Struktur Protein Zenius Education

Struktur Protein Beserta Sifat dan Fungsinya – Materi Kimia Kelas 12

Hai Sobat Zenius, kalau denger yang namanya protein, elo langsung kepikiran apa? Kalau gue nih, langsung keinget makanan-makanan yang mengandung protein kayak tempe, telur, dan daging, hehe. Maklum ya, hobi gue makan, sih.

Tapi sebenarnya, protein itu apa sih? Gimana struktur protein, sifat, dan apa fungsinya? Di artikel ini gue bakal kenalin elo lebih jauh sama struktur protein.

Protein berfungsi sebagai pembangun, pengatur, pertahanan, dan sumber energi cadangan. Jadi bisa dibilang, protein merupakan senyawa terpenting dalam sel makhluk hidup.

Unsur-unsur utama protein adalah C, H, O, dan N. Kadang bisa ada unsur-unsur lainnya tapi yang utama yang itu tadi. Protein juga bersifat polimer, jadi rantainya itu panjang dan ada unsur-unsur yang berulang.

Ada 4 struktur protein yang perlu elo ketahui. Apa aja, tuh? Gue jelasin di bagian berikutnya, deh!

Struktur Primer Protein

Struktur protein primer
Struktur Primer Protein (Dok. Wikimedia Commons)

Suatu protein terdiri atas rantai polipeptida yang terbentuk dari gabungan beberapa asam amino dan membentuk ikatan peptida. Ikatan peptida dalam protein ini melibatkan unsur-unsur utama yang udah gue sebutin tadi, yaitu C, H, O, dan N.

Dalam satu polipeptida, bisa ada banyak banget asam amino yang terkandung, lho. Nah, struktur inilah yang terjadi ketika ada hubungan antara asam amino yang satu dengan yang lainnya.

Misalnya kita punya dua protein dengan masing-masing 500 asam amino. Tapi, di protein A terdapat asam amino yang berbeda dengan protein B. Meskipun bedanya cuma satu asam amino, tapi itu cukup untuk menyatakan bahwa struktur A dan B merupakan senyawa protein yang berbeda.

Kira-kira begitu ya, untuk menggambarkan struktur protein primer!

Baca Juga: Pengertian Biokimia dan Contohnya – Materi Kimia Kelas 12

Struktur Sekunder Protein

Struktur protein sekunder
Struktur Sekunder Protein (Dok. Wikimedia Commons)

Struktur protein sekunder terjadi karena adanya interaksi antar molekul asam amino yang ada dalam struktur tersebut. Interaksi tersebut bisa terjadi antara atom oksigen dengan atom hidrogen dari senyawa yang berbeda. Hal ini menyebabkan suatu rantai protein bentuknya jadi melingkar dan disebut dengan nama α-helix.

Interaksi hidrogen tersebut juga bisa membuat bentuk struktur yang menyerupai lipatan seperti dibawah, yang kita sebut dengan bentuk β-sheet.

Lo bisa nonton video penjelasannya dengan klik banner di bawah ini, ya!

Belajar kimia di video materi Zenius

Struktur Tersier Protein

Struktur protein tersier
Struktur Tersier Protein (Dok. Wikimedia Commons)

Struktur protein tersier merupakan gabungan dari beberapa struktur sekunder. Pada contoh di atas, struktur tersier tersebut merupakan gabungan dari struktur α-helix dan β-sheet. Jadi kalau suatu protein terdiri atas beberapa struktur α-helix dan β-sheet, dia termasuk dalam struktur sekunder, ya.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Bentuk Molekul Kimia

Struktur Kuartener Protein

Struktur protein kuartener
Struktur Kuartener Protein (Dok. Wikimedia Commons)

Kalau di struktur protein kuartener, molekul protein itu ditunjukkan tidak dalam satu untaian melainkan beberapa untaian. Kayak yang elo bisa lihat di gambar struktur protein di atas, ada beberapa untaian yang terdiri dari struktur α-helix dan β-sheet. Interaksi ikatan hidrogen dan sulfida bisa terjadi nggak hanya di dalam namun juga antar untaian.

Struktur tersier dan kuartener berperan dalam aktivitas biologis protein. Struktur ini bisa rusak atau berubah bentuknya akibat proses pemanasan atau terpapar zat asam maupun basa. Fenomena ini disebut dengan denaturasi. Misalnya ketika elo mau goreng telur, telurnya dari cair bisa jadi padat setelah terkena suhu tinggi–ada perubahan pada struktur proteinnya. Hal ini merupakan salah satu contoh peristiwa denaturasi.

Contoh Soal Struktur Protein

Oke deh, sekian pembahasan mengenai protein. Udah lebih paham kan, sekarang? Kalau masih ada yang bingung langsung bilang aja sama gue lewat kolom komentar, ya! Anyway, yuk coba jawab soal-soal di bawah ini untuk mereview materi kita tadi!

1. Untaian α-helix dan β-sheet pada asam amino terjadi karena ….

a. Terjadinya ikatan hidrogen antara gugus karbonil dengan ikatan peptida
b. Terbentuk ikatan peptida yang melingkar
c. Adanya ikatan hidrogen antara atom H dari -NH dengan atom O dari C=O asam amino lain
d. Adanya ikatan hidrogen antara atom H dengan atom O dalam satu senyawa asam amino
e. Terjadi tarik-menarik elektron antara atom yang sangat negatif dengan atom positif

2. Denaturasi protein terjadi akibat ….

a. Berubahnya struktur primer pada protein
b. Suhu yang terlalu rendah
c. pH yang tetap dari protein
d. Berubahnya struktur kuartener dan tersier pada protein
e. Penyimpanan protein pada suhu yang sangat rendah

PEMBAHASAN

  1. c. Bentuk α-helix dan β-sheet berkaitan dengan struktur sekunder protein, bentuk tersebut terbentuk akibat interaksi ikatan hidrogen antara atom O dari gugus C=O dari dengan atom H dari gugus N-H.
  2. d. Denaturasi merupakan perubahan struktur molekul protein yang menyebabkan perubahan sifat sifat fisik, kimiawi dan biologis. Biasanya terjadi kerusakan atau perubahan pada struktur kuartener dan tersier dari protein.

Belajar materi kimia lainnya di link berikut ini, yuk!

Baca Juga: Karbohidrat Monosakarida dan Contohnya – Materi Kimia Kelas 12

Bagikan Artikel Ini!