap modulnya ?(kuncinya aja) jadi gak perlu buka video pembahasan satu2 buat ngecek jawaban bener ato nggak ._.

    • HanifOplOverZ

      saya setuju, biar ngak lama hitung PGnya

  • afifah

    Kak, masih bingung niih yang step 2 itu. Maksudnya kita cuma butuh ngambil 3-5 soal itu gimana ya? Apa dalam satu set soal TPA verbal kita print dulu soalnya 1 set (yang isinya misal ada 13 soal) trus pas TO cuma ngerjain beberapa gitu?

    • iya betul seperti itu. tapi bukan berarti soal2 sisanya yg gak kamu kerjain jadi mubazir. kamu tandain aja spy jadi soal2 di TO mandiri kamu yg berikut2nya.

      • HanifOplOverZ

        owh.., jadi yg dilihat pembahasannya, cuma soal yg kita kerjakan
        gitu kak. ?

    • Muhammad Sidratul Muntaha

      cara bikin komposisi tipe soalnya gimana ya?

  • Rizky Akbar

    kak saya lagi nyiapin materi untuk UN dan SBMPTN, kalau untuk SBMPTN saya belajar dari sini https://www.zenius.net/cg/1161/saintek-sbmptn . Nah untuk UN SMA tahun ini, kan kakak" tutor zenius udah membuat artikel bio,kim,ingg,dan Indonesia (Fis dan Matnya ditunggu ya kak hehe ^^) nah saya udah belajar dari video kelas 10~12 tapi terlalu banyak kak x_x apa memang harus dipelajari seperti itu, karena kan Kisi" UN tahun ini kan cakupannya begitu luas. Apa ada solusi lain Makasih banyak kak Gleenn 😀

    • utk panduan belajar un SMA math IPA udah ada kok >> https://www.zenius.net/blog/10629/un-sma-matematika-ipa-2016

      sebetulnya kamu cukup pelajari sesuai dengan SKL saja, harusnya sih tiap tahun bahannya gak terlalu byk berubah ya. Thn ini juga bahannya adalah irisan dari KTSP & K13 jd harusnya gak terlalu byk. Utk pengulangan materi kls 10-12 ya sebetulnya itu tergantung kesiapan kamu sejauh ini sdh sampai mana. Namanya juga ujian nasional, ya tujuannya mengevaluasi pemahaman kamu dr kls 10-12. 🙂

  • Ishadiyanto Salim

    Wah ini kayaknya jadi salah satu hal yang terlupakan, sebenernya ada banyak kendala sih untuk secara rutin ngelakuin TO kayak gini dengan mandiri.

    Pertama: gue orangnya selalu udah tau duluan ketika ketemu sama soal2 yang menurut gue gak bisa "Wah kayaknya soal di bab ini kurang manteb deh" nah itu lah yang menjadi kendala, saat diri gue menyatakan hal seperti itulah gue lebih memilih untuk review teori lagi
    Kedua: Dulu karena banyak banget bab yang belum kesentuh, akhirnya gue lebih mengalokasikan waktu buat review teori, bahkan karena gue udah hampir selesai, gue selalu mengalokasikan nya sebulan penuh buat review ulang+mantepin bab per bab nya, dengan latihan soal perbab sebyk mungkin.
    Ketiga: Banyak banget gangguan disekolah dari mulai, ngenol, PM, TO UN (TO di sekolah saya hampir udah 4 kali-_-) bahkan di bimbel yg gue ikutin tidak memprioritaskan SBM...

    Alhamdulillah sih TO bulan lalu sudah hampir 40,XX%, Selama udh lebih 5bulan baraeng zenius, gue kayaknya salah banget tidak mengalokasikan banyak waktu buat TO secara mandiri, tolong dong bang, kasih pencerahan buat gue tentang masalah gue di atas... Makasih Bang!

  • hasanah

    thanks banget kak buat artikelnya. btw gue dulu pernah ikut sbmptn tanpa to sedikitpun, alhasil agak keteteran di tkpa sih haha. gue udah niatin buat to sekali dua minggu. oh yah kak glen kalau gue cuma ikut to mandiri aja gak ikut to yg di bimbel, menurut pandangan kak glen gak apa gue cuma jalanin to mandiri aja?
    soalnya gue gak punya teman seperjuangan, dan gak dekat pula sama adek kelas pas sma secara ini tahun terakhir gue untuk ikut sbmptn sih hehe.

    • it's OKAY kok kalo lo rajin TO mandiri. tebakan gua malah yg sering TO mandiri itu bs jd lebih siap drpd yg selalu nungguin TO bareng2. Soalnya TO Mandiri kan bisa dibikin kapan aja, jd gak harus bergantung sm penyelagaraan TO bersama.

      • hasanah

        itu gak ganggu mental pas ujian kan kak? soalnya kan gue jadinya sendiri gitu. malah gue TO di perpustakkan wilayah di kota gue, biar ngerasa lagi di dalam ruangan. karna di rumah juga gak memungkinkan sih hehe. makasih kak udah respon:)

      • suwasdi

        permisi ka untuk Try Out apakah dizenius ada try out online mohon i nfo nya y ka.
        sy siswa SMK yg sedang mngejar materi sy baru gabung 1 bulanan dizenius, sy mau mengenal jenis soal SBMPTN tolong infonya y ka. kalau tidak keberatan kirim lewat email mohon maaf dan terima kasih sebelumnya suwasdi.atmaja812@gmail.com

  • M Fahrur Roji

    kak glenn setiap TO mandiri satu soal biasanya saya kerjakan dalam waktu 2 menit,kira2 sisa waktunya berapa ya kak untuk mengecek kembali jawaban saya?

