Gustave Eiffel – Insinyur Kimia yang Dikenal Sebagai Arsitek Menara Eiffel

Gustave Eiffel yang Dikenal sebaga arsitek Menara Eiffel

Gustave Eiffel dikenal sebagai arsitek Menara Eiffel. Apakah hal itu benar? Yuk, simak artikel ini untuk menambah wawasanmu tentang Gustave Eiffel dan rancangan-rancangan besarnya, seperti Patung Liberty dan Menara Eiffel!/p>

Hai Sobat Zenius! 

Kalau dengar nama Gustave Eiffel pasti yang terlintas dalam pikiran adalah Menara Eiffel, sebuah menara terkenal di Paris itu. Setuju nggak nih Sobat? Menara Eiffel memang sangat terkenal, bahkan mungkin beberapa dari lo berkeinginan mengunjungi salah satu tempat wisata yang ada di Paris ini. Saking terkenalnya, ada sebuah pelesetan untuk mengungkapkan cinta yang berbunyi “Eiffel for you.” Sobat bisa nebak artinya nggak nih? Pelesetan itu berasal dari ungkapan “I fell for you”, yang artinya “Aku jatuh cinta pada mu.” Soo sweet ya? Hehe.

Gustave Eiffel adalah seorang insinyur teknik sipil yang banyak berperan dalam pembangunan infrastruktur di Prancis maupun luar negeri seperti pembangunan jembatan, rel kereta, hingga Menara Eiffel. Walaupun Eiffel dikenal sebagai seorang insinyur sipil dan arsitek tapi sebenarnya saat kuliah dia mengambil jurusan yang sangat berbeda lho Sobat. Nah, di artikel kali ini, gue bakal ceritakan ke lo tentang siapa sih Gustave Eiffel, apa latar belakang pendidikannya, dan kenapa nama belakangnya digunakan untuk menamai Menara nan megah berdiri di kota cinta itu. Yuk, simak artikel ini!

Gustave Eiffel dan Latar Belakang Pendidikannya

Gustave Eiffel (Foto: Public Domain)
Gustave Eiffel (Foto: Public Domain)

Gustave Eiffel merupakan insinyur teknik sipil Prancis yang lahir pada 15 Desember 1832 di Kota Dijon, Prancis dengan nama Alexandre-Gustave Eiffel. Nama ‘Eiffel’ sendiri dipilih oleh kedua orang tuanya karena mereka tinggal di daerah Pegunungan Eifel. Ayahnya, François Alexandre Boenickhausen merupakan mantan tentara yang sempat bekerja untuk Angkatan Darat Prancis di bagian administrasi dan kemudian berhenti untuk membantu usaha arang istrinya yang bernama Catherine-Mélanie

Bertepatan dengan masa revolusi industri, bisnis arang milik ibunya sangat berkembang saat itu dan membuat Mélanie dan suaminya sibuk. Eiffel pun menghabiskan sebagian besar masa kecilnya bersama dengan neneknya. Walaupun begitu, Eiffel tetap merupakan anak yang sangat menghormati ibunya. Ibunya merupakan sumber dukungan dan nasihat yang paling utama dan dapat dipercaya baginya. 

Eiffel mendapatkan gelar sarjana dalam sains dan humaniora dari Lycée Royal yang terletak di Kota Dijon. Sewaktu muda, Eiffel juga mendapatkan banyak pengetahuan dari pamannya, Jean-Baptiste Mollerat tentang ilmu kimia, pertambangan hingga ilmu teologi dan filsafat. Saat itu pamannya memiliki sebuah pabrik cuka. Karena Eiffel diharapkan untuk meneruskan bisnis pamannya itu, Eiffel pun mengambil studi di bidang kimia.

Dengan persiapan yang matang, Eiffel berhasil lolos ujian masuk di dua perguruan tinggi paling terkenal di Prancis pada waktu itu lho Sobat. Perguruan tinggi itu adalah École Centrale des Arts et Manufactures dan École polytechnique. Eiffel akhirnya memutuskan untuk mengambil jurusan kimia di École Centrale des Arts et Manufactures dan lulus pada tahun 1855 dengan gelar insinyur kimia. Hasil studinya pun luar biasa, Sobat. Terbukti dengan keberhasilannya lulus di peringkat 13 teratas dari 80 kandidat.

