Perbedaan Fakta dan Opini

Perbedaan Fakta dan Opini, Gimana sih?

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan fakta dan opini? Yuk, kita kupas tuntas mulai dari definisi, ciri-ciri, perbedaan, dan contoh dari fakta dan opini.

 

Sobat Zenius, kehidupan kita nggak mungkin dipisahin sama yang namanya fakta dan opini. Kedua hal tersebut bisa kita temui di mana saja: obrolan, berita, artikel, penelitian, dan lain sebagainya.

Misalnya coba bayangin nih. Di suatu hari yang cerah, Siwon dan Meghan mau pergi ke Bandung. Mereka bakal naik mobil dari Jakarta.

Pagi-pagi sebelum berangkat, Meghan cek Google Map. Hasilnya begini nih.

Contoh Kasus Fakta dan Opini

Meghan: “Wah, jauh banget Jakarta ke Bandung jaraknya 154 km nih.”

Siwon : “Eh, nggak terlalu kok. Kita 2 jam 18 menit bisa nyampe kok …”

Hayoo … jadi Jakarta ke Bandung itu jauh kayak kata Meghan atau nggak jauh-jauh banget kayak kata Siwon? 

Siapa nih yang nyampein fakta dan siapa yang nyampein opini? Jawabannya, mereka berdua.

Memang kenyataan bahwa jarak antara Jakarta ke Bandung dengan mobil itu 154 km. Lama perjalanan dengan mobil sesuai dengan perhitungan Google Map mencapai 2 jam 18 menit. Itu semua fakta, ada bukti dan perhitungannya.

Sedangkan, apakah jarak antara Jakarta dan Bandung itu jauh atau dekat, tentu relatif. Meghan dan Siwon punya opini atau pendapat masing-masing.

Pentingnya Memahami Fakta dan Opini

Nah, memahami perbedaan fakta dan opini itu penting banget lho, Sobat Zenius. Soalnya, dengan pemahaman tersebut, kita bisa menjadi orang yang lebih kritis ketika membaca dan mendapatkan informasi baru.

Ketika lo baca buku, berita, atau bahkan jurnal penelitian, pasti nggak lepas dari yang namanya fakta dan opini. Penelitian yang penuh dengan data dan angka pun, pasti diselip-selipin pendapat dan argumen dari sang peneliti.

Oleh karena itu, yuk kita bahas bareng-bareng gimana sih ngebedain fakta dan opini itu? Mari meluncur …

Pengertian Fakta dan Opini

Definisi Opini dan Fakta Menurut KBBI

Apa sih opini dan fakta itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), opini dan fakta dapat didefinisikan seperti ini.

Definisi Fakta dan Opini Menurut KBBI

Dari sini kita bisa lihat bahwa opini itu pendapat atau pemikiran seseorang secara pribadi, sedangkan fakta itu hal yang sesuai dengan kenyataan.

Definisi Fakta dan Opini

Di sekolah, kita juga belajar soal opini dan fakta lho ketika mempelajari materi artikel opini di kelas 12. Biasanya, opini dan fakta didefinisikan seperti ini.

Fakta: sesuatu yang bisa dibuktikan (bersifat objektif).

Opini: berdasarkan perasaan atau pendapat seseorang (bersifat subjektif).

Apakah sampai sini definisi fakta dan opini sudah jelas, Sobat Zenius? Kalo ada pertanyaan, jangan ragu buat tanya di kolom komentar ya.

Sekarang kita lanjut yuk ke ciri-ciri fakta dan opini supaya lebih jelas lagi.

Ciri-ciri Fakta dan Opini

Ciri-ciri Fakta

  1. berdasarkan data atau kenyataan (berdasarkan objektif).
  2. bisa dibuktikan. 
  3. bisa dijawab dengan pertanyaan yang diawali dengan kata apa, siapa, kapan, di mana, dan berapa.

Ciri-ciri Opini 

  1. tidak berdasarkan data (bersifat subjektif), tergantung masing-masing individu.
  2. tidak bisa/sulit dibuktikan.
  3. bisa dijawab dengan pertanyaan yang diawali dengan kata bagaimana, mengapa/kenapa.

Nah, dari ciri-ciri di atas, sudah mulai terlihat kan gimana perbedaan fakta dengan opini? Coba kita bahas lebih dalam ya.

Perbedaan Fakta dan Opini

Fakta VS Opini

Jadi, apa saja nih perbedaan fakta dan opini? Dari definisi dan ciri-ciri yang sudah kita bahas tadi, ada kata kunci utama yang bisa dipakai untuk membedakan fakta dan opini.

Fakta itu bersifat objektif. Makanya sesuai dengan kenyataan yang diketahui banyak orang dan bisa dibuktikan. 

Fakta bukan cuma soal angka dan pengukuran lho ya. Fenomena yang terbukti seperti matahari terbit timur itu fakta juga.

Opini bersifat subjektif. Subjek di sini maksudnya kita, manusia. Setiap orang punya pandangan, pendapat, dan pemikiran masing-masing. Misal menurut gue ayam bakar itu enak, sedangkan menurut lo ayam goreng enak. 

Kesannya gampang ya? Pokoknya pendapat sendiri itu opini. Kenyataan itu fakta. Namun, kita perlu hati-hati karena terkadang ada opini-opini yang dibungkus dengan cantik sehingga terdengar atau terlihat seperti fakta

Misalnya, coba lihat beberapa perkataan di bawah ini.

“Menurut saya, kita bisa mengurangi polusi udara dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Fakta dan Opini Polusi Udara

Hmm … oke itu jelas-jelas pendapat bukan? Ada kata ‘menurut saya’ di situ. Namun, ini bisa dikategorikan fakta karena merupakan pengetahuan umum yang sudah diteliti dan bisa dibuktikan. 

Menurut ilmu pengetahuan, kendaraan memang menghasilkan asap CO2 yang menyebabkan polusi udara. Jadi, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi memang mengurangi tingkat asap CO2.

Kita juga bisa melihat data indeks kualitas udara di Jakarta dan Singapore. Dua wilayah dengan jumlah kendaraan pribadi yang sangat berbeda walau luas wilayahnya nggak jauh berbeda.

Di sisi lain coba lihat perkataan di bawah ini.

“Investasi crypto itu menguntungkan banget, bisa untung ratusan persen saya udah ngerasain. Kalian harus coba deh. Coba deh download app ini pake kode saya.

Fakta dan Opini Investasi

Wah, hati-hati nih. Iya sih doi bilang dia untung ratusan persen. Mungkin juga dia menunjukan nominal keuntungannya yang bikin ngiler. Tapi, apakah ini fakta?

Walau ada angka dan kesannya ada bukti dari sang pembicara, lihat dulu apakah ini subjektif atau objektif? Apakah terbukti selalu untung atau hanya segelintir orang aja yang berhasil untung? 

Nah, itu dia sedikit contoh fakta dan opini yang kadang perlu perhatian lebih. Habis ini kita bahas lebih banyak lagi contoh kalimat fakta dan opini ya, dari yang jelas sampai yang agak rancu.

Contoh Kalimat Fakta dan Opini

  • Rumah itu besar banget, luasnya 1000m2.

Kenyataan bahwa rumah tersebut memiliki luas 1000m2 merupakan fakta. Namun, komentar bahwa rumah itu besar adalah opini pribadi sang penulis.

  • Ya ampun cuacanya panas banget, suhunya mencapai 36०C.

Kenyataan bahwa suhu saat itu mencapai 36०C adalah kenyataan. Namun, udara dianggap panas banget merupakan pendapat atau opini.

  • Wah, suaranya bagus banget.

Bagus atau tidaknya suara seseorang nggak bisa diukur atau dibuktikan dengan jelas. Benar-benar sesuai preferensi tiap orang.

  • Manusia perlu oksigen.

Ini jelas kenyataan karena terbukti bahwa manusia nggak bisa hidup tanpa oksigen. Maka, ini adalah kalimat fakta.

  • Saya berumur 12 tahun, tinggi saya 153 cm.

Ini juga fakta. Memang mungkin saja ketika si pembicara bertambah umur, tingginya juga bertambah. Tapi yang jelas, saat itu ia memang sedang berumur 12 tahun dan memiliki tinggi badan 153 cm.

Itulah beberapa contoh kalimat fakta dan opini serta penjelasannya. Coba sekarang lo tentuin deh, kalimat-kalimat di bawah ini fakta atau opini?

  • Saya suka warna merah muda.
  • Daun itu berwarna hijau.
  • Jakarta adalah ibu kota indonesia.
  • Marie Curie merupakan wanita pertama yang berhasil memenangkan Nobel Prize di bidang fisika dan kimia.
  • Manusia zaman sekarang malas.
  • Investasi saham menghasilkan pendapatan besar.

Gue tunggu jawaban lo di kolom komentar ya. Apabila ada kalimat yang pernah lo temuin dan lo nggak yakin itu opini atau fakta, kita juga bisa bahas itu bareng di kolom komentar ya.

Baca juga: 

3 Tips Sederhana Jago Nulis Artikel Opini yang Menarik

Penutup

Bagaimana Sobat zenius, apakah lo ada pertanyaan seputar fakta dan opini? Atau mungkin lo punya ide untuk artikel selanjutnya? Kalau lo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu artikel kali ini dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Buat lo yang masih penasaran gimana bedain fakta dan opini, lo bisa banget cobain Zencore. Salah satu fitur di dalam aplikasi Zenius yang bisa ngebantu lo buat merapikan logika berpikir, biar makin jelas bedain fakta dan opini. Klik banner di bawah ini dan lo coba tes aja seberapa rapi cara lo berlogika.

cerdas beneran bareng zencore

Referensi:

https://www.zenius.net/materi-belajar/bahasa-indonesia-lp14739/

https://www.zenius.net/materi-belajar/bahasa-indonesia-lp14739/konsep-artikel-opini-lp14793/konsep-fakta-dan-opini-lu120624/

Bagikan Artikel Ini!