    • Kalo 1 soal dikerjakan 2 menit itu terlalu lama. Coba saja lihat TKPA ada 90 soal ~ 105 menit. Kalo km kerjakan 2 menit, jadinya km butuh wkt 180 menit utk mengerjakan semua soal. Gak akan cukup waktunya kan? Begitu juga dengan Saintek dan Soshum. Ayo berlatih mengerjakan soal dengan lebih cepat dan tepat. Sebisa mungkin, luangkan waktu 10 menit di akhir durasi ujian untuk mengecek ulang soal2 yang kamu lewati.

  • Chandra Hamdani

    wah,, wajib di coba nih kang 🙂

  • Tiara Dewangga

    thanks bang Glenn ^^ keren artikelnya

    btw, mau curhat sedikit..
    aku masi kelas 10, dan kemaren iseng2 ikut tonas simak ui
    karena ga ada persiapan, aku cuma dapet pg 19% dan dapet peringkat 57 dari 400-an peserta di Jambi (wuidii, aku seneng banget kak. bangga banget bisa peringkat 100 besar :v )
    tapi ada lo kak, kawan aku, dia masih kelas 10 dan dapet peringkat 16 T^T (tapi aku bangga kok dapet peringkat 57 :v )
    nah, aku bertekad come back tonas simak ui dengan pg 50% (karena yg dinyatakan berhasil dalam simulasi simak ui ini pg nya 50%)
    jadi, aku berencana selama 1 tahun ini bakal nyiapin buat TO dan ngejer materi kelas 11 dan 12

    yang jadi masalah ini bang, aku bingung, apa harus baca buku materi kelas 11 & 12 dulu baru nonton video zenius, atau nonton video zenius dulu baru baca buku untuk detilnya
    mohon saran dan pencerahannya ^^

    • Halo Tiara, wah bagus kalo km udah semangat ada inisiatif sejak kls 10. Tapi jgn terlalu melihat peringkat provinsi ya, karena bukan itu yg harus kamu fokuskan. Yg harus km fokuskan itu menaikan si 19% menjadi setinggi2nya. Karena nanti di tingkat nasional, (SIMAK maupun SBMPTN), para pesaing kamu akan jauh lebih kuat dan byk banget yg nilai scorenya tinggi2.

      Kalo kamu mau coba materi kls 11 & 12, bisa melalui video zenius langsung tanpa perlu baca buku teks pelajaran.

      • Tiara Dewangga

        wah.. makasi bang Glenn ^^ semangat"

  • M Syahman Samhan

    pasti seru kalau zenius ngadain try out online wkw

  • Karina Rahma

    Thanks kak, ngebantu bgt awalnya emg stak-stuk pas bagian "nyomot soal" krn yg dibutuhin cuma bbrp, ga kepikiran buat stabilo hehehe. Terus gimana ya kak kadang pgn TO tp pikiran selalu "udh mending belajar bab baru aja yg belom dikuasain, toh TO juga hasilnya segitu2 aja"-_- gimana ya kak? Thanks sebelumnya

  • Handri Diswantoro

    Bang apa soal² yg di saranin di atas itu udah ada di xpedia semua bang?

    • Karina Rahma

      udah

  • Lutfi Dwi Rahardian

    glenn keren bgt nih artikelnya membantu bgt.
    btw, berarti soal2 to itu di print2 semua ya glenn?

  • baypanpang panjiPangestu

    Apa bener bang kalo ada 1 mata pelajaran yg nilainya 0 atau - maka otomatis ga diterima ptn?

    • sebetulnya a pernah ada aturan resmi seperti itu. tapi ya menurut gw sih jgn sampai mengorbankan 1-2 mata pelajaran utk gak diisi sama sekali. karena itu sama aja seperti lo ngasih sinyal ke PTN kalo lo gak bisa sm sekali pelajaran tsb.

  • evan

    Hello bang glen
    Aku sekarang kelas 11
    Lebih baik aku belajar sbm/review ulang kelas 10 atau fokus jalur undangan?thanks bang

    • Kalo kls 11 sih fokus aja bagusin nilai raport krn msh belum terlambat, tapi belajarnya harus ngerti dari konsep spy nanti kalo km ngambil SBMPTN gak byk lupa sama materinya.

  • suwasdi

    selamat siang ka permisi maaf sy siswa SMK baru gabung di zenius sekitar 1 bulanan maaf sy mau tanya apakah zenius mengadakan try out online SBMPTN ya..... hitung" mengenal soal (latihan) jujur sy sedang mengejar materi walaupun sudah sangat terlambat tolong bantuannya ya ka makasih sebelumnya

    • zenius tidak mengadakan try out online tp kami menyediakan 3,500 modul soal yang bisa kamu download & video pembahasannya sudah tersedia di zenius.net

  • astri angelia

    bang glen, kok video2 pembahasan gak bisa diplay ya di pc gua? padahal video2 lainnya tuh bisaa, cuma video pembahasan aja yg gak bisa 🙁

    • tulisannya apa? udah update flash dan ubah setting dari html5 ke flash?