Ilustrasi interior École Centrale des Arts et Manufactures (Foto: Public Domain)
Ilustrasi interior École Centrale des Arts et Manufactures (Foto: Public Domain)

Karena awalnya ia diminta untuk meneruskan bisnis pamannya, kalau dibayangkan pasti Eiffel lulus dengan semangat dong mengetahui karirnya sudah jelas. Tapi ternyata, kejelasan itu hilang karena adanya sengketa hak waris yang menggagalkan karirnya di pabrik cuka milik pamannya itu. Lalu, apakah semangat Eiffel juga hilang? Ternyata tidak, Sobat. Eiffel pun segera mencari hal baru yang ia bisa tekuni.

Gustave Eiffel pun mencari pengalaman kerja dan ilmu dengan bekerja tanpa dibayar sebagai asisten adik iparnya di pabrik pengecoran logam untuk beberapa bulan. Pada tahun 1856, Eiffel pun merasa dirinya sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang logam dan akhirnya menjadi sekretaris pribadi Charles Nepveu, seorang insinyur konstruksi rel kereta api di Paris. Dari situ, Eiffel pun mulai memantapkan diri untuk menekuni bidang konstruksi logam. Di bidang inilah namanya menjadi sangat terkenal.

Pada sekitar tahun 1858, ketika Eiffel sudah menjadi seorang chief engineer di perusahaan Compagnie Belge de Matériels de Chemin de Fer, ia menetap di Bordeaux. Tak lama, ia pun menikah dengan Marie Gaudelet dan dikaruniai lima orang anak bernama Claire, Laure, Doard, Valentine, dan Albert. Eiffel pun diceritakan sebagai sosok yang menyayangi istri dan anak-anaknya.

Potret keluarga Gustave Eiffel
Potret keluarga Gustave Eiffel (Foto: Public Domain)

Baca Juga

Materi Kimia: Ikatan Logam

Biografi Napoleon Bonaparte – Pemimpin Pertempuran dan Modernisasi Bangsa

Karir Awal Gustave Eiffel

Perjalanan karir Eiffel ini tidak mulus-mulus saja, Sobat. Setelah bergabung dengan bisnis milik Charles Nepveu, bisnis itu pun kemudian mengalami kesulitan finansial hingga akhirnya bangkrut. Tapi, sepertinya keinginan Eiffel untuk terus berkembang di dunia konstruksi logam ini tidak surut. Ia bahkan sempat rela tetap bekerja dengan Nepveu tanpa digaji. Akhirnya, selain mendapat kesempatan untuk mendesain sebuah jembatan rel kereta stasiun Saint Germaine ia juga menjadi direktur pelaksana dua pabrik dan kepala departemen penelitian di perusahaan Compagnie Belge de Matériels de Chemin de Fer. Pengalaman dan ilmu-ilmu yang ia kumpulkan selama itu pun membuka kesempatan proyek-proyek baru untuknya

Setelah Charles Nepveu pensiun, Eiffel pun ditunjuk sebagai penanggung jawab penuh pembangunan jembatan besi Bordeaux pada tahun 1858 setelah sebelumnya diminta untuk bekerja merakit logam di proyek itu. Dengan penerapan teknik inovatif seperti penggunaan caisson, sebuah kotak udara terkompresi untuk mengeringkan dasar sungai pertama. Proyek jembatan sepanjang 504 meter itu pun selesai dengan sukses di umur Gustave Eiffel masih 26 tahun lho. Semenjak keberhasilannya membangun jembatan Bordeaux itulah, Gustave Eiffel pun mulai dikenal sebagai pakar konstruksi logam terutama untuk pembangunan jembatan.

