jenis penelitian sosial

Jenis Penelitian Sosial dan Manfaatnya – Materi Sosiologi Kelas 10

Di materi Sosiologi Kelas 10, elo akan belajar berbagai jenis penelitian sosial dan manfaatnya. Yuk, pahami materinya di artikel ini!

Dalam sebuah survei tahun 2021 lalu, Digital Civility Index (DCI) menyebut kalau kesopanan netizen Indonesia itu ada di peringkat bawah, yaitu peringkat ke-29 dari 32 negara.

Lho, kok bisa? Penelitian apa yang bisa menghasilkan kesimpulan ini?

Nah, Sobat Zenius, ini adalah salah satu contoh dari penelitian sosial. Penelitian sosial ini mengkaji perilaku dan fenomena sosial.

Jenis penelitian sosial ini ada berbagai macam lho.

Elo penasaran nggak sih, apa saja jenis-jenis penelitian ini? Kita cari tahu bareng-bareng, yuk!

Jenis Penelitian Sosial Berdasarkan Pendekatan

Jenis penelitian sosial bisa dibagi berdasarkan berbagai hal. Mulai dari pembagian berdasarkan waktu, sumber data, dan pendekatan yang digunakan.

Berdasarkan pendekatan yang digunakan penelitian sosial dibagi menjadi dua jenis, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

1. Penelitian Kuantitatif

Pada penelitian kuantitatif, tujuan penelitian berfokus pada data yang bisa diukur secara numerik. Jadi, hasilnya bisa berupa persentase, atau peringkat seperti survei DCI tadi.

Data dalam penelitian ini bisa didapatkan dengan meminta responden untuk mengisi polling, survei, atau kuisioner. Hasil datanya nanti bakal diolah sesuai dengan statistik. Kalau data yang didapat ada banyak banget, kebanyakan peneliti akan menggunakan software bernama SPSS untuk mengolah datanya.

2. Penelitian Kualitatif

Menyampaikan Tujuan Penelitian pada Bab Latar Belakang
Penelitian kualitatif (dok. Keira Burton/Pexels)

Kalau data penelitian kualitatif dapat diukur secara numerik, penelitian kualitatif adalah kebalikannya guys. Soalnya, penelitian ini menganalisis data sosial yang tidak dapat diukur secara angka. Contohnya perilaku, persepsi, motivasi, atau fenomena-fenomena lain yang dialami oleh subjek penelitian.

Biasanya, penelitian ini dilakukan dengan melakukan studi kasus, observasi, atau wawancara.

Terus, kalau datanya nggak bisa diukur secara angka, gimana cara membuat kesimpulan penelitiannya? Kesimpulan bisa ditarik dengan menganalisis data yang punya kesamaan tema atau benang merah.

Penjelasan lebih lengkap tentang data kuantitatif dan kualitatif ini bisa elo pelajari dari video ini.

Baca juga: Cara Melakukan Riset Kualitatif yang Benar dan Tepat

Jenis Penelitian Sosial Berdasarkan Sumber Data

Jenis penelitian sosial juga dapat dibagi berdasarkan sumber datanya. Berdasarkan sumber data ini, penelitian sosial dibagi menjadi penelitian primer dan sekunder.

1. Penelitian Primer

Penelitian primer melibatkan pengumpulan data baru melalui penciptaan percobaan atau studi. Dalam penelitian sosial, peneliti dapat mengumpulkan data melalui berbagai cara, seperti survei, wawancara, dan observasi. Jadi, kalau besok elo harus melakukan penelitian primer, bisa pilih dari cara yang sudah gue sebutin tadi, ya!

Penelitian dapat menggunakan beberapa metode pengumpulan data
(dok. Pexels from Pixabay)
Penelitian dapat menggunakan beberapa metode pengumpulan data
(dok. Pexels from Pixabay)

Setelah data dikumpulkan, elo sebagai peneliti perlu menganalisisnya untuk menarik kesimpulan yang berhubungan dengan pertanyaan penelitian. Misalnya, peneliti dapat melakukan studi penelitian sosial utama di mana mereka mengamati bagaimana manusia berinteraksi dalam keadaan stres.

2. Penelitian Sekunder

Penelitian sekunder menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang sudah ada. Peneliti hanya perlu menggabungkan, mengatur, dan menganalisis informasi untuk menarik kesimpulan baru dari data yang sudah ada sebelumnya. 

Contohnya, peneliti dapat melakukan studi penelitian sosial sekunder yang menganalisis wawancara dari beberapa penelitian terhadap wanita sebelum dan sesudah mengetahui bahwa mereka hamil.

