Pembelajaran Pendekatan Deduktif di Indonesia – Zenius untuk Guru

Pembelajaran Pendekatan Deduktif Zenius Education

Bapak dan Ibu Guru, ada cerita dari masa SMA saya, nih. Suatu waktu, guru Matematika saya begitu datang ke kelas langsung menuliskan rumus-rumus aljabar yang bejibun banyaknya. Kami disuruh mencatat semuanya sambil mendengar penjelasannya. Setelah itu baru kami lanjut ke contoh latihan soal. Baru-baru ini saya baru ngeh, ternyata dulu beliau menerapkan pembelajaran pendekatan deduktif.

Bapak dan Ibu Guru, saat kita menjelaskan sebuah konsep baru ke peserta didik di kelas, mungkin kita akan cenderung menggunakan pendekatan deduktif. Kita menjelaskan konsepnya terlebih dahulu, baru, setelah itu, memberikan contoh dan menyimpulkan konsep.

Sebenarnya, kapan sih pendekatan ini gimana sih, mendefinisikan nya? Lalu materi apa yang cocok diantarkan dengan pendekatan ini? Bagaimana dengan respon peserta didik, apakah mereka bisa belajar dengan baik?

Nah, kali ini, kita coba bahas bareng yuk, seputar pembelajaran pendekatan deduktif!

pola pembelajaran pendekatan deduktif
Pola pendekatan pembelajaran deduktif (Arsip Zenius)

Pengertian Pembelajaran Deduktif

Kalau bicara tentang pembelajaran deduktif, kita akan teringat metode tradisional dalam mengajar, di mana pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered).

Seperti disampaikan oleh Best of Bilash, Inductive and Deductive Instruction (2009), pembelajaran deduktif adalah pendekatan yang dilakukan dengan guru memberikan penjelasan mengenai sebuah konsep kepada peserta didik, dilanjutkan dengan memberikan contoh penerapan dari konsep tersebut.

Misalnya, dalam kelas Bahasa Inggris, seorang guru hendak mengajarkan simple past tense. Sang guru bisa mulai dari menjelaskan rumus-rumus menulis kalimat simple past tense baik kalimat positif, negatif, maupun interogatif.

Setelah itu, guru memberikan contoh kalimat simple past tense untuk menunjukkan penggunaan rumus yang sudah dijelaskan. Ketika peserta didik sudah paham cara menggunakannya, guru memberikan latihan kepada peserta didik.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Deduktif

mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan penerapan pembelajaran pendekatan deduktif di kelas
Apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih pendekatan dalam pembelajaran? (Arsip Zenius)

Tentunya, dalam setiap metode pembelajaran pasti ada kekurangan dan kelebihan. Nah, berikut ini penjabaran kelebihan serta kekurangan metode pembelajaran deduktif.

Kelebihan

Dilansir dari Harappa Education (2017), berikut beberapa kelebihan dari pembelajaran deduktif:

  1. Ketika pada suatu materi ada peraturan atau rumus yang sudah pasti, pendekatan deduktif bisa jadi pilihan yang tepat. Misalnya pada pelajaran Matematika, ada sekumpulan rumus aljabar yang akan dijelaskan terlebih dahulu oleh guru. Setelah itu baru dilanjutkan dengan contoh-contoh dan latihan soal.
  2. Pembelajaran ini cocok untuk beberapa peserta didik yang membutuhkan pemetaan atas pembelajarannya. Tapi perlu diingat, bisa saja mereka nyaman dengan cara ini di pelajaran yang satu, tapi tidak di pelajaran lainnya.
  3. Kalau guru ingin mengajar dengan cepat, pembelajaran deduktif termasuk efisien. Kita bisa memaparkan bagian-bagian yang diperlukan saja hingga peserta didik bisa betul-betul memahami konsep. Setelah itu, mereka akan memperdalam pemahaman melalui contoh dan penerapan.

Kelemahan

Beberapa kelemahan dalam pembelajaran deduktif juga bisa jadi bahan pertimbangan kita dalam memilih pendekatan yang sesuai:

  1. Menurut Male (2016), memulai pelajaran dengan mengenalkan peraturan-peraturan dari sebuah konsep bisa saja membuat peserta didik merasa tidak nyaman, terutama mereka yang masih kecil. Pendekatan ini bisa menimbulkan pola pikir “saya belajar ini hanya untuk tahu rumus-rumusnya” pada peserta didik.
  2. Menurut Harappa Education (2017), karena pendekatan ini berpusat pada guru, guru jadi sumber utama dari pengetahuan, sehingga peserta didik jadi cenderung lebih pasif dalam pembelajaran ini.
  3. Karena sudah menerima penjelasan mengenai konsep dari awal, peserta didik jadi enggan menyampaikan buah pemahamannya sendiri atau mengajukan pertanyaan kepada guru (Harappa Education, 2017).

Baca Juga: Problem Based Learning, Belajar Melalui Masalah – Zenius untuk Guru

Penerapan Pembelajaran Deduktif

Dalam pembelajaran deduktif, peserta didik diarahkan untuk membuat kesimpulan dari hal yang umum ke hal yang sifatnya lebih spesifik. Nah, dalam penerapannya, ada pola berpikir yang biasa dipakai, yaitu silogisme.

Dalam silogisme, umumnya ada dua pertanyaan yang benar (premis mayor dan premis minor) dan sebuah kesimpulan yang diperoleh dari kedua premis tersebut.

Contoh pembelajaran pendekatan deduktif dalam Matematika
Contoh pendekatan deduktif dalam pembelajaran Matematika (Dok. Pixabay)

Ada beberapa contoh penerapan pola pikir silogisme ini dalam pendekatan deduktif dalam pembelajaran Matematika.

Misalnya kita punya sepasang segitiga. Kalau sudut dari masing-masing segitiga dijumlahkan, hasilnya adalah 180°. Apabila dua pasang sudut dari kedua segitiga tersebut sama besar, maka bisa disimpulkan kalau pasangan sudut ketiga dari keduanya pun sama.

Kalau dijabarkan dengan silogisme akan menjadi:

  • Premis mayor: jumlah ketiga sudut masing-masing segitiga adalah 180°.
  • Premis Minor: dua pasang sudut kedua segitiga sama besar.
  • Kesimpulan: Pasangan sudut ketiga dari kedua segitiga itu sama.

(Rahim, Pendekatan dalam Pengajaran Matematika (2006), dengan perubahan seperlunya).

Mata pelajaran Matematika kerap kali menggunakan pendekatan deduktif. Menurut Ruseffendi dalam Rahim,  (2006), ciri khas dari pengajaran matematika adalah penggunaan pendekatan pembelajaran deduktif.

Baca Juga: Pecahan – Materi Matematika Kelas 5 SD

Penutup

Baiklah, kita sudah sampai di penghujung artikel ini. Semoga bisa jadi bahan pertimbangan Bapak dan Ibu Guru dalam memilih pendekatan yang akan digunakan dalam pembelajaran. Jangan lupa dukung kegiatan belajar dan mengajar di kelas Anda dengan menggunakan LMS dari Zenius dengan ketuk banner berikut!

lms zenru

Sampai jumpa di artikel Zenius lainnya!

Baca Juga: Teori Belajar Humanistik, Proses Memanusiakan Manusia – Zenius untuk Guru

Referensi

Deductive Teaching Method – Harappa Education (2022).

Inductive and Deductive Instruction – Best of Bilash (2009).

Pendekatan dalam Pengajaran Matematika – Utu Rahim (2006).

Understanding Inductive and Deductive Approaches in Teaching Grammar in EFL Context – Hendrikus Male (2016).

Bagikan Artikel Ini!