jalur_sutra_zenius_education

Jalur Sutra – Jalur Perdagangan Dunia Internasional

Jalur Sutra (Silk Road) sering disebut sebagai jalur perdagangan dunia internasional yang sangat penting dan berperan besar dalam dunia perdagangan. Seperti apa?

Eh, ada notifikasi masuk dari platform belanja online elo tuh. Ada 99+ barang menunggu di keranjang. Kapan elo mau check out?

Atau, jangan-jangan elo kayak gue yang suka menuh-menuhin keranjang, tapi ending-nya nggak jadi check out?

belanja_online_zenius_education
Ilustrasi belanja online lewat aplikasi. (Arsip Zenius)

Biasanya, elo belanja apa sih di toko online? Gue sih, suka belanja barang fashion dan pernak-pernik yang nggak jelas.

Iya, pernak-pernik di sini maksudnya barang-barang toko online yang aneh tapi berguna, kayak yang biasanya dijadikan konten sama para YouTuber dan TikToker.

Gue pernah beli aksesoris dan skincare, banyak dan murah banget. Bahkan, bisa dua sampai lima kali lebih murah dibandingkan di toko offline.

Menurut keterangan toko, aksesoris tersebut dikirim dari Cina, sedangkan skincare tersebut dikirim dari Korea Selatan. 

Biasanya, pengiriman barang dari luar negeri itu agak lama, bisa memakan beberapa hari hingga seminggu. Bahkan, ada juga yang bisa sampai sebulan.

Ya gimana lagi, pengiriman dari sana jauh, butuh kontainer-kontainer besar dan kapal bakal berangkat kalau target muatannya sudah tercapai.

Walau harus menunggu lama, gue bersyukur banget sekarang perdagangan internasional itu semudah klik-klik doang. Coba bayangin di masa lalu, gimana cara mereka berdagang antarnegara, ya?

Masa iya, pakai burung buat kirim pesan order-an?

ilustrasi_perdagangan_burung_zenius_education
Ilustrasi burung pengirim pesan. (Arsip Zenius)

Nah, kali ini kita akan membahas jalur perdagangan dunia yang ikonik banget pada masanya, yaitu Jalur Sutra. Pernah dengar?

Di artikel ini, kita akan bedah apa itu Jalur Sutra, peta dan rute Jalur Sutra, serta berbagai pertanyaan yang sering ditanyakan soal Jalur Sutra.

Apa Itu Jalur Sutra?

Berdasarkan informasi dari Britannica (2021), Jalur Sutra merupakan jalur perdagangan kuno yang menghubungkan dunia Barat, Timur Tengah, dan Timur

Dalam bahasa Inggris, jalur perdagangan ini disebut Silk Road (Jalan Sutra) atau Silk Route (Rute Sutra).

Sebagai catatan, jalur ini bukan secara literal merupakan jalanan aspal gitu, ya. Jalur Sutra ini mengacu pada sebuah rute panjang yang digunakan para pedagang selama lebih dari 1.500 tahun (National Geographic, 2019).

Diperkirakan rute ini terbentang sepanjang  6.437 kilometer (4.000 mil). Wah, panjang banget ya?

jalur_sutra_perdagangan_internasional_zenius_education
Ilustrasi jalur sutra untuk perdagangan. (Arsip Zenius)

Jalur perdagangan ini sudah resmi beroperasi sejak zaman Dinasti Han sekitar tahun 130 SM. Saat itu, Cina aktif berdagang dengan dunia Barat, terutama Yunani, Kekaisaran Romawi, dan Kekaisaran Kushan (di sekitar India).

Sebenarnya, perdagangan antarnegara sudah lama terjadi jauh sebelum pembukaan resmi jalur tersebut, lho. 

Beberapa peninggalan di makam Mesir mengindikasikan adanya perdagangan kain sutra Cina bahkan pada tahun 1070 SM (Tignor, 2011). 

Namun, berhubung sutra cukup mudah rusak tergerus waktu, belum bisa dipastikan apakah sutra tersebut benar-benar dari Cina atau daerah lain (G. Lubec, J. Holaubek, C. Feldl, B. Lubec & E. Strouhal, 1993). 

Berbagai kota dan negara di Eropa dan Asia ikut aktif berdagang hingga akhirnya jalur tersebut ditutup pada tahun 1453, ketika Kekaisaran Ottoman yang saat itu berjaya menutup perdagangan dengan Cina.