      • astri angelia

        udah, semua video bisa sih tp cumaa video pembahasan aja yg ga bisaa bang
        kayak gini, kalo dipencet tetep ga bisa ke play222

  • Ryan

    kak mau nanya, kan saya mau belajar sbmptn tapi nilai to un saya baru mencapai kepala 3..

    mending belajar untuk sbmptn atau un? atau 22nya? kalo 22nya cara membagi waktu yang efektif gimana ya kak?

    • sebetulnya kalo fokus belajar ke SBMPTN bisa dbilang sekalian belajar utk UN juga kok.

  • Alfinsa EP

    Halo Glenn. Artikel keren lagi nih. Btw mau tanya tentang tryout mandiri nih. Kemaren gue cobain tryout, tapi banyak minusnya. Misal gue ngisi 5 soal, bener 1 soal, salah 4 soal. Menurut lo, apakah gue mesti tetep ngisi meskipun gak tau dan jawaban salah, atau dikosongin aja jawabannya? (kondisi lagi tryout mandiri, bukan SBMPTN). Tryoutnya cuma segitu dah nilainya (bisa liat di gambar)

    • Nah, ini adalah salah satu gunanya try out. Lo jadi tau kalo lo ngisi asal2an soal yg lo gak bisa, jadinya malah minus. Saran gua sih jadikan TO ini betul2 simulasi SBMPTN, jadi kalo ada soal yg gak bisa, lo lewatin aja soalnya, fokus ke soal2 yg pasti lo bisa kerjain. Tapi nanti begitu udah beres TO, lo bisa refleksi diri lagi di topik2 mana aja soal2 yg lo lewatin krn lo blm siap materinya di topik itu. Terus lo review ulang belajar lagi topik itu spy di TO berikutnya lo bisa ngerjain topik2 yg tadinya lo lewatin.

    • Dari sini lo keliatan bahwa kekurangan lo tinggal di Bhs Inggris dan Geografi. Kalo lo fokus ningkatin socre di 2 matpel tsb, pasti passing grade lo ningkat signifikan.

      • Alfinsa EP

        dari nilai gue di atas, kayaknya gue perlu bagusin di sejarah dan ekonomi juga deh Glenn, cos itu cuma bener 5 soal, tapi minusnya itu. atau mantepin geografi bahasa inggris aja? dan gue gak perlu ngisi soal yang gue gak tau ya?

  • Muhammad Hilmi Aziz

    .bang Glen, gua mau curhat nih, menyimpang dari artikelnya sih, gapapa kan?
    .gua punya banyak banget masalah dan kekhawatiran dalam belajar, terutama di sekolah dan lebih spesifiknya lagi sama gurunya gua kasih listnya deh :
    1. Selama gua di SMA (btw sekarang gua kls 11), gua gak pernah belajar biologi dengan bener (sama gurunya). Guru biologi gua tuh kalo dateng ke kelas bukannya nyampein materi, dia malah curhat gak jelas gitu. Masalah ekonomi lah, masalah gimana caranya hidup sehat, pembangunan mesjid di sekolah, dll lah pokoknya gak pernah deh nerangin hal yang berbau materi biologi.
    2. Guru matematika peminatan gua jarang banget masuk, paling masuk 1 bulan sekali dan itu pun jarang ngajar, malah mentoring masalah keagamaan. dengan embel-embel bahwa mentoring itu ada di kurikulum 2013. Padahal jadwal dia dalam 1 minggu itu ada 2x pertemuan (masing-masing

    2jam pelajaran jadi total 4jam peajaran). Dan ketika dia gak dateng, langsung dikasih tugas yang banyaknya minta ampun plus dikasih soal soal yang materinya aja anak-anak belom tau (yah untungnya gua suka DP dulu sih di zenius jadi gak ada masalah sama yang satu ini *cling *cling :v)
    3. Guru fisika (sekaligus wali kelas gua),dia sering masuk cuman yah gitu. Semua hal yang dia terangin menyimpang dari konsep, plus dia sering ngasih buanyak rumus, so kalo dia ngasih soal pasti bilang gini "masukan ke rumus". Dan ketika dia nyuruh ngerjain soal yang agak diplintir, pasti jawaban gua sama dia itu beda. Dan ujung-ujungnya jawaban gua juga yang diambil. Nah yang gua khawatirin adalah pas UAS, bukannya mikir "soal nya susah gak ya?" gua malah mikir "kunci jawabannya bener gak ya?" -_-
    4. Guru matematika wajib, lebih baik dari guru lainnya sih, cuman yah kalo ada ulangan atau kuis gitu soal-soalnya dasaaaarrrr banget, jadi nilai 100 itu udah gak aneh. Kemaren pas belajar statistik gua bingung sendiri, secara rumus-rumus statistik yang dia kasih itu banyak banget bisa sampe 20++, justru gua paling takut sama rumus-rumusan. Meskipun gua udah nonton rekaman statistik yang buanyaknya minta ampun di zenius.net gua msih bermasalah dengan itu. (jadi kayak bang Sabda yg bermasalah di statistik sama optik fisika, atau jangan jangan ntar gua bisa kayak dia ya? haha amin deh) My Idol Bang Sabda Putra Subekti :v.
    Kalo guru kimia udah the best deh ngajarnya, kena banget konsep nya, love you Bu Herni :*