Jembatan Brdeaux (Foto: Pixabay)
Jembatan Brdeaux (Foto: www.pixabay.com by Licya)

Eiffel Merancang Patung Liberty

Dikenal sebagai pakar konstruksi logam, Eiffel pun menyelesaikan proyek-proyek besar lainnya seperti pembangunan Jembatan Douro (1877), Jembatan Pont Maria Pia yang berbentuk bulan sabit (1877), hingga terlibat dalam perancangan bagian dalam patung Liberty (1881). Berbeda dengan proyek-proyek sebelumnya, kali ini Eiffel bekerja untuk bisnis konsultan teknik miliknya sendiri yang dibuka pada tahun 1866 di Levallois-Perret, Paris dengan nama Eiffel.

Jembatan Pont Maria Pia
Jembatan Pont Maria Pia rancangan Gustave Eiffel (Foto: Public Domain)

Bagaimana Eiffel bisa terlibat dalam pembangunan monumen nasional Amerika Serikat setinggi 93 meter itu?

Patung Liberty
Patung Liberty (Foto: www.pixabay.com by Dimitry Anikin)

Jadi, Patung Liberty sebenarnya merupakan hadiah 100 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari Prancis sebagai lambang pertemanan kedua negara. Saat itu, perancang infrastruktur Patung Liberty adalah Eugène Viollet-le-Duc yang juga berasal dari Prancis, namun ia meninggal pada tahun 1879. Gustave Eiffel yang saat itu terkenal dengan pembangunan jembatan-jembatan yang sangat berhasil pun ditujukan untuk menggantikannya dalam proyek itu.

Nah, semenjak saat itu lah sosok yang dikenal sebagai arsitek Menara Eiffel ini terlibat dalam perancangan Patung Liberty. Walaupun kemudian Eiffel merubah rancangan interior milik Eugène Viollet-le-Duc, namun ia tetap mempertahankan teknik pahatan (repoussé) dan penyambungan lembaran tembaga (armature bars) milik Viollet-le-Duc.

Proyek Patung Liberty Gustave Eiffel (Foto: Public Domain))
Proyek Patung Liberty Gustave Eiffel (Foto: Public Domain)

Eiffel pun menggunakan rancangan yang lebih modern dan mementingkan elastisitas suspensi yang memungkinkan patung untuk bertahan di tengah perubahan kecepatan angin, suhu, dan kondisi cuaca di Pelabuhan New York. Dengan disetujuinya rancangan milik Eiffel ini, Patung Liberty pun mulai dibangun hingga selesai pada tahun 1883 dan masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1984. Keahlian Eiffel dalam merancang infrastruktur kembali terbukti dengan keberhasilan proyek menara yang masih bertahan 138 tahun kemudian hingga saat ini.

Patung Liberty (Foto: www.pixabay.com by Pierre Blance))
Patung Liberty (Foto: www.pixabay.com by Pierre Blance)

Keren bukan? Walaupun tidak memiliki pendidikan khusus dalam pembangunan infrastruktur logam, tapi dengan keinginan dan usahanya ia bisa menjadi ahli di bidang itu. Eh, tapi ini belum apa-apa Sobat, masih banyak lagi proyek-proyeknya yang berhasil lainnya termasuk pembangunan Menara Eiffel yang sangat mendunia itu.

Apakah Gustave Eiffel Arsitek Menara Eiffel?

Sebelum memulai proyek Menara Eiffel, Gustave Eiffel terlebih dahulu sudah menyelesaikan proyek Jembatan Cubzac (1883) dan Jembatan Garabit yang menjadi jembatan tertinggi di dunia pada saat itu (1884). Barulah pada tahun 1886, pemerintah Prancis mengadakan lomba merancang menara yang memungkinkan desain pemenang untuk dibangun dan menjadi daya tarik utama pada Paris World’s Fair 1889.

Hebatnya adalah ternyata rancangan menara setinggi 324 meter milik Eiffel pun menjadi juara dari 700 desain dilombakan lho, Sobat. Nah, memenangkan perlombaan ini lah yang menjadi alasan kenapa menara Eiffel dibangun.

