Perbedaan Homonim Homofon Homograf Polisemi

Perbedaan Homonim, Homofon, Homograf dan Polisemi

Artikel ini akan membahas tentang pengertian dan contoh dari homonim, homofon, homograf, dan polisemi.

Hi, guys! Kamu pernah gak sih menemukan kata yang sama, tapi makna atau pelafalannya berbeda? Misalnya daun, nah kata daun itu bisa memiliki banyak makna. Ada yang memiliki makna daun sesungguhnya, ada juga makna daun pintu dan naik daun. Ketiganya tentu memiliki makna yang berbeda, ‘kan? Tapi, ejaan dan pelafalan hurufnya sama.

Selain daun, ternyata ada lagi lho kata lainnya yang seperti itu. Kira-kira kamu tau gak kata seperti itu disebut dengan istilah apa? Ada konsep homonim, homofon, homograf, dan polisemi. Lalu, yang membedakan keempatnya itu apa sih? Penasaran? Yuk, baca artikel di bawah ini untuk menemukan persamaan dan perbedaan dari keempat konsep tersebut!

Pengertian Homonim?

Bahasa memang berperan penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya bahasa, kita jadi bisa berinteraksi dan berkomunikasi. Bahasa juga ada beragam, ada yang makna, pelafalan dan ejaannya sama, dan ada juga yang berbeda. Nah, salah satu ragamnya ada homonim.

Kalau secara etimologi, homonim berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu anoma yang berarti nama dan homo yang berarti sama. Homonim adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu, namun pelafalan dan ejaannya sama. Waduh, bingung kak, contohnya seperti apa? Oke, kita ambil contoh kata “darah”. Kata tersebut ternyata memiliki arti ganda lho, guys. Ada darah yang terdapat dalam tubuh manusia, ini menggunakan arti sebenarnya. Ada juga darah yang menggunakan arti konotasi, yang berarti persaudaraan atau keluarga. Coba deh kamu lihat perbedaan dan persamaan dari kedua kalimat di bawah ini:

  1. Korban kecelakaan yang dibawa ke rumah sakit itu telah kehilangan banyak darah (darah dalam kalimat ini berarti yang terdapat dalam tubuh manusia).
  2. Anisa dan Untung memiliki hubungan darah dari kakeknya (darah dalam kalimat ini berarti persaudaraan atau keluarga).

Nah, dari kedua kalimat di atas, jelas kita melihat bahwa keduanya memiliki arti atau makna yang berbeda. Namun, ejaan dan pelafalan keduanya sama, betul apa betul? Oh iya, selain kata darah, masih banyak juga lho kata dengan homonim lainnya.

Pengertian Homofon?

Tadi, kita udah tau pengertian dari homonim itu seperti apa. Nah, yang kedua ada homofon. Apa ya kira-kira? Kalau secara etimologi, homofon berasal dari kata homo yang artinya sama dan foni yang berarti bunyi atau suara. Jadi, dapat disimpulkan kalau homofon adalah kata yang memiliki lafal atau bunyi sama, namun ejaan dan maknanya berbeda. Meskipun tulisan hurufnya sama, tapi dibacanya sama, berarti kata tersebut termasuk dalam ragam bahasa homofon. Kamu bisa lihat kedua kalimat di bawah ini:

  1. Ibu akan pergi ke bank untuk mengambil uang (bank dalam kalimat ini berarti lembaga keuangan).
  2. Bang Dirga sangat menyukai nasi tutug oncom buatan ibu (bang dalam kalimat ini berarti sebutan untuk kakak laki-laki dalam budaya betawi).

Dari kedua kalimat di atas, kita bisa melihat bahwa ejaan dan makna keduanya berbeda, namun pelafalannya sama, yaitu ‘bang’. Udah paham kan sampai di sini? Kira-kira kamu bisa menyebutkan kata homofon yang lainnya gak selain pelafalan ‘bang’ seperti di atas?

Pengertian Homograf?

Selanjutnya, ada yang namanya homograf, yaitu berasal dari bahasa Yunani homos yang artinya sama dan grapho yang artinya tulis. Jadi, homograf adalah kata yang ejaannya sama dengan kata lain, tetapi lafal dan maknanya berbeda. Sampai sini paham gak? Oke, aku kasih gambaran dari kedua kalimat di bawah ini:

  1. Buah apel yang dibeli dari pasar rasanya sangat manis (apel dari kalimat ini berarti jenis buah).
  2. Pak Ahmad terpilih menjadi pemimpin apel pada pagi hari ini (apel dari kalimat ini berarti kumpulan atau upacara).

Dari kedua kalimat di atas terlihat jelas ‘kan kalau kedua kata tersebut memiliki ejaan yang sama, namun penyebutan atau pelafalan dan makna keduanya berbeda. Kalau kamu menemukan kata seperti pada contoh di atas, berarti kata tersebut termasuk dalam ragam homograf.

Pengertian Polisemi

Terakhir, ada yang namanya polisemi. Dari namanya aja kita udah terbayang ya ada kata poli yang berarti banyak dan semi yang berarti makna. Yap, polisemi adalah kata yang maknanya berbeda dan ada banyak, namun masih ada hubungan antara makna-makna yang berlainan tersebut. Nah, menurut Aminudin, seorang penulis buku Semantik Pengantar Studi tentang Makna tahun 2008, bahwa antara polisemi dan homonim ternyata keduanya memiliki hubungan yang erat. Hal itu dikarenakan polisemi bisa menjadi penyebab munculnya homonim, begitupun sebaliknya.

Dilansir dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, polisemi memiliki makna yang lebih dari satu, karena adanya beberapa konsep dalam pemaknaan suatu kata. Kamu bisa perhatikan kedua kalimat di bawah ini:

  1. Akar pohon di halaman rumahku hampir merusak bangunan (akar dalam kalimat ini berarti bagian tumbuhan yang tertanam di dalam tanah).
  2. Kita harus mencari tahu akar permasalahannya sebelum membuat keputusan (akar dalam kalimat ini berarti pangkal atau asal mula).
  3. Aku menunggu Johan di depan rumahnya sampai berakar, lama sekali (akar dalam kalimat ini berarti kaku).

Dari ketiga kalimat di atas, kamu udah paham kan polisemi itu seperti apa? Yap, memang hampir mirip dengan homonim. Kalau masih bingung, coba deh kamu pahami lagi pengertian dari keduanya.

Contoh Kata Homonim, Homofon, Homograf dan Polisemi

Setelah kamu tau pengertian dan contoh dari keempat ragam bahasa di atas, aku bakal ngasih contoh-contoh lainnya di sini. Perhatikan tabel di bawah ini ya!

Perbedaan Homonim Homofon Homograf Polisemi

Demikian informasi mengenai homonim, homofon, homograf, dan polisemi yang termasuk dalam ragam bahasa. Wah, ternyata bahasa itu sangat luas ya, guys. Ada banyak sekali ragamnya. Tentu saja ragam tersebut digunakan untuk kemudahan dan keindahan berkomunikasi serta berinteraksi. Kalau kamu, paling sering pakai ragam bahasa yang mana nih?

Baca Juga Artikel Lainnya

Teks Deskripsi
Jenis jenis Frasa
Teks Anekdot

Bagikan artikel ini