Alexander Fleming, Ilmuwan yang “Kebetulan” Menemukan Penisilin

alexander fleming

Benarkah Alexander Fleming tidak sengaja menemukan penisilin? Cari tahu kisah hidup dan pencapaiannya di artikel ini!

Apakah sobat Zenius pernah meminum obat antibiotik? Obat ini biasa digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan infeksi bakteri. Salah satu senyawa yang digunakan dalam antibiotik adalah penisilin.

Tapi, apa lo tahu kalau perkembangan penisilin itu bermula dari sebuah kebetulan?

Penisilin pertama kali ditemukan secara kebetulan saat cawan mikroskop milik Alexander Fleming dipenuhi oleh jamur. Apa lo tahu siapa dia? Kalau lo belum tahu, yuk, baca artikel ini!

Awal Kehidupan dan Karier Alexander Fleming

Alexander Fleming lahir di Peternakan Lochfield dekat Darvel, Ayrshire, Skotlandia pada tanggal 6 Agustus 1881. Orang tuanya adalah Hugh Fleming dan Grace Stirling Morton. Ia memiliki tiga saudara kandung, dan tiga saudara tiri dari pernikahan pertama ayahnya..

Sejak kecil, Alexander Fleming sudah memperlihatkan kecerdasannya. Setelah lulus dari Loudoun Moor School dan Darvel School, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Kilmarnock Academy selama dua tahun. Setelah lulus dari akademi tersebut, ia  berkuliah di Royal Polytechnic Institution (sekarang Universitas Westminster) di London.

Setelah lulus, Fleming kemudian bekerja di perusahaan perkapalan selama empat tahun. Sampai suatu hari, pamannya meninggal dan meninggalkan warisan yang jumlahnya cukup banyak.

Salah satu kakaknya, Tom, sudah lebih dulu menjadi dokter. Ia menyarankan Fleming untuk bersekolah kembali agar menjadi dokter juga.

“Mau sampai kapan kamu kerja di perkapalan? Mending kuliah lagi aja, jadi dokter, uangnya banyak.”

Kira-kira gitu deh, kata Tom kepada Fleming saat itu.

Atas saran kakaknya tersebut, Fleming melanjutkan sekolah ke St Mary’s Hospital Medical School, London University di tahun 1903. Tiga tahun setelahnya, ia menerima gelar Bachelor of Medicine and Bachelor of Surgery (MBBS).

Hmmm … lebih singkat dari masa kuliah kedokteran saat ini, ya?

Selain berkuliah kedokteran, Fleming juga bergabung dengan tim riset kampusnya, lho. Di sana, ia menjadi asisten untuk Sir Almroth Wright, ahli bakteriologi yang menjadi pionir vaksin dan imunologi. Di tahun 1908, ia mendapatkan gelar Bachelor of Science dari kampusnya.

Wah, ternyata Fleming sudah ambis before it was cool.

Penemuan Penisilin

Saya tidak menciptakan penisilin. Alam yang menciptakannya. Saya hanya menemukannya secara tidak sengaja” - Alexander Fleming

Di awal kariernya, Fleming tertarik banget nih, sama kultur bakteri dan zat antibakteri. Masalahnya, Fleming dikenal rekan-rekannya sebagai peneliti yang tidak rapi. Ia sering menemukan bakteri yang tidak terduga saat melakukan penelitian. Hmmm … beda banget ya,s ama image-nya sebagai dokter dan peneliti.

Sifatnya yang tidak rapi ini malah membuatnya sukses, lho. Seperti pada tahun 1921, Fleming menemukan bakteri lisozim ketika salah satu piring agar berisi bakteri miliknya terkontaminasi udara.

Di tahun 1928 Fleming mulai meneliti virus influenza yang menjadi penyebab pandemi flu Spanyol. Dalam penelitiannya itu, Fleming membiakan bakteri stafilokokus dalam kultur murni, lalu meninggalkannya di laboratorium untuk liburan keluarga.

Sepulang staycation bareng keluarganya, Fleming menemukan salah satu kulturnya terkontaminasi jamur. Menariknya, jamur tersebut membunuh koloni stafilokokus yang berada di sekitarnya.