Konstruksi Menara Eiffel Rancangan Gustave Eiffel (Foto: www.pixabay.com by janeb13)
Konstruksi Menara Eiffel Rancangan Gustave Eiffel (Foto: www.pixabay.com by janeb13)

Pembangunan pun dimulai dengan menggunakan ilmu Eiffel tentang sifat kelengkungan logam dan bentuk rangka logam. Rancangan struktur menara ini pun menjadi tanda revolusi teknik sipil dan desain arsitektur karena ringan namun dapat berdiri dengan kuat. Setelah proses pembangunan selama dua tahun, Menara ini pun selesai pada 31 Maret 1889 dan menjadi menara tertinggi di dunia selama 41 tahun kemudian. Menara itu pun mengadopsi nama belakang Gustave Eiffel sebagai namanya, Menara Eiffel.

Konstruksi Menara Eiffel (Foto: Public Domain)
Konstruksi Menara Eiffel (Foto: Public Domain)

Eh, tapi apakah benar  Gustave Eiffel merupakan arsitek Menara Eiffel itu? Ternyata tidak lho, Sobat. Ingat kan, sebelumnya gue memberitahu lo bahwa Eiffel mendirikan bisnis konsultannya sendiri pada tahun 1866? Nah, saat itu Eiffel meminta dua pegawai kepercayaannya yang bernama Maurice Koechlin dan Emile Nouguier untuk membuat rancangan menara yang kemudian menjadi rancangan Menara Eiffel tersebut. Dengan bantuan seorang arsitek bernama Stephen Sauvestre untuk menyempurnakan desainnya, Gustave Eiffel pun menyetujui rancangan tersebut. Lalu ia pun membeli hak atas rancangan menara itu dari pegawai-pegawainya. 

Jadi, Eiffel tidak mendesain menara itu Sobat, tetapi ia memang berperan besar dalam menyumbangkan ilmu yang ia miliki tentang konstruksi logam dan pengembangan ide-idenya. Eiffel pun juga dikenal sebagai sosok pengusaha yang hebat karena dengan keahliannya memimpin dan mendapatkan pegawai-pegawai yang memiliki skill yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan keberhasilan proyek-proyek besarnya sekaligus keberhasilan pembangunan Menara Eiffel.

Menara Eiffel (Foto: www.unsplash.com by Jez Timms)
Menara Eiffel (Foto: www.unsplash.com by Jez Timms)

Menara Eiffel yang seharusnya hanya berdiri selama 20 tahun pun masih berdiri hingga sekarang dan menjadi tempat wisatawan paling terkenal di Prancis. Sudah lebih dari 250 juta orang mengunjungi Menara Eiffel. Bahkan menurut Statista (2021), jumlah pengunjung tahunannya hampir selalu di atas 6 juta semenjak tahun 2011-2020, yang mana lebih dari jumlah populasi warga Singapura (5.896.686) di tahun 2021 menurut World Population Review. Menara ini pun sudah menjadi salah satu karakteristik kota Paris. 

Skandal Panama mengakhiri Karirnya?

Walaupun Gustave Eiffel juga dikenal sebagai pengusaha yang handal, ternyata ia pun harus menemui kegagalan besar ketika ia menyetujui proyek Kanal Panama yang dikelola dengan sangat buruk oleh Ferdinand De Lesseps. Walaupun ini merupakan proyek terbesar Eiffel, namun akhirnya menjadi skandal keuangan terbesar di abad ke-19.

Eiffel pun terseret dalam kasus ini dan dihukum 2 tahun penjara sekaligus denda 2000 Francs.  Walaupun setelah beberapa bulan dipenjara ia terbukti tak bersalah, namun skandal ini terlanjur membawa reputasi buruk terhadap usaha konsultannya.

Pada tahun 1893 Eiffel pun kemudian dengan sukarela mengundurkan diri dari dewan direksi Perusahaan Eiffel dan menghapuskan namanya dari nama perusahaan tersebut. Yak, seperti yang lo bisa tebak, peristiwa ini memang mengakhiri karirnya sebagai pengusaha, namun apakah peristiwa ini menghentikan hidupnya? Tentu tidak. Bahkan ia terus menghasilkan karya-karya menakjubkan lainnya walaupun untuk kedua kalinya ia harus menekuni bidang yang berbeda.

