Sistem Reproduksi Pria dan Gangguannya

Artikel ini akan menjelaskan tentang sistem reproduksi pria, termasuk organ-organ penyusun dan penyakit atau gangguan pada sistem reproduksi pria.

Secara garis besar, organ penyusun sistem reproduksi pria berfungsi untuk menghasilkan sperma dan meneruskannya ke vagina agar terjadi pembuahan. Sistem reproduksi itu apa sih? Sistem reproduksi adalah kumpulan organ yang berfungsi untuk berkembang biak. Karena perannya yang penting itu, sehingga kita perlu menjaganya dengan baik. Kali ini aku bakal mengajak kamu untuk mengenal lebih dekat tentang sistem reproduksi pria. Yuk, kita bahas satu per satu tentang organ penyusun sistem reproduksi pada pria!

 

Organ Penyusun Sistem Reproduksi Pria

Organ penyusun sistem reproduksi pria terbagi menjadi dua bagian, yaitu organ eksternal (luar) dan organ internal (dalam). Untuk organ bagian luar terdapat penis, skrotum, dan testis. Sedangkan, organ bagian dalam yaitu epididimis, kelenjar prostat, kelenjar bulbouretral, vesikula seminalis, uretra, dan vas deferens.

sistem reproduksi pria
Organ-organ penyusun sistem reproduksi pada pria (sumber gambar: thoughtco.com)

Berikut ini merupakan bagian dan fungsi organ dari sistem reproduksi pria.

Penis 

Penis merupakan organ eksternal pada sistem reproduksi pria. Fungsinya adalah sebagai jalan keluar urine dan sel sperma. Nah, badan atau batang penis berbentuk silinder seperti spons dan pada saat normal memiliki tekstur lembek, sedangkan ketika mengalami ereksi akan mengeras akibat adanya darah yang mengisi korpus kavernosum penis (batang penis) tersebut. 

Skrotum

Skrotum merupakan kantong pembungkus testis. Kantong tersebut merupakan kulit tipis, berpigmen, tidak memiliki jaringan lemak, terlipat, dan berkerut. Tahukah kamu kalau ternyata skrotum bisa mengendur dan mengerut lho, guys. Saat skrotum terpapar suhu dan cuaca dingin (misalnya air dingin), maka dartos berkontraksi dan membuat skrotum tampak pendek dan berkerut. Sedangkan, saat suhu hangat, maka skrotum menjadi lebih halus, lembek, dan terlihat normal karena tidak terselip di sekitar testis.

Nah, hal itu disebabkan oleh yang namanya dartos. Dartos adalah lapisan otot tak sadar yang fungsinya untuk membatasi skrotum kanan dan kiri, serta untuk mengerut dan mengendurkan skrotum. Kenapa sih, kok skrotum bisa mengatur suhu, untuk apa sih? Tentu saja untuk produksi sperma yang sehat, karena suhu berperan erat dalam produksi sperma.

Testis

Testis merupakan organ reproduksi pada pria yang menjadi sumber spermatozoa. Yap, sel sperma pada pria diproduksi oleh testis ini lho, guys. Selain itu, testis juga berperan dalam produksi hormon androgen dan testosteron yang merupakan hormon utama pada pria.

Oh iya, hormon testosteron tersebut diproduksi oleh Sel Leydig yang ada di testis. Testosteron ini akan menstimulasi kelenjar prostat dan vesikula seminalis.

Epididimis

Epididimis merupakan organ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma dari testis, kemudian sperma yang belum matang akan dibawa menuju tabung vas deferens agar menjadi sperma matang.

Vas Deferens

Nah, setelah dari epididimis, maka sperma akan diangkut oleh vas deferens menuju uretra.

Vesikula Seminalis

Cairan fruktosa ternyata dihasilkan oleh vesikula seminalis lho, guys. Cairan fruktosa itu merupakan sumber energi bagi sperma untuk beraktivitas.

Kelenjar Prostat

Selain vesikula seminalis, kelenjar prostat juga berfungsi untuk memberikan cairan tambahan kepada sperma untuk ejakulasi, sifatnya yaitu asam. Cairan prostat juga berfungsi untuk membantu sperma agar tetap sehat. Letak kelenjar prostat berada di bawah kandung kemih.

Kelenjar Bulbouretral

Kalau kelenjar yang satu ini sih fungsinya sebagai penghasil cairan juga, tapi digunakan untuk melumasi uretra dan menetralisir keasaman pada setiap tetesan urine.

Uretra

Uretra merupakan saluran bagi urine dan air mani.

 

Penyakit Sistem Reproduksi Pria

Kanker Prostat

Sesuai namanya, kanker prostat adalah kanker yang berkembang di dalam kelenjar prostat. Menurut World Health Organization (WHO), kanker prostat adalah gangguan pada sistem reproduksi pria yang paling banyak diderita. Penyebabnya bisa beraneka ragam, ada yang dikarenakan pertambahan usia, obesitas, pola makan kurang sehat, paparan bahan kimia, penyakit menular seksual, dan keturunan. Pada awalnya, penderita tidak merasakan gejala apapun, namun ketika kanker membesar dan kelenjar prostat mengalami peradangan, maka penderita akan merasakan gangguan buang air kecil.

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi merupakan gangguan pada sistem reproduksi pria yang ditandai dengan ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dengan baik saat berhubungan seksual.

Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat. Gangguan ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau berkembang perlahan dalam waktu yang lama. Biasanya sih penderita akan mengalami nyeri dan sulit buang air kecil. Penyebab gangguan ini adalah bakteri.

Kriptorkidisme

Gangguan yang satu ini merupakan kegagalan dari salah satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum saat bayi. Pengobatan gangguan ini bisa dilakukan dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang hormon testosteron.

Yap, itu dia penjelasan mengenai sistem reproduksi pria, mulai dari penjelasannya hingga gangguan yang dialami. Guys, tetap jaga kesehatan ya! Semoga penjelasan di atas bisa bermanfaat untuk kamu. Have a nice day!

 

Baca Juga Artikel Lainnya

Sistem Imun dan Imunisasi

Sistem Tata Surya

Sistem Koordinasi Manusia

Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Download Zenius App di sini