Supaya elo lebih paham lagi perbedaan antara penelitian primer dan sekunder, coba tonton video ini.

Baca Juga: Teknik Pengumpulan Data Penelitian – Materi Sosiologi Kelas 10

Jenis Penelitian Sosial Berdasarkan Waktu

Pembagian lain dari jenis penelitian sosial adalah berdasarkan waktu. Berdasarkan ini, penelitian sosial dibagi menjadi penelitian cross-sectional dan penelitian longitudinal.

1. Penelitian Cross-Sectional

Penelitian cross-sectional melibatkan melihat data dari populasi pada satu titik waktu tertentu. Contohnya, penelitian perilaku pekerja pada shift pagi dan shift malam.

Biasanya, penelitian jenis ini digunakan dalam ilmu psikologi perkembangan. Soalnya, jenis penelitian ini membantu ahli psikologi untuk memahami fenomena-fenomena perilaku pada tahap perkembangan manusia tertentu. Misalnya perbedaan perilaku pada usia anak-anak dan remaja.

Penelitian jenis ini umumnya menggunakan metode observasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.

2. Penelitian Longitudinal

Kalau penelitian cross-sectional cuma meneliti subjeknya pada waktu tertentu saja, penelitian longitudinal meneliti subjeknya dalam waktu yang relatif lama. Biasanya, butuh waktu beberapa tahun sebelum penelitian ini selesai.

Misalnya, peneliti menggunakan penelitian longitudinal untuk melakukan pengamatan dan analisis terhadap prestasi akademik anak angkat dan anak kandung selama 15 tahun.

Lalu, kenapa sih penelitian sosial perlu dilakukan?

Manfaat Penelitian Sosial

jurnal penelitian metode ilmliah
Penelitian sosial punya banyak manfaat (Arsip Zenius)

Seperti yang sudah disebutkan di atas, penelitian sosial dilakukan untuk memahami perilaku sosial. Mulai dari interaksi antar pribadi, pribadi dan kelompok, ataupun antar kelompok.

Tapi manfaat penelitian sosial nggak cuma itu lho.

Penelitian sosial juga bisa dilakukan untuk menganalisis gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini membantu para ahli untuk mencari tahu penyebab, akibat, bahkan solusi dari gejala sosial yang diteliti.

Dalam beberapa kesempatan, hasil dari penelitian sosial ini bisa dijadikan rujukan untuk pemerintah lho. Tujuannya supaya pemerintah bisa membuat kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sosial masyarakatnya. Jadi, pemerintah bisa menghindari membuat kebijakan yang memberatkan rakyatnya.

Terakhir, penelitian sosial dilakukan sebagai referensi untuk penelitian lanjutan. Misalnya nih, ada ahli yang melakukan penelitian tentang perilaku pada masyarakat di pedalaman hutan Indonesia. Pada hasil penelitiannya ternyata ada temuan-temuan baru yang tidak sejalan dengan tujuan awal penelitiannya. Nah, temuan ini bisa diteliti lebih lanjut dan hasil penelitian sebelumnya bisa dijadikan acuan.

Nah, sekarang elo sudah tahu kan, ada berbagai jenis penelitian sosial dan manfaatnya banyak banget. 

Sekarang, coba asah pemahaman elo dengan membahas soal di bawah ini.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Etika dan Penerapannya di Media Sosial

Contoh Soal

1. Nando ingin meneliti hubungan antara jarak siswa ke sekolah dengan peringkat di kelas. Setelah melakukan penelitian, ia memperoleh data penelitian yang dapat terukur secara statistik. Jenis penelitian yang dilakukan Nando berdasarkan jenis data disebut ….

a. Primer

b. Sekunder

c. Kuantitatif

d. Kualitatif

e. Longitudinal

Penelitian yang dilakukan dengan menggali data berupa informasi angka, tabel, grafik, dan diagram yang dapat diukur secara statistik disebut penelitian kuantitatif. Jadi, jawabannya adalah b.

Dalam penelitian sosial, ada yang namanya variabel dan hipotesis. Apa itu? Cari tahu penjelasannya dengan klik banner ini, yuk!

Pelajari materi Sosiologi di video materi belajar Zenius

Referensi:

Social Research – Indeed.

Orang Indonesia Dikenal Ramah Mengapa Dinilai Tidak Sopan di Dunia Maya? – Tekno Kompas.

Bagikan Artikel Ini!