    5. Gua bingung deh, perasaan gua ngambil jurusan IPA di SMA, tapi kok tugas-tugasnya lebih banyak pelajaran-pelajaran wajib kayak agama, seni budaya, sejarah, dll. Tugas nya tuh jarang ada yang simple, ada yang observasi lah, bikin laporan, bikin video yang panjangnya 1jam lebih, bikin miniatur PLT, sampe gua mesti nyisihin banyak banget uang jajan buat nyelesain tugas-tugas itu.
    6. Masalah nilai. dulu waktu gua mau bayar uang study tour, gua masuk ke ruang guru, disitu ada wali kelas gua yang lagi masukin nilai kelas 11 semester 1, abis bayar uang study tour gua disuruh nyebutin nilai gitu, dan nilai itu adalah nilai kelas 10 semester dua. Dia bilang "kalo nilainya turun, ambil nilai yang kelas 10 semester 2, kalo nilainya naik, biarin segitu" gua shock, terus gua mikir gini "misal si A nilai kelas 11 semester 1 nya 3,30 terus nilai yang kelas 10 semester 2 nya 3,50 nah yang diambil yang 3,50. Terus kalo misalnya si B nilainya 3,40 terus nilai yang kemarennya 3,30 lah yang diambil 3,40 dong. Kok si A bisa lebih gede dari si B untuk semester sekarang?" Mana unsur keadilannyaaaa???
    7. Ini yang paling gua khawatirin. Gua gak pernah bisa belajar dari buku. dulu waktu gua kelas 10 sebelum kenal zenius, gua sama seklai gak ngerti hal-hal yang diajarin di sekolah terutama fisika dan biologi, gua gak ikut bimbel segala macem karena ortu gak ngizinin. So, terpaksa gua belajar otodidak pake buku. Meskipun gua gak bisa belajar dari buku, gua tetep belajar pake buku meskipun gak bisa diandelin. Berkali-kali gua baca pun konsepnya gak pernah masuk ke otak dan ujung ujungnya ngapalin lagi. Disitu nilai UAS gua jelek terus. Sampe akhir nya gua masuk ke kelas 11 nemu zenius multimedia learning di facebook (panjang kalo diceritain). Percaya atau nggak, setelah gua belajar di zenius.net gua itu kayak pecandu narkoba yang dipenjara terus dibebasin dan dibimbing gimana cara hidup yang bener (lebay sih tapi emang gitu rasanya). Nah yang gua khawatirin, ntar kalo gua masuk universitas, pasti kan belajarnya banyak dari buku gitu, sedangkan pegangan gua itu cuman zenius, apa gua mampu?
    Bang Glen, atau siapapun tolongin gua, untuk no.1-4 sih gua masih bisa atasin pake zenius, gua cuman kasian aja sama temen-temen gua, gua dah nyoba nyaranin mereka pake zenius juga, cuman mereka ngerasa kurang cocok pake zenius, meskipun ada sih 2 temen gua pake zenius dan nyambung, tapi yang lainnya nyaman belajar kayak gitu, ngapalin rumus, ngapalin kata-kata dan hal hal salah lainnya yang telah dirangkum di zenius learning (?) yang penting ulangan mereka dan nilai rapot bagus.

    Untuk no.6 dan 7 jujur itu bener-bener bikin gua setres
    SOMEBODY HELP MEH :'(

  • Muhammad Hilmi Aziz

    .bang Glen, gua mau curhat nih, menyimpang dari artikelnya sih, gapapa kan?
    .gua
    punya banyak banget masalah dan kekhawatiran dalam belajar, terutama di
    sekolah dan lebih spesifiknya lagi sama gurunya gua kasih listnya deh :
    1.
    Selama gua di SMA (btw sekarang gua kls 11), gua gak pernah belajar
    biologi dengan bener (sama gurunya). Guru biologi gua tuh kalo dateng ke
    kelas bukannya nyampein materi, dia malah curhat gak jelas gitu.
    Masalah ekonomi lah, masalah gimana caranya hidup sehat, pembangunan
    mesjid di sekolah, dll lah pokoknya gak pernah deh nerangin hal yang
    berbau materi biologi.
    2. Guru matematika peminatan gua jarang banget
    masuk, paling masuk 1 bulan sekali dan itu pun jarang ngajar, malah
    mentoring masalah keagamaan. dengan embel-embel bahwa mentoring itu ada
    di kurikulum 2013. Padahal jadwal dia dalam 1 minggu itu ada 2x
    pertemuan (masing-masing