Wah, menarik nih!” kata Fleming ketika melihat fenomena ini. 

Fleming mengidentifikasi jamur sebagai bagian dari genus Penicillium. Setelahnya, ia menumbuhkan jamur tersebut dalam kultur murni. Voila! Ternyata kultur itu mengandung zat antibakteri.

Fleming mencoba mencari tahu apa saja efek dari antibakteri ini. Ternyata, antibakteri yang ditemukannya ini mempengaruhi berbagai bakteri yang menyebabkan demam berdarah, pneumonia, meningitis dan difteri.

Antibakteri ini akan aku beri nama … Penisilin!” 

Nah, kalau saja Alexander Fleming tidak pergi liburan, kita belum tentu akan mengenal penisilin dan berbagai penyakit akan sulit disembuhkan.

Kesuksesan Penisilin dan Penghargaan Nobel

alexander fleming
sumber: The Incidental Economist

Pada awalnya, Alexander Fleming kesulitan memproduksi penisilin dalam jumlah yang banyak. Dia juga tidak yakin bahwa penisilin akan tinggal di tubuh manusia cukup lama untuk mengobati penyakit. Pada tahun 1940, setelah gagal menemukan ahli kimia yang akan membantunya, dia memutuskan untuk menghentikan penelitiannya tentang penisilin.

Tidak lama kemudian, Howard Florey (apoteker) dan Ernst Boris Chain (ahli biokimia) melanjutkan penelitian Fleming di Amerika Serikat. Fleming lalu ikut bergabung ketika dia mendengar perkembangan penelitian mereka. Pada tahun 1945, mereka berhasil menyempurnakan antibiotik yang dapat bekerja dengan efektif. Hasil penelitian mereka ini kemudian diproduksi secara massal dengan dana dari pemerintah Amerika Serikat dan Inggris. 

Atas keberhasilannya menemukan penisilin dan manfaatnya untuk dunia medis, Fleming, Florey dan Chain menerima Penghargaan Nobel untuk fisiologi dan kedokteran tahun 1945.

Selain Penghargaan Nobel, Fleming juga mendapatkan penghargaan dari berbagai negara:

  • Jabatan Profesor Hunterian oleh Royal College of Surgeons of England;
  • Knight Bachelor oleh Raja George VI dari Inggris;
  • Medal of Merit dari Presiden Amerika Serikat;
  • 100 Orang Paling Berpengaruh di Abad ke-20 oleh Times;
  • 100 Orang Inggris Terhebat berdasarkan polling nasional BBC.

Akhir Kehidupan Alexander Fleming

Sepanjang hidupnya, Alexander Fleming menikah sebanyak dua kali. Ia menikahi istri pertamanya, Sarah Marion McElroy di tahun 1915. 

Empat tahun setelah McElroy meninggal, Fleming menikahi koleganya Dr. Amalia Koutsouri-Voureka di tahun 1953.

Sebagai ilmuwan, Fleming bergabung dan bahkan menjadi anggota kehormatan berbagai perkumpulan ilmu pengetahuan. Ia juga menjabat sebagai rektor Universitas Edinburgh dari tahun 1951 hingga tahun 1954. Dia juga dianugerahi gelar doktor, honoris causa, gelar lainnya dari hampir tiga puluh universitas di Eropa dan Amerika Serikat.

Pada 11 Maret 1955, Alexander Fleming menderita penyakit yang dianggapnya sebagai gangguan lambung selama beberapa minggu. Ketika istrinya menelepon dokter keluarga mereka mengenai gejala mualnya  yang berlangsung terus-menerus 11 Maret, dia meyakinkan mereka bahwa kunjungan dokter tersebut tidak diperlukan. Namun, dalam beberapa menit, ia meninggal dunia akibat serangan jantung. Jenazahnya dikremasi dan ditempatkan di Katedral St Paul.

Berpuluh tahun setelah Fleming meninggal, penisilin masih menjadi antibiotik nomor satu. Penemuannya menjadi warisan yang telah membantu menyembuhkan jutaan orang di dunia.

Referensi:

Bagikan Artikel Ini!