Gimana, Sobat Zenius, semoga elo sudah paham ya apa yang dimaksud dengan Jalur Sutra.

Kenapa Disebut Jalur Sutra?

Sobat Zenius, coba kita main tebak-tebakan ya. Kenapa jalur perdagangan internasional ikonik ini disebut Jalur Sutra

asal_usul_jalur_sutra_zenius_education
Ilustrasi pilihan jawaban tebak-tebakan. (Arsip Zenius)

Jawabannya adalah … C! Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, jalur perdagangan ini banyak digunakan oleh pihak Barat dan Timur, terutama Cina. Nah, sutra merupakan komoditi ekspor Cina yang sangat disukai belahan dunia Barat.

Dilansir dari China Highlights (2022), jalur perdagangan ini mendapatkan namanya dari seorang ahli geografi sekaligus penjelajah asal Jerman, Ferdinand von Richthofen, yang menyebut jalur tersebut sebagai die Seidenstrasse yang berarti Silk Road alias Jalur Sutra.

Ia menggunakan istilah tersebut di dalam bukunya China (1877). Sebutan tersebut kemudian banyak digunakan oleh publik dan bidang akademik. 

Ferdinand_von_Richthofen_zenius_education
Gambar Ferdinand von Richthofen dan karyanya. (Dok. Wikimedia Commons, dsb)

Apa yang Diperdagangkan di Jalur Sutra?

Eh, walau disebut Jalur Sutra, bukan berarti yang diperdagangan cuma sutra doang lho ya. 

Berdasarkan informasi dari History (2021), berbagai komoditas seperti buah, sayur, hewan ternak, kulit hewan, peralatan, karya seni, barang keagamaan, batu mulia, metal, dan lain sebagainya, juga diperjualbelikan.

Kertas dan bubuk mesiu yang diciptakan oleh Cina juga terbawa hingga dunia Barat. Kita bisa melihat bagaimana dua komoditas tersebut digunakan secara masif di negara barat.

Selain benda-benda yang sudah disebutkan tadi, ada juga hal lain yang dipertukarkan dan tak ternilai harganya. Apa saja? 

Bahasa, budaya, agama, filosofi, dan ilmu pengetahuan, semuanya sangat berharga dan berguna bagi manusia di mana pun.

Jadi, bisa terbayang ya, bagaimana pengaruh dan peran Jalur Sutra terhadap kegiatan ekonomi, kehidupan manusia, dan perkembangan teknologi.

Melalui perdagangan, perbedaan sumber daya alam serta pengetahuan dapat saling melengkapi. Itulah mengapa setiap negara di dunia perlu melakukan perdagangan internasional.

BACA JUGA: Pengertian, Manfaat, dan Tujuan Perdagangan Internasional

Peta dan Rute jalur Sutra

Rute Jalur Sutra yang terbentang sepanjang 6.437 kilometer, melewati berbagai daerah di Asia, Afrika, dan Eropa baik melalui darat maupun laut.

Biar elo kebayang, berikut ini peta Jalur Sutra dari Whole World Land And Oceans (2018), di mana garis merah mengacu pada rute darat, sedangkan garis biru merujuk pada rute laut.

peta_dan_rute_Jalur_Sutera_zenius_education (1) (1)
Gambar peta dan rute Jalur Sutera. (Dok. Whole World Land And Oceans 2018)

Berdasarkan keterangan dari World History Encyclopedia (2018), peta di atas menunjukkan rute perdagangan yang digunakan sekitar abad pertama. Rute tersebut sebagian besar terus aktif digunakan dari tahun 500 SM sampai 500 M.

Untuk rute darat yang lebih jelas, elo bisa melihat gambar peta Jalur Sutra dari UNESCO(n.d.) yang memperlihatkan hubungan berbagai kota. 

peta_jalur_sutra_zenius_education
Peta Jalur Sutra. (Dok. UNESCO, n.d.)

Sebagai catatan, jalur ini nggak langsung bimsalabim jadi seperti itu ya. Terdapat berbagai perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu, hingga terbentuk jaringan seperti itu.  Seperti apa?

Sejarah Jalur Sutra

Menurut berbagai sumber, seorang jenderal asal Cina, Zhang Qian, sering disebut sebagai tokoh yang berjasa menemukan rute Jalur Sutra.

Awalnya, Jenderal Zhang Qian diperintahkan Kaisar Wu dari Dinasti Han untuk melakukan perjalanan diplomatis menemui masyarakat Yuezhi pada abad kedua sebelum Masehi. 

Tujuan perjalanan tersebut bukan untuk berdagang lho, namun untuk meminta bantuan masyarakat Yuezhi, agar pihak Kaisar Wu bisa mengalahkan musuh dari Xingnu. 

Singkat cerita, Zhang Qian melakukan perjalanan panjang, bahkan ia sempat tertangkap oleh musuh dan dipenjara selama 13 tahun. Setelah berhasil kabur, ia kembali ke Cina dan memberikan laporan mengenai perjalanannya.

Selama perjalanan, Zhang Qian melihat berbagai kebudayaan, kekayaan, dan kehidupan masyarakat berbagai daerah di Asia Tengah. 

Takjub dengan laporan yang begitu detail dan menarik, kaisar kembali mengirim Zhang Qian untuk melakukan ekspedisi, menjelajahi berbagai daerah-daerah di sekitar Cina, dan kemudian mulai membuat rute perjalanan Cina ke Asia Tengah yang terus berkembang hingga ke dunia barat.

Pada awalnya, Cina banyak melakukan ekspor sutra ke Kekaisaran Romawi, sedangkan Cina sendiri mengimpor wol dan batu mulia. 

Selain dari Cina, Kekaisaran Romawi juga mengimpor sutra dari Gyeongju, Ibu Kota Silla yang sekarang merupakan bagian dari Korea Selatan (Xinru, 2010). Maklum, saat itu kain sutra hits banget di kalangan masyarakat Romawi. 

Setelah Kekaisaran Romawi (30 SM – 300 M) runtuh, berbagai kekaisaran dan era lainnya bergantian aktif memenuhi Jalur Sutra.

Seperti Kekaisaran Byzantine (abad ke-6 sampai ke-14), Dinasti Tang (abad ke-7), suku Sogdian–Türkic (abad ke-4 sampai ke-8), era Islam (abad ke-8 sampai ke-13), hingga Kekaisaran Mongol (abad ke-13 sampai ke-14) yang kemudian menutup rute tersebut.

Aktivitas di Jalur Sutra sempat kembali aktif di bagian Asia Barat, hingga akhirnya kembali runtuh di abad ke-18.

Jalur Sutra dan Perdagangan Indonesia

Perdagangan melalui rute Jalur Sutra juga melewati Indonesia. Nggak cuma perdagangan komoditas dan sumber daya alam, Indonesia (yang saat itu masih berbentuk kerajaan-kerajaan) juga mendapatkan berbagai pengetahuan serta budaya dari para pedagang luar negeri.

Jerry H. Bentley dalam bukunya Old World Encounters: Cross-Cultural Contacts and Exchanges in Pre-Modern Times (1993) mengemukakan bahwa penyebaran agama dan tradisi budaya di sepanjang Jalur Sutra menyebabkan sinkretisme.

Sinkretisme di sini mengacu pada asimilasi (pencampuran dan fusi) budaya serta agama. 

Makanya, ketika kita belajar sejarah di sekolah, kerajaan-kerajaan di Indonesia memiliki corak agama dan budaya yang beragam. 

Semua itu didapatkan dari interaksi dengan para pedagang, penjelajah, dan penjajah yang berasal dari luar. Namun, masyarakat Indonesia tetap memiliki ciri khas dan budaya sendiri, yang kemudian diasimilasikan dengan budaya dari luar.

Penutup

Oke, Sobat Zenius, itulah pembahasan singkat terkait Jalur Sutra. Semoga dengan membaca artikel ini, kalau ke depannya elo bertemu soal “Jelaskan yang Anda ketahui tentang Jalur Sutra!”, elo bisa langsung gas jawab dengan lancar ya.

About the Silk Roads – UNESCO (n.d.)

Old World Encounters: Cross-Cultural Contacts and Exchanges in Pre-Modern Times – Jerry Bentley (1993)

Silk Road – Britannica (updated 2021)

Silk Road – History (Updated 2021)

Silk Road – World History Encyclopedia (2018)

The Silk Road – National Geographic Society – National Geographic Society (Updated 2019)

The Silk Road: 8 FAQs to Understand the Silk Road’s Past and Future – China Highlights (2022)

The Silk Road in World History – Liu Xinru (2010)

Use of silk in ancient Egypt – G. Lubec, J. Holaubek, C. Feldl, B. Lubec & E. Strouhal (1993)

Worlds together, worlds apart : a history of the world from the beginnings of humankind to the present – Robert L. Tignor (2011)

Bagikan Artikel Ini!