    2jam pelajaran jadi total 4jam
    peajaran). Dan ketika dia gak dateng, langsung dikasih tugas yang
    banyaknya minta ampun plus dikasih soal soal yang materinya aja
    anak-anak belom tau (yah untungnya gua suka DP dulu sih di zenius jadi
    gak ada masalah sama yang satu ini *cling *cling :v)
    3. Guru fisika
    (sekaligus wali kelas gua),dia sering masuk cuman yah gitu. Semua hal
    yang dia terangin menyimpang dari konsep, plus dia sering ngasih buanyak
    rumus, so kalo dia ngasih soal pasti bilang gini "masukan ke rumus".
    Dan ketika dia nyuruh ngerjain soal yang agak diplintir, pasti jawaban
    gua sama dia itu beda. Dan ujung-ujungnya jawaban gua juga yang diambil.
    Nah yang gua khawatirin adalah pas UAS, bukannya mikir "soal nya susah
    gak ya?" gua malah mikir "kunci jawabannya bener gak ya?" -_-
    4. Guru
    matematika wajib, lebih baik dari guru lainnya sih, cuman yah kalo ada
    ulangan atau kuis gitu soal-soalnya dasaaaarrrr banget, jadi nilai 100
    itu udah gak aneh. Kemaren pas belajar statistik gua bingung sendiri,
    secara rumus-rumus statistik yang dia kasih itu banyak banget bisa sampe
    20++, justru gua paling takut sama rumus-rumusan. Meskipun gua udah
    nonton rekaman statistik yang buanyaknya minta ampun di zenius.net
    gua msih bermasalah dengan itu. (jadi kayak bang Sabda yg bermasalah di
    statistik sama optik fisika, atau jangan jangan ntar gua bisa kayak dia
    ya? haha amin deh) My Idol Bang Sabda Putra Subekti :v.
    Kalo guru kimia udah the best deh ngajarnya, kena banget konsep nya, love you Bu Herni :*

    5.
    Gua bingung deh, perasaan gua ngambil jurusan IPA di SMA, tapi kok
    tugas-tugasnya lebih banyak pelajaran-pelajaran wajib kayak agama, seni
    budaya, sejarah, dll. Tugas nya tuh jarang ada yang simple, ada yang
    observasi lah, bikin laporan, bikin video yang panjangnya 1jam lebih,
    bikin miniatur PLT, sampe gua mesti nyisihin banyak banget uang jajan
    buat nyelesain tugas-tugas itu.
    6. Masalah nilai. dulu waktu gua mau
    bayar uang study tour, gua masuk ke ruang guru, disitu ada wali kelas
    gua yang lagi masukin nilai kelas 11 semester 1, abis bayar uang study
    tour gua disuruh nyebutin nilai gitu, dan nilai itu adalah nilai kelas
    10 semester dua. Dia bilang "kalo nilainya turun, ambil nilai yang kelas
    10 semester 2, kalo nilainya naik, biarin segitu" gua shock, terus gua
    mikir gini "misal si A nilai kelas 11 semester 1 nya 3,30 terus nilai
    yang kelas 10 semester 2 nya 3,50 nah yang diambil yang 3,50. Terus kalo
    misalnya si B nilainya 3,40 terus nilai yang kemarennya 3,30 lah yang
    diambil 3,40 dong. Kok si A bisa lebih gede dari si B untuk semester
    sekarang?" Mana unsur keadilannyaaaa???
    7. Ini yang paling gua
    khawatirin. Gua gak pernah bisa belajar dari buku. dulu waktu gua kelas
    10 sebelum kenal zenius, gua sama seklai gak ngerti hal-hal yang
    diajarin di sekolah terutama fisika dan biologi, gua gak ikut bimbel
    segala macem karena ortu gak ngizinin. So, terpaksa gua belajar otodidak
    pake buku. Meskipun gua gak bisa belajar dari buku, gua tetep belajar
    pake buku meskipun gak bisa diandelin. Berkali-kali gua baca pun
    konsepnya gak pernah masuk ke otak dan ujung ujungnya ngapalin lagi.
    Disitu nilai UAS gua jelek terus. Sampe akhir nya gua masuk ke kelas 11
    nemu zenius multimedia learning di facebook (panjang kalo diceritain).
    Percaya atau nggak, setelah gua belajar di zenius.net
    gua itu kayak pecandu narkoba yang dipenjara terus dibebasin dan
    dibimbing gimana cara hidup yang bener (lebay sih tapi emang gitu
    rasanya). Nah yang gua khawatirin, ntar kalo gua masuk universitas,
    pasti kan belajarnya banyak dari buku gitu, sedangkan pegangan gua itu
    cuman zenius, apa gua mampu?
    Bang Glen, atau siapapun tolongin gua,
    untuk no.1-4 sih gua masih bisa atasin pake zenius, gua cuman kasian aja
    sama temen-temen gua, gua dah nyoba nyaranin mereka pake zenius juga,
    cuman mereka ngerasa kurang cocok pake zenius, meskipun ada sih 2 temen
    gua pake zenius dan nyambung, tapi yang lainnya nyaman belajar kayak
    gitu, ngapalin rumus, ngapalin kata-kata dan hal hal salah lainnya yang
    telah dirangkum di zenius learning (?) yang penting ulangan mereka dan
    nilai rapot bagus.

    Untuk no.6 dan 7 jujur itu bener-bener bikin gua setres
    SOMEBODY HELP MEH :'(

    • Gue bantu jawab yg no 7 deh...

      1. Mungkin dari metode belajar elo ada yang sedikit keliru. coba lo search di goggle mengenai metode belajar, setau gue metode belajar yang terkenal itu ada 3, Visual,Auditory & Kinestetik.

      2. Gue yakin kalo lo bener2 milih jurusan sesuai passion , minat serta bakat yang lo punya, Insya allah lo gak terlalu susah ngejalanin kuliahnya nanti. kalo temen lo aja bisa belajar pake buku, kenapa lo nggak? Sama2 makan nasih toh,
      Jangan manja. Jangan mudah tergantung sama sesuatu,

      3. Udah ntn zenius learning blm? kalo blm, lo tonton deh atau pantengin ulang tuh zenius learning.

      4. BALIK lagi ke NIATnya elo belajar. Lo kan belajar pake buku, niatnya apa? nilai atau mau dapet ilmunya?

      Sorry, kalo ada kata2 gue yang agak sarkasm. (:

    • David

      km sma mana tuh ? ._.v

  • M Hilmi

    .bang Glen, gua mau curhat nih, menyimpang dari artikelnya sih, gapapa kan?

    .gua punya banyak banget masalah dan kekhawatiran dalam belajar, terutama di sekolah dan lebih spesifiknya lagi sama gurunya gua kasih listnya deh :

    1. Selama gua di SMA (btw sekarang gua kls 11), gua gak pernah belajar biologi dengan bener (sama gurunya). Guru biologi gua tuh kalo dateng ke kelas bukannya nyampein materi, dia malah curhat gak jelas gitu. Masalah ekonomi lah, masalah gimana caranya hidup sehat, pembangunan mesjid di sekolah, dll lah pokoknya gak pernah deh nerangin hal yang berbau materi biologi.

    2. Guru matematika peminatan gua jarang banget masuk, paling masuk 1 bulan sekali dan itu pun jarang ngajar, malah mentoring masalah keagamaan. dengan embel-embel bahwa mentoring itu ada di kurikulum 2013. Padahal jadwal dia dalam 1 minggu itu ada 2x pertemuan (masing-masing 2jam pelajaran jadi total 4jam peajaran). Dan ketika dia gak dateng, langsung dikasih tugas yang banyaknya minta ampun plus dikasih soal soal yang materinya aja anak-anak belom tau (yah untungnya gua suka DP dulu sih di zenius jadi gak ada masalah sama yang satu ini *cling *cling :v)

    3. Guru fisika (sekaligus wali kelas gua),dia sering masuk cuman yah gitu. Semua hal yang dia terangin menyimpang dari konsep, plus dia sering ngasih buanyak rumus, so kalo dia ngasih soal pasti bilang gini "masukan ke rumus". Dan ketika dia nyuruh ngerjain soal yang agak diplintir, pasti jawaban gua sama dia itu beda. Dan ujung-ujungnya jawaban gua juga yang diambil. Nah yang gua khawatirin adalah pas UAS, bukannya mikir "soal nya susah gak ya?" gua malah mikir "kunci jawabannya bener gak ya?" -_-

    4. Guru matematika wajib, lebih baik dari guru lainnya sih, cuman yah kalo ada ulangan atau kuis gitu soal-soalnya dasaaaarrrr banget, jadi nilai 100 itu udah gak aneh. Kemaren pas belajar statistik gua bingung sendiri, secara rumus-rumus statistik yang dia kasih itu banyak banget bisa sampe 20++, justru gua paling takut sama rumus-rumusan. Meskipun gua udah nonton rekaman statistik yang buanyaknya minta ampun di zenius.net gua msih bermasalah dengan itu. (jadi kayak bang Sabda yg bermasalah di statistik sama optik fisika, atau jangan jangan ntar gua bisa kayak dia ya? haha amin deh) My Idol Bang Sabda Putra Subekti :v.

    Kalo guru kimia udah the best deh ngajarnya, kena banget konsep nya, love you Bu Herni :*

    5. Gua bingung deh, perasaan gua ngambil jurusan IPA di SMA, tapi kok tugas-tugasnya lebih banyak pelajaran-pelajaran wajib kayak agama, seni budaya, sejarah, dll. Tugas nya tuh jarang ada yang simple, ada yang observasi lah, bikin laporan, bikin video yang panjangnya 1jam lebih, bikin miniatur PLT, sampe gua mesti nyisihin banyak banget uang jajan buat nyelesain tugas-tugas itu.

    6. Masalah nilai. dulu waktu gua mau bayar uang study tour, gua masuk ke ruang guru, disitu ada wali kelas gua yang lagi masukin nilai kelas 11 semester 1, abis bayar uang study tour gua disuruh nyebutin nilai gitu, dan nilai itu adalah nilai kelas 10 semester dua. Dia bilang "kalo nilainya turun, ambil nilai yang kelas 10 semester 2, kalo nilainya naik, biarin segitu" gua shock, terus gua mikir gini "misal si A nilai kelas 11 semester 1 nya 3,30 terus nilai yang kelas 10 semester 2 nya 3,50 nah yang diambil yang 3,50. Terus kalo misalnya si B nilainya 3,40 terus nilai yang kemarennya 3,30 lah yang diambil 3,40 dong. Kok si A bisa lebih gede dari si B untuk semester sekarang?" Mana unsur keadilannyaaaa???

    7. Ini yang paling gua khawatirin. Gua gak pernah bisa belajar dari buku. dulu waktu gua kelas 10 sebelum kenal zenius, gua sama seklai gak ngerti hal-hal yang diajarin di sekolah terutama fisika dan biologi, gua gak ikut bimbel segala macem karena ortu gak ngizinin. So, terpaksa gua belajar otodidak pake buku. Meskipun gua gak bisa belajar dari buku, gua tetep belajar pake buku meskipun gak bisa diandelin. Berkali-kali gua baca pun konsepnya gak pernah masuk ke otak dan ujung ujungnya ngapalin lagi. Disitu nilai UAS gua jelek terus. Sampe akhir nya gua masuk ke kelas 11 nemu zenius multimedia learning di facebook (panjang kalo diceritain). Percaya atau nggak, setelah gua belajar di zenius.net gua itu kayak pecandu narkoba yang dipenjara terus dibebasin dan dibimbing gimana cara hidup yang bener (lebay sih tapi emang gitu rasanya). Nah yang gua khawatirin, ntar kalo gua masuk universitas, pasti kan belajarnya banyak dari buku gitu, sedangkan pegangan gua itu cuman zenius, apa gua mampu?

    Bang Glen, atau siapapun tolongin gua, untuk no.1-4 sih gua masih bisa atasin pake zenius, gua cuman kasian aja sama temen-temen gua, gua dah nyoba nyaranin mereka pake zenius juga, cuman mereka ngerasa kurang cocok pake zenius, meskipun ada sih 2 temen gua pake zenius dan nyambung, tapi yang lainnya nyaman belajar kayak gitu, ngapalin rumus, ngapalin kata-kata dan hal hal salah lainnya yang telah dirangkum di zenius learning (?) yang penting ulangan mereka dan nilai rapot bagus.

    Untuk no.6 dan 7 jujur itu bener-bener bikin gua setres

    SOMEBODY HELP MEH :'(

    • Imam Nurrahmat

      Saran Dari gue sih, kalo lo masih kelas 11 pertahanin Cara belajar tanpa ngafal rumus, gue juga sama nih agak susah ngerti sama statistik . belajar pake gaya lo sendiri aja sih intinya kalo misalnya lo kurang pol kalo belajar pake buku ,kalo gue siasatinnya ,buku sebagai tambahan materi aja biar materi yg di video zenius bisa lebih deep lagi penjabarannya.

    • wah masalah lu byk & panjang juga ya, Hilmi. yah, sebetulnya jujur aja gua juga agak bingung gimana ngasih saran karena konteks masalahnya cuma lo doang yang paling ngerti. tapi utk point 1-4 kita pernah bahas artikel ttg pelajaran yg gak disukai gara2 gurunya nyebelin. Coba km baca deh di sini >>
      https://www.zenius.net/blog/4764/benci-suka-pelajaran-sekolah
      https://www.zenius.net/blog/9573/guru-indonesia-hukuman-tugas-pr-mengajar

      Emang sih faktor guru itu sangat berpengaruh sm minat siswa dlm belajar. Solusinya? ya gua gak bisa nyaranin hal lain selain belajar di zenius aja. Dgn belajar di zenius, lo gak perlu pusing gimana cara ngajar guru lo tapi lo bisa tetep ngerti materinya dgn baik.

      Utk point no 5: wah gua juga gak bisa bantu apa2 bro utk masalah lo di sini. tapi gua yakin gak sedikit yg punya masalah kayak gini. Dulu juga wkt gw sekolah/kuliah, suka ada2 tugas gak jelas yg ga relevan. Disuruh bikin film, drama, kliping, maket bangunan, wawancara ke kampung2 urban, dll. Intinya yaah, dijalani aja sebaik mungkin, kalo bisa juga dijadikan pengalaman utk melihat hal yg baru.

      utk point no 6: gua juga gak bisa bantu banyak, mungkin ada baiknya lo lgs ngmg ke kepala sekolah kalo lo merasa diperlakukan gak adil. Gua juga dulu sering kok ngobrol sm kepsek utk masalah2 administrasi sekolah.

      utk point no 7: sebetulnya utk sumber belajar dari mana itu jgn terlalu dijadikan beban. karena pada dasarnya, belajar itu asik kalo sumber tmp belajarnya juga menyenangkan. Utk nanti pas kuliah, sebetulnya lo gak cuma bisa belajar dari buku, tapi juga bisa belajar dari sumber2 lain dari internet. lo bisa belajar di udacity, coursera, dan byk media pembelajaran kuliah berbasis web seperti di zenius. So, no need to worry, enjoy your learning!

  • OOT
    apa benar nganggur (nggak kuliah dulu) setahun/dua tahun bikin CV jadi jelek?

    • nggak akan bikin cv jadi jelek kalo lo bisa mengisi waktu itu dgn alasan yg konkrit. misalnya pengembangan diri, belajar, travelling, kerja sambilan, freelance, dll.

      • Thanks Glenn.
        Di gap year ini gue bakal ngisi waktu dengan jadi guru privat haha.

  • Imam Nurrahmat

    Kak glen, gimana kalo mau to mandiri tapi materi saintek gue masih blank semua? Kuasain bbrp Bab tiap materi saintek dulu atau gimana ya ?

  • Raka

    Bang glenn, mau tanya satu hal lagi.. Soal di zenius kan biasanya suka ada yg salah ketik tuh, biasanya itu bikin keder setengah mampus hahaha, dan menurut gue sih bakal lumayan ganjel kalo buat TO Mandiri. lo ada saran gak untuk masalah ini? Thank u Bang!

    • kita emang sedang dlm proses terus utk memperbaiki beberapa yg salah ketik. salah satu solusinya utk TO mandiri ya dilewat aja, anggep aja itu simulasi ujian yang sesungguhnya.

      FYI di ujian SBMPTN yg sesungguhnya, tiap tahun sebetulnya SELALU ada aja 3-4 nomor yang salah ketik / salah soal / gak ada jawabannya. jadi lo juga harus bisa meraba2 kalo kira2 emang nanti soalnya salah, jgn kelamaan ngulik di situ. langsung loncat ke soal berikutnya aja.

  • Muhammad Ainur Rofiq

    ohya bang, mau nanya, gw kelas 11 Ipa smt 2, gw kan kelas 11 ini fokus TKPA dulu bang dan gw juga udh bikin jadwalnya kapan aja mau TO mandiri. gw jadwalin TO hanya TKPA aja dikelas 11 ini bang, dan nanti di kelas 12 TKPA dan saintek. kira2 efektif gk bang? apa mendingan sama sainteknya juga dari sekarang ?

  • Saras Granita

    Nice article! Tapi, kak glenn di bagian zenius learning guide kan bang sabda bilang bikin rapot gitu, nah. Yang gue mau nanya, langkah menyusun atau membuat rapot yang bener menurut kak glenn gmna nih?
    Itu rapotnya kita bikin khusus buat per materi yg kita peajari skaligus buat tryout mandirinya juga, atau gmna nih?
    Cara menghitung skornya itu pake cara itung passing grade yg kakak sebutin di atas? gitu? jujur, gue butuh banget nih soalnya bingung banget. makasih sebelumnya

    • wah gua belum diskusi lagi sm sabda konteks yg dia maksud di zenius learning itu kayak gimana, tapi dugaan gua sih gak jauh2 sama tips gua di atas.

      • Saras Granita

        Oh gituu ya. Soalx lgi bingung bikin rapotnya gmna. Makasih dehh ko glen

  • Sastiansyah

    Kak, kan gue punya target ptn, cara tau nilai/pg kita udah cukup atau enggak kesana itu diliat dari mana kak? Apa dari pg-pg yang dibagiin di bimbel atau darimana?

    • sebetulnya ga ada jaminan karena lolos/nggak itu tergantung tingkat persaingan lo nanti. PG itu biasanya cuma indikator spy TO lo makin ningkat aja. Kalo mau aman sih ya sebetulnya PG lo harus agak jauh di atas PG yg dibagiin bimbel, krn siapa tau persaingan thn ini lebih ketat drpd thn lalu, khususnya utk jurusan yg kamu tuju.

  • Glenn, ane tanya mengenai format penlaian terbaru SBMPTN, apa menggunakan 30% TKPA + 70% Saintek, atau seperti yang ente tulis di atas? Terus ane pernah lihat di buku bimbel lama ada yang cara penilaiannya 40% TKPA + 60% Saintek. Pertanyaan selanjutnya, apa selalu ada perubahan tiap tahunnya mengenai format penilaian tersebut atau kali ini sudah ditetapkan kembali perhitungannya. Thanks 🙂

    • sampai saat ini, pihak panitia penyelenggara SBMPTN tidak pernah menyatakan secara resmi pembobotan setiap mata pelajaran seperti itu. Bahwa TKPA sekian %, Saintek sekian %, tidak tidak pernah dipublish secara resmi oleh pihak penyelenggara. Namun, pihak panitia cuma menegaskan bahwa pembobotan nilai didasarkan pada jumlah nomor benar (+4), kosong (0) dan salah (-1). Di luar informasi yang dipublish secara resmi oleh panitia, gua pikir tidak perlu terlalu dipercaya.

  • Jordan Ben Amr

    ada tmn2 yg di daerah bandung? gw butuh info2 lembaga yg ngadain TO SBMPTN!! Kalo ada share pls!

  • Diko Hary Adhanto

    Kak, mau tanya. Klo TO mandiri lebih baik mana, smua soal hrus kita jawab smua yg bisa maupun yg ga bisa atau jawab soal yg udah dipelajari dan bisa dikerjain aja sedangkan yg lain dikosongin?

  • Achmad Fauzan

    Kak, maksudnya nilai murni itu apa ? gimana cara ngitungnya

  • winda mahartika

    Ka saya mau tanya itu yang soal sbmptn soshum 2015 yang sejarah diambil dr beberapa paket ya? jadi ga semua paket ada dong?

  • imammuhajir

    ka gmana caranya biar dapat latihan try out satu paket full, d zenius net, bukannya semuanya terpisah pisah yaa?

  • imammuhajir

    https://uploads.disquscdn.com/images/e0728de9ea2788b6cfe0059f5583838070de16fc3b42f283a553d9ad186656eb.jpg

    ka glen gmana menurut kaka tentang ini? kalo ada yang kurang pas mohon koreksiannya, 🙂 🙂

    itu yang selalu ada di layar background laptop saya

  • Rifky Achong

    Bagi pengguna xpedia 2.0 kan dapet tryout tiap minggu. kalo cuman jadi member premium doank bisa ngak?

    • Eksa Oktavian

      ngga, karna itulah pembeda antara premium dgn pertamax plus.. hehe

  • Feryal Bahafas

    Bang, baru2 ini aku ikut TO, nah nilai TO aku cuman dapet 9,...% ;( saintek cuman bisa jawab 2 mtk, tpa bener 17 salah 7...
    Gua berasa gak mungkin masuk ITB deh bang, ;( jadi rendah diri banget skrg

  • suden bahaudin

    Ka,apa cuma yg user Xpedia doang ka yg bisa dapet try out dari zenius 🙁 adain buat user dgn voucher juga dong ka,walau ga se sering yang user Xpedia...
    makasih ka...