Dari Pengusaha Beralih Menjadi Ilmuwan Hingga Menutup Usia

Setelah berhenti dari dunia bisnis, Gustave Eiffel pun memulai karyanya dalam dunia ilmiah,  mendekati ranahnya semasa kuliah. Sejak tahun 1889 sebenarnya Menara Eiffel sudah dilengkapi fasilitas penelitian di lantai tiga Menara Eiffel untuk menghitung kecepatan angin dan tekanan udara. Pemasangan manometer raksasa yang dipasang di menara itu memampukan para ilmuwan menghitung tekanan 400 kali lebih besar dari pada di permukaan laut.

Eiffel sendiri mulai memanfaatkan Menara Eiffel untuk melakukan eksperimen aerodinamika, pengamatan meteorologi dan pengembangan ilmu radio. Diceritakan di laman Science News for Students (1904), dalam eksperimennya tentang aerodinamika, ilmu tentang aliran udara untuk diterapkan dalam dunia otomotif seperti pesawat, ia mengukur kecepatan dan tekanan udara berbagai objek. Objek yang diukur, bergerak ke bawah melalui kabel. Metode pengukurannya menggunakan pelat datar dan silinder yang digunakan oleh Eiffel pun menyediakan cara baru untuk mengukur hambatan udara pada benda yang bergerak.

Pada 1904, Eiffel menjatuhkan sebuah silinder melalui kabel (Foto: Scientific American 1904)
Eiffel menjatuhkan sebuah silinder melalui kabel (Foto: Scientific American 1904)

Eiffel menemukan bahwa luasnya permukaan suatu objek menghasilkan hambatan udara yang lebih tinggi. Temuannya ini menjadi panduan penting dalam merancang bentuk sayap pesawat pada saat itu, Sobat. Eksperimennya pun dilansir oleh majalah sains dan teknologi terkenal, Scientific American, yang juga memuat artikel karya ilmuwan-ilmuwan terkenal lainnya seperti Albert Einstein.

Dengan penemuannya tentang luas permukaan sayap pesawat, ia lalu membangun terowongan angin di kaki Menara dan yang lebih besar di Rue Boileau pada 1909 untuk menguji berbagai bentuk sayap dan propeler pesawat. Terowongan angin di Rue Boileau ini bahkan masih digunakan hingga saat ini.

Terowongan angin buatan Gustave Eiffel (Foto: Scientific American 1910)
Terowongan angin buatan Gustave Eiffel (Foto: Scientific American 1910)

Selain melakukan eksperimen sendiri, Eiffel juga mengundang beberapa ilmuwan untuk mengadakan penelitian di Menara Eiffel. Salah satu tujuannya adalah supaya menara itu tidak dirobohkan oleh pemerintah. Upayanya mempertahankan menara itu pun turut menyumbang perkembangan teknologi yang besar, lho. Pasalnya, dari menara inilah ditemukannya komunikasi tanpa kabel pertama kalinya oleh ilmuwan bernama Eugène Ducretet pada  November 1898. Komunikasi telegraf nirkabel pun mulai digunakan untuk kepentingan militer semenjak 1908. 

Di artikel Biografi Edmond Halley gue pernah cerita bahwa peta isogonic buatannya pada tahun 1710 belum bisa digunakan untuk mengetahui letak garis bujur dengan akurat karena perubahan variasi magnetik. Akhirnya pada tahun 1910 siaran sinyal waktu dari Menara Eiffel tidak hanya mampu mensinkronkan waktu di beberapa negara namun juga sudah bisa membantu nahkoda kapal menentukan letak garis bujur dengan akurat, Sobat. 

Masih banyak pencapaian-pencapaian hebat lainnya yang dicapai dari stasiun radio yang ada di Menara Eiffel seperti membantu kemenangan Prancis melawan tentara Jerman seminggu sebelum Perang Dunia I, penangkapan mata-mata bernama Mata Hari pada tahun 1916, penyiaran program musik pertama Prancis pada tahun 1921, dan pemancaran sinyal televisi pertama Prancis.

Pengabdian hidup Gustave Eiffel pada dunia infrastruktur dan perkembangan sains dan teknologi pun selesai ketika dirinya menutup usia di umur 91 pada 28 Desember 1923. Dikabarkan, ia meninggal ditemani alunan piano merdu Simfoni ke-5 milik Beethoven.

Penutup

Begitulah Sobat, kisah hidup Gustave Eiffel dari awal hidupnya, kegagalan mewarisi perusahaan cuka yang membuatnya harus mempelajari hal baru tanpa pendidikan formal, karir dan karya-karya besarnya yang mendunia, kegigihan nya mempertahankan menara terkenal di Paris, Menara Eiffel dengan mengadakan berbagai eksperimen ilmiah, dan hingga akhir hidupnya. Lo pasti juga sudah mengenal Maurice Koechlin, Emile Nouguier, dan Stephen Sauvestre yang merupakan arsitek Menara Eiffel.

Setelah membaca biografi Gustave Eiffel ini, pasti ada hal baru yang lo dapatkan bukan? Semoga kisah karir Eiffel yang walaupun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya tetap bisa meraih kesuksesan besar melalui karya-karyanya dapat menginspirasi lo untuk tetap gigih dan memiliki kemauan belajar yang tinggi di setiap bidang yang lo geluti ya Sobat!

Sekian dari gue, see you in the next article!

Referensi 

American Society of Civil Engineers. (2021). Alexandre Gustave Eiffel. ASCE American Society of Civil Engineers. Retrieved December 6, 2021, from https://www.asce.org/about-civil-engineering/history-and-heritage/notable-civil-engineers/alexandre-gustave-eiffel.

Association of the Descendants of Gustave Eiffel. (2014). Gustave Eiffel: His Life. His life: The first successes | Official site of the Association of the Descendants of Gustave Eiffel. Retrieved December 6, 2021, from https://www.gustaveeiffel.com/en/vie/succes.html.

Cowen, R. (2019, December 3). How science saved the Eiffel Tower. Science News for Students. Retrieved December 6, 2021, from https://www.sciencenewsforstudents.org/article/how-science-saved-eiffel-tower.

Darton, R. C. (2003). Chemical Engineering: Visions of the world. Elsevier. 

The Editors of Encyclopaedia Britannica. (2020, July 29). Eiffel Tower. Encyclopædia Britannica. Retrieved December 13, 2021, from https://www.britannica.com/topic/Eiffel-Tower-Paris-France.

Editors, TheFamousPeople.com. (n.d.). Gustave Eiffel. TheFamousPeople.com. Retrieved December 13, 2021, from https://www.thefamouspeople.com/profiles/gustave-eiffel-6809.php.

Mataillet, D. (2021, February 22). The Eiffel Tower: A landmark to love – france-amérique. France-Amérique. Retrieved December 6, 2021, from https://france-amerique.com/en/the-eiffel-tower-a-landmark-to-love/.

Statista. (2021, August 11). Eiffel Tower Visitor Numbers 2020. Statista. Retrieved December 13, 2021, from https://www.statista.com/statistics/620227/eiffel-tower-visitor-numbers/.

TOUREIFFEL.PARIS. (2020, December 29). All about Gustave Eiffel – the Eiffel Tower. La Tour Eiffel. Retrieved December 6, 2021, from https://www.toureiffel.paris/en/the-monument/gustave-eiffel.

U.S. Department of the Interior. (2018). Alexandre-Gustave Eiffel. National Parks Service. Retrieved December 6, 2021, from https://www.nps.gov/stli/learn/historyculture/alexandre-gustave-eiffel.htm.

World Population Review. (2021). Smallest Countries 2021. World Population Review. Retrieved December 13, 2021, from https://worldpopulationreview.com/country-rankings/smallest-countries.

Xavier. (2010, April 1). Gustave Eiffel’s first work: The Passerelle Eiffel, Bordeaux. abelard. Retrieved December 6, 2021, from https://www.abelard.org/france/passerelle_eiffel_bordeaux.php.

Bagikan Artikel Ini!