integrasi sosial

Materi Sosiologi Kelas 11: Integrasi sosial

Artikel ini membahas mengenai materi sosiologi kelas 11 yaitu integrasi sosial yang terdiri dari pengertian integrasi sosial, bentuk-bentuk dan juga faktor yang mempengaruhi terjadinya integrasi sosial.

Kalo sebelumnya kita udah bahas mengenai konflik sosial, sekarang kita akan membahas mengenai integrasi sosial yang juga merupakan materi mata pelajaran sosiologi kelas 11, dan biasanya dibahas bersamaan dengan konflik sosial.

Pada artikel ini, kebalikan dari konflik yang membahas mengenai pertentangan, perselisihan dan sebagainya, kita sekarang akan membahas mengenai integrasi sosial, dimana lebih identik dengan penyatuan, yaitu dimulai dari pengertian integrasi sosial, bentuk-bentuk integrasi sosial dan juga faktor yang mempengaruhi integrasi sosial. Yuk tanpa berlama-lama kita mulai dari pengertian integrasi.

Pengertian Integrasi Sosial

integrasi sosial
Sumber gambar: Hannah Busing/unsplash.com

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata “integrasi” diartikan sebagai pembauran hingga menjadi kesatuan utuh yang bulat. Atau dapat kita Integrasi adalah masyarakat yang menjadi satu (lawannya perpecahan), dan “sosial”  diartikan sebagai berkenan dengan masyarakat. 

Sedangkan menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin atau biasa disebut Gillin, integrasi sosial adalah suatu bagian dari proses yang terjadi akibat adanya perbedaan baik berupa fisik, emosional, budaya dan perilaku.

Dan menurut Michael Parker Banton, seorang ilmuwan sosial inggris, integrasi sosial adalah sebuah pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat tetapi tidak memberikan makna yang berarti pada adanya perbedaan ras tersebut.

Sehingga integrasi sosial dapat kita simpulkan sebagai proses pembauran, atau penyesuaian yang berupa suatu pola hubungan terhadap suatu perbedaan berupa fisik, emosional, budaya, ras, dan perilaku di masyarakat yang menjadi satu kesatuan. 

Meskipun terlihat sederhana, kenyataannya melakukan integrasi sosial bukanlah hal yang mudah guys, menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat keberhasilan suatu integrasi adalah sebagai berikut:

  • Setiap anggota masyarakat merasa berhasil dan mampu saling mengisi kebutuhannya satu sama lain. 
  • Anggota masyarakat menciptakan kesepakatan tentang norma dan nilai sosial yang harus diimplementasikan atau diterapkan sebagai pedoman hidup masyarakat.
  • Norma dan nilai sosial tersebut berlaku untuk waktu yang lama, sulit diubah dan akan diterapkan secara konsisten dan menyeluruh anggota masyarakat.

Bentuk-bentuk Integrasi Sosial

Integrasi sosial sendiri dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:

Integrasi Normatif

Integrasi normatif merupakan integrasi yang diakibatkan dari adanya kesepakatan bersama dalam menentukan norma-norma yang berlaku di masyarakat, misalnya membuat kesepakatan tidak akan menyerang atau berperang satu sama lain, atau contoh di indonesia, penerapan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, untuk mempersatukan bangsa-bangsa di Indonesia sebagai suatu kesatuan.

Integrasi Fungsional

sesuai dengan namanya, integrasi fungsional merupakan integrasi yang terjadi akibat adanya fungsi-fungsi tertentu didalam masyarakat, dimana setiap kelompok mempunyai fungsinya masing-masing, sehingga masyarakat berintegritas karena saling bergantung untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain. Hal ini biasanya terjadi akibat perbedaan kondisi geografis setiap wilayah, dimana memiliki kekayaan sumber daya alam yang berbeda-beda.

Integrasi Koersif

Integrasi koersif merupakan integrasi yang terjadi berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa, dimana adanya pihak lain (yang berkuasa atau berwenang) yang mendorong terjadinya integrasi atau dengan paksaan. 

Faktor dalam Integrasi Sosial

Dalam pelaksanaannya, penerapan suatu integrasi biasanya memiliki waktu yang beragam yang dipengaruhi dari berbagai faktor. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya integrasi sosial.

  1. Adanya homogenitas, semakin tinggi tingkat homogennya, dimana memiliki norma, dan perilaku yang sama, maka semakin cepat juga terjadinya integrasi sosial.
  2. Besar atau kecilnya kelompok, dimana semakin kecil suatu kelompok atau semakin sedikit anggotanya maka semakin cepat integrasinya,
  3. Mobilitas daerah atau wilayah, semakin tinggi mobilitas suatu daerah atau wilayah, maka akan semakin lambat integrasinya.
  4. Komunikasi, apakah komunikasinya sudah efektif atau belum, sehingga pesan yang disampaikan dapat sampai dengan baik, dan tidak terjadi kesalahpahaman. Semakin efektif komunikasi nya maka semakin tinggi integritasnya.

Mudah dipahami kan? Mungkin karena materi-materi dalam sosiologi merupakan ilmu yang pada umumnya berhubungan dengan interaksi, dan perilaku dalam hidup bermasyarakat, jadinya kita mudah relate dan memahaminya. Buat kalian yang ingin pembahasan mengenai materi ini dalam bentuk video singkat dan dibahas oleh tutor zenius yang kece, kalian bisa akses secara gratis di materi integrasi sosial hanya dengan mendaftarkan diri dan verifikasi nomor kamu. Kurang lebih segitu dulu ya guys, semoga artikel ini membantu kalian, Semangat!

Baca Juga Artikel Lainnya

Sosialisasi

Belajar Sosiologi Buat Apa?

PTS Sosiologi